Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Keuntungan tak terduga (windfall profit) dari sektor energi memicu potensi kenaikan laba yang sangat tinggi bagi perusahaan energi.

Negara-negara penghasil energi bahkan mendapatkan keuntungan besar dari penerimaan penjualan komoditas seperti minyak, batu bara, sawit, emas, dan timah. Beberapa negara maju juga telah memperoleh keuntungan tambahan melalui rekayasa keuangan.

Lalu, bagaimana dengan Indonesia? Ketua Dewan Komisioner LPS sekaligus ekonom senior, Anggito Abimanyu, menggagas ide penerapan "windfall tax".

Namun, kebijakan ini memerlukan payung hukum yang jelas dan transparan agar tidak kontraproduktif terhadap industri di dalam negeri.

Baca Juga SBY Wanti-Wanti Risiko Krisis Ekonomi Global Jika Perang AS-Iran Tak Segera Berakhir di https://www.kompas.tv/nasional/663041/sby-wanti-wanti-risiko-krisis-ekonomi-global-jika-perang-as-iran-tak-segera-berakhir

#ekonomi #windfalltax #energi

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/ekonomi/663065/full-ekonom-anggito-abimanyu-bahas-wacana-windfall-tax-bisa-tambal-defisit-apbn
Transkrip
00:12Intro
00:13Windfall Tax menjadi perbijangan yang hangat ketika harga komoditas dunia naik.
00:20Saya, Diyah Megasari Anjaya, langsung bertanya ke Profesor Anggito Abimanyu,
00:26Ketua LPS, Lembaga Penjamin Simpanan,
00:28Sekaligus ekonom, tapi DNA-nya lebih kuat ke ekonom ya Pak?
00:34Darahnya di fiskal banget ya Pak?
00:35Sektor publik lah.
00:38Pak Anggito, kita ke hal sederhana dulu yang sangat basic,
00:42Pak Anggito menulis tentang Windfall Tax.
00:44Motivasinya apa sebenarnya sih Pak?
00:46Kenapa ujuk-ujuk ada Windfall Tax nih Pak?
00:49Ide Windfall Tax ataupun teori Windfall Tax itu bukan hal yang baru.
00:55Pada waktu harga minyak pernah mencapai 140 dolar per barrel tahun 2008,
01:02Ide itu menggulir ya.
01:05Bahkan waktu itu di kalangan G20 ya,
01:08karena waktu 2008 itu kan ada beberapa pertemuan G20 ya,
01:15sampai ke tingkat Leaders Meeting itu diungkapkan mengenai,
01:20yuk coba di eksplore ini mengenai Windfall Tax.
01:23Dan salah satu negara yang langsung mengeksekusi adalah Meksiko.
01:29Dan Meksiko itu memperoleh 8 miliar dolar pada waktu itu ya,
01:34dari Windfall Tax.
01:36Harga minyak dan harga komoditi,
01:38sumber daya alam yang naik,
01:40ya tiba-tiba.
01:42Ya, tiba-tiba.
01:44Ya, jadi negara itu,
01:47negara yang menghasilkan sumber daya alam,
01:49bisa menghasilkan penerimaan yang tinggi,
01:53pada waktu harga komoditas itu naik.
01:56Kira-kira itu.
01:57Dari keuntungan perusahaan-perusahaan yang dadakan,
02:00seperti keuntungan durian runtuh.
02:02Ya, perusahaan-perusahaan yang di,
02:05apa, dalam kontrak gitu ya,
02:07atau yang memproduksi,
02:10bagi hasil dan sebagainya,
02:11itu memperoleh keuntungan dari sini.
02:14Nah, tentu karena ini adalah suatu keuntungan
02:18yang berasal dari faktor eksternal,
02:20bukan karena produktivitas,
02:22karena efisiensi atau apa,
02:23maka memang negara itu bisa melakukan intervensi.
02:27Ya, dengan cara membuat tarif khusus misalnya,
02:31atau kebijakan khusus,
02:32untuk memperoleh bagian dari keuntungan
02:35yang dinikmati oleh perusahaan yang terlibat di dalamnya.
02:39Lalu, kalau konteksnya ekonomi Indonesia sekarang, Pak,
02:43ini kan yang lagi naik ya,
02:44harga batubara juga naik ya,
02:46ini harga batubara kemarin sempat ke 140.
02:49Konteksnya, windfall tax,
02:51ekonomi kita sekarang apa nih, Pak?
02:53Indonesia adalah negara penghasil seperti alam.
02:56Minyak, gas, batubara,
02:59nikel, CPO,
03:01kemudian,
03:02nikel sudah ya,
03:04kemudian emas,
03:05tembaga,
03:06perak,
03:07ya,
03:07semua itu mengalami kenaikan.
03:10Ya, karena buntut dari,
03:12apa,
03:13ekspektasi terhadap perang Iran-Israel ini, ya.
03:17Nah, jadi semua naik.
03:18Maka,
03:19tentu kan penerima negara juga ikut naik ya,
03:22baik dari pajak maupun penerima negara bukan pajak.
03:25Nah, itu negara itu,
03:27kalau diam saja pun sudah memperoleh,
03:29sudah memperoleh taman pendapatan.
03:31Kan dia,
03:32penjualannya naik ya,
03:34omsetnya naik,
03:36kemudian revenue dari perusahaan juga naik.
03:38Maka perusahaan menyetor pajak dan PNPP yang lebih besar.
03:42Itu bisa lebih besar lagi, maksud saya itu.
03:45Oke.
03:45Saya terjemahkannya,
03:47mengapa instrumen ini menjadi lebih penting
03:50karena faktor penerima negara yang bisa
03:53di-adjust lebih tinggi?
03:55Ya, di-kapitalisasikan,
03:57di-naikkan.
03:58Karena apa?
03:59Karena kita mengambil kebijakan
04:02tidak menaikkan harga BBM.
04:03Oke.
04:04Ya, maka subsidinya akan melambung tinggi.
04:07Nah, untuk bisa menutup
04:09kenaikan dari subsidi BBM tersebut
04:11dan energi yang lain,
04:13maka penerimaannya itu harus mengikuti.
04:16Sedap secepat mungkin bisa di-offset
04:18dari penerimaan-penerimaan sumber daya alam.
04:20Tengok sumber daya alam,
04:21lawan sumber daya alam nih.
04:24Subsidi dari sumber daya alam,
04:26penerimaan juga dari sumber daya alam.
04:28Subsidi naik, penerimaan negara juga naik.
04:31Ya, bagaimana di-offset saja.
04:33Ya.
04:34Dan offsetnya itu melalui
04:36kebijakan yang lazim.
04:38Jangan sampai kaget-kaget
04:39dan jangan sampai itu tidak lazim.
04:42Nah, melalui pajak PNPP,
04:44pihak luar,
04:46yang lain-lain kan masih bisa.
04:48Nah, itu pertanyaan saya adalah
04:50kenapa konsepnya adalah
04:52windfall tax.
04:53Memang selama ini
04:54tarif yang berlaku, Pak.
04:57Apakah perlu dievaluasi?
04:58Apakah ada yang tidak optimal
05:00dengan regulasi yang sekarang
05:02tentang tarif, Pak?
05:03Ya, intinya kan
05:06tarif PPH badan itu kan
05:07tarif tunggal ya, 22%.
05:09Itu dari PPH badan saja.
05:11Kan jenis pajaknya masih banyak ya.
05:13Tapi dari PPH badan saja,
05:15yang itu common saja.
05:16PPH badan itu ditarik apabila
05:19perusahaan mengalami keuntungan.
05:2122%.
05:22Kesterhana ya, 22%.
05:24Nah, bagaimana kalau kita naikkan
05:25ke 25% atau 30%?
05:28Untuk kali ini saja.
05:30Untuk waktu ini saja.
05:32Selama pemerintah
05:33atau selama perusahaan itu
05:35memperoleh tambahan pendapatan
05:37yang tinggi karena faktor eksternal.
05:39Nah, pertanyaan selanjutnya adalah ini, Pak.
05:42Jadi, mekanisme penarapan wind vortex ini
05:45parameternya di laba berapa misalnya, Pak?
05:48Secara awam lah untuk menjelaskan
05:50Begitu laba kan dia
05:52kena pajak sudah.
05:53Betul.
05:54Laba, dia laba-laba.
05:55Setelah dikurangi dengan biaya-biaya,
05:57pokoknya laba net.
05:58Net itu kan lalu dia kena
06:02kena apa, pajak ya.
06:04Nah, pajaknya kan selamanya 22%.
06:06Single rate.
06:08Kalau dirubah gimana caranya?
06:10Ada dua nih.
06:10Dengan PRPU
06:11atau dengan undang-undang
06:13APBN perubahan.
06:16Jadi, caranya
06:18juga cara legal.
06:20Caranya
06:21dengan melakukan undang-undang
06:23karena tarif 22% itu
06:25tidak ada di undang-undang.
06:27Maka merubahnya juga
06:28harus melalui undang-undang.
06:29Baik.
06:30Pak, saya punya data.
06:32Nah, ini dia.
06:33Penerimaan negara
06:34bukan pajak.
06:35Kalau misalnya
06:35seperti
06:36Winfall Tax
06:37berarti masuknya ke penerimaan negara
06:38bukan pajak ya, Pak?
06:39Ada dua.
06:40Pajak dan PNPP.
06:42Baik.
06:42Dua-duanya ya.
06:43PNPP sama pajak.
06:44Tergantung bagaimana
06:45treatment kita
06:46terhadap
06:47Winfall Profit tersebut.
06:48Nah, yang besok
06:49yang Bapak konsepkan adalah
06:51yang pajak
06:52atau yang tarif?
06:53Dua-duanya.
06:54Kalau dua-duanya,
06:55kalau diam saja,
06:56ini pasti naik sudah.
