Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Gara-gara permasalahan lahan, aktivitas belajar mengajar di SD Negeri Inpres Harapan, Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Papua, lumpuh. Sekolah dipasangi palang dari batang pohon hingga tak bisa digunakan.

Tiga hari sudah aktivitas belajar mengajar di SD Negeri Inpres Harapan, Sentani Timur, Jayapura, Papua terhenti.

Tak ada aktivitas belajar mengajar yang bisa dilakukan karena sekolah dipasangi palang dari batang-batang pohon.

Sebanyak 421 siswa pun tidak dapat mengikuti proses pembelajaran seperti biasanya karena akses masuk sekolah ditutup.

Pemasangan palang di sekolah merupakan ungkapan kekecewaan pemilik lahan tempat SD Negeri Inpres Harapan berdiri.

Pemilik lahan menyebut Pemerintah Kabupaten Jayapura tak kunjung menyelesaikan pembayaran lahan seluas 6.904 meter persegi selama hampir 40 tahun.

Menyikapi adanya penutupan akses ke sekolah, Kepala SD Negeri Inpres Harapan menyatakan hal ini sangat merugikan siswa karena mereka tak dapat belajar dengan kondisi seperti biasa.

Terutama bagi siswa kelas enam SD yang akan menempuh ujian.

Pemerintah Kabupaten Jayapura pun diharapkan bisa segera mengambil langkah agar persoalan lahan dapat diselesaikan dan siswa kembali belajar secara normal.

Saat ini, untuk menghindari kekosongan belajar, proses belajar dipindahkan sementara ke SMP Negeri 4 dan SMA Lentera Harapan.

Namun para siswa SD terpaksa berbagi ruang kelas dengan siswa SMP dan SMA.

#gerbangsekolah #jayapura #lahansekolah

Baca Juga Kapal Tanker Tiongkok Tembus Selat Hormuz di Tengah Blokade AS | KOMPAS PETANG di https://www.kompas.tv/internasional/663112/kapal-tanker-tiongkok-tembus-selat-hormuz-di-tengah-blokade-as-kompas-petang



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/663115/gerbang-sekolah-di-jayapura-dipalang-siswa-tak-bisa-ikuti-proses-pembelajaran
Transkrip
00:00Bergeser ke Papua, saudara, gara-gara permasalahan lahan aktivitas belajar mengajar di SD Negeri Impres Harapan Sentani Timur, Kabupaten Jayapura,
00:09Papua, Lumpuh.
00:11Sekolah dipasangi palang dari batang pohon hingga tak bisa digunakan.
00:18Tiga hari sudah, aktivitas belajar mengajar di SD Negeri Impres Harapan Sentani Timur, Jayapura, Papua terhenti.
00:26Tak ada aktivitas belajar mengajar yang bisa dilakukan.
00:30Karena sekolah dipasangi palang dari batang-batang pohon.
00:34421 siswa pun tidak dapat mengikuti proses pembelajaran seperti biasanya.
00:40Karena akses masuk sekolah ditutup.
00:45Pemasangan palang di sekolah merupakan ungkapan kekecewaan pemilik lahan, tempat SD Negeri Impres Harapan berdiri.
00:52Pemilik lahan menyebut, pemerintah Kabupaten Jayapura tak kunjung menyelesaikan pembayaran lahan.
00:58Seluas 6.904 meter persegi, selama hampir 40 tahun.
01:04Kami tutup sampai dengan pemerintah bayar lokasi.
01:12Sebab selama ini pemerintah gunakan lokasi kami, kurang lebih sudah 40 tahun, pemerintah tidak pernah bayar kami.
01:23Dan lokasi kami ini, ini lokasi bersertifikat.
01:28Terus, selama ini pemerintah gunakan yang bayar pajak itu saya.
01:35Menyikapi adanya penutupan akses masuk sekolah, Kepala SD Negeri Impres Harapan menyatakan hal ini sangat merugikan siswa.
01:42Karena mereka tak dapat belajar dengan kondisi seperti biasa.
01:46Terutama bagi siswa kelas 6 SD yang akan menempuh ujian akhir.
01:51Pemerintah Kabupaten Jayapura pun diharapkan bisa segera mengambil langkah agar persoalan lahan dapat diselesaikan.
01:57Dan siswa kembali belajar secara normal.
02:01Sebenarnya sudah ada proses pembayaran seperti itu.
02:07Namun, masih ada tuntutan lagi sampai hari ini.
02:11Saya juga secara spesifik tidak tahu tuntutan apa yang apakah kurang bayar atau seperti apa.
02:17Tetapi, kami pun pihak sekolah sebenarnya telah mengegang surat pelepasan tanah.
02:22Bahkan surat bukti pembayaran tanah ini telah dibayar kepada pihak yang saat ini, saat ini menuntut lagi kembali.
02:3113 April 2016, kami telah menyerahkan sayungan surat tersebut kembali ke Pols.
02:35Saya berharap ini bisa menjadi perhatian pemerintah, sehingga bagaimana sekolah-sekolah itu tidak terjadi lagi seperti kami.
02:44Saat ini untuk menghindari kekosongan waktu belajar, proses belajar dipindahkan sementara ke SMP Negeri 4 dan SMA Lenterah Harapan.
02:54Namun, para siswa SD terpaksa berbagi ruang kelas dengan siswa SMP dan SMA.
03:00Findi Rekmeni, Kompas TV, Jayapura, Papua
Komentar

Dianjurkan