- 2 hari yang lalu
- #jokowi
- #ijazahjokowi
- #rismonsianipar
- #breakingnews
JAKARTA, KOMPAS.TV Rismon Sianipar mendatangi Polda Metro Jaya terkait SP3 kasus ijazah Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, pada Rabu (15/4/2026).
"SP3 itu sudah final, saya sampaikan. Tapi kita hormati Pak Dirreskrimum untuk menyampaikan secara resmi besok," ujar kuasa hukum Rismon, Jahmada Girsang.
Ketua Joman Nusantara Bersatu, Andi Azwan, juga tampak mendampingi Rismon di Polda Metro Jaya.
Baca Juga Dokter Tifa Tulis Pesan ke Rismon Sianipar: Aku dan Mas Roy Anggap Kamu Adik, Kenapa Berkhianat? di https://www.kompas.tv/nasional/662538/dokter-tifa-tulis-pesan-ke-rismon-sianipar-aku-dan-mas-roy-anggap-kamu-adik-kenapa-berkhianat
#jokowi #ijazahjokowi #rismonsianipar #breakingnews
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/663076/full-final-rismon-sianipar-ke-polda-metro-terkait-sp3-kasus-ijazah-jokowi-didampingi-andi-azwan
"SP3 itu sudah final, saya sampaikan. Tapi kita hormati Pak Dirreskrimum untuk menyampaikan secara resmi besok," ujar kuasa hukum Rismon, Jahmada Girsang.
Ketua Joman Nusantara Bersatu, Andi Azwan, juga tampak mendampingi Rismon di Polda Metro Jaya.
Baca Juga Dokter Tifa Tulis Pesan ke Rismon Sianipar: Aku dan Mas Roy Anggap Kamu Adik, Kenapa Berkhianat? di https://www.kompas.tv/nasional/662538/dokter-tifa-tulis-pesan-ke-rismon-sianipar-aku-dan-mas-roy-anggap-kamu-adik-kenapa-berkhianat
#jokowi #ijazahjokowi #rismonsianipar #breakingnews
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/663076/full-final-rismon-sianipar-ke-polda-metro-terkait-sp3-kasus-ijazah-jokowi-didampingi-andi-azwan
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:00Finalisasi SP3, artinya sudah final.
00:05Berhubung karena DIR lagi keluar, kami minta DIR dulu yang harus kompes.
00:13Atau memberitakan kepada media lah, baru kami.
00:17Seperti waktu kami mau berangkat ke Solo.
00:21Jadi budaya itu kami balikkan juga sekarang.
00:25Berhubung DIR ada tugas yang sangat penting.
00:27Jadi Pak DIR hari ini tidak bisa kompes.
00:30Tapi di dalam intinya, kami boleh katakan sudah selesai semua.
00:36Cuman kami tidak mau dulu membacakan apa isinya, yang jelas sudah final lah ceritanya.
00:43Tapi untuk mempinalkan secara definitif hukum, besok DIR akan kompes dulu.
00:49Baru 15 kemudian kami kompes secara total.
00:53Kami akan panggil rekan-rekan pelapor yang bertiga.
00:57Lecumanan, Andi Kurniawan dan Bu Maret Samuel Sweken.
01:02Dan mungkin ada rekan yang lain dari kuasa hukum Pak Jokowi juga besok kami undang.
01:06Jam 1 rekan-rekan ya.
01:09Jadi hari ini kami boleh dikatakan hanya menginformasikan kondisi Anda di dalam.
01:13Dan ya semua sudah oke lah.
01:19Sebenarnya saya sudah pegang semua.
01:21Tapi saya tidak mau melangkahi Pak DIR yang begitu baik sama kita kurang lebih 1,5 bulan.
01:28Pengajuan restoratif justis dari rekan atau klien kurismen hasil olen senipar tanggal 3 Maret.
01:37Sekarang sudah tanggal 15 ya, hampir 1,5 bulan.
