Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Perundingan antara Amerika Serikat dan Iran kembali menjadi sorotan. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengaku menerima telepon dari pihak Iran yang ingin kembali berunding.

Namun, pernyataan tersebut mendapat tanggapan berbeda. Simak selengkapnya pada tayangan berikut.

#amerikaserikat #iran #trump

Baca Juga Negosiasi AS-Iran Berlanjut, Trump Sebut Ada Kontak dari Teheran | SAPA MALAM di https://www.kompas.tv/nasional/663418/negosiasi-as-iran-berlanjut-trump-sebut-ada-kontak-dari-teheran-sapa-malam



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/663420/perundingan-as-iran-kembali-mengemuka-sejumlah-pihak-beri-pandangan-sapa-malam
Transkrip
00:21Tidak mungkin Iran yang minta untuk perundingan kedua, itu gak mungkin.
00:28Ini kan belakangnya Amerika, kan dari dulu begitu, ya kan.
00:35Lebih dari itu, risiko untuk berperang jauh lebih besar.
00:39Opsi yang lain selain perundingan kan berperang.
00:42Dan berperang biayanya lebih besar.
00:48Karena dalam pandangan saya, salah satu alasan kegagalan dari perundingan di Islamabad minggu lalu adalah
00:57wakil-wakil dari Amerika Serikat yang tidak kredibel dibandingkan dengan Iran, misalnya Amerika Serikat.
01:17Negosiasi Amerika dan Iran yang dimediasi Pakistan pekan lalu gagal mencapai kesepakatan.
01:23Namun upaya diplomasi untuk kembali membawa dua pihak Amerika dan Iran ke meja perundingan terus dilakukan.
01:30Presiden Amerika, Donald Trump mengungkap kemungkinan adanya pembicaraan lanjutan dengan pihak dari Iran.
01:36Ia mengaku telah ada pihak dari Iran yang menghubunginya untuk membuat kesepakatan.
01:44Well, he's done a good job, and Steve and Jared, they've all done a very good job.
01:48And I can tell you that we've been called by the other side.
01:52They'd like to make a deal very badly, very badly.
01:55They will never have a nuclear weapon.
01:58Iran, you're marking it down, Iran will not have a nuclear weapon.
02:02And we agreed to a lot of things, but they didn't agree to that.
02:06And I think they will agree to it.
02:08I'm almost sure of it.
02:09In fact, I am sure of it. If they don't agree, there's no deal.
02:11They'll never be a deal.
02:12Iran will not have a nuclear weapon, and we're going to get the dust back.
02:17We'll get it back either. We'll get it back from them, or we'll take it.
02:21Panglima Militer Pakistan, Jenderal Asim Murnir, terbang ke Teheran
02:25untuk menemui Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Arassi.
02:29Media Iran menyebut pertemuan kedua tokoh tersebut
02:32untuk membahas kemungkinan pembicaraan putaran kedua antara Amerika dan Iran.
02:37Pengamat Timur Tengah, Sulfan Lindan, menilai
02:40tidak mungkin Iran meminta diadakan perundingan tahap kedua.
02:44Klaim terang bahwa Iran ingin melakukan perundingan kedua
02:47dianggap sebagai kebohongan.
02:51Dia mengatakan bahwa ada pihak Iran yang menghubungi dia
02:55untuk perundingan tahap kedua kan gitu.
02:58Itu pasti bohong.
02:59Saya tidak yakin.
03:01Karena masalah luar negeri di Iran bukan ditentukan oleh presiden atau eksekutif.
03:09Tapi?
03:09Tapi Rahbar yang dipanggil Rahbar itu Ayatullah yang sekarang dicabat oleh Mustafa Khamenei.
03:15Dia yang berperan 100% menyangkut masalah-masalah luar negeri.
03:21Termasuk masalah perang, IRGC dia juga.
03:24Makanya presiden tidak pernah muncul.
03:26Karena Menteri Luar Negeri memang di bawah Mustafa.
03:31Tidak mungkin Iran yang minta untuk perundingan kedua.
03:36Itu tidak mungkin.
03:37Ini kan belafnya Amerika, Trump kan dari dulu begitu.
03:40Ya kan?
03:42Nah.
03:42Karena apa?
03:43Iran tahu betul bahwa ini kebohongan-kebohongan akan terjadi.
03:47Tanggal 22 Februari lagi berunding.
03:50Tau-tau menyerang Khamenei.
03:53Meninggal.
03:54Ya kan?
03:54Kemudian perundingan ini juga apa yang terjadi?
03:58Yaitu Israel bombar di Lebanon habis-habisan.
04:03Ini Iran tidak mau.
04:04Iran bukan hanya berdamaian dengan dia, tapi dengan Israel dan kawasan harus aman.
04:10Ya kan?
04:11Jadi, Iran mau hormati, mau datang ke Pakistan itu faktor tetangga saja.
04:19Sementara pakar hubungan internasional Julius Purwadi menilai perang merupakan opsi lain untuk mengakhiri konflik selain melalui perundingan.
04:28Namun, biaya dan resikonya lebih besar.
04:31Karena itu, perundingan menjadi opsi yang lebih baik.
04:34Dalam situasi seperti saat ini, Amerika lebih membutuhkan proses perundingan dengan Iran.
04:42Lebih dari itu, resiko untuk berperang jauh lebih besar ya.
04:46Opsi yang lain selain perundingan kan berperang.
04:48Dan berperang biayanya lebih besar secara ekonomi, secara politik.
04:52Kita harus berhitung juga nyawa yang nanti akan jatuh di keluar pelah pihak.
04:56Termasuk kehancuran infrastruktur sipil Iran, jembatan, tenaga pusat, tenaga listrik gitu ya.
05:03Itu kan sudah disampaikan oleh Trump.
05:05Yang pasti pertama, kebutuhan Amerika Serikat terkait dengan selat hormus.
05:09Itu satu ya, selain daripada soal pengayaan uranium.
05:15Sekarang kan berketer ya dari pengembangan kapasitas membangun persenjataan nuklir gitu.
05:21Tapi sudah dipersempit ke pengayaan uranium.
05:24Jadi pengayaan uranium pun kan nggak boleh gitu ya.
05:26Tidak boleh gitu.
05:27Di berbagai macam level.
05:29Kalau kita lihat dulu kesepakatan tahun 2015 kan masih bisa ya.
05:32Masih diizinkan kesepakatannya itu.
05:35Sejauh tidak untuk pengembangan senjata nuklir.
05:38Itu satu ya gitu.
05:39Dan mungkin itu lebih apa.
05:43Sekalipun sulit ya.
05:44Lebih mungkin dinegosiasikan.
05:46Daripada kalau kita bicara soal pembukaan selat hormus.
05:49Nanti masa depannya seperti apa.
05:52Jadi dua isu ini akan menjadi sangat berat gitu ya.
05:55Tetapi kalau ditanya siapa yang butuh.
05:57Siapa yang butuh gitu.
05:58Saya mungkin akan menyampaikan Amerika Serikat jauh lebih butuh gitu.
06:03Sebelumnya Wakil Presiden Amerika Serikat J.D. Fence menegaskan
06:07Donald Trump tidak menginginkan kesepakatan kecil dengan Iran.
06:11Salah satunya soal komitmen tidak mengembangkan senjata nuklir.
06:15Fence menambahkan jika Iran setuju dengan poin-poin kesepakatan yang diajukan,
06:21Trump berjanji akan membuat Iran berkembang.
06:23Terima kasih telah mengembang.
06:42Terima kasih telah mengembang.
07:15Sementara pihak Iran menegaskan,
07:18belum ada kepastian soal perundingan tahap kedua dengan Amerika.
07:22Namun Iran mengembangkan tidak akan memasukkan negosiasi dengan syarat yang dibaksakan pihak Amerika.
08:02Terima kasih telah mengembangkan.
08:05Terima kasih telah mengembangkan.
08:30Sementara Pakistan sebagai mediator juga harus bisa menjelaskan secara terbuka
08:35mengapa perundingan sebelumnya mengalami kegagalan.
08:40Karena dalam pandangan saya, salah satu alasan kegagalan dari perundingan di Islamabad minggu lalu adalah
08:49wakil-wakil dari Amerika Serikat yang tidak kredibel dibandingkan dengan Iran.
08:55Dan misalnya Amerika Serikat itu menurunkan tokoh seperti J.D. Vance, oke dia wakil presiden,
09:01tapi didampingi oleh Jared Kushner.
09:03Ini adalah menantu dari Donald Trump.
09:06Kemudian didampingi lagi oleh Steve Witkoff.
09:08Steve Witkoff ini adalah pengusaha.
09:11Jadi masih ada Menteri Luar Negeri, Marco Rubio, tapi Marco Rubio ini tidak berpengalaman dalam negosiasi yang sangat sensitif,
09:23misalnya mengenai perundingan nuklir.
09:25Iran akan meminta prakondisi ya.
09:28Prakondisi dalam arti ini adalah presiden Donald Trump benar-benar beranggung jawab atas jalannya negosiasi ini
09:35dan tidak membiarkan Israel sebentar-bentar menelpon delegasi Amerika Serikat.
09:40Itu yang pertama.
09:41Dan yang kedua, Pakistan sebagai penyelenggara juga harus terbuka.
09:46Memberikan pandangan mengapa negosiasi tahap pertama kemarin sampai gagal.
09:51Karena pada saat itu yang terjadi adalah perundingan tidak langsung.
09:54Amerika Serikat berada di ruangan A, kemudian Iran berada di ruangan B,
09:59dan ketua delegasi dari Pakistan itu bergerak dari ruang A ke ruang B.
10:05Jadi otomatis kalau kita perhatikan waktu negosiasi 21 jam,
10:10maka kemungkinan efektifnya kemarin itu adalah setengahnya.
10:12Di mana pihak Pakistan akan kesulitan menyerap aspirasi,
10:18kemudian menyusun prioritas dari apa yang sedang dilakukan.
10:22Idealnya Pakistan sudah, ini kali, Pakistan sudah mulai bisa mendata.
10:26Dari 1 sampai 10 poin tersebut, mana poin-poin yang bisa dicarikan jalan tengahnya.
10:34Di tengah upaya untuk melanjutkan perundingan,
10:37Amerika saat ini melancarkan blokade terhadap South Hormuz.
10:41Selain itu, Amerika juga menggerakkan kekuatan militer besarnya ke perairan sekitar Teluk.
10:48Seluruh dunia berharap perundingan tahap 2 Amerika dan Iran bisa segera diwujudkan
10:54dan menghasilkan kesepakatan untuk mengakhiri perang.
10:58Tim Leputan, Kompas TV
11:05Ya Saudara, Amerika Serikat belum menetapkan batas waktu terkait blokade militer di Selat Hormuz
11:11untuk menekan Iran di tengah konflik yang masih berlangsung.
11:13Pembahasannya usia
Komentar

Dianjurkan