Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Menyikapi dinamika global akibat perang AS-Iran, anggota Komisi I DPR Fraksi PKB, Syamsu Rizal menjamin pemerintah Indonesia akan tetap menjaga kedaulatan negara, meski ada permintaan AS melintas bebas di ruang udara Indonesia.

Menurut Rizal, upaya pemerintah Indonesia menemui Presiden Rusia Vladimir Putin dan juga membangun kerja sama pertahanan dengan AS usai negosiasi AS-Iran gagal, adalah upaya pemerintah bertahan di tengah konflik global.

Adapun hasilnya akan menguntungkan Indonesia atau tidak, semuanya bergantung pada ketegasan pemerintah untuk menjaga prinsip kedaulatan nasional.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri, Yivon Mewengkang, mengatakan pihaknya telah melayangkan surat ke Kementerian Pertahanan terkait izin lintas udara yang diajukan Amerika Serikat, supaya pesawat militer AS bebas melintas di Indonesia.

Yivon menegaskan tidak ada kebijakan yang memberikan akses bebas kepada pihak asing untuk menggunakan ruang udara Indonesia.

Ia membeberkan setiap bentuk pengaturan kerja sama, termasuk dengan AS, tetap berada dalam kerangka kedaulatan penuh Indonesia, dan tetap memerlukan mekanisme serta prosedur nasional yang berlaku.

Kerja sama pertahanan Indonesia-Amerika, menurut Yivon, berfokus pada penguatan kerangka kerja sama yang lebih luas.

Ia mengklaim pengaturan overflight tidak menjadi pilar utama dalam kerja sama Indonesia-AS tersebut.

Kepada Kompas.com, Yivon bilang, terkait overflight hal tersebut merupakan usulan dari pihak AS yang masih menjadi bagian dari pertimbangan internal pemerintah Indonesia.

Mekanisme pengaturannya masih terus ditelaah secara hati-hati, dengan menempatkan kepentingan nasional, kedaulatan wilayah udara Indonesia, serta prinsip politik luar negeri bebas aktif sebagai dasar utama.

Baca Juga Menhan Sjafrie Sjamsoeddin Kunjungi Pentagon, Hubungan RIAS Naik Level di https://www.kompas.tv/internasional/662905/menhan-sjafrie-sjamsoeddin-kunjungi-pentagon-hubungan-ri-as-naik-level

#menhan #militeras #dpr



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/663377/komisi-i-dpr-dan-jubir-kemlu-respons-soal-izin-lintas-udara-militer-as-di-indonesia-kompas-petang
Transkrip
00:00Anda kembali di Kompas Petang, saudara, menikapi dinamika global akibat perang AS-Iran.
00:06Anggota Komisi 1 DPR Fraksi PKB, Shamsul Rizal menjamin,
00:09pemerintah Indonesia akan tetap menjaga kedaulatan negara
00:13meski ada permintaan AS melintas bebas di ruang udara Indonesia.
00:20Menurut Rizal, upaya pemerintah Indonesia menemui Presiden Rusia Vladimir Putin
00:25dan juga membangun kerjasama pertahanan dengan AS.
00:30Usai negosiasi AS-Iran gagal adalah upaya pemerintah bertahan di tengah konflik global.
00:36Adapun hasilnya akan menguntungkan Indonesia atau tidak,
00:40semuanya bergantung pada ketegasan pemerintah untuk menjaga prinsip kedaulatan nasional.
00:49Kita di Indonesia ini berhubungan dengan Presiden Putin di Rusia,
00:55kemudian juga berhubungan dengan AS.
00:56Kita dengar-dengar bahwa AS minta kepada Indonesia untuk izin tidak terbatas melintas negara.
01:06Tapi apakah itu produktif atau tidak, itu sangat bergantung pada bagaimana kita mengelola,
01:12mempersiapkan itu dan tentunya dasarnya selalu pada bagaimana kedaulatan kita bisa terjaga,
01:18tidak mengganggu kedaulatan orang, dan yang terpenting adalah bagaimana itu produktif untuk kita semua.
01:26Jurubicara Kementerian Luar Negeri Yifon Mewengkang mengatakan,
01:31pihaknya telah melayangkan surat ke Kementerian Pertahanan terkait izin lintas udara yang diajukan Amerika Serikat
01:37supaya pesawat militer Amerika Serikat bebas melintas di Indonesia.
01:41Yifon menegaskan tidak ada kebijakan yang memberikan akses bebas kepada pihak asing untuk menggunakan ruang udara Indonesia.
01:49Ia membeberkan setiap bentuk pengaturan kerjasama termasuk dengan AS tetap berada dalam kerangka kedaulatan penuh Indonesia
01:57dan tetap memerlukan mekanisme serta prosedur nasional yang berlaku.
02:02Kerjasama pertahanan Indonesia-Amerika menurut Yifon berfokus pada penguatan kerangka kerjasama yang lebih luas
02:08yang mengklaim pengaturan overflight tidak menjadi pilar utama dalam kerjasama Indonesia-Amerika Serikat tersebut.
02:21Kepada Kompas.com, Yifon bilang terkait overflight, hal tersebut merupakan usulan dari pihak Amerika Serikat
02:27yang masih menjadi bagian dari pertimbangan internal pemerintah Indonesia.
02:35Mekanisme pengaturannya masih terus ditelah secara hati-hati dengan menempatkan kepentingan nasional,
02:41kedaulatan wilayah udara Indonesia, serta prinsip politik luar negeri bebas aktif sebagai dasar utama.
02:49Terima kasih.
02:50Terima kasih.
02:50Terima kasih.
02:50Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan