- 5 jam yang lalu
KOMPAS.TV - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI angkat bicara terkait gagalnya perundingan gencatan senjata antara Amerika Serikat (AS) dan Iran di Pakistan.
Kemlu menyesalkan perundingan tersebut belum mencapai kesepakatan.
"Indonesia menyesalkan belum tercapainya kesepakatan dalam perundingan antara AS dan Iran, terlepas tentunya dari kerja keras yang dilakukan oleh Pakistan dalam memfasilitasi dialog antara kedua belah pihak," ujar Juru Bicara Kemlu Yvonne Mewengkang di kantor Kemlu, Jakarta Pusat, Kamis (16/4/2026).
Baca Juga Kemlu Pastikan Seluruh WNI di Lebanon dalam Kondisi Aman di https://www.kompas.tv/nasional/663403/kemlu-pastikan-seluruh-wni-di-lebanon-dalam-kondisi-aman
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/663493/full-kemlu-ri-soroti-negosiasi-gencatan-senjata-as-iran-gagal-hingga-evakuasi-wni
Kemlu menyesalkan perundingan tersebut belum mencapai kesepakatan.
"Indonesia menyesalkan belum tercapainya kesepakatan dalam perundingan antara AS dan Iran, terlepas tentunya dari kerja keras yang dilakukan oleh Pakistan dalam memfasilitasi dialog antara kedua belah pihak," ujar Juru Bicara Kemlu Yvonne Mewengkang di kantor Kemlu, Jakarta Pusat, Kamis (16/4/2026).
Baca Juga Kemlu Pastikan Seluruh WNI di Lebanon dalam Kondisi Aman di https://www.kompas.tv/nasional/663403/kemlu-pastikan-seluruh-wni-di-lebanon-dalam-kondisi-aman
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/663493/full-kemlu-ri-soroti-negosiasi-gencatan-senjata-as-iran-gagal-hingga-evakuasi-wni
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:01Terima kasih Pak Adir, selamat sore rekan-rekan semua, selamat siang juga Ibu Jubir, Ibu Udir.
00:08Perkenalkan saya untuk sharing berita terkait dengan kegiatan kunjungan Bapak Presiden menghadiri kunjungan kerja ke Moskow, Rusia pada tanggal 13
00:19April lalu
00:20yang dilaksanakan dalam sejumlah rangkaian kegiatan, pertemuan bilateral dan juga pertemuan pet-a-pet dan juga diadakannya pertemuan dalam format
00:31Working Luncheon.
00:32Pertemuan tersebut adalah kunjungan bilateral yang membahas sejumlah fokus kerjasama bilateral antara lain mengenai peningkatan kerjasama strategis
00:43di sektor ekonomi, perdagangan dan pertanian, energi, politik dan keamanan, kemudian sosial budaya dan juga ilmu pengetahuan dan teknologi.
00:53Dalam pertemuan itu juga Indonesia menyampaikan apresiasi pada Rusia terkait dengan keanggotaan Indonesia dalam BRICS
01:00dan kedua pemimpin juga membahas mengenai upaya untuk memperkuat ketahanan energi.
01:11Di tengah situasi perkembangan geopolitik yang ada saat ini
01:14dan dalam pertemuan tersebut juga dibahas sejumlah isu terkait dengan komitmen memperkuat multilateralisme
01:22dan memperkuat stabilitas, keamanan dan perdamaian dunia.
01:27Dan pada pertemuan tersebut Presiden Rusia juga menyampaikan undangan kepada pemerintah Indonesia
01:33untuk berpartisipasi pada sejumlah kegiatan yang akan dilaksanakan di Kazan pada bulan Mei ini
01:39dan juga pameran industri internasional Inoprom di Dekaterinbrook di Rusia pada bulan Juli.
01:46Mungkin itu yang bisa saya sampaikan.
01:52Terima kasih Pak Jubir Dua.
