00:21Tidak mungkin Iran yang minta untuk perundingan kedua, itu gak mungkin.
00:28Ini kan belakangnya Amerika, kan dari dulu begitu, ya kan.
00:35Lebih dari itu, risiko untuk berperang jauh lebih besar.
00:39Opsi yang lain selain perundingan kan berperang.
00:42Dan berperang biayanya lebih besar.
00:48Karena dalam pandangan saya, salah satu alasan kegagalan dari perundingan di Islamabad minggu lalu adalah
00:57wakil-wakil dari Amerika Serikat yang tidak kredibel dibandingkan dengan Iran, misalnya Amerika Serikat.
01:17Negosiasi Amerika dan Iran yang dimediasi Pakistan pekan lalu gagal mencapai kesepakatan.
01:23Namun upaya diplomasi untuk kembali membawa dua pihak Amerika dan Iran ke meja perundingan terus dilakukan.
01:30Presiden Amerika, Donald Trump mengungkap kemungkinan adanya pembicaraan lanjutan dengan pihak dari Iran.
01:36Ia mengaku telah ada pihak dari Iran yang menghubunginya untuk membuat kesepakatan.
01:44Well, he's done a good job, and Steve and Jared, they've all done a very good job.
01:48And I can tell you that we've been called by the other side.
01:52They'd like to make a deal very badly, very badly.
01:55They will never have a nuclear weapon.
01:58Iran, you're marking it down, Iran will not have a nuclear weapon.
02:02And we agreed to a lot of things, but they didn't agree to that.
02:06And I think they will agree to it.
02:08I'm almost sure of it.
02:09In fact, I am sure of it. If they don't agree, there's no deal.
02:11They'll never be a deal.
02:12Iran will not have a nuclear weapon, and we're going to get the dust back.
02:17We'll get it back either. We'll get it back from them, or we'll take it.
02:21Panglima Militer Pakistan, Jenderal Asim Murnir, terbang ke Teheran
02:25untuk menemui Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Arassi.
02:29Media Iran menyebut pertemuan kedua tokoh tersebut
02:32untuk membahas kemungkinan pembicaraan putaran kedua antara Amerika dan Iran.
02:37Pengamat Timur Tengah, Sulfan Lindan, menilai
02:40tidak mungkin Iran meminta diadakan perundingan tahap kedua.
02:44Klaim terang bahwa Iran ingin melakukan perundingan kedua
02:47dianggap sebagai kebohongan.
02:51Dia mengatakan bahwa ada pihak Iran yang menghubungi dia
02:55untuk perundingan tahap kedua kan gitu.
02:58Itu pasti bohong.
02:59Saya tidak yakin.
03:01Karena masalah luar negeri di Iran bukan ditentukan oleh presiden atau eksekutif.
03:09Tapi?
03:09Tapi Rahbar yang dipanggil Rahbar itu Ayatullah yang sekarang dicabat oleh Mustafa Khamenei.
03:15Dia yang berperan 100% menyangkut masalah-masalah luar negeri.
03:21Termasuk masalah perang, IRGC dia juga.
03:24Makanya presiden tidak pernah muncul.
03:26Karena Menteri Luar Negeri memang di bawah Mustafa.
03:31Tidak mungkin Iran yang minta untuk perundingan kedua.
03:36Itu tidak mungkin.
03:37Ini kan belafnya Amerika, Trump kan dari dulu begitu.
03:40Ya kan?
03:42Nah.
03:42Karena apa?
03:43Iran tahu betul bahwa ini kebohongan-kebohongan akan terjadi.
03:47Tanggal 22 Februari lagi berunding.
03:50Tau-tau menyerang Khamenei.
03:53Meninggal.
03:54Ya kan?
03:54Kemudian perundingan ini juga apa yang terjadi?
03:58Yaitu Israel bombar di Lebanon habis-habisan.
04:03Ini Iran tidak mau.
04:04Iran bukan hanya berdamaian dengan dia, tapi dengan Israel dan kawasan harus aman.
04:10Ya kan?
04:11Jadi, Iran mau hormati, mau datang ke Pakistan itu faktor tetangga saja.
04:19Sementara pakar hubungan internasional Julius Purwadi menilai perang merupakan opsi lain untuk mengakhiri konflik selain melalui perundingan.
04:28Namun, biaya dan resikonya lebih besar.
04:31Karena itu, perundingan menjadi opsi yang lebih baik.
04:34Dalam situasi seperti saat ini, Amerika lebih membutuhkan proses perundingan dengan Iran.
04:42Lebih dari itu, resiko untuk berperang jauh lebih besar ya.
04:46Opsi yang lain selain perundingan kan berperang.
04:48Dan berperang biayanya lebih besar secara ekonomi, secara politik.
04:52Kita harus berhitung juga nyawa yang nanti akan jatuh di keluar pelah pihak.
04:56Termasuk kehancuran infrastruktur sipil Iran, jembatan, tenaga pusat, tenaga listrik gitu ya.
05:03Itu kan sudah disampaikan oleh Trump.
05:05Yang pasti pertama, kebutuhan Amerika Serikat terkait dengan selat hormus.
05:09Itu satu ya, selain daripada soal pengayaan uranium.
05:15Sekarang kan berketer ya dari pengembangan kapasitas membangun persenjataan nuklir gitu.
05:21Tapi sudah dipersempit ke pengayaan uranium.
05:24Jadi pengayaan uranium pun kan nggak boleh gitu ya.
05:26Tidak boleh gitu.
05:27Di berbagai macam level.
05:29Kalau kita lihat dulu kesepakatan tahun 2015 kan masih bisa ya.
05:32Masih diizinkan kesepakatannya itu.
05:35Sejauh tidak untuk pengembangan senjata nuklir.
05:38Itu satu ya gitu.
05:39Dan mungkin itu lebih apa.
05:43Sekalipun sulit ya.
05:44Lebih mungkin dinegosiasikan.
05:46Daripada kalau kita bicara soal pembukaan selat hormus.
05:49Nanti masa depannya seperti apa.
05:52Jadi dua isu ini akan menjadi sangat berat gitu ya.
05:55Tetapi kalau ditanya siapa yang butuh.
05:57Siapa yang butuh gitu.
05:58Saya mungkin akan menyampaikan Amerika Serikat jauh lebih butuh gitu.
06:03Sebelumnya Wakil Presiden Amerika Serikat J.D. Fence menegaskan
06:07Donald Trump tidak menginginkan kesepakatan kecil dengan Iran.
06:11Salah satunya soal komitmen tidak mengembangkan senjata nuklir.
06:15Fence menambahkan jika Iran setuju dengan poin-poin kesepakatan yang diajukan,
06:21Trump berjanji akan membuat Iran berkembang.
06:23Terima kasih telah mengembang.
06:42Terima kasih telah mengembang.
07:15Sementara pihak Iran menegaskan,
07:18belum ada kepastian soal perundingan tahap kedua dengan Amerika.
07:22Namun Iran mengembangkan tidak akan memasukkan negosiasi dengan syarat yang dibaksakan pihak Amerika.
08:02Terima kasih telah mengembangkan.
08:05Terima kasih telah mengembangkan.
08:30Sementara Pakistan sebagai mediator juga harus bisa menjelaskan secara terbuka
08:35mengapa perundingan sebelumnya mengalami kegagalan.
08:40Karena dalam pandangan saya, salah satu alasan kegagalan dari perundingan di Islamabad minggu lalu adalah
08:49wakil-wakil dari Amerika Serikat yang tidak kredibel dibandingkan dengan Iran.
08:55Dan misalnya Amerika Serikat itu menurunkan tokoh seperti J.D. Vance, oke dia wakil presiden,
09:01tapi didampingi oleh Jared Kushner.
09:03Ini adalah menantu dari Donald Trump.
09:06Kemudian didampingi lagi oleh Steve Witkoff.
09:08Steve Witkoff ini adalah pengusaha.
09:11Jadi masih ada Menteri Luar Negeri, Marco Rubio, tapi Marco Rubio ini tidak berpengalaman dalam negosiasi yang sangat sensitif,
09:23misalnya mengenai perundingan nuklir.
09:25Iran akan meminta prakondisi ya.
09:28Prakondisi dalam arti ini adalah presiden Donald Trump benar-benar beranggung jawab atas jalannya negosiasi ini
09:35dan tidak membiarkan Israel sebentar-bentar menelpon delegasi Amerika Serikat.
09:40Itu yang pertama.
09:41Dan yang kedua, Pakistan sebagai penyelenggara juga harus terbuka.
09:46Memberikan pandangan mengapa negosiasi tahap pertama kemarin sampai gagal.
09:51Karena pada saat itu yang terjadi adalah perundingan tidak langsung.
09:54Amerika Serikat berada di ruangan A, kemudian Iran berada di ruangan B,
09:59dan ketua delegasi dari Pakistan itu bergerak dari ruang A ke ruang B.
10:05Jadi otomatis kalau kita perhatikan waktu negosiasi 21 jam,
10:10maka kemungkinan efektifnya kemarin itu adalah setengahnya.
10:12Di mana pihak Pakistan akan kesulitan menyerap aspirasi,
10:18kemudian menyusun prioritas dari apa yang sedang dilakukan.
10:22Idealnya Pakistan sudah, ini kali, Pakistan sudah mulai bisa mendata.
10:26Dari 1 sampai 10 poin tersebut, mana poin-poin yang bisa dicarikan jalan tengahnya.
10:34Di tengah upaya untuk melanjutkan perundingan,
10:37Amerika saat ini melancarkan blokade terhadap South Hormuz.
10:41Selain itu, Amerika juga menggerakkan kekuatan militer besarnya ke perairan sekitar Teluk.
10:48Seluruh dunia berharap perundingan tahap 2 Amerika dan Iran bisa segera diwujudkan
10:54dan menghasilkan kesepakatan untuk mengakhiri perang.
10:58Tim Leputan, Kompas TV
11:05Ya Saudara, Amerika Serikat belum menetapkan batas waktu terkait blokade militer di Selat Hormuz
11:11untuk menekan Iran di tengah konflik yang masih berlangsung.
11:13Pembahasannya usia
Komentar