06:57Kayak ini loh.
06:58naik tuh ini.
06:59Ini kan nggak ngapa-ngapain kita.
07:01Intensifikasi penagihan saja.
07:03Pengawasan.
07:04Oversight.
07:05Naik.
07:06Karena harga kan naik.
07:07Sekarang harganya
07:08rata-rata sudah
07:0990 persen.
07:1090 dolar
07:11harganya.
07:12Asumsi HPPN kan
07:13di bawah itu.
07:14Ya, itu sudah dapat
07:1520 kan.
07:16Ya kan?
07:17Kalau harga 100
07:18dapat lebih nggak?
07:19Iya, 30.
07:20Kalau diam saja
07:20dapat lebih tuh.
07:22Otomatis tuh.
07:23Nah, kalau kita
07:25melakukan intervensi
07:27lebih tinggi lagi.
07:28Kenapa lebih tinggi?
07:29Karena kita butuh
07:29untuk nutup subsidi.
07:31Pak, kenapa
07:32itu harus
07:34diregulasi
07:34secara
07:35rigid ya, Pak?
07:36Kalau misalnya
07:36harus menutup
07:37subsidi,
07:38kenapa nggak langsung
07:38minta Pertamina aja, Pak?
07:40Jadi keuntungan
07:40lebihnya Pertamina
07:42untuk nutup
07:56dari operasi
07:57K3S-nya
07:57atau operasi
07:58lifting-nya
07:59produksinya.
08:01Ya kan?
08:01Nah, tapi Pertamina
08:03harus
08:03menyalurkan
08:05subsidi.
08:06Harganya
08:06dipatok.
08:07Sehingga kan
08:08Pertamina harus
08:09nombok.
08:09Ya nggak apa-apa
08:10di offset saja.
08:11Jangan HPPN dong.
08:13Offset saja.
08:13Mungkin dia sudah
08:14mendapatkan upside.
08:15Belum lagi,
08:16mungkin bisa juga
08:17yang saya usulkan
08:18di tulisan saya itu
08:18misalnya,
08:19kan dia store
08:20dividen kerjaan antara.
08:23Ya,
08:24dividennya dikurangi dulu.
08:24sementara kan setengah
08:26apa-apa setahun kan?
08:27Setahun sementaranya.
08:28Ya, dipakai untuk
08:29nutup subsidi.
08:30Kan dia dapatkan
08:31rainfall.
08:33Kan dia perusahaan
08:35BUMN kan?
08:36Mestinya bisa gitu.
08:38Jadi sebelum kita
08:39melakukan untuk
08:40perusahaan-perusahaan
08:41yang lakukan sendiri
08:42untuk yang Pertamina dulu.
08:44Oh, baik.
08:44Tapi itu semuanya
08:45dimasukkan dalam
08:47kerangka perubahan
08:48anggaran pendapatan
08:49dan belanja negara.
08:50Perubahan.
08:51Ya.
08:52Di APBNP perubahan.
08:53Ya, itu supaya
08:54semuanya itu bisa
08:55transparan
08:56dan bisa legal.
08:58Kalau merubah tarif itu
08:59instrumennya apa?
09:01Kalau merubah volume
09:02instrumennya apa?
09:04Gitu kan?
09:04Kalau merubah asumsi
09:06instrumennya apa?
09:07Baik, Pak.
09:08Ini konteksnya
09:08Pak Anggito,
09:09Prof. Anggito
09:10sebagai ekonom.
09:11Ya.
09:13saya ingin,
09:15oh, masih tetap sama sih Pak
09:16ini.
09:17Dengan adanya
09:19windfall,
09:20potensi naiknya berapa?
09:22Tapi ini tentang
09:24PNBP ya Pak?
09:24Iya, begini.
09:25Penerimaan negara aja.
09:26Windfall
09:27normal.
09:28Normal.
09:29Windfall normal itu artinya
09:30tidak ada perubahan tarif.
09:32Kita mengundangkan
09:33pengalaman 2008.
09:35Pengalaman 2008
09:36menunjukkan bahwa
09:38penerimaan negara kita
09:40itu naik 10%.
09:42Ya, 10%.
09:44Terus kemudian
09:45tahun 2008
09:47DCP itu
09:49melebih target.
09:52Lebih target tuh.
09:53Belum pernah terjadi sebetulnya sih.
09:552008 melebih target.
09:58Melebih target
09:58kenapa?
09:59Karena windfall.
10:01Dan itu belum
10:01terjadi lagi sekarang?
10:03Belum.
10:03Nah, yang kedua.
10:05Bisa gak kita naikkan?
10:05Ya, bisa.
10:06Kalau kita naikkan tarif,
10:08bisa.
10:09Kalau sisanya kan
10:10yang menikmati pengusaha.
10:13Kalau bisa pengusaha
10:14itu share dong
10:14kepada negara.
10:15Dia juga mendapatkan
10:16windfall.
10:17Kan gitu kan?
10:18Itu aja konsepnya.
