Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Badan Gizi Nasional hingga saat ini telah menghentikan sementara lebih dari 1.500 dapur SPPG. Sanksi ini diberikan untuk memastikan pelaksanaan Makan Bergizi Gratis tetap berjalan sesuai standar kualitas dan keamanan pangan.

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, Sony Sonjaya, saat mendatangi Pondok Pesantren Lirboyo menegaskan, sanksi diberikan kepada dapur SPPG lantaran mereka telah melanggar ketentuan yang diberikan.

Akibat pelanggaran itu, terjadi insiden seperti keracunan dan sebagainya. Selain itu, sarana prasarana dapur SPPG belum sesuai spesifikasi standar sesuai kesepakatan.

BGN memberikan peringatan agar dapur tersebut melakukan perbaikan secara bertahap, sehingga dengan begitu mereka bisa melayani MBG dengan standar kualitas dan keamanan pangan.

#MBG #SPPG #BGN

Baca Juga 3 ASN di Bandung Terancam Kena Sanksi Usai Pergi Keluar Kota saat WFH | JMP di https://www.kompas.tv/regional/663102/3-asn-di-bandung-terancam-kena-sanksi-usai-pergi-keluar-kota-saat-wfh-jmp



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/663103/bgn-hentikan-1-500-sppg-karena-langgar-aturan-jmp
Transkrip
00:00Yang jadi sorotan saudara, Badan Gizi Nasional hingga saat ini telah menghentikan sementara 1.500 lebih dapur SPPG.
00:07Sanksi ini diberikan untuk memastikan pelaksanaan makan bergizi gratis tetap berjalan, sesuai standar kualitas dan keamanan pangan.
00:17Wakil Kepala Badan Gizi Nasional Soni Sonjaya saat mendatangi pondok pesantren Lirboyo menegaskan,
00:23diberikan kepada dapur SPPG lantaran mereka telah melanggar ketentuan yang diberikan.
00:28Akibat pelanggaran itu, saudara, terjadi insiden seperti keracunan dan sebagainya.
00:33Selain itu, sarana-prasarana dapur SPPG belum sesuai spesifikasi standar, sesuai kesepakatan.
00:40BGN memberikan peringatan agar dapur tersebut melakukan perbaikan secara bertahap.
00:45Sehingga dengan begitu, mereka bisa melayani MBG dengan standar kualitas dan keamanan pangan.
00:58Yang berturut-turut ketika ada kejadian tambah, ketika alhamdulillah sedikit tidak banyak.
01:04Satu, tambah, satu, tambah, satu, dan setelah disatai juga ketika persaratan atau sarana-rasarannya sudah diperbaiki,
01:11mereka operasional terakhir.
01:12Terima kasih.
01:13Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan