Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 2 hari yang lalu
JAKARTA, KOMPASTV - Ketegangan di kawasan Timur Tengah kian meningkat seiring memanasnya konflik yang melibatkan Iran dan Amerika Serikat, khususnya terkait isu Selat Hormuz.

Blokade di jalur strategis tersebut memicu kekhawatiran global, mengingat Selat Hormuz merupakan jalur vital yang dilalui sekitar 20 persen pasokan energi dunia. Sejumlah negara pun mendesak agar jalur tersebut segera dibuka demi menjaga stabilitas ekonomi global.

Terbaru, Tiongkok dilaporkan mendesak Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz.

Namun, Pengamat Timur Tengah dari Universitas Padjadjaran, Dina Yulianti Sulaeman, menilai sejak awal Iran tidak sepenuhnya menutup Selat Hormuz.

"Dengan realitas yang baru, salah Amerika Serikat juga karena mengagresi Iran. Sekarang Iran punya alasan untuk menjaga keamanannya. Apa China terlibat? Menurut saya China memilih duduk tenang saja, melihat situasi ekonomi yang dihadapi AS," kata Dina dalam program Sapa Indonesia Pagi, Jumat (17/4/2026).

Menurut Dina, kebijakan Presiden Donald Trump yang berupaya menekan China tidak sepenuhnya berdampak, karena China tetap pada kepentingannya sendiri.

Sementara itu, Dosen Ilmu Hubungan Internasional dari Universitas Sebelas Maret, Septyanto Galan Prakoso, menilai langkah China saat ini murni didorong kepentingan nasionalnya.

"China menghubungi Menteri Luar Negeri Iran untuk meminta agar kapal-kapalnya bisa melintas di Hormuz. Ini langkah yang baik dan memberi contoh bahwa pendekatan dialog lebih efektif dibandingkan berpihak pada salah satu pihak," ujar Galan.

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Produser: Yuilyana

Thumbnail Editor: Joshua

Baca Juga Trump Umumkan Gencatan Senjata Israel & Lebanon, Netanyahu Ogah Tarik Pasukan! di https://www.kompas.tv/internasional/663522/trump-umumkan-gencatan-senjata-israel-lebanon-netanyahu-ogah-tarik-pasukan



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/663529/full-strategi-china-di-balik-krisis-selat-hormuz-jaga-kepentingan-nasional-sapa-pagi
Transkrip
00:03Intro
00:07Kapal tanker minyak terhenti di Selat Hormuz
00:10akibat Amerika Serikat membeluk kade pelabuhan-pelabuhan Iran
00:13Komando Pusat Amerika Serikat Senko mengklaim operasi bersifat selektif
00:17hanya berlaku untuk kapal yang memasuki atau meninggalkan pelabuhan Iran
00:20Kapal tanker Tiongkok, Rich Terry, dikabarkan telah melewati jalur pelayaran Selat Hormuz
00:26di tengah ancaman blokade Amerika Serikat
00:28Kapal itu tercatat sebagai kapal pertama yang melewati Selat Hormuz
00:32sejak rencana blokade diumumkan meski masuk daftar kapal yang terjerat sanksi Amerika Serikat
00:38Sementara Amerika Serikat belum menetapkan batas waktu terkait blokade militer di Selat Hormuz
00:42Kebijakan ini dianggap Amerika sebagai bagian dari strategi Washington DC
00:46dalam menekan Iran di tengah konflik yang masih berlangsung
00:49Gedung Putih melalui juru bicaranya, Karen Leavitt, menyatakan
00:53bahwa pemerintah Amerika Serikat tidak akan memberikan tengah waktu
00:56mengenai durasi blokade Selat Hormuz
00:59I will never set timelines on behalf of the President of the United States
01:03But with respect to the blockade
01:04As you know, it has been fully implemented
01:07And it's being enforced against vessels of all nations
01:10Entering or departing Iranian ports
01:12And our U.S. forces in the region