01:41Hampir 2 hari lagi 1,5 bulan.
01:43Tapi ya syukur semua perjalanan itu karena kita tempuh sesuai prosedur hukum.
01:50Sesuai dengan prosedur pasal 79 KUHAP yang baru dan pasal 83 KUHAP yang baru.
01:56Tidak ada yang kami langkahi.
01:59Bahkan tiga pelapor selain Pak Joko Widodo pelapor dan tiga pelapor lain.
02:06Kami juga sudah lakukan kesepakatan untuk perdamaian.
02:11Dan tentu didukung dengan rekan-rekanku Andi Aswan.
02:14Kalau Andi Aswan ini saya sebut orang Solo sekarang ya.
02:17Bukan orang Makassar.
02:19Orang Solo sekarang dia.
02:21Jadi rekan-rekanku hari ini maaf sudah menunggu.
02:24Kami bukan tidak mau kompen menjelaskan semuanya.
02:26Tapi kami hargai dir waktunya tidak ada hari ini.
02:31Sudilah kiranya rekan-rekanku semua tambah besok lain lagi ya.
02:35Main streamnya panggil lagi.
02:37Agar saya jelaskan sesuai dengan aku yang aku dapatkan hari ini.
02:41Sudah di tangan saya.
02:43Sejujurnya.
02:44Sudah ditanda tangan dan sudah diserahkan ya?
02:45Aku tidak mau tanya-tanya.
02:47Pokoknya sudah di tangan saya.
02:49Artinya apa?
02:50Ayo.
02:51Sudah di tangan saya.
02:53Tapi kami tidak mau klirkan detailnya tentang apa.
02:59Tapi yang jelas sudah final lah hari ini.
03:02Maaf jika aku mendahului sangking semangatnya.
03:04Ya, ya, ya.
03:05Ya, jadi kita lihat sebenarnya gambarannya gampang.
03:09Lihatlah wajahnya Rizman Sarang.
03:11Segarkah atau tambah runyam?
03:13Tidur runyanya.
03:13Tidur runyanya.
03:14Yang tidak tidurnya aku.
03:18Jadi oke.
03:19Rekan-rekan sekalian.
03:21Mungkin itu dari saya.
03:23Secara singkatnya aku.
03:25Apakah Rekan Andi atau Rizman duluan?
03:28Silahkan.
03:29Rekan Andi duluan.
03:29Karena dia mau ke Kompas TV juga.
03:32Ya, pertama-tama saya kita ucapkan terima kasih yang luar biasa.
03:36Kepada pihak kepolisian.
03:37Terutama Polda Metro Jaya.
03:39Seluruh penyidik Kapolda Metro Jaya.
03:42Kita lihat setahun ini.
03:44Kita berjibaku dan sebagainya.
03:46Dan kita melihat bahwasannya dengan adanya KUHAP baru itu.
03:49Yang kedepan kayak namanya restoratif justice ini.
03:52Sudah terpenuhi dengan baik.
03:54Dan dikatakan tadi Bang Jamada.
03:56Ya, besok itunya pers konferensinya itu menunggu dari Padir.
04:01Ya, kalau kita lihat wajah-wajahnya ini kita semuanya sumberingga-sumberingga semua.
04:05Artinya sudah menggambarkan seperti apa hasilnya.
04:08Jadi, besok kita bertemu lagi.
04:11Ya, nanti kita pers konferensi secara bersama-sama.
04:17Dan penjelasan ini.
04:18Dan juga kita berharap memang dalam minggu ini sudah ada pelimpahan.
04:24Dan bisa akhir bulan ini sudah ada P21.
04:27Untuk yang dua ini.
04:29Roti-roti.
04:30Roy Tiva itu.
04:32Dan juga akan menyusul juga kan nanti yang kelas ter-satu itu.
04:35Jadi, ya.