10:19Dan itu bisa berlaku
10:21untuk semua jenis
10:23komoditas
10:24komoditas
10:25dan
10:26barang-barang
10:27mineral ya.
10:29Tambang mineral.
10:31Kita lihat satu-satu ya.
10:33Nanti konsekuensi
10:34hukumnya,
10:35pelegalitasnya
10:35dan sebagainya
10:36harus dilihat kembali.
10:37Karena kan macam-macam ya.
10:39Minyak,
10:40batubara,
10:41CPO,
10:41dan lain-lain
10:42itu kan beda-beda ya.
10:43Nah, itu dilihat detailnya
10:44silahkan dilihat oleh
10:45ESDM
10:46sama Kementerian Keuangan.
10:47Pak, penegasan deh.
10:48Penegasan.
10:49Jadi nanti ini
10:50windfall tax ini
10:51masuknya bisa ke
10:52jalur mana tarif yang
10:53which is itu ada di kamarnya
10:55BA Cukai,
10:55BC,
10:56atau ada kamar lain juga
10:57yang bisa?
10:57Saya kira polisi pemerintah dulu
10:59mau apa?
11:01Kalau pemerintah itu
11:02mau nutup subsidi
11:03dari sini,
11:05ya kita harus
11:06hitung
11:07supaya nutup subsidi.
11:10Nutup tambahan subsidi.
11:11Maaf.
11:12Nutup tambahan subsidi.
11:14Ya kan?
11:14Katakan tambahan subsidi
11:15nya berapa?
11:16Katakanlah gitu ya.
11:17Dengan harga
11:18120.
11:18Kalau sisa waktu ini
11:20adalah harga di atas
11:21100 dolar.
11:23Ya.
11:23Maka
11:24cari penerimaan
11:25supaya bisa nutup
11:26100 dolar tersebut.
11:27100.
11:28Ya.
11:29Gapnya ya.
11:30Nutup gapnya ya.
11:31Biar tidak terlalu lebar ya.
11:31100 gitu.
11:32100 triliun.
11:33Misalnya 100 triliun rupiah ya.
11:35Cari gapnya.
11:37Mana ini naikin.
11:38Gak apa-apa naikin.
11:40Gak apa-apa.
11:40Karena apa?
11:41Mereka memperoleh
11:42rejeki nomblo.
11:43Rejeki nomblo itu
11:45wajib dinikmati oleh
11:46rakyat Indonesia.
11:48Kan gitu.
11:49Karena perusahaannya
11:50datang ke sini
11:51di tanah Indonesia
11:52seperti itu maksudnya.
11:53Minimal.
11:54Kekayaan negara
11:54di kewala negara
11:56untuk kepentingan rakyat
11:57seluas-seluasnya
11:58seperti itu.
11:58Ya betul.
11:59Konsepnya itu ya Pak.
12:01Saya punya
12:02grafiknya Pak Anggito.
12:04Prof Anggito
12:05ini
12:06tentang konsep
12:07windfall tax
12:08dan
12:08bagaimana sih
12:10gap subsidi itu
12:11semakin melebar
12:12ketika harga minyak
12:13juga naik.
12:14Tapi setelah ini
12:15saya akan kembali
12:16sekaligus menjawab
12:17tantangan windfall tax
12:18apakah ini menjadi
12:19sentimen negatif
12:20untuk perusahaan
12:21atau justru
12:22sebenarnya tidak akan
12:23berpengaruh
12:24kalau dipungutnya
12:24lewat PPH.
12:25Saya akan kembali.
12:44saya akan kembali
12:46dengan Profesor
12:47Anggito
12:48Abimanyo.
12:48Prof punya
12:50bagan
12:51sebenarnya
12:52tentang penerimaan negara
12:53bergantung pada
12:53kebijakan yang diambil.
12:54ini saya munculkan
12:56di layar
12:57fullnya.
12:59Prof, dalam konteks
13:00subsidi
13:01ada apa sih
13:02dengan subsidi kita
13:03yang
13:04dihubungkan dengan
13:06beban fiskal kita
13:07terutama
13:08defisit APBN
13:09Prof?
13:09kan subsidi itu
13:12selisih antara
13:13harga yang berlaku
13:15dan harga yang
13:16ditetap oleh
13:16pemerintah.
13:18Harga yang ditetap oleh
13:19pemerintah kan
13:19tidak berubah.
13:21Harga yang berlaku
13:22berubah karena
13:23harga minyak naik
13:24karena nilai tukar
13:26melemah.
13:27Jadi
13:28subsidi
13:29akan naik
13:29karena kita
13:31tidak melakukan apa-apa
13:32kecuali
13:32sekarang kita lakukan
13:33dengan mengurangi
13:34konsumsi
13:35melalui WFH
13:38penjatahan
13:39tanda petik
13:39untuk yang
13:42BBM
13:42bersubsidi
13:43sama yang
13:44non-subsidi.
13:45Jadi
13:45akan terjadi
13:47kenaikan subsidi
13:48BBM.
13:48Pengeluaran subsidi
13:49BBM yang akan naik.
13:50Nah
13:50kalau kita tidak
13:52melakukan perubahan
13:53apa-apa
13:53terhadap subsidi tersebut
13:54maka subsidi itu
13:55harus dibayar.
13:57Nah sekarang
13:58subsidi itu
13:58kalau dalam
13:59subsidi yang cukup besar
14:00BBM sama listrik
14:02BBM itu dibayar
14:03melalui Pertamina
14:04listrik melalui PLN
14:06bayarnya kan
14:07tiga bulan sekali
14:08tiga bulan sekali
14:10jadi sekarang
14:10setelah lama ini
14:11ya ditanggung oleh
14:12Pertamina
14:12betul gak?
14:14Ya kan?
14:15Nanti policy-nya masih sama
14:16sehingga berupa.
14:17Nah jadi bagaimana
14:18kita cara
14:18membayar subsidi
14:19besar
14:20yaitu adalah
14:21dengan pendapatan
14:22kita yang meningkat.
14:24Pendapatan meningkat itu
14:25karena
14:25windfall otomatis
14:27yang kedua
14:28karena
14:29windfall administratif
14:30saya sebutkan.
14:32Otomatis itu ya
14:32udah
14:33yang seperti bilang
14:34kita kan dapatkan
14:35penerimaan yang lebih tinggi
14:37ya
14:37tapi gak cukup
14:40ya kan?
14:40Gak cukup kan
14:41untuk menutup subsidi
14:43nah sekarang
14:44kita lakukan
14:45policy intervensi
14:46supaya
14:47penerimanya lebih tinggi lagi
14:48supaya bisa
14:49menutup gap
14:50dengan
14:51belanja
14:52supaya
14:53divisinya gak meningkat
14:54atau kalau meningkat
14:56itu manageable.
14:57kalau misalnya
14:58tidak ada
14:59perubahan
15:00di angka
15:01penerimaan negara
15:02sedangkan
15:03harga minyak
15:03naik terus
15:04subsidi
15:06naik kan
15:07beban-beban
15:08fiskal juga
15:09kan pasti naik.
15:11Nah gap-nya
15:12seperti apa sih
15:13Prof?
15:14Ya pokoknya
15:15kalau ini
15:15subsidi di sini
15:16penerimaan di sini
15:17sekarang kan
15:18kita itu
15:19net
15:19negatif ya
15:21negatif ya
15:21nah ini kan
15:23akan naik
15:23bersamaan naiknya nih
15:24ya kan
15:25subsidi naik
15:26penerimaan juga
15:28naik nih
15:28ya kan
15:29nah
15:30gimana cara
15:31supaya ini
15:32menutup
15:32jadi gapnya
15:35lebih kecil
15:35gak apa-apa
15:36subsidi naik
15:37karena ini kan
15:37beban masyarakat
15:38supaya beban masyarakat
15:40tidak berat
15:41yaudah
15:41windfallnya
15:42yang dari pengusaha
15:43pengusaha patu bara
15:44sawit
15:45nikel
15:45timah
15:46emas
15:47tembaga
15:48ambil deh
15:49tapi mereka juga
15:50mendapatkan
15:51penerimaan naik
15:51jadi ini
15:52ditipiskan gitu
15:53nah
15:54sisanya dari mana
15:55potong itu
15:56rasionalisasi
15:57anggaran-anggaran
15:58KL
15:58anggaran-anggaran
15:59yang gak perlu
16:00gitu
16:00itu
16:01jadi sebetulnya
16:03kalau kita
16:03gak anggap-anggap
16:04akan naik nih
16:05tapi kalau kita
16:07ingin mendapatkan
16:08upside namanya
16:10ya
16:10capnya diperkecil gitu
16:12supaya
16:12subsidinya itu
16:14bisa terbayar
16:15dari
16:15windfall
16:17penerimaan
16:18kita yang berasal
16:19khususnya dari
16:20sumber di alam
16:20kalau konteksnya
16:22sekarang yang lagi
16:22apa ya
16:23yang menjadi
16:23public concern
16:25adalah harga minyak
16:26ya Prof
16:26ini
16:27ya memang APBN
16:28janji tidak
16:29tidak menaik
16:30apa
16:31menjaga BBM
16:32tidak naik
16:33ya harga BBM
16:34tidak naik
16:34tapi apa
16:35apa jadinya
16:36kalau
16:36konsep
16:37windfall tax ini
16:38tidak berjalan
16:40tidak ada lah
16:43otomatik aja
16:44devisinya di berapa deh
16:45oh gini
16:46jadi kalau
16:47windfall selalu ada
16:48cuma otomatik
16:50windfall namanya
16:51ya kan
16:52sekarang gampangannya
16:53begini
16:53harga Januari
16:54itu minyaknya
16:56harga 60
16:56betul
16:57sekarang harganya berapa
16:58udah lihat 100
17:00ya 100
17:00kan 60
17:02pendapatan
17:03Pertamina
17:04pendapatan
17:05K3S
17:06kontraktor
17:07production sharing
17:07kan naik
17:0860
17:09sama 100
17:11tapi subsidinya
17:12juga naik
17:13ya
17:14itu yang namanya
17:15otomatik windfall
17:16makanya sekarang
17:18penerimaan negara
17:18penerimaan pajaknya
17:20akan naik
17:20ya kan
17:21Januari Februari
17:22itu salah satunya
17:23salah satunya lah ya
17:24itu karena
17:25kenaikan dari
17:26PPH
17:27atas
17:27perusahaan-perusahaan
17:29yang terkait dengan
17:30sumber daya alam
17:31oke
17:32oke
17:33nah
17:33tapi cukup
17:34enggak cukup
17:35karena
17:36subsidi ini
17:37kena hit 3 ini
17:38satu
17:39harga
17:40rupiah
17:40yang kedua rupiah
17:41yang ketiga
17:43adalah volume
17:43kali ya
17:44ya kan
17:45harganya masih murah
17:46sehingga
17:46kemungkinan
17:47masyarakat itu
17:48berkonsumsi
17:49ya kan
17:50harganya relatif
17:51murah
17:51gitu
17:513 kena 3
17:53jadi bisa gap
17:54nah
17:54sekarang pemerintah
17:55ngambil satu nih
17:56yang konsumsinya aja
17:57harga
17:58sama kurs kan
17:59udah gak bisa dilakukan
18:00secara
18:01lebih
18:02apa signifikan
18:03udah lah naik
18:04nah sekarang
18:04penerimaannya
18:05yang kita harus
18:06kejar
18:07supaya gapnya
18:08lebih kecil
18:09itu
18:10beban
18:10beban fiskalnya
18:11lebih kecil
18:11nah
18:12menurut saya
18:12semungkinkan
18:13apalagi kalau pemerintah
18:14mengikuti jalannya
18:16Meksiko
18:162008
18:182008
18:19ini nanti
18:20ditayangkan di belakang
18:21ya
18:21ini adalah
18:22cerita yang
18:23dijadikan
18:24apa namanya
18:26deal
18:27best deal
18:28tahun 2008
18:29ini namanya
18:30Agustin Karsten
18:31Menteri Keuangan
18:32itu
18:33waktu itu
18:33di dalam
18:34forum G20
18:35dia
18:36mengambil ide ini
18:37untuk melakukan
18:38put option
18:39terhadap harga minyak
18:40harga minyak
18:41pada waktu
18:41iya ya
18:43harga minyak
18:44waktu itu
18:4480
18:44kemudian
18:46naik ke
18:46140
18:48kemudian
18:49dia melakukan
18:50hedging
18:50pada harga
18:51120
18:52harganya jatuh
18:53nah dia
18:54mendapatkan
18:54profit
18:55dari sini
18:55dia
18:56volumenya
18:57330 juta
18:58harganya
18:5970
19:00yang dikunci
19:01di harga 70
19:02investasi
19:031,5 miliar
19:04FI masih nilai
19:059,5 miliar
19:07sehingga
19:07profit versinya
19:08adalah 8 miliar
19:09saya mau melakukan
19:10namanya Pemex
19:12Pemex itu
19:13Pertaminanya
19:13Meksiko
19:15dan antara
19:16bisa di eksplor
19:17ini
19:17bisa di eksplor
19:19karena kalau
19:19kondisinya
19:20insya Allah
19:20normal ya
19:21artinya
19:22kalau
19:22ceasefire
19:23dan sebagainya
19:23harga minyak turun lagi
19:24ini harga minyak
19:25bukan
19:26harga pasar
19:27baratnya
19:28di sini sementara
19:29ya
19:29kita melakukan
19:30hedging
19:31ketika harga turun
19:32dia akan
19:33mendapatkan
19:33harga 70
19:34misalnya
19:34ini 120
19:35harga 100
19:37dia mendapatkan
19:38profit
19:38karena dia dijamin
19:40pada harga
19:41tersebut
19:41nah ini
19:42salah satu
19:43silahkan
19:45dipelajari
19:45saya sudah
19:46sampaikan ke Pak Pandu
19:47dan antara
19:49baca itu
19:50Financial Times
19:51tahun itu
19:53masih ada
19:53ini saya ambil
19:54juga dari
19:55potongan
19:56di Financial Times
19:57dan ada
19:57analisisnya
19:59mengenai
20:00deals
20:00or the best deal
20:01in the world
20:02waktu itu
20:02nah
20:03ini
20:04kalau kita
20:04mau
20:05nambah lagi
20:06explore lagi
20:07dan ini bisa
20:08dilakukan juga
20:09untuk commodity lain
20:10toh sebetulnya
20:10Pertamina kan
20:13pemerintah
20:14milik pemerintah
20:15sehingga bisa
20:16dilakukan
20:16kalau dulu mungkin
20:18sedikit ya
20:18Pertamina
20:19produksinya
20:20sekarang sudah
20:20mayoritas
20:21dia
20:22jadi dia bisa
20:23melakukan
20:23jadi bisa
20:24di exercise
20:24ada biaya
20:26ada namanya
20:27asuransi
20:27dia bayar
20:28premi kan
20:28tapi kalau
20:29harga turun
20:30dia mendapatkan
20:31upside
20:32dari harga
20:33yang ditetapkan
20:34nah ini adalah
20:35opsi kedua
20:36opsi pertama
20:37lakukan ini dulu lah
20:37kalau itu
20:38otomatik
20:39kemudian administratif
20:40yang ketiga adalah
20:41semacam
20:42boot option
20:42Prof
20:43what if
20:45situasinya
20:46memburuk
20:47minyak
20:47bergerak
20:48di harga
20:48120
20:49seperti
20:50waktu
20:50140
20:51bahkan
20:52seperti
20:532028
20:54tanpa
20:55penerimaan
20:56tambahan
20:57defisit kita
20:58ada di batas
20:59berapa
20:59kalau saya mengikuti
21:00angkanya dari
21:01Pak Erlangga aja
21:02menurut beliau
21:03kan 4%
21:04dari defisit
21:05dari BDP
21:07berarti kan
21:081% di atas
21:09undang-undang
21:10undang-undang
21:11meskipun undang-undangnya
21:12kan ada di
21:13penjelasan ya
21:14tapi itu kan
21:15sudah menjadi norma
21:164%
21:17nah itu
21:18gimana
21:18ada 2 caranya
21:20sama
21:20itu
21:22seperti
21:22melihat
21:23terpada
21:23cerita
21:24mengenai
21:25covid kan
21:26juga begitu kan
21:26pernah kan
21:27yang kedua
21:28ya
21:28PERPU
21:29atau
21:29PERPU
21:29atau undang-undang
21:30BPNP 2
21:31atau undang-undang khusus
21:32ya
21:33undang-undang khusus
21:33jadi
21:34silahkan
21:35di eksplor itu
21:35nah
21:36yang penting
21:37buat
21:37pelaku ekonomi
21:38itu
21:39ada kepastian
21:40kalau
21:4164%
21:42ya
21:43itu dari mana
21:44sumber
21:44pembiayaannya
21:45itu aja
21:46pastikan
21:47jangan dari market lagi
21:48kan dari market
21:49itu kan marketnya
21:51kan pasti
21:51mahal harganya
21:53cari
21:54pembiayaan yang lebih murah
21:55stand-by facility
21:56misalnya
21:57yang penting
21:58ada dulu
21:59seperti tahun 2008
22:00sama
22:01sama juga
22:02ya 2008 itu
22:04kita mendapatkan
22:05stand-by facility
22:063,5 miliar dolar
22:07itu hanya untuk
22:09nakut-nakuti aja
22:10nanti gak dipakai juga
22:12karena
22:12defisitnya
22:13terlalu lebih rendah
22:14jadi
22:16yang penting
22:16market tenang
22:18bahwa
22:18dia tidak
22:18akan memiliki
22:19pasar
22:19kalau dia pinjaman
22:21itu dari multilateral
22:22itu ada capital inflow
22:24bisa memperkuat rupiah
22:25tapi juga ada
22:26memberikan sumber
22:27kepastian terhadap
22:28defisit
22:29anggaran yang akan naik
22:30karena
22:31faktor eksternal
22:32kalau faktor eksternal
22:33gak apa-apa kok mestinya
22:34dijelaskan aja
22:35kepada ratings
22:36dan sebagainya
22:37dijelaskan aja
22:38kepada market
22:39pada
22:40para investor
22:41bahwa kondisinya
22:42ini kan bukan
22:43satu-satunya
22:44dunia
22:46dan kita
22:47negara yang paling
22:48diuntungkan
22:49negara lain
22:50gak punya
22:50resources kok
22:51gak punya
22:51seberdaya alam
22:52gak bisa nutupi
22:52defisit
22:53sehingga harus
22:53menaikkan harga
22:54BPM di pasar
22:56kan kita tidak
22:58secara awap
22:59terakhir
23:00Prof
23:00bagaimana
23:01mengenalkan
23:02bukan mengenalkan
23:03menerapkan
23:04windfall tax ini
23:05agar tidak menjadi
23:06sentimen negatif
23:07bagi perusahaan
23:09karena
23:09tadi Prof
23:10Anggito juga bilang
23:11ini bisa lewat
23:12PPH
23:12yang harusnya
23:13tidak mengganggu
23:13arus kas
23:14korporasi
23:15seperti itu
23:15tetapi
23:16jika ada pertanyaan
23:17seperti itu
23:18bagaimana
23:18penjelasannya
23:19agar korporasi
23:20juga
23:20oh ada kepastian
23:22untuk
23:24berusaha
23:25ketika dia mau
23:27invest
23:27nanti kalau saya
23:28untungnya
23:28berapa
23:29ada durian