01:55Untuk selanjutnya kami ingin mengundang Ibu Jubir Yvonne Mewengkang untuk menyampaikan update-update yang dalam dunia informasi.
02:02Terima kasih.
02:03Terima kasih Pak Dir.
02:05Selamat sore rekan-rekan sekalian.
02:08Ijinkan pertama-tama kami juga mau menyampaikan selamat sekali lagi kepada Pak Dir Hendra
02:12dan juga kepada Ibu Dir PWNI atas amanahnya yang baru.
02:16Selamat sekali lagi.
02:17Teman-teman, izin kami menyampaikan briefing terkait hasil melanjutkan dari Jubir Nabil tadi
02:23hasil kunjungan Presiden RI ke Paris.
02:27Menlu RI juga mendampingi Presiden, Bapak Presiden dalam kunjungan kerja ke Paris, Perancis pada 14 April yang lalu.
02:35Dan dalam kunjungan ini, Bapak Presiden melakukan pertemuan tete-a-tete dengan Presiden Perancis.
02:40Dan beberapa pokok hasil kunjungan yang dibahas kedua pemimpin negara mencakup antara lain
02:45kedua negara sepakat untuk terus perkuat kerjasama pertahanan termasuk kerjasama seperti riset dan pengembangan bersama
02:54dan juga transfer of knowledge dan pengembangan kapasitas.
02:58Selain itu, kedua leaders juga membahas mengenai penguatan kerjasama energi, infrastruktur dan transportasi,
03:05serta pendidikan dan juga ekonomi kreatif.
03:10Selain itu, kedua leaders membahas tentunya perkembangan situasi geopolitik di kawasan
03:15dan sepakat mengenai pentingnya kerjasama untuk terus mendorong deeskalasi
03:20dan negosiasi damai dalam penyelesaian konflik di Timur Tengah.
03:24Itu untuk kunjungan Paris.
03:28Kami akan update juga rencana kunjungan kerja Menlu RI
03:31dalam rangka mengandiri Antalya Diplomasi Forum atau ADF 2026 di Antalya, Turki.
03:39Menlu RI dalam rangka memenuhi undangan Menlu Turki
03:44akan melakukan kunjungan ke Antalya, Turki untuk berpartisipasi dalam Antalya Diplomasi Forum
03:51pada tanggal 17 sampai 19 April.
03:56Dan ADF ini merupakan kegiatan rutin tahunan dan adalah platform diplomasi pemerintah Turki
04:04untuk membahas isu-isu global dan kawasan melalui engagement
04:08dengan berbagai pemangku kepentingan antara lain negara mitra,
04:13organisasi internasional, akademisi, think tank dan juga pelaku bisnis lainnya.
04:17ADF tahun ini mengambil tema Mapping Tomorrow dan Managing Uncertainties.
04:23Ada dua agenda utama, Pak Menlu RI hadir di Antalya kali ini
04:28yaitu atas undangan dari Turki, Menlu RI akan menjadi parmenilis
04:36dalam sesi diskusi terkait dengan ASEAN
04:40dan juga pada 18 April Menlu RI dijadwalkan untuk menghadiri pertemuan tingkat menteri
04:46negara-negara kompok 8 atau Group of Eight
04:50yang akan membahas perkembangan situasi di Timur Tengah.
04:54Jadi ada dua agenda utama Pak Menlu di Antalya.
04:58Dan kehadiran Pak Menlu ini merupakan wujud komitmen
05:02atau dukungan politis PEMRI terhadap Turki yang saat ini
05:06dalam proses menjadi mitra wicara ASEAN.
05:13Selain kedua agenda utama tersebut, Menlu RI juga direcangkan akan melakukan pertemuan bilateral
05:18dengan beberapa negara-negara mitra terkait.
05:21Kita akan update jelasnya, lebih jelasnya negara-negara mana saja
05:28yang akan melakukan pertemuan dengan Pak Menlu once we get all the details.
05:32Demikian mungkin Pak Hadir, terima kasih.
05:36Siap, terima kasih Bu Jubir Yvonne.