04:37Kalau dikatakan oleh mereka itu, wah tidak akan ada namanya SP3 tanda tangan.
04:43Roy kalau lihat sendiri ya, Roy.
04:45Mukanya Rizmon itu sekarang sudah bisa tidur nyenyak gitu.
04:48Jadi, intinya adalah apapun yang telah dilakukan, kita apresiasi yang sebesar-besarnya kepada Kepolisian Republik Indonesia.
04:55Dalam hal ini, para penyidik di Polda Metro Jaya.
04:58Dan terima kasih kepada Pak Kombesiman sebagai Dirtipidum Polda Metro Jaya.
05:03Bang, tadi karena Bang sudah sebut, Bang Rizmon sudah bisa tidur nyenyak gitu.
05:08Berarti artinya di sini SP3-nya sudah keluar ya Bang?
05:11Sudah clear gitu Bang, di SP3-nya kasusnya.
05:13Resminya besok ya, kita nggak mau mendahului ya.
05:17Resminya besok.
05:18Ini latihan tadi gimana ini?
05:21Sebetulnya sudah dipegang.
05:22Pokoknya resminya besok aja.
05:24Resminya besok, kita tidak boleh mendahului.
05:26Dir, ya.
05:27Direktur.
05:28Kita hargai dir ya.
05:29Mungkin ada kemungkinan tersangka lain diberikan SP3 juga nggak?
05:32Nah, itu boleh nyawa.
05:33Untuk itu, kalau kita berharap apakah akan diberi SP3, apakah mereka mengajukan RJ?
05:38Kan nggak?
05:39Kalau mengajukan RJ dan...
05:40Ya kalau mengajukan RJ ya tergantung dari Pak Jokowi, tergantung dari tiga yang lain.
05:45Ya kan?
05:46Kalau itu diterima ya pasti akan dilanjutkan.
05:51Kalau tidak diterima ya sudah, siap-siap aja nanti kita bertarung di pengadilan.
05:57Itu aja.
05:58Yang lebih baik lah nggak usah lah sama JNRJ.
06:00Menurut saya.
06:01Capek juga kita ngeliat.
06:03Malah kita nasib di plot twist terus gitu.
06:06Ya untuk itu.
06:07Kita lihat aja nanti di pengadilan untuk itu.
06:09Begitu nggak?
06:12Oke, ke Resmin kali ya sekarang ya.
06:15Ah, Resmin aja.
06:16Ada yang berjelaskan soalnya.
06:17Apa Pak, Jusup Pelak.
06:18Itu nanti dulu.
06:19Nanti, nanti, kosan-kosan itu.
06:20Nah, pertama saya ingin mengklarifikasi banyak isu di luar sana bahwa saya menerima miliaran, puluhan miliar, bahkan ada yang mengatakan
06:3050 miliar ya.
06:32Saya tepis itu karena semua RJ ini itu berawal dari inisiatif saya.
06:37Research saya yang melibatkan 3 sampai 4 variable yang merupakan research ongoing.
06:43Jadi ini adalah inisiatif saya.
06:46Coba bayangkan.
06:47Saya meminta maaf, terus saya dikasih maaf, malah saya mau dikasih duit.
06:53Itu logikanya di mana?
06:54Nah, justru saya yang seharusnya memberikan ganti rugi kepada Pak Jokowi.
06:59Tetapi Pak Jokowi ternyata dengan Mas Wapres tidak mau menuntut saya dengan materi tersebut.
07:06Itu ya yang perlu saya luruskan tentang isu di luar sana melibatkan uang.
07:12Tidak ada.
07:13Kita hanya koordinasi lewat inisiatif saya.
07:16Saya berhubungan dengan penyidik di Polda Metro Jaya dan Bang Jahmada Girsang dan dukungan dari Bang Elida Neti dan Bang
07:26Andi Aswan.
07:27Semua cuma itu.
07:28Jadi ini inisiatif jangan dibawa-bawa tentang duit.
07:32Karena kalau mereka berpikir tentang duit berarti otaknya duit dong.
07:36Nah, yang kedua yang saya ingin luruskan.
07:40Jadi ini buku Jokowi's White Paper.
07:45Sebagai peneliti itu harus bebas.
07:48Peneliti itu harus independen.
07:51Tanpa bias.
07:52Jangan sudah tahu bahwa pada saat apa yang di-upload oleh Dian Sandi Utama saja dengan filter sederhana itu sudah
08:00kelihatan kok watermarks maupun embossnya.
08:04Dan itu ada juga konsisten ketika gelar perkara khusus di 15 Desember 2025.
08:12Jadi kalau kita peneliti tanpa ada kepentingan politik maka dia harus siap salah.
08:18Nah, tetapi kalau ngeyel, berisi keras, tentu kita curigai ada motif politik.
08:24Nah, di sini ada 700an halaman ya di buku ini.
08:29Tulisan Pak Roy kan hanya 49 halaman.
08:32Nah, inilah yang saya katakan ya.
08:3549 halaman ini, yang pertama.
08:38Inilah yang merupakan tulisan Pak Roy Suryo.
08:40Di mana di dalamnya tidak ada ilmiah sama sekali.
08:42Kalau kita lihat jejak digital atau jejak penulisan buku ataupun jurnal Pak Roy Suryo kan memang enggak ada.
08:50Ya, baik Google Scholar, Skopus, dan lainnya.
08:53Jadi, janganlah sesatkan publik Pak Roy Suryo.
08:57Hentikan itu.
08:58Di dalam 49 halaman itu tidak ada juga 99,9% palsu itu.
09:04Tidak ada variable, tidak ada pengukuran, tidak ada metode apapun.
09:08Jadi, itu jangan sesatkan publik bahwa Anda itu seolah-olah menyatakan kebenaran.
09:14Tetapi kalau Anda berisi keras, ya sudah kita jumpa di pengadilan.
09:17Tetapi, saya tantang selalu ya pihak sebelah.
09:21Coba berikan ini, 49 halaman ini, kepada para ahli lain yang independen.
09:27Apakah ini ilmiah tulisannya Pak Roy Suryo?
09:30Atau apakah ini hanya peneliti, politisi yang mengaku-ngaku peneliti?
09:35Ini yang paling bahaya.
09:37Kalau saya saja yang mendalami sebanyak 400 halaman ini, 80 halaman ini saja, bisa mengaku salah.
09:45Dan itu bisa kita verifikasi nanti dengan ahli-ahli lain.
09:50Kenapa mereka berisi keras?
09:51Makanya saya bilang, kalau ini memang mau dilakukan, mau diteruskan, ya, hoax-hoax 99,9% palsu ini,
10:01maka saya duga ini ada motif politik yang sangat kuat.
10:05Karena 49 halaman ini kan tidak ada ilmiahnya.
10:08Tidak ada ilmiahnya sama sekali.
10:11Rekan-rekan wartawan bisa membaca atau memberikan kepada ahli lain yang independen.
10:15Ya, di sini banyak ahli di Jakarta ini dari UI, Universitas Swasta yang lain.
10:20Berikan aja ini 49 halaman ini.
10:22Apakah Roy Suryo itu ilmiah?
10:24Atau cuma, apa namanya, jargon-jargon 99,9% yang sekarang bahayanya?
10:31Itu dipercaya publik loh.
10:34Dari TV ke TV bisa 2-3 kali sehari.
10:37Dia menyatakan jargon itu terus tanpa pernah diverifikasi oleh ahli lain.
10:43Sementara saya siap untuk mengkoreksi ini.
10:45Kenapa kebenaran ilmiah itu harus dipertanggungjawabkan bukan hanya kepada korban, ya, keluarga korban, Pak Jokowi dan keluarga,
10:53tetapi juga kepada publik.