01:14Are supporting the freedom of navigation
01:16For vessels that are transiting the strait
01:18To and from non-Iranian ports
01:21So I know some in the press were confused about that
01:23We are supporting the freedom of navigation
01:25Just not with respect to any tanker or vessel
01:28That would benefit the economy of Iran
01:31As these negotiations continue
01:33Kementerian luar negeri Tiongkok
01:35Mengecam blokade Selat Hormuz oleh Donald Trump
01:37Setelah berakhirnya gencatan senjata
01:38Tanpa kesepakatan di akhir pekan lalu
01:40Tiongkok menganggap blokade Amerika Serikat
01:43Hanya akan memperburu ketegangan
01:44Dan membahayakan keselamatan navigasi di wilayah itu
01:49Kementerian luar negeri Tiongkok
02:33Merespon blokade Hormuz dan pelabuhan Iran oleh Amerika Serikat
02:36Media pemerintah Iran melaporkan
02:37Komando-komando militer gabungan Iran
02:39Memperingatkan Iran akan sepenuhnya
02:41Memblokir ekspor dan impor di seluruh wilayah Teluk Persia
02:44Laut Oman dan Laut Merah
02:45Iran menyebut blokade Amerika Serikat
02:48Adalah pelanggaran kecetan senjata
02:49Iran menegaskan
02:51Akad mempertenkan ke daulatan nashonel
02:54Sardashkar Abdullahi teakid kead
02:56Cynonca Amerika متجاوiz
02:57Terorist berkhaahd
02:59Begadam غirqanoniy
03:00Khud darmahasirya diriyah
03:01Darman taqa idame dahad
03:03Ve berai kashlihae tijari
03:04Nafkish hai Iran
03:05Naamni eejad
03:07Namoyed
03:07Enecadam amerika
03:09Mقدemye nquz
03:21Atashbaz
03:22Terima kasih telah menonton!
04:12Terima kasih telah menonton!
04:34Terima kasih telah menonton!
04:52Tapi nyatanya di kemarin itu ada berita bahwa 6 kapal dipaksa mundur ataupun balik arah oleh Amerika Serikat di Selat
05:02Hormuz.
05:02Jadi sebenarnya Amerika Serikat ini bisa gak sih ngeblokade dan juga bisa membuka Selat Hormuz yang mereka klaim telah diblokade
05:09seperti itu?
05:11Ya, kalau yang saya pikir dan sepertinya juga itu juga yang terjadi itu Trump ini hanya sekedar mengancam ya.
05:20Dan di lapangan, maksudnya di laut yang dilakukan oleh kapalnya Amerika Serikat seandainya betul ingin melakukan penghalangan lalu lintas di
05:31Selat Hormuz itu kan pertama memberikan peringatan ya, tidak boleh lewat.
05:35Tapi apakah kapal-kapal tersebut mau menurut kepada Amerika Serikat untuk tidak lewat?
05:41Dan kemudian tahap kedua seandainya memang betul Amerika Serikat ingin memblokade secara penuh tentu menggunakan kekuatan senjata.
05:49Nah ini juga beresiko besar sekali, sehingga sejauh ini yang saya perhatikan ini sekedar ancaman dari Trump untuk menekan Iran,
06:01yang pertama menekan Iran, dan juga yang kedua untuk audiensnya di dalam negeri.
06:06Ini ingin menunjukkan kepada publik Amerika Serikat bahwa Amerika ini masih punya kekuatan, masih mampu untuk melakukan penghalangan, masih mampu
06:15untuk bahkan menekan rival ekonominya ya, China.
06:19Tapi faktanya yang terjadi adalah sekedar gertakan dan kemudian juga akhirnya narasinya Trump berubah lagi ya.
06:28Trump mengatakan bahwa sekarang sudah dibuka lagi, Amerika Serikat tidak melakukan blokade lagi.
06:34Ini menunjukkan bahwa memang kemarin itu hanya sekedar retorika untuk menunjukkan bahwa Amerika Serikat masih punya power untuk mengendalikan situasi
06:42di Hormuz.
06:43Oke, kalau Mas Galan, Mas Galan melihatnya seperti apa?
06:46Karena Amerika Serikat ini kemudian mengklaim Tiongkok senang karena mulai dibuka lagi selat Hormuznya oleh Amerika Serikat.
06:53Kemudian disebut juga bahwa Tiongkok setuju untuk tidak lagi mengirimkan senjata ke Iran.
06:58Ini berarti klaim dari AS ini bisa kita percayakah bahwa Tiongkok ini tertekan karena kemudian apa yang dilakukan oleh Amerika
07:05Serikat?
07:08Kalau dari yang dilakukan oleh Tiongkok itu malah, bisa jadi malah yang terjadi sebaliknya Mas Brie.
07:13Jadi Tiongkok itu memanfaatkan leverage posisi mereka ketika misalnya Amerika mengancam betul akan memblokade selat Hormuz begitu ya.
07:22Dan juga menghalangi akses kapal yang keluar dari Teluk Persia dan sebagainya.
07:26Maka berarti kalau misalnya ada aksi yang serupa yang dilakukan China terhadap Taiwan misalnya, memblokade perairan, berarti juga istilahnya ada
07:35perseden bahwa itu bisa dilakukan seperti itu.
07:37Tentu Amerika tidak mau hal ini begitu kan.
07:39Maka kemudian itu juga salah satu faktor tambahan yang menyebabkan kapal China bisa melewati blokade yang kemudian dilakukan Amerika.
07:48Tapi terlepas dari itu, apakah kemudian China betul senang dengan AS Amerika?
07:52Saya kira juga tidak sepenuhnya kita bisa menyakini apa yang diucapkan Trump itu benar begitu ya.
07:59Karena begini, China sudah memulai perundingan, bukan perundingan, pembicaraan dengan Abbas Arasi, dengan Iran sendiri dari 6 Maret begitu untuk
08:08melobby supaya kapalnya bisa lewat.
08:11Bahkan mereka juga melobby supaya kapal-kapal LNG, kapal-kapal pengangkut gas alam dari Qatar juga bisa lewat begitu.
08:17Meskipun kapal yang Qatar akhirnya sudah balik sama Amerika, kapalnya China bablas.
08:22Nah, ini menjadi konteks yang menarik.
08:24Kita kemudian ada apa istilahnya, tepang pilih yang kemudian terjadi dalam hal ini.
08:30Dan Trump kemudian betul-betul membuat publicity stunt atau membuat satu framing bahwa itu semua adalah berkat dari tindakan dia
08:38yang kemudian memberikan kelonggaran bagi kapal Tiongok dan sebagainya.
08:42Padahal kalau kita lihat di peta di mana-mana, bisa dicari sendiri, semua armada kapal Amerika termasuk kapal-kapal besar
08:49seperti U.S. Abraham Lincoln, seperti U.S. Sprint, seperti U.S. Michael Murphy, itu semua mereka beradanya bukan di
08:55celat hormusnya, di Teluk Oman.
08:56Karena mereka nggak mungkin bisa di celat hormus, kalau ada rudal yang kemudian bisa menjadi anti-naval defense-nya dari
09:04Iran, masih ada ranjau lautnya Iran, yang bahkan Iran juga menyebabkan peta khusus untuk para pelayar kapal yang kemudian bisa
09:12lewat itu, yang diizinkan Iran ya, untuk melewati ini lor, ranjau lautnya ke kawasan sini, sini, sini.
09:16Silahkan berhati-hati. Ini menjadi satu hal yang sebenarnya apa yang dilakukan Amerika ini mungkin tidak lebih dari hanya sekedar
09:22publicity stunt yang kemudian dibesar-besarkan terang bahwa dia sudah memberikan akses ke China atau bagaimana.
09:29Bisa-bisaannya terang saja. Tapi kalau kita lihat, Bu Dina, Iran mulai ada Tiongkok di sini nih, soal hormus ya.
09:37Tiongkok kemudian mendesak Iran untuk bisa membuka celat hormus dan Iran ini dalam laporan yang memang belum dikonfirmasi oleh Iran
09:45maupun Tiongkok gitu bahwa Iran ini membuka proposal baru bahwa akan membuka ataupun boleh kapal lewat celat hormus tapi bukan
09:56lewat negara mereka tapi lewat celat hormus yang masuk ke wilayah Oman.
09:59Nah, Anda melihatnya ketika Tiongkok masuk di sini dan kemudian ada pernyataan Iran bahwa akan membuka celat hormus walaupun bukan
10:08di wilayahnya tapi di wilayah Oman, ini apakah kemudian bisa membuka kemungkinan lebih besar untuk celat hormus ini dibuka secara
10:14lebih luas seperti di awal?
10:19Ya, sebenarnya sejak awal Iran itu kan tidak menutup total celat hormus ya tapi melakukan seleksi yang boleh lewat kata
10:27Iran adalah negara-negara atau kapal-kapal yang terbukti tidak mendukung Amerika Serikat dan Israel untuk menyerang Iran gitu ya.
10:36Dan China selama ini kan memang sama sekali tidak membantu Amerika Serikat dan Israel justru China ini bahkan menjadi importer
10:44terbesar minyaknya Iran dan selama ini pun China itu berani ya melawan embargo yang ditetapkan sepihak oleh Amerika Serikat dan
10:52selalu membeli minyak dari Iran.
10:55Sehingga sebenarnya buat China tidak ada masalah ya dengan celat hormus ini kapal-kapalnya bisa lewat baik itu resmi ataupun
11:03shadow fleet ya kapal-kapal yang tidak teridentifikasi.
11:06Dan kemudian upaya Iran misalnya melibatkan Oman untuk lalu lintas selat hormus selama ini juga kan memang ada pembagian ya
11:16karena kedalaman laut yang di dekat dengan Iran dengan yang di dekat Oman itu kan beda kedalamannya sehingga yang kapal
11:26-kapal tanker besar itu memang lewat di laut yang lebih dekat ke Iran.
11:31Sementara kapal-kapal misalnya kapal persiar itu lewat ke Teluk Oman gitu ya sehingga selama ini memang ada pembagian antara
11:39dua pihak ini.
11:41Cuma sekarang dengan realitas yang baru ya ini sebenarnya salah Amerika Serikat sendiri juga.
11:47Kenapa kau harus mengagresi Iran ya sekarang Iran justru menjadi punya alasan yang lebih kuat untuk melakukan pembatasan karena merasa
11:57keamanannya terancam.
11:59Itu kan juga ada di Konvensi Genewa ya perairan yang memang ada ancaman keamanan maka negara yang ada di perairan
12:06tersebut ya berhak untuk melakukan langkah-langkah tertentu untuk menjamin keamanannya.
12:10Nah kemudian apakah China akan terlibat dalam situasi ini?
12:15Menurut saya dari sisi China dia itu kayak lebih memilih untuk duduk tenang-tenang saja melihat Amerika Serikat sekarang kesulitan
12:26menghadapi situasi ekonomi yang seperti ini.
12:28Kalau buat China ini nggak ada masalah karena China dan Iran kan berteman dengan baik.
12:33Jadi lalu lintas kapalnya baik-baik saja.
12:36Tapi juga China berusaha ya berusaha memainkan peran diplomatik juga dengan misalnya dengan pernyataan mendorong agar Serat Hormuz ini dibuka.
12:46Tapi kan tidak dalam kesan menekan atau mengkritik Iran tidak seperti itu.
12:51China terus menjaga posisinya sebagai sahabat atau sebagai teman dari Iran.
12:58Dan saya pikir ini justru kekalahan tambahan lagi ya buat Trump.
13:03Trump berusaha menekan China supaya China akhirnya menekan Iran tapi ini tidak terjadi.
13:09Oke, kalau Mas Galan punya pandangan yang sama Bu, misalnya nih kemarin Tiongkok bilang akan mendesak Iran untuk membuka Selat
13:16Hormuz ini hanya sebagai ya pernyataan diplomatis saja gitu.
13:20Mungkin biar Amerika Serikat senang dan Tiongkok tetap saja close ataupun tetap ya bestilah sama Iran seperti itu.
13:27Ya, dalam hal ini kalau saya melihat memang Tiongkok ini bertindak sesuai dengan kepentingannya sendiri gitu ya.
13:34Jadi prioritenya only for their national interest of course gitu.
13:37Dan pastinya mereka memutamakan kemungkinan nasionalnya.
13:40Yang menjadi menarik adalah upaya yang dilakukan Tiongkok.
13:43Jadi Tiongkok sampai betul-betul dengan top level close gitu ya.
13:47Jadi menelpon langsung, menelpon Menteri Warnegerinya Iran Abbas Araci dulu di 6 April kemudian selang berapa waktu yang terakhir kemarin
13:5515 April tempoh hari.
13:58Dalam rangka untuk meminta, dalam rangka untuk memang memberikan Presiden baik dan juga lobby yang lembut begitu.
14:05Untuk mengizinkan kapal China lepas.
14:08Kapal China bisa lewat begitu.
14:10Ini kita melihat sebagai satu upaya yang memang jelas-jelas baik begitu dari Tiongkok.
14:18Jelas-jelas kemudian dia menunjukkan sebuah itu kepentingan dia sendiri ya.
14:21Tapi dia menunjukkan sebuah teladan, sebuah contoh misalnya.
14:25Kalau mau Iran luna, ya diajak ngomong, jangan dihancam terus.
14:28Kalau mau Iran itu, apa namanya, istilahnya bisa mengkomodasi kepentingan nasional negara,
14:33ya silahkan Anda menunjukkan neutralitas dan juga memberikan persepsi yang baik kepada situasi di Iran saat ini.
14:41Jadi bukan kemudian kita harus membela satu pihak atau kemudian memang saya ingin menjadi mediator Anda.
14:48Tidak.
14:48Tiongkok tidak menyatakan secara publik seperti itu.
14:50Tapi kemudian justru dengan jalan-jalan top level calls,
14:54dengan membalance sovereignty yang ada bahwa Iran juga negara berdaulat,
14:59Iran juga negara yang besar.
15:00Akhirnya kita lihat hasilnya Tiongkok bisa lewat.
15:03Nah, ini kemudian menjadi satu hal yang harus kita perhatikan ketika sebenarnya
15:08permasalahan, saya sempat dengan Budina,
15:10permasalahan di Amerikanya ini juga ketika dia malah memberikan publikasi sepihak
15:14yang kemudian mengklaim bahwa ini semua adalah karena dia,
15:17karena ancamannya si Trump dan lain sebagainya.
15:21Padahal jangan-jangan kalau kita melihat negara-negara yang kemudian
15:28membutuhkan kasupan energi dari Iran, pengapalan energi dari Iran,
15:32ini perlu juga untuk membuat diplomasi yang lebih direct,
15:36lebih langsung, lebih terbuka, yang jelas-jelas transparan begitu,
15:40supaya kepentingan nasionalnya terpenuhi.
15:42Selama ini kita hanya melihat dan menonton retorika,
15:45memberikan pernyataan, atau mungkin juga kalau ada aksi lobby,
15:49tidak kontinu seperti Tiongkok.
15:50Ini perlu menjadi syaratan juga.
15:52Oke, baik. Kepentingan sendiri sebenarnya yang dipikirkan oleh Tiongkok ya,
15:57untuk apapun langkahnya.
15:58Mungkin juga ke Budina, langkah misalnya Tiongkok sudah mendamaikan Arab Saudi dan juga Iran,
16:04kemudian juga katanya ingin juga berperan dalam mendamaikan,
16:08apa ya, menjadi jurudamai lah antara Amerika Serikat dan juga Iran.
16:12Ini seperti apa kalau Anda melihat langkah-langkah ini?
16:16Ya, dalam situasi Iran dan Arab Saudi yang kemudian dimediasi oleh China,
16:23itu kan kedua pihak sebenarnya punya kepentingan yang sama,
16:27apalagi misalnya Iran itu sangat besar kepentingannya untuk urusan haji dan umroh.
16:32Jadi, memang banyak kesamaan kepentingan yang bisa diukurkan,
16:38itu yang menyebabkan mediasi yang dilakukan oleh China antara Iran dan Saudi ini berhasil.
16:44Tapi untuk situasi sekarang, itu secara hukum internasional sudah jelas ya,
16:49Amerika Serikat dan Israel melakukan agresi ke Iran.
16:52Jadi, perdamaian hanya akan bisa terjadi kalau Amerika Serikat dan Israel setuju untuk tidak lagi melakukan serangan.
17:00Nah, ini jadi bicara soal damai itu harus didudukan dulu,
17:04siapa ini yang salah, siapa yang menyerang ya,
17:06yang menyerang yang harusnya berhenti dulu menyerang,
17:09baru kemudian bisa diambil kesepakatan-kesepakatan apa nih yang bisa diambil jalan tengahnya ya,
17:18misalnya Iran meminta tidak ada jaminan lagi serangan ke depannya,
17:22jadi ini bukan gejatan senjata,
17:23tapi penghentian perang secara penuh, kan itu yang diinginkan oleh Iran.
17:27Kemudian, sebaliknya kata Amerika Serikat,
17:30kita ingin Iran tidak lagi memproduksi senjata nuklir.
17:34Nah, Iran mengatakan lho, kita memang sejak dulu tidak memproduksi senjata nuklir.
17:37Nah, ini yang harusnya dinegosiasikan.
17:39Seharusnya kemarin di Islamabad, ini yang dibicarakan,
17:43tapi kan pihak Amerika Serikat memaksakan sesuatu yang tidak bisa diterima oleh Iran.
17:47Nah, kalau China memang kemudian bisa ya menjadi mediator,
17:52tapi saya juga ragu bahwa China bisa menjadi mediator,
17:55karena mediator itu kan harus diterima oleh dua pihak.
17:57Amerika tidak akan mau menerima China sebagai mediator ya,
18:01gengsi sekali dia itu kalau mau menerima China sebagai mediator,
18:04karena ini rival dua negara ini ya.
18:07Pakistan itu memang strategis bisa menjadi mediator,
18:10asal kemudian pihak Amerika Serikat juga berpikir rasional ya,
18:14tidak bisa memaksakan hal-hal kepada pihak yang sebenarnya saat ini masih di atas angin.
18:19Nah, China sendiri saya pikir mengambil posisi konservatif seperti dia selama ini,
18:25tidak mau ikut terlibat konflik secara langsung, secara frontal,
18:30tapi lebih berusaha mendamaikan,
18:33membujuk kedua pihak secara bersamaan,
18:36tapi juga tetap firm bahwa Iran ini punya kedaulatan yang harus dihormati oleh Amerika Serikat.
18:43Oke, baik menarik sekali ya,
18:45lagi-lagi China tidak ingin terlalu ikut campur dalam masalah ini gitu,
18:49tapi Mas Galan, kita mungkin perhatikan peringatan Trump yang paling baru nih,
18:53kami kutip dari Reuters,
18:54bahwa Trump itu mengklaim bahwa sudah ada kesepakatan,
19:00ataupun sudah ada kesimp, apa ya,
19:03kesepakatan yang kemudian disetujui oleh Iran,
19:06dan kemungkinan akan bertemu dengan Iran di Islamabad Pakistan,
19:11di akhir pekan ini, dan katanya Iran sudah setuju hampir semuanya gitu,
19:18poin-poin yang kemudian menjadi concern dari Amerika Serikat.
19:20Ini lagi-lagi ini klaim sepihak atau seperti apa?
19:23Atau Anda melihatnya ini mungkin bisa menjadi exit yang baik untuk Amerika Serikat dan mengakhiri konflik ini?
19:31Ya, kalau saya melihatnya masih belum 100% bisa percaya dengan apa yang dikatakan Trump, Mas Brie.
19:37Karena kita sudah pernah mendengar pernyataan-pernyataan sedada sebelumnya,
19:42begitu ya, yang kemudian deadline-nya diperpanjang,
19:46kejatan-kejatan yang terserangannya kemudian di ancam tanggal sekian terus tidak jadi,
19:50jadi sikap mincel-mincel yang kemudian terjadi seperti ini,
19:54sudah pernah kita lihat dari Trump sepanjang berminggu-minggu perang di Iran ini.
