00:00Saudara Pasca Hari Raya Idul Fitri, minyak curah kemasan, minyak kita langka di pasaran.
00:07Selain stok yang kosong, sejumlah pedagang memilih tak menjual minyak kita lantaran harga beli yang jauh di atas harga eceran
00:14tertinggi.
00:16Di pasar tradisional kosambil kota Bandung, hampir satu bulan lebih stok minyak kita hilang.
00:22Minyak goreng rakyat yang diluncurkan kementerian perdagangan pada 2022 lalu ini hilang dari pasaran sejak dua bulan terakhir.
00:31Selain stok yang menipis, pedagang bilang harga beli minyak kita di tingkat distributor juga lebih tinggi dari harga eceran tertinggi.
00:47Terasa di pasaran tradisional selama sejuda hari lebaran ini.
00:50Jadi sudah berapa, hampir satu bulan ya Pak Aji?
00:54Jalan satu bulan.
00:55Posong di pasar.
00:57Alasannya kenapa Pak Aji tidak didapat supplier?
00:59Saya menurut informasi itu di lapangan itu, biasanya yang stabilisasi itu kan ada dari Bulog.
01:07Cuma sesudah lebaran itu memang kiriman dari Bulog sama sekali tidak ada.
01:11Ada kemarin kebagian 10 karton.
01:13Walaupun hasilnya ada itu di barang di supplier ya, di agen-agen besar itu kan di harga Rp. 230.000
01:20sampai Rp. 235.000 per karton.
01:22Jadi bisa satu liternya.
01:24Sampai-sampai Rp. 19.500.000 sampai Rp. 20.000.000 per karton.
01:28Dan ini juga barangnya juga kurang.
01:31Saudara Menko Pangan Zulkifli Hasan merespon soal kelangkaan minyak kita di pasaran.
01:36Zulhas bilang minyak curah kemasan minyak kita yang awalnya hanya dijual di pasar tradisional,
01:42kini diperjual belikan di supermarket modern.
01:45Hal ini memicu langkanya stok minyak kita di pasar.
01:49Minyak kita itu kan itu tadinya minyak yang ada di pasar namanya minyak curah.
01:57Zaman saya mendak minyak curah itu kita kasih packaging namanya minyak kita.
02:04Minyak itu sebetulnya untuk di pasar tradisional.
02:08Tapi sekarang semua orang belinya minyak kita termasuk di supermarket, supermarket.
02:14Harusnya kalau retail modern itu kan banyak merek yang premium.
02:19Yang ini minyak curah yang ada di pasar.
02:22Tapi sekarang semua orang beli itu.
02:24Ya tentu kurang kalau semua mengambil minyak kita.
02:27Coba sih kira-kira bagaimana Pak?
02:28Minyak cukup, minyak curah cukup.
02:30Tapi belum tentu minyak kita.
02:32Kalau minyak kita adanya dipokuskan ke pasar tradisional.
Komentar