10:55Ini pembelajaran supaya hasil ilmiah ini lagi nanti jangan dipolitisir.
11:01Jangan dipolitisasi semena-mena bahwa ketika Anda mengkoreksi hasil penelitian Anda,
11:07langsung mereka berlomba-lomba melabel pengkhianat.
11:10Tanpa ada penjelasan metodologi ilmiah apapun.
11:13Langsung dilabel.
11:14Apalagi ada tuduhan-tuduhan dapat duit puluhan miliar sampai 50 miliar.
11:19Itu sangat tidak bertanggungjawab.
11:22Terus kemudian, nah ini dokter TIPA 160 halaman.
11:26Biarkan dia mempertanggungjawabkan ya, karena ini bukan bidang saya.
11:30Tentu yang menilai adalah ahli lain.
11:32Ya, NeuroPolitika atau NeuroScience.
11:33Tetapi, yang pasti, ini 480 halaman tulisan saya, ini bukti Pak, ini akan dililai oleh ahli lain apakah ilmiah atau
11:43tidak.
11:44Dan yang pasti tulisannya Pak Roisturyo, 49 halaman ini yang diberikan kepada saya melalui hanya WA messages,
11:52ini bukan tulisan seorang peneliti.
11:55Ini adalah tulisan seorang politisi yang mengaku peneliti.
11:58Ini harus kita sudahilah.
12:01Jargon-jargon itu kita sudahi.
12:03Ya mungkin yang paling bermartabat di pengadilan nanti.
12:06Kan banyak ahli nanti dihadirkan ya.
12:08Kalau saya, ya nggak tahu apa yang diminta.
12:10Oleh karena itu, rekan-rekan, ya media, hati-hatilah ketika Anda mengundang narasumber dengan jargon-jargon 99,9 persen,
12:21seharusnya kalian sebagai televisi ataupun media yang netral, itu tanyakan kepada ahli lain,
12:27berikan tulisannya Pak Roisturyo, baru adu mereka.
12:30Gitu loh.
12:31Apakah itu ilmiah?
12:33Jangan diterima begitu saja.
12:34Karena apa?
12:35Itu kebohongan publik yang diulang-ulang ribuan kali, seolah-olah itu menjadi kebenaran.
12:41Kan begitu?
12:43Ya, gitu.
12:44Sekarang klarifikasi saya tentang laporan Pak Jusuf Kala.
12:49Jadi rekan-rekan media bahwa saya, video tersebut pernah saya jelaskan dalam kanal Youtube saya,
12:59Baliga Academy, apa yang dilaporkan oleh bahan laporan oleh Pak Jusuf Kala,
13:06itu merupakan video editan hasil rekayasa AI,
13:10yang bersumber pada sebuah video saya di Youtube Baliga Academy.
13:16Di situ, video tersebut adalah video yang saya rekam tanggal 11 Maret 2026,
13:23tentang kajian ilmiah saya, temuan baru saya untuk mengkoreksi ini.
13:28Jadi itulah yang dipakai.
13:30Nah, pada 11 Maret itu, satu hari menjelang saya ke Solo menjumpai Bapak Joko Widodo dan keluarga.
13:36Jadi, itu adalah produk AI.
13:39Produk AI, saya katakan, saya adalah korban dari produk AI.
13:44Oleh karena itu, ya Mabes Polri, karena itu sudah dilakukan laporan terhadap Mabes Polri,
13:50ya harus mencari tahu, menjejak secara forensik digital,
13:55siapa yang mengupload, siapa yang pertama kali membuat,
13:59dan itu akan ditanyakan, karena apa?
14:01Metadatanya kan sudah kelihatan, nanti ada device-nya pakai apa,
14:05terus metadatanya, tool AI-nya bagaimana,
14:09bagaimana dia diproduksi, dan lainnya, dan lainnya.
14:12Jadi, oleh karena itu, ya kami cukup menyesalkan,
14:15tidak adanya, apa itu Bang?
14:16Ketelitian ya Bang?
14:17Yang ketelitian yang kurang, due diligence dari pihak yang melaporkan.
14:22Oleh karena itu, ya saya sebagai korban dari video AI,
14:26dan ribuan di berbagai platform tentang saya sekarang itu,
14:32dijadikan ini ya, bahan video saya itu dijadikan,
14:35apa namanya, rekayasa AI,
14:37maka saya sebagai korban tidak bertanggung jawab terhadap isi,
14:41informasi visual maupun audio, ya,
14:44yang ada di dalam video AI tersebut.
14:47Jadi, karena saya korban, dan saya tidak terkait apapun,
14:50ya, tentang produksi video AI tersebut,
14:53maka, yang membuatlah, yang mempertanggung jawabkan,
14:56yang mengklarifikasi informasi audio visual yang ada pada video AI tersebut.
15:02Terima kasih.
15:02Oke, jadi rekan-rekan, karena rekan-rekan ini mau jalan,
15:06dan kita juga sudah mau istirahat.
15:09Besok ya?
15:09Resminya besok.
15:10Ya, jadi, oke, saya simpulkan,
15:14biar Anda juga tidak bertanya-tanya,
15:16bahwa SP3 itu sudah final.
15:18Saya sampaikan, cuman kami hormati,
15:21Pak Dir, Dir, Restri Iumum, maksudnya,
15:23untuk menyampaikannya secara resmi besok,
15:26mungkin sebentar, kompresi di dalam,
15:29kemudian kami lanjutkan kompresi di sini,
15:31kami akan undang rekan-rekan kami seperjuangan,
15:34ya, tiga pelapor lainnya, rekan-rekan Andi,
15:37ya, dan yang lain-lain juga kita undang,
15:40untuk berbicara bersama-sama di sini,
15:43untuk menyambut SP3-nya,
15:46Rizmond Hasiholan Senibar.
15:47Jadi, kami sebenarnya mau menjelaskan semua,
15:50tidak, ini karena banyak, ada empat surat,
15:52tapi biarlah Dir besok memulainya,
15:55baru kami lanjutkan.
15:57Persis seperti mau ke Solo.
15:59Jadi, mau ke Solo, kemarin tanggal 11,
16:01juga begitu Dir membuka,
16:02lantas kami menjelaskannya.
16:04Saya sambung lagi mengenai laporan Pak JK, ya.
16:07Sebenarnya kami tidak, bukannya tidak merespon,
16:10saya ke media, kompas,
16:12kemana penutu sudah memberikan catatan,
16:15bahwa kami tunggu saja,
16:17dan kami akan melihat apa yang terjadi di sana.
16:21Ya, tapi kami lihat,
16:22untuk sementara ini,
16:24karena klien saya ini kan ahlinya di bidang itu.
16:26Jadi, sebenarnya kita sudah tahu,
16:28bahwa itu benar-benar AI,
16:3090, 100 persen lah katakan.
16:33Kita lihat, kita tunggu nanti dari waris keem apa,
16:36nanti kalau itu tiba-tiba SP2 HP,
16:39atau SP3, atau apapun namanya,
16:41kami akan berpikir.
16:42Karena nama klien saya ini disebut,
16:44sudah mungkin jutakan kali,
16:46di media-media.
16:48Menyebutkan bahwa dia mengatakan itu.
16:50Sejujurnya tidak ada.
16:52Jadi, posisi sekarang,
16:53posisi klien saya yang dirugikan.
16:55Kan begitu, Rekan Nanti.
16:56Tapi kita no comment dulu,
16:57karena Pak JK juga sekarang ditimpa 17 laporan.
17:01Perkara yang lain.
17:01Kita no comment lah itu.
17:02Kita yang bicara yang berhubungan dengan kita saja.
17:05Jadi no comment lah, Mas Ayus.