23:30jatuh
23:31ternyata saya
23:32dapat tambahan
23:33pajak nih
23:34pajak progresif
23:35seperti itu
23:36menurut saya
23:37semua
23:37plan itu
23:38harus
23:39komprehensif
23:39dan dijelaskan
23:41disampaikan
23:42kepada publik
23:44dan nanti
23:44kepada DPR
23:45itu ya
23:46menurut saya
23:47pintunya
23:48kapan bulan Mei
23:48karena Mei itu
23:49kan memang
23:50ada siklus
23:50APBN
23:51dan pemerintah
23:52harus menyampaikan
23:53progres
23:54satu semester
23:55ya
23:55Mei
23:56jadi itu
23:57waktunya
23:57jelaskan
23:58komprehensif
23:59penerimaan
24:00jadi berapa
24:01belanja
24:01jadi berapa
24:02ya
24:02divisi berapa
24:04financingnya
24:05dari mana
24:05nah itu
24:06jelasin
24:06semuanya
24:07kemudian
24:08sektor keuangan
24:09ada pengaruh
24:09nggak
24:10inflasi
24:10jadi berapa
24:11nilai tukar
24:12berapa
24:12jelasin
24:12semuanya
24:13setelah itu
24:14lalu
24:14actionnya
24:15apa
24:15satu
24:15dua
24:16tiga
24:16empat
24:17jelasin
24:18apa
24:18pengkhidmatan konsumsi
24:20yang kedua
24:21menarik
24:21windfall tax
24:22yang ketiga
24:23efisiensi
24:24anggaran
24:24di sektor mana
24:25sektor yang
24:27tidak
24:27sektor yang
24:29mungkin bisa ditunda
24:30tidak berkaitan langsung
24:31dengan publik
24:32layanan publik
24:34tidak berkaitan langsung
24:36belanja sosial
24:37yang dipakai
24:38untuk
24:38safety net
24:39ya
24:40beberapa
24:41investasi
24:41jangan
24:42pandang
24:42harus
24:42di
24:44tunda dulu
24:45misalnya
24:45berikutnya
24:46bagaimana
24:47kalau kita
24:48pola yang
24:48dengan
24:48Pertamina
24:49sama PLN
24:50bisa di
24:50set off
24:52dulu ya
24:52itu juga bisa
24:53dan antara
24:54bisa
24:54turun tangan dulu
24:55jangan
24:56diambil semua
24:57dividanya dulu
24:57sementara
24:58ini semuanya kan
24:59kita gak pernah tahu
25:00sementara itu
25:00satu tahun yang tadi
25:01iya
25:02kalau saya berharap
25:03bahwa ini kan
25:04settle nih
25:05harusnya
25:05kan gak mungkin
25:06perang terus kan
25:07gak mungkin
25:08perang terus
25:08ya
25:09Amerika juga
25:10capek
25:11Iran juga
25:12pasti tidak mau
25:13korban juga
25:13banyak
25:14negara-negara teluk
25:15juga pasti akan
25:16kesulitan
25:17harga
25:18selat
25:18hormus
25:19juga akan
25:19terus ditutup
25:20ini kan semuanya
25:21dampaknya luar biasa
25:23pasti
25:24satu-satu
25:24satu-satu taat
25:25itu ada
25:26ada kesadaran
25:28bersama ya
25:28karena Allah
25:30udah kasih
25:30berkata
25:31eh kalau kamu
25:31diterusin nih
25:32dampaknya bisa resesi
25:34habis-habisan loh
25:36menurut saya sih
25:37jalan itu masih ada
25:39closing statement
25:40secara singkat deh
25:41Prof
25:41bagaimana
25:42windfall tax ini
25:43tidak menjadi
25:44hal yang kontraproduktif
25:46untuk
25:46daya saing industri
25:47maknanya tadi saya bilang
25:48ini windfall ini
25:50harus dimasukkan
25:51dalam
25:52perencanaan
25:53BPN
25:53sehingga
25:54transparan
25:55ada debat publik
25:56ada pembahasan
25:58di DPR
25:58ya
25:59lalu kemudian
26:00ada regulasi
26:01yang memayungi
26:02ada komunikasi
26:04dengan investor
26:04dan publik
26:05itu kuncinya
26:06apalagi nanti kan
26:08S&P akan melakukan
26:09review rating
26:10Juni ya
26:10ya
26:11kemudian
26:12MSCI juga akan
26:13melakukan review
26:14dan sebagainya
26:15itu dijelaskan
26:15dengan baik
26:16ya
26:16supaya tidak ada
26:18kebijakan yang sifatnya
26:19spill-spill itu
26:20ini si ini
26:20ini si ini
26:21jadi kotak satu
26:22ini loh
26:23paket kita
26:25paket kita
26:26nah yang terakhir
26:27yang saya sampaikan
26:28begini
26:28kayaknya kita harus
26:30terbiasa dengan
26:30situasi seperti sekarang ini
26:32