Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 36 menit yang lalu
JAKARTA, KOMPASTV - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa kondisi ekonomi Indonesia sempat disalahpahami oleh sejumlah lembaga internasional. Namun, persepsi tersebut kini mulai berubah setelah pemerintah memberikan penjelasan langsung.

Dalam pertemuan dengan World Bank, Purbaya bahkan menyebut pihak yang menyusun proyeksi ekonomi Indonesia sempat menyampaikan permintaan maaf.

"Dia minta maaf karena terlalu cepat menurunkan outlook. Saya bilang tidak apa-apa, tapi yang penting ke depan saya akan buktikan kamu salah karena fondasi ekonomi kita bagus dan kita akan tumbuh lebih cepat," ujar Purbaya.

Sebelumnya, proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia sempat diturunkan, memicu sentimen negatif di pasar. Namun, menurut Purbaya, penilaian tersebut tidak sepenuhnya mencerminkan kondisi fundamental ekonomi nasional.

Ia menegaskan bahwa fondasi ekonomi Indonesia tetap kuat dan mampu bertahan di tengah gejolak global.

"Pondasi ekonomi kita bagus, dan kita akan tumbuh lebih cepat dari yang diperkirakan," tegasnya.

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Produser: Yuilyana

Thumbnail Editor: Joshua

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/663533/eksklusif-world-bank-minta-maaf-ke-ri-purbaya-saya-akan-buktikan-kalian-salah
Transkrip
00:00Selamat pagi Mas Iyan, apa kabar? Sehat?
00:02Kabar baik. Pak Purbaya, gimana? Sehat?
00:05Sehat, capek aja dikit.
00:08Oke, kayaknya jadwalnya padat banget ya Pak Purbaya.
00:09Tapi boleh dibagi nih Pak, apa saja hasil lawatan Bapak bersama tim setelah bertemu dengan
00:14terutama lembaga pemerintah SNP?
00:16Kita ketahui bahwa jadwal Bapak dari pertama tiba di Amerika Serikat hingga saat ini sangat padat begitu.
00:29Mungkin hanya lima belakang, diskusi, mereka ada
00:37Outlook stabil, katanya.
00:40Saya mukanya kan agak kaget, dia tanya gini,
00:42oh kenapa kamu kaget? Kamu expect turun ya?
00:46Saya bilang enggak, emang seperti itu karena fondasi kita bagus.
00:50Mereka setuju dengan pandangan kita, jadi dalam waktu dekat kita masih
00:56Outlook stabil.
00:58Kan yang lain, dia bilang enggak.
01:00Ini menurut SNP, performans kita masih bagus.
01:04Walaupun ada concern sana-sini, tapi secara umum masih baik sehingga
01:10Outlooknya stabil.
01:12Dan mereka bilang, mungkin mereka mikir saya enggak ngerti.
01:16Dia tanya begini, tahu enggak itu artinya?
01:20Enggak tahu apa artinya saya tanya.
01:22Mereka bilang, artinya sampai dua tahun ke depan kira-kira peringkat kamu aman.
01:28Artinya yang triple B itu aman sampai dua tahun ke depan.
01:31Itu kata orang SNP.
01:34Oke, artinya sudah ada bocoran ya Pak terkait dengan kan, ini kan rencananya SNP ini akan mengeluarkan rilisnya kemungkinan pada
01:41Juni nanti.
01:42Dengan pernyataan Pak Pur tadi, artinya itu sudah ada bocoran rilis yang nanti Juni begitu.
01:46Artinya kita tidak perlu khawatir lagi, ada khawatiran soal penurunan Outlook seperti yang dilakukan oleh Moody's dan juga Fitch begitu
01:51Pak.
01:53Yang jelas dalam waktu dekat enggak ada berubahan, Juni nanti dia akan double check lagi apakah kita masih sesuai dengan
02:01harapan mereka.
02:02Tapi rasanya yang mereka singgung, mereka kayaknya percaya anggaran kita aman dan yang mereka singgung hanya sedikit sekali dan mereka
02:11percaya bahwa kita bisa memenuhi hal itu.
02:14Dia hanya bilang Juni akan ke Indonesia dan dia akan menemui saya di Indonesia nanti.
02:21Oke, tim dari SNP akan ke Indonesia mudah-mudahan juga memang sejalan begitu ya, karena memang seperti Pak Purbaya bilang
02:27kondisi ekonomi kita juga memang tengah stabil.
02:30Kalau dengan Bank Dunia seperti apa Pak? Karena ada juga agenda bertemu dengan World Bank.
02:35Apa responsnya setelah Bapak dan juga tim menjelaskan kondisi ekonomi Indonesia?
02:39Karena sebelumnya World Bank kan sempat menurunkan Outlook ekonomi Indonesia ke 4,7 persen.
02:46Saya ketemu tuh yang memprediksi itu, dia minta maaf katanya kecepatan runennya atau enggak terlalu tepat gitu.
02:54Saya enggak tahu dia minta maaf, dia minta maaf, I'm sorry, I'm sorry.
02:56Tapi saya bilang yang penting adalah yaudah enggak usah diubah, tapi yang penting ke depan saya akan membuktikan kamu salah.
03:03Karena fondasi ekonomi kita bagus dan kita akan tumbuh lebih cepat dari 4,8 tadi.
03:08Saya bilang kan, terlaluan pertama mungkin 5,5 lebih, bahkan terlaluan kedua mungkin di sejarah itu atau lebih juga.
03:16Jadi walaupun ada gejolak di perekonomian global, karena kita berhasil meredam dengan baik,
03:22perekonomian domestik masih akan tumbuh dengan baik.
03:26Dia ketawa aja tuh yang orang yang memprediksi itu ya, ekonomi yang bilang, yaudah.
03:31Saya juga sempurna kejadian, tapi saya pikir enak aja loh.
03:36Dia udah membuat sentimen negatif kita kan, tapi yang jelas dia bilang itu dipublish tanpa laporan ke bosnya dulu,
03:44bosnya dia yang di Indonesia ya.
03:46Jadi ada kekisah itu, tapi yang jelas mereka juga percaya fondasi kita bagus.
03:53Berarti dengan ada penjelasan dari Pak Purbaya tadi, dan langsung begitu dijelaskan kepada orang yang mengeluarkan outlook tadi,
04:00artinya ke depan ini tidak akan terjadi lagi Pak?
04:04Tidak akan terjadi sentimen negatif yang berlebihan dari mereka.
04:08Mungkin nanti beberapa bulan lagi mereka akan koreksi, saya pikir ada waktunya untuk koreksi.
04:13Tapi yang jelas saya jelaskan ke mereka, fondasi kita seperti ini, anggarannya bagus,
04:19dia tanya, itu subsidi gimana bayarnya?
04:22Ya kita bilang, koreksi sana-sini kita pastikan terjadi sehingga defisitnya tetap bisa dijaga di bawah 3%.
04:37Dan dia bilang begini, di acara itu dua-duanya sama, AMF World Banknya sama tuh.
04:43Kami menyiapkan dana untuk negara-negara yang butuh, saya diem aja.
04:47Karena uang saya banyak, karena ada 4 per 10 triliun.
04:50Dia hanya punya, dia bilang mungkin 30-40 triliun, 20-30 waktu sama dengan World Bank.
04:58Jadi ya sama dengan uang kita, dia untuk dibagi-bagi banyak negara, kita punya buat sendirian.
05:02Jadi pertahanan kita cukup berlapis-lapis dibanding yang lain.
Komentar

Dianjurkan