05:39Selanjutnya, last but not least, kami ingin mengundang Ibu Direktur PWI, Ibu Heni Hamida
05:45untuk menyampaikan update terbaru dari perlindungan. Terima kasih.
05:50Baik, terima kasih Pak Hadir mengekokkan apa yang disampaikan oleh Bu Jubir Yvonne.
05:56Selamat untuk Pak Hadir Hendra atas amanah barunya.
06:01Selamat siang teman-teman sekalian.
06:04Saya mungkin hanya akan mengupdate terkait evakuasi tahap ketiga untuk WNI yang berada di Iran.
06:12Jadi menyusul evakuasi tahap pertama dan kedua WNI di Iran yang telah dilakukan pada bulan Maret lalu,
06:19Kemlu, serta KBRI di Baku dan KBRI Teheran telah memfasilitasi evakuasi tahap ketiga sejumlah 45 WNI dari Iran.
06:31Para evakuasi WNI ini diberangkatkan dari Teheran pada tanggal 12 April lalu menuju Baku, Azerbaijan
06:40melalui jalur darat dan dilanjutkan dengan penerbangan komersial dengan rute Baku, Jakarta.
06:46Untuk ke-45 evakuasi WNI ini dibagi menjadi tiga kloter ketibaan di Jakarta.
06:56Kloter pertama telah tiba di tanggal 14 April lalu sejumlah 14 orang.
07:03Kemudian ke-kloter kedua itu sejumlah 9 orang kemarin di tanggal 15.
07:10Dan kloter ketiga 9 orang akan tiba di petang hari ini.
07:15Masih ada 13 orang ABK yang masih kita tampung di Baku untuk menunggu penerbangan selanjutnya ke tanah air.
07:24Para evakuasi ini setibanya di tanah air, kami serah terimakan ke dina sosial dan badan penghubung provinsi
07:31untuk proses pemulangan mereka ke daerah asal masing-masing.
07:35Berdasarkan catatan KBR di Tehran, jumlah WNI yang tercatat masih berada di Iran
07:41setelah evakuasi tahap ketiga ini adalah 236 orang.
07:47Mayoritas berstatus sebagai pelajar atau mahasiswa dengan konsentrasi utama di Kota Kom.
07:53Sisanya adalah PMI dan juga ekspatriat yang menikah dengan luarga negara sana.
07:59Demikian mungkin update terkait evakuasi Iran. Terima kasih.
08:04Terima kasih Bu Direktur Bawani.
08:07Rekan-rekan sekalian, untuk pertama kita akan membuka pertanyaan.
08:13Bapak pertama, tiga pertanyaan dari tengah, kanan, dan kiri.
08:20Silahkan satu, dua, dan berikan antara.
08:41Selamat sore, saya Eno dari Pro3 RRI.
08:44Pertama, untuk Ibu Jubir mengenai pembicaraan tahap awal mengenai di Islamabad Talks 2026 itu kan kita tahu gagal dalam mencapai
08:55kesepakatan
08:56dan akan ada direncanakan untuk tahap kedua menurut rencana.
09:00Saya ingin tahu bagaimana tanggapan dari Indonesia mengenai hal tersebut.
09:05Dan kedua, mungkin untuk Bu Henni, Ibu Israel sekarang kan sudah sangat intensif menyerang Lebanon.
09:12Bagaimana dengan kondisi WNI dan juga upaya pelindungan terhadap mereka?
09:16Terima kasih.
09:32Oke, halo, saya Johan dari Dosya Wele Indonesia.
09:37Pertanyaannya untuk Bapak dan Ibu Jubir.
09:40Pertama, di tengah upaya diversifikasi sumber energi, bagaimana pemerintah memastikan bahwa potensi kerjasama dengan Rusia tidak menciptakan ketergantungan baru?
09:50Lalu, yang kedua, bagaimana pemerintah melihat keseimbangan antara menjaga hubungan dengan berbagai kekuatan besar dan menghindari persepsi haji?
09:59Terima kasih.
10:06Selamat sore, saya Nabil dari Antara.
10:08Pertanyaan saya terkait peringatan konferensi Asia Afrika.
10:13Jadi, bagaimana Kementerian Luar Negeri mempersiapkan peringatan agenda tersebut?
10:18Dan bagaimana kita mengoptimalkan nilai-nilai dasar sila Bandung untuk di tengah situasi dunia yang semakin bergejala saat ini?
10:26Terima kasih.
10:28Terima kasih, teman-teman.
10:30Untuk pertama, mungkin kami bisa persilahkan.
10:36Untuk yang RRI, kami seriakan Ibu Jubir.
10:39Terima kasih, Mbak Enno.
10:43Terkait pertanyaannya, gagalnya kesepakatan dan tahap kedua nanti seperti apa?
10:48Indonesia menyesalkan belum tercapainya kesepakatan dalam perundingan antara AS dan Iran terlepas tentunya dari kerja keras yang dilakukan oleh Pakistan
10:58dalam memfasilitasi dialog antara kedua belah pihak.
11:02Namun, meski demikian Indonesia memandang perundingan ini merupakan langkah awal yang tepat dan yang sangat penting dan perlu terus dilanjutkan.
11:12Dan kita menyuruhkan kepada seluruh pihak tentunya di tengah proses ini untuk terus menahan diri dan tetap mengedepankan selalu dialog
11:20dan diplomasi dan menghindari meluasnya efek konflik terhadap stabilitas dan perdamaian dunia.
11:27Sekali lagi, kita tekankan pentingnya untuk menghormati kedaulatan dan integritas wilayah setiap negara, serta penghormatan terhadap hukum internasional dan piagam
11:36PBB.
11:37Dan kita menyatakan kembali komitmen untuk terus mendukung upaya-upaya diplomasi yang dilakukan terkait isu ini.
11:47Terima kasih, Mbak Jubir.
11:49Untuk pertanyaan saja, mungkin Pak Jubir dulu.
11:56Terima kasih atas pertanyaannya.
11:58Tadi ya terkait dengan energi.
12:02Sebetulnya apa yang dilakukan oleh Indonesia itu tidak jauh berbeda dengan apa yang dilakukan oleh negara-negara lain.
12:09Dalam artian, kita melihat isu ketahanan energi ini adalah suatu yang sangat penting bagi kesejahteraan banyak orang dan juga berpengaruh
12:17bagi kelanjutan pembangunan kita.
12:19Dan memastikan adanya ke supply dan ketahanan energi ini kita lakukan sebagai kepentingan nasional.
12:27Dan oleh karena itu, diplomasi yang dilakukan di Indonesia ini sejalan dengan kepentingan nasional tersebut.
12:32Mengenai mitra yang kita engage dalam melakukan kerjasama-kerjasama ini, tentu kita melakukan pertimbangan yang sangat matang dan toro.
12:40Dan semua aspek kita perhitungkan.
12:44Artinya, tidak dalam kerangka kepentingan yang singkat saja.
12:50Tapi memang ini untuk kepentingan yang lebih luas seperti itu.
12:53Kemudian, saya langsung menjawab pertanyaan yang mengenai KAA ya.
12:59Jadi, pada dasarnya memang pada bulan April ini adalah bulan pelaksanaan KAA yang kita peringati setiap tahun.
13:10Dan kita melihat prinsip-prinsip yang tertuang di dalam Bandung Spirit ini sebagai value yang kita kawal tidak hanya dalam
13:21suatu seremoni.
13:22Tapi dalam misi dan mesej yang ingin kita kedepankan dalam berbagai jadwal kita.
13:28Sebagai mana diketahui bahwa kegiatan diplomasi yang dilakukan di Indonesia ini terus berjalan.
13:34Dan dalam berbagai tingkatan, dalam berbagai forum.
13:39Dan isu-isu yang terkait dengan apa yang menjadi semangat Bandung Spirit ini terus dikemukakan oleh Indonesia dalam berbagai konteks.
13:47Sehingga momentum tersebut tidak akan hilang, tidak akan kita tinggalkan.
13:53Karena ada kesesuaian juga dengan konteks yang saat ini yang terus kita buat relevans pada tahun ini.
14:01Terima kasih mungkin, Budir.
14:05Untuk pertanyaan dari Mbak Eno terkait kondisi WNI di Libanon.
14:11Memang Israel terus menyerang Libanon dan tentunya KBRI kita di Libanon terus memantau keberadaan WNI kita.
14:20Jumlah WNI kita di Libanon 934 orang.
14:25756 diantaranya adalah TNI yang di Unifil.
14:28Jadi yang sipil ini ada 178 orang.
14:32Terdiri dari pelajar PMI dan WNI yang menikah dengan warga setempat.
14:38Tentunya KBRI terus menjalin komunikasi dan memantau keberadaan para WNI yang berada di Libanon.
14:46Sampai saat ini dapat dikonfirmasikan bahwa seluruh WNI yang berada di Libanon dalam keadaan aman.
14:52Dan tentunya KBRI terus memantau apabila sewaktu-waktu kondisi semakin memburuk,
15:00kontijensi plan tetap disiapkan.
15:05Terima kasih para Jubir dan Bu Direktur.
15:09Untuk lombang kedua kami kembali membuka untuk tiga pertanyaan.
15:17Mungkin yang kedua, silakan coba terus.
15:21Yang ketiga, Mbak, silakan nih.
15:25Terima kasih.
15:27Untuk lombang kedua kami kembali, terima kasih.
15:33Terima kasih Pak Hendra.
15:35Saya Wela dari Alif.id.
15:37Barusan dari pihak UN, kepala UNIK di Jakarta, menyampaikan bahwa baik Hezbollah maupun Israel
15:44bertanggung jawab terhadap serangan yang mengakibatkan tewasnya tiga prajurit TNI dalam pasukan UNIFIL.
15:52Terima kasih.
16:14Terima kasih.
16:22Terima kasih selanjutnya.
16:33Mohon dinyalakan mic-nya, nama dan dari nama media.
16:44Selamat siang Ibu Bapak, saya Anissa dari CNNIndonesia.com
16:48Pertanyaan saya terkait overflight usulan US, Pak.
16:52Di media internasional ada laporan bahwa armada militer AS tercatat 18 kali melanggar kedaulatan teritorial Indonesia tanpa ikhtikat baik untuk
17:03membiarkan maaf ke Indonesia.
17:05Nah, ingin mengkonfirmasi apakah betul dan bagaimana tangkepan kem lu.
17:10Lalu yang kedua Pak, soal masih terkait overflight ini, akhirnya gimana ya Pak? Apakah usulan ini diterima dan jadi kesepakat
17:18antara AS dan Indonesia atau gimana?
17:19Terima kasih.
17:25Halo, selamat sore. Bapak dan Ibu Jubir, saya Yvette dari Jakarta Post.
17:30Saya ada dua pertanyaan. Satu pertanyaan mengenai negosiasi kapal kita di Selat Hormuz.
17:36Ingin tahu update-nya sejauh ini, apakah ada progres?
17:40Atau kira-kira kalaupun ada hambatan, hambatannya seperti apa?
17:44Apakah report soal overflight ini mengganggu jalanan negosiasi?
17:50Dan apakah ada good news dari update bahwa Iran sedang considering membiarkan kapal-kapal untuk lewat, lewat street of Hormuz,
18:01lewat sisi Oman?
18:03Kedua, soal jadwal presiden. Apakah ada konfirmasi mengenai presidential trips?
18:10Apakah invitation dari Rusia untuk ke Kazan itu akan didatangi?
18:16Lalu untuk ASEAN Summit bulan depan dan juga BRICS di September. Terima kasih.
18:24Terima kasih.
18:26Kami persidakan Bapak dan Ibu Jubir.
18:31Baik, terima kasih. Mungkin saya akan menjawab pertanyaan yang pertama untuk Mbak Welas terkait dengan Unifil.
18:37Jadi memang kita menerima informasi awal, laporan awal tanggal 6 April lalu mengenai investigasi awal yang dilakukan PBB terhadap peristiwa
18:52yang terjadi tanggal 29-30 Maret.
18:55Dan memang posisi Indonesia tidak berubah. Intinya kita memang meminta menuntut agar investigasi ini dilakukan secara komprehensif dan menyeluruh.
19:05Dan tentunya memastikan agar semua pihak yang ada, yang terlibat, itu untuk bertanggung jawab dan termasuk juga meminta agar mencegah
19:19kejadian serupa tidak terulang di masa yang mendatang.
19:24Komitmen kita tetap tidak berubah dalam misi perdamaian dan berkontribusi dalam menjaga stabilitas dan keamanan.
19:34Itu mungkin yang terkait dengan Unifil.
19:40Siap, yang terkait overflight dari Mbak Anissa, CNN Indonesia.com, terkait LOI-nya yang blanket overflight clearance,
19:53Dapat kami sampaikan lagi, hal tersebut kan merupakan usulan dari pihak Amerika Serikat Mbak Anissa dan masih menjadi bagian dari
20:03pertimbangan internal pemerintah Indonesia.
20:07Dan mekanismenya, pengaturannya, dan berbagai detailnya masih perlu terus ditelaas secara hati-hati dengan pastinya menempatkan kepentingan nasional kita,
20:19kedaulatan wilayah udara kita, serta prinsip politik luar negeri bebas aktif kita sebagai landasan yang paling utama.
20:27Dan terkait pertanyaan armada Amerika langgar wilayah udara, sebagaimana beberapa pemberitaan ya.
20:36Memang pastinya terkait ini dari pihak TNI sendiri ada mekanisme tersendiri, tentunya ada, kalau tidak salah sudah ada laporan khusus
20:45juga terkait ini,
20:46dan ada tindakan-tindakan yang dilakukan.
20:49Tapi mungkin mekanisme teknisnya itu bukan, itu ranah tidak di kem lu ya mbak.
20:54Namun tentunya yang perlu kita terus tekankan bahwa pentingnya kita terus menempatkan kepentingan nasional kita,
21:01dan yang konteks ini adalah kedaulatan wilayah udara Indonesia menjadi prioritas kita.
21:09Mungkin yang Selat Hormuz.
21:13Oke, yang terkait dengan isu Selat Hormuz, Indonesia terus menegaskan bahwa penting menjaga bahwa Selat ini aman, terbuka,
21:23dan dapat dilalui oleh pelayaran internasional sesuai dengan ketentuan dan hukum internasional.
21:31Dan dalam hal ini kita juga menolak segala bentuk ancaman terhadap kapal niaga,
21:36dan menekankan bahwa keselamatan pelaut itu harus menjadi prioritas yang utama.
21:40Selain itu, kita juga kementerian luar negeri terus berkoordinasi secara intensif dengan seluruh pihak,
21:46termasuk Angkatan Bersenjata Iran dan Kementerian Luar Negeri Iran,
21:49untuk menindaklanjuti sinyal positif yang telah disampaikan pemerintah Iran pada pertengahan Maret lalu,
21:56khususnya bagi kapal Pertamina.
21:58Dan kita akan terus memantau dan memastikan kesiapan teknis,
22:03termasuk kesiapan kru, asuransi, dan sebagainya,
22:06agar kedua kapal tersebut dapat melintas dengan lancar.
22:10Kalau kita tambahin kelihatan Pak Jubir,
22:16intinya proses perizinan ini masih terus berjalan,
22:20kita terus koordinasi erat antara KEMLU, KBRI, Teheran,
22:23dan juga dengan Pertamina.
22:26Sekali lagi, proses perizinannya masih terus berjalan,
22:30kalau ditanya negosiasinya ada progres,
22:32yaitu proses perizinan masih terus berjalan,
22:35dan apakah terkait overflight ini berpengaruh,
22:38kami tidak menerima laporan khusus terkait ada pengaruhnya di sini,
22:42yang dapat kami tekankan sekali lagi,
22:45proses terus berjalan,
22:46dan kita menunggu untuk detail mekanisme selanjutnya juga dari pihak Iran.
22:52Jadwal Presiden yang baru diundang kemarin,
22:56Mbak Itam masih akan yang kazan,
22:59kita masih akan pastikan lagi tentunya dari pihak Istana dan ASEAN Summit,
23:03BRICS itu pastinya sudah ada di dalam agenda,
23:06tapi yang pasti final C-nya akan dari Istana nanti.
23:10Terima kasih, Bapak dan Ibu Jubir.
23:15Untuk gelombang terakhir, kami kembali membuka tiga pertanyaan.
23:21Le from AFP.
23:28Selamat.
23:30If you would allow me to ask a question in English, please.
23:33I'm sorry, I'm new, and I'm still learning.
23:38To come back, please, on the overflight issue,
23:42could you please explain who is having these discussions?
23:48Which ministry will make the final decision?
23:51Is it the president?
23:52Is it parliament?
23:54Is it the ministry of defense?
23:55Is it the minister of foreign affairs?
23:56And are the discussions purely internal within the government of Indonesia,
24:00or are there also negotiations with Washington on this request?
24:06And by when do you expect to have a decision?
24:11Terima kasih.
24:17Terima kasih.
24:19Saya Tria dari suar.id.
24:21Ingin menanyakan terkait dengan kunjungan presiden terakhir ke Prancis dan Rusia
24:27yang katanya memperarat di bidang pertahanan dan energi.
24:32Boleh dispesifikan?
24:34Mungkin kerjasama apa saja yang sudah tercapai?
24:37Mungkin memang sudah ada beberapa disebutkan,
24:41namun apakah ada spesifiknya dengan perusahaan apa, nilainya berapa.
24:47Kemudian yang kedua terkait dengan masih kapal Pertamina di Hormuz,
24:54itu apakah benar itu karena kapal tersebut bukan berbendera Indonesia?
25:01lalu berbendera apa dan kenapa dilarang?
25:05Apakah benar karena mereka menolak membayar tol highway yang ditetapkan di Iran atau seperti apa?
25:15Kemudian muatannya apakah akan berjalan ke Indonesia atau untuk Indonesia?
25:23Ya, itu saja. Terima kasih.
25:36Last question.
25:40Terima kasih. Saya Fauzi dari VO3D.
25:42Yang pertama, kemarin itu Wamenlu Hafaz bertemu dengan KPHI Bu ya.
25:49Bisa dijelaskan mungkin mengenai rencana pembukaan pendidikan di luar sekolah atau ejar paket
25:56yang rencananya di Malaysia dan kenapa Malaysia yang dipilih.
26:01Yang kedua, kemarin itu Wamenku Erlangga memuji diplomasi perdagangan Indonesia.
26:09Kedepannya, apakah nanti Kemlu yang sudah punya banyak bisnis forum di beberapa region ini
26:15akan menyatukan semua bisnis forum itu di boli region yang baru, di region hubungan ekonomi?
26:22Terima kasih.
26:25Terima kasih, Bapak dan Ibu sekalian.
26:27Silahkan para Bapak dan Ibu Jubir.
26:29Terima kasih.
27:00Dan Ibu ingin menyatakan sekali lagi
27:02that coordination among ministries
27:04is a common and a necessary part
27:06of a decision-making process.
27:09At the moment, we would like to also emphasize
27:12that there is no policy
27:14granting access,
27:17unrestricted access
27:18for any foreign party
27:20to utilize Indonesia's airspace.