20:00Tapi yang kita jadi, apa namanya, yang kita jadi streskan,
20:05yang kita jadi fokuskan harusnya justru ketika bahwa Amerika sudah mulai mengeluarkan pernyataan-pernyataan
20:10yang nadanya seperti ini, berarti memang ada maunya, begitu ya.
20:14Dan saya bisa mengkaitkan itu mungkin dengan dua event.
20:16Yang pertama memang deadline dari gencatan senjata yang kemudian disepakati sampai 22 April,
20:21semakin dekat, dalam waktu kurang dari seminggu mereka harus menyelesaikan ini semua, begitu.
20:25Dan mungkin dengan nada-nada positif, mereka bisa membuka lagi komunikasi dengan Iran
20:31yang entah mungkin hanya sekedar memaksakan tuntutan yang sama, requirement yang sama untuk bisa damai,
20:39begitu, atau bagaimana yang jelas, ada deadline itu yang kemudian Trump ingin menunjukkan.
20:43Saya menepati janji.
20:45I get my promise, begitu.
20:47Dan pasti nadanya seperti itu untuk kemudian menyatakan statement-nya.
20:50Yang kedua, ada suatu event yang cukup tergi, yang terjadi di akhir April.
20:54Pada tanggal 27, 27 April sampai 30, direncanakan ada kunjungan dari Raja Charles.
21:02Raja Charles Inggris, Raja Charles ketiga, dari Inggris ke Amerika.
21:06Kita tahu situasi politik NATO dan sebutu terjualan Amerika saat ini tidak terlalu mendukung Amerika, begitu ya.
21:12Dan Inggris juga dengan terbuka, Perdana Menterinya Gary Starmer tidak mendukung blokade yang terjadi di Hormuz
21:18dan apapun tindakan Amerika di sana, it's not our war, begitu.
21:21Kemudian juga dari Spanyol dan lain sebagainya.
21:24Apakah kemudian Amerika ingin mendapatkan semacam leverage, semacam citra yang lebih baik,
21:30bargaining position yang lebih baik, sebelum ada kunjungan dari mitra dari zonalnya,
21:34yang juga akan bisa berdampak kecitra Trump di politik dalam negerinya.
21:39Kita selalu sudah mendengar bahwa nanti akan ada pemilu selah di Amerika di bulan November.
21:44Sehingga Trump melihat ini bahwa kalau misalnya pun ini jadi exit strategis, ini yang exit strategis buat dia, begitu.
21:50Untuk terus-menerus memberikan branding dan juga framing bahwa,
21:54loh, semua yang terjadi dan perdamaian dan progres yang di Timur Tengah itu karena saya.
21:59Ya, dia terus menyatakan seperti itu, padahal mungkin kenyataannya ya tidak, karena ada kepentingan-kepentingan tadi, pastinya.
22:05Oke, nah kalau menurut Bu Dina, gimana Bu Dina? Apakah kemudian pernyataan Trump ini bisa kita pegang?
22:11Apakah ini lagi-lagi cuma kita bisa baca untuk tanda-tanda bahwa Amerika Serikat tidak ingin melanjutkan perang?
22:17Paling tidak nanti ketika sudah selesai gejataan senjata tanggal 22,
22:22itu lanjut lagi gejataan senjata ataupun negosiasi?
22:25Atau seperti apa kalau Anda melihatnya?
22:28Ya, ada dua kemungkinan ya sebenarnya.
22:31Yang pertama, seperti tadi, bahwa sangat mungkin Trump ini betul-betul sedang mencari jalan keluar.
22:38Ya, sebenarnya dia betul-betul ingin menghentikan perang karena situasi sudah sangat berat buat Amerika Serikat.
22:44Dari sisi APBN yang sudah berdarah-darah dan kemudian juga cadangan senjata yang jauh berkurang,
22:49cadangan rudalnya berkurang.
22:51Dan pangkalan militernya sudah 13 katanya ya, sudah rusak sebagian atau keseluruhan.
22:57Nah, memang yang paling rasional buat Amerika Serikat adalah berhenti perang.
23:01Tapi ini sedang mencari gimana nih caranya supaya tidak malu-malu amat gitu ya keluarnya itu.
23:06Tapi juga ada informasi yang menyebutkan justru masa dua pekan ini sedang persiapan nih Amerika Serikat untuk melakukan serangan darat.
23:15Apapun itu, kalau memang benar Amerika Serikat melakukan serangan darat atau yang tadi itu juga ya sebenarnya ingin menghentikan perang,
23:24yang jelas dari pihak Irannya itu sudah siap-siaga terus ya.
23:28Artinya, oke kalau memang ada perundingan yang memang masuk akal, yang memang Amerika ini betul-betul bisa dipegang,
23:34omongannya berunding.
23:35Tapi di saat yang sama, Iran juga ya pernyataannya kan istilah yang dipakai adalah tangannya, tangan kami tetap ada di
23:42patuk.
23:43Artinya benar-benar siap-siap gak.
23:45Kalaupun memang Amerika ternyata ini hanya untuk menutupi persiapan untuk serangan darat ya,
23:51Iran juga sudah siap dan ini pun sebenarnya menurut banyak analis militer juga serangan darat ini sangat berbahaya buat Amerika
23:58Serikat.
23:59Karena mau berapa banyak pasukan yang bisa dikirim, sementara di Iran sendiri itu pasukan aktifnya plus cadangan itu sudah sekitar
24:09600 ribu ya, hampir 1 juta.
24:12Dan kemudian ditambah lagi pasukan ini yang mendaftar ya, mendaftar dalam beberapa bulan terakhir ini kan ada rekrutmen.
24:21Siapa yang mau turun ikut berperang membela negara itu sudah lebih dari 10 juta kabarnya yang mendaftar.
24:29Artinya dengan cara apa nih secara rasional saja dari sisi pasukan itu Amerika Serikat kalah jauh kalau mau nekat perang
24:37darat.
24:37Sehingga memang kita, saya pikir dalam waktu-waktu ini memang sangat ini ya, sangat krusial.
24:45Karena kita mendapatkan dampaknya ya kalau ini terus berlanjut, kalau Trump tidak juga mau berpikir rasional menghentikan perang sesegara mungkin,
24:54ya dunia akan diambang resesi ekonomi.
24:59Sehingga saya pikir semua negara termasuk kita Indonesia itu betul-betul harus terlibat untuk berusaha menghentikan situasi ini.
25:05Oke ya kita harapkan yang terjadi adalah Trump sudah lelah gitu ya.
25:09Kita doakan semoga Trumpnya udah gak mau lanjut lagi, Selat Hormus dibuka lagi, duduk lagi berdua sama Iran dengan ditengahnya
25:17oleh Pakistan misalnya gitu ya,
25:19untuk bisa menyepakati poin-poin yang sulit gitu, tapi kita doakan semoga bisa.
25:24Terima kasih Bu Dina Yulianti Sulaiman, Pengamati Murtengah Universitas Pajajaran dan juga Mas Deptianto Galan Prakoso,
25:31dosen ilmu hubungan internasional Universitas 11 Maret sudah bergabung bersama kami di Sapa Indonesia Pagi.
25:36Selamat pagi.
25:37Selamat pagi, terima kasih.
25:40Saudara Menteri Keuangan Purbaya Yudi Sadewa berusaha meyakinkan audiens internasional tentang disiplin fiskal Indonesia.
25:47Di depan, investor global seperti BlackRock, IMF, Bank Dunia hingga lembaga pemeriksaan S&P,
25:54Purbaya mengklaim dapat respons positif.
25:56Bagaimana detailnya?
25:57Eksklusif di Kompas Bisnis Saudara, Menkew Purbaya akan menjelaskannya untuk Anda.
26:02Usai jeda berikut.
26:19Baru, teh pucuk less sugar.
26:22Dari 100% pucuk teh pilihan.
26:28Segar.
26:29Enak lagi.
26:29Pilihan lebih sehat dari Bepom.
26:31Teh pucuk less sugar.
26:32Rendah gulanya.
26:33Enak rasanya.
26:35Baru, seri gandum pinak butter.
26:38Wah, kacang.
26:39Iya, selai kacangnya.
Komentar

Dianjurkan