17:07Saya kira,
17:09saya undang...
17:09Besok-besok aja.
17:10Bang, aku sih yang ngebuat proses Bang Resmonium ini
17:13lebih lama dibandingkan dua...
17:16Nah, besok aja besok.
17:17Oke, itu besok aja ya.
17:19Aku detailkan besok ya.
17:21Aku detailkan besok ya.
17:22Ya, aku detailkan besok.
17:24Sebenarnya nggak lama, cepat.
17:26Nanti saya jelaskan kenapa.
17:28Pak Damai dan Pak Egi kan...
17:29Nggak, itu gini aja, Mas.
17:31Jadi ini case-nya beda.
17:32Besok aja itu lebih jelas.
17:34Oke, Rekanku ya.
17:35Jadi sampai besok,
17:36datang lagi ke sini.
17:37Persis jam 1 kita.
17:38Jam 1 kita, Bang.
17:39Udah, ini pampas ya.
17:40Tiga final ya, Bang ya.
17:41Oh, besok aku finalkan.
17:43Ku bacakan pun sama kalian.
17:44Tapi sekarang,
17:45maaf ya,
17:46aku tidak mau melangkahi dir
17:48yang sudah memberikan.
17:49Cuma dir dipanggil
17:50ke satu tugas
17:51yang tidak bisa ditinggal
17:52tinggal sama sekali.
17:53Oke, saya jelaskan Mbak Elida besok.
17:55Cukup ya, makasih ya.
17:57Sampai ketemu besok kita.
17:59Makasih.
17:59Makasih.
18:00Makasih, Pak.
18:01Udah ada.
18:20Di dalam digital forensik
18:23yang paling penting adalah
18:24supernatural
18:24atau originalitas dari sumber.
18:27Nah, kalau sumbernya saja
18:29di Youtube saya
18:29tanggal 11 Maret
18:31di Youtube Bali Gakademi
18:33terus, ya jelas saya.
18:35Saya tidak terkait apapun.
18:37Saya tidak membuat,
18:38tidak memproduksi,
18:39tidak apapun.
18:40Apalagi mengatakan yang dalamnya.
18:42Makanya dalam digital forensik itu
18:43yang paling penting adalah
18:46originalitas.
18:48Provenance.
18:49Provenance, kata benda.
18:51Artinya apa?
18:52Keautentikan,
18:53keaslian
18:53dari sumber
18:55yang dibuat itu.
18:56Oleh karena itu,
18:57segera tangkap
18:59orang yang membuat.
19:01selama proses
19:02bangun pada saat dulu
19:03masih dikubung seberang dengan
19:04tidak pernah ada komunikasi
19:06dengan Pak JK ya, Pak?
19:07Waduh, siapalah saya
19:09bisa berkomunikasi dengan Pak JK.
19:12Pak JK adalah Bapak Bangsa.
19:14Siapalah saya?
19:15Saya kan cuma rakyat jelata
19:17dalam segala macam
19:19pembicaraan saya
19:21tidak pernah menyebut
19:22satupun elit politik.
19:24Satupun elit politik.
19:26Elit bangsa ini.
19:27Jadi oleh karena itu,
19:29karena saya sudah pastikan
19:30originalitas itu
19:31yang merupakan
19:33faktor utama
19:34dalam digital forensik,
19:35originalitas
19:35atau provenance dibilang,
19:37ya maka
19:38saya tidak bertanggung jawab
19:39untuk mengklarifikasi isinya.
19:41Biarkanlah yang
19:41membuat itu
19:42mempertanggung jawabkan.
19:44Oke, jadi untuk Pak JK besok ya,
19:45rekan-rekan.
19:46Besok saya detailkan
19:47apa aksi kita
19:48untuk Pak JK.
19:49Oke.
19:50Terima kasih ya semua.
19:51Sampai besok.
19:52Jangan lupa.
19:52Terima kasih.
Komentar