Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 5 menit yang lalu
KOMPAS.TV - Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa Indonesia memutuskan untuk membeli crude oil atau minyak mentah dari Rusia.

Bahlil pun menjawab bagaimana nasib perjanjian dengan Amerika Serikat (AS), ketika Indonesia membeli minyak dari Rusia.

"Pasti pertanyaan kemudian adalah, apakah dengan kita membeli crude dari Rusia, kemudian bagaimana perjanjian kita dengan negara lain termasuk dengan Amerika? Saya katakan bahwa, kebutuhan crude kita setiap tahun itu kurang lebih sekitar 300 juta barrel," kata Bahlil, Kamis (16/4/2026).

Baca Juga Prabowo Tak Naikkan Harga BBM, Pengamat: Jangan Bebani Rakyat | SATU MEJA di https://www.kompas.tv/talkshow/663210/prabowo-tak-naikkan-harga-bbm-pengamat-jangan-bebani-rakyat-satu-meja



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/663488/indonesia-putuskan-beli-minyak-rusia-bahlil-politik-bebas-aktif-boleh-belanja-di-mana-saja
Transkrip
00:00Alhamdulillah kemarin atas arahan Bapak Presiden sudah saya bertemu dengan Menteri ESDM dan utusan khusus daripada Presiden Putin
00:08dan kabarnya Alhamdulillah cukup mengembirakan bahwa kita akan mendapat pasokan,
00:16krut dari Rusia dan juga dari pihak Rusia akan siap membangun beberapa infrastruktur yang penting
00:25dalam rangka meningkatkan cadangan dan ketahanan energi nasional kita.
00:30Selain itu kita juga melakukan komunikasi terkait dengan LPG.
00:33Kita tahu bahwa LPG kita kurang lebih sekitar 7 juta ton setiap tahun kita impor
00:37dan sekarang kita lakukan diversifikasi dan insya Allah kita juga akan mendapat support.
00:43Tetapi yang ini masih butuh perjuangan, masih butuh komunikasi 2 atau 3 tahap.
00:49Tapi kalau krutnya saya pikir sudah hampir final.
00:52Pasti pertanyaan kemudian adalah apakah dengan kita membeli krut dari Rusia
00:57kemudian bagaimana perjanjian kita dengan negara lain termasuk dengan Amerika.
01:01Saya katakan bahwa kebutuhan krut kita setiap tahun itu kurang lebih sekitar 300 juta ton,
01:06eh 300 juta barel.
01:08Jadi semuanya kita ambil, mana yang menguntungkan untuk negara kita harus kita lakukan.
01:14Itu pertama yang saya sampaikan kepada teman-teman media.
01:17Yang kedua, saya juga tadi baru habis melapor kepada Bapak Presiden
01:20dalam rangka menindaklanjuti perintah Bapak Presiden
01:24waktu dirakir kemarin seluruh menteri dan esalon 1 dan wakil menteri
01:28terkait dengan penataan lahan-lahan iup perizinan tambang di dalam kawasan hutan.
01:34Ada di hutan lindung, ada di hutan konservasi,
01:39ada di kemudian di cagar alam,
01:43dan beberapa iup yang dalam kawasan hutan.
01:46Tadi kami juga sudah melaporkan kepada Bapak Presiden
01:48karena saya dikasih waktu satu minggu.
01:50Satu minggu berarti sudah satu minggu, minggu kemarin dan minggu ini.
01:53Saya sudah melaporkan dan insya Allah hasilnya juga baik
01:58dan sudah saya mendapatkan arahan teknis
02:00untuk segera saya akan melakukan eksekusi berlanjut.
02:03Demikian teman-teman media.
02:04Pak Bagir, untuk nilai pasokan krutnya dan investasinya sudah ada angkanya enggak Pak?
02:12Volumenya saya enggak boleh,
02:13kan ada kesepakatan kami,
02:15kami enggak boleh berbicara tentang volume,