27:24and any form of cooperation,
27:27including with the United States,
27:29remain firmly under Indonesia's sovereignty
27:31and is subject to applicable national mechanism.
27:35And regarding the overflight,
27:37I have also briefly emphasized
27:40to the other media colleagues
27:42that this is a proposal put forward by the United States.
27:46and it is still under internal consideration
27:48by the government
27:50and its regulatory mechanism
27:54continues to be examined carefully.
27:59And of course, taking into account,
28:01as I mentioned before,
28:02Indonesia's national interest,
28:04airspace sovereignty
28:05and our independent and active foreign policy.
28:10If you ask me when are we going
28:12and who is going to have the final say on this,
28:17let me just say
28:18that it's still under coordination
28:20among relevant ministries,
28:21including, of course,
28:22Ministry of Defense
28:23and the Foreign Ministry.
28:26and let me just also underscore
28:29that the inputs and views among ministries
28:34is a normal part of a decision-making process
28:39and any proposal
28:42that is still under consideration
28:44is being handled in a careful
28:46and measured manner
28:48and in accordance with official procedures.
28:51and it should therefore
28:54not be construed
28:56as a final decision
28:57or as an established policy.
29:03As I mentioned,
29:05the discussion is still ongoing
29:06and...
29:08There's not a limit.
29:10Thank you so much, Marion.
29:12Thank you.
29:14Pak, Mas, mau jawab?
29:15Yes.
29:16Ya, saya akan jawab
29:18tadi pertanyaan mungkin
29:19yang mengenai
29:20kira-kira pendidikan dulu ya
29:22karena saya ingat bahwa ini
29:23sempat diangkat juga
29:24pada press briefing sebelumnya
29:25mengenai kunjungan kerja
29:27Bapak Wakil Menlu,
29:28Pak Hafas ke Malaysia
29:30terkaitan isu pendidikan.
29:31Jadi, memang konteksnya
29:33di sini adalah
29:34terdapat community
29:35learning center
29:37bagi anak-anak
29:38pekerja migrat Indonesia
29:39yang bekerja di pekebunan sawit
29:41dan
29:43kerjasama ini
29:44kita berkepentingan
29:45untuk
29:46memastikan bahwa
29:48tindak lanjutnya itu adalah
29:52agar
29:53pendidikan
29:54anak-anak
29:55Indonesia ini
29:56haknya dapat terpenuhi
29:57baik yang secara
29:58di luar sekolah formal
30:00dan
30:01melalui
30:02kursus-kursus dan
30:03ikat-ikat yang
30:04bisa diteruskan di Indonesia.
30:05Jadi,
30:06konteksnya adalah
30:07dalam hal
30:08memastikan hak-hak pendidikan
30:10bagi anak-anak PMI kita
30:11yang
30:11saat ini banyak
30:13bekerja di
30:14orang tua yang bekerja di
30:16sektor
30:16perkebunan sawit tersebut.
30:17Jadi,
30:18mungkin itu yang
30:19bisa kami
30:21sampaikan.
30:23Tadi ada pertanyaan
30:25terkait dengan
30:26Hormuz,
30:27tapi saya sedikit
30:28spesifiknya
30:29mengenai
30:31Oh, ya.
30:35Dapat kami
30:36sampaikan bahwa
30:37selama ini dalam
30:37komunikasi
30:38Camp Blue
30:39Pertamina
30:41dengan Iran
30:42tidak ada
30:43dicatat
30:43permasalahan
30:44atau
30:45tidak ada
30:46dicatat permasalahan
30:47yang diarahkan
30:48kepada isu penggunaan
30:49Flag of Convenience
30:50kapal Indonesia.
30:52Dan dapat kami
30:52sampaikan kembali
30:53proses perizinan
30:55masih terus berjalan
30:56dan terus
30:57dilakukan koordinasi
30:59erat antara
30:59Camp Blue
31:00Kaberi
31:01Taheran
31:01dan juga
31:01Pertamina.
31:02Terima kasih.
31:03Terima kasih.
Komentar