Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 10 jam yang lalu
Artikel terkait:
https://www.suara.com/news/2026/04/14/182253/mahfud-md-bongkar-permainan-pejabat-di-balik-pelarian-koruptor-rp189-triliun

Mahfud MD mengungkap adanya dugaan “permainan” pejabat di balik gagalnya penangkapan koruptor dengan nilai fantastis Rp189 triliun. Pernyataan ini disampaikan saat menyoroti kasus tersangka pencucian uang yang kabur ke luar negeri hingga meninggal dunia.

Menurut Mahfud, Indonesia sebenarnya memiliki instrumen hukum yang kuat untuk menangkap buronan, namun hambatan justru terjadi di tingkat pelaksanaan, termasuk faktor diplomasi dan kepentingan tertentu.

Kasus ini pun memicu sorotan publik terkait lemahnya penegakan hukum dalam kasus besar. Lantas, bagaimana kelanjutan penanganannya? Simak informasi lengkapnya dalam video berikut.

Creative/Video Editor: Zahwa/Vanya
===================================
Homepage: https://www.suara.com
Facebook Fan Page: https://www.facebook.com/suaradotcom
Instagram:https://www.instagram.com/suaradotcom/
Twitter: https://twitter.com/suaradotcom

Kategori

🗞
Berita
Transkrip
00:00Mahfud MD bongkar permainan pejabat di balik koruptor 189 triliun rupiah.
00:07Pakar hukum Tata Negara Mahfud MD mengungkap adanya dugaan permainan pejabat di balik gagalnya penangkapan seorang koruptor
00:15dengan nilai fantastis mencapai 189 triliun rupiah.
00:20Pernyataan itu disampaikan Mahfud dalam sebuah kuliah umum di Universitas Islam Negeri Mataram, Nusa Tenggara Barat pada Selasa 14 April
00:292026.
00:31Ia menyoroti kasus tersangka tindak pidana pencucian uang bernama Siman Bahar yang melarikan diri ke luar negeri hingga akhirnya meninggal
00:39dunia sebelum sempat diproses hukum.
00:42Mahfud menegaskan secara hukum Indonesia sebenarnya memiliki instrumen yang cukup kuat untuk memburu dan mengekstradisi koruptor yang kabur ke luar
00:52negeri
00:52seperti perjanjian ekstradisi dan kerjasama hukum internasional.
00:57Namun menurutnya kegagalan penangkapan bukan disebabkan lemahnya sistem hukum,
01:02melainkan adanya hambatan di lapangan termasuk faktor diplomatik, birokrasi, hingga dugaan keterlibatan oknum pejabat.
01:11Ia bahkan menyebut adanya tarik-menarik kepentingan yang membuat proses hukum berjalan lambat
01:16hingga akhirnya tersangka meninggal dunia dan kasusnya gugur secara pidana.
01:22Kasus ini menjadi sorotan karena nilai kerugian yang sangat besar dan menimbulkan pertanyaan publik terkait penegakan hukum di Indonesia.
01:30Mahfud pun menekankan bahwa persoalan utama bukan terletak pada aturan,
01:34melainkan pada konsistensi dan integritas dalam menjalankan hukum itu sendiri.
01:46Terima kasih telah menonton!
Komentar

Dianjurkan