02:18tapi saya ingin mengatakan
02:19bahwa Bapak Presiden selalu berpikir untuk
02:23bagaimana caranya agar ketersediaan kita satu tahun itu harus tetap ada.
02:28Dan atas arahan Bapak Presiden itu saya menindaklanjuti,
02:31untuk krut satu tahun dari mulai bulan ini sampai dengan bulan Desember,
02:35insya Allah sudah aman.
02:36Jadi kita enggak perlu risau,
02:38tinggal kita meningkatkan produksi daripada kilang kita.
02:41Artinya dampak ke harganya itu tidak aman Pak?
02:46Harga itu tetap kita akan mencari harga yang terbaik.
02:50Yang jelas kita akan mencoba untuk tidak boleh lebih daripada harga pasar.
02:55Harga di bawah pasar itu jauh lebih baik,
02:57tapi minimal sama dengan harga pasar.
03:03Dan kerjasama ini dilakukan ini dalam waktu jangka panjang ya.
03:07Jadi karena waktu kerjasama jangka panjang,
03:10jadi kita melakukan G2G.
03:12Baik G2G maupun B2B.
03:15Menyangkut dengan storage merupakan bagian daripada kesepakatan yang kemarin kita lakukan.
03:20Dan selain itu sama LBG juga,
03:24katanya dibahas itu sebuah soal pembangunan kilang minyak di Indonesia.
03:28Apakah teknisnya sebenarnya masalah pembangunan kilang minyak seberapa besar kilang yang akan dibahas?
03:32Itu salah satu poin yang kemarin kita bicarakan,
03:35bahwa memang ada beberapa investasi mereka yang sudah siap untuk masuk,
03:39tetapi finalisasinya tunggu ada satu dua putaran lagi dengan kami,
03:43khusus untuk menyampu dengan kilang dan storage.
03:45Nanti baru kami akan sampaikan.
03:50Kalau beli, itu kan trading biasa.
03:54Tinggal volume dan harga pasar saja, tergantung ICP dunia kan.
03:58Tapi kalau untuk investasi kilang dan storage,
04:02itu masih dalam pembahasan angka sedikit lagi selesai.
04:05Ya.
04:11Ya kalau di tubang itu kan banyak produk yang dihasilkan,
04:15dan skalanya kan skala besar.
04:17Tapi kalau yang ini mungkin dalam skala yang tidak sebesar di tubang.
04:20Ya baik teman-teman.
04:22Kasih saya waktu untuk menyelesaikan.
04:25Berarti akan lobby ke Rusia lagi Pak, apa gimana?
04:28Gimana?
04:28Apapunnya akan ke Rusia?
04:30Ya nanti kita lihat lagi ya.
04:32Yang jelas,
04:33pemerintah Indonesia selalu mengedepankan politik bebas aktif,
04:37dan dalam politik bebas aktif itu juga ada ekonomi bebas aktif.
04:41Jadi kita boleh belanja di mana saja,
04:43selama kita komitmen dengan orang-orang atau negara-negara
04:46yang telah kita melakukan ajak kerjasama.
04:49Termasuk Rusia, kemudian Afrika, Nigeria,
04:53dan lebih khusus yang kita hargai juga adalah termasuk dengan perjanjian kita dan Amerika.
05:24Terima kasih.
05:28Sampai dengan akhir tahun insya Allah sampai selama-lamanya.
05:31Ya sampai doain.
05:32Ini kan tergantung dengan harga ICP,
05:34tapi kalau sampai dengan 100 dolar,
05:36itu sudah aman dalam APBN.
05:38Dan sekarang harga rata-rata ICP Januari sampai dengan sekarang,
05:41itu tidak lebih dari 77 dolar.
05:43Jadi kita itu baru split 7 dolar.
05:45Jadi jangan sampai ada yang menganggapan bahwa
05:46uang kita dapat dari mana.
05:48Kita ini baru benar 7 dolar.
05:50Sampai dengan sekarang yang saya ngomongin.
05:52Ya.
05:53Makasih.
05:53Terima kasih.
05:53Terima kasih.
05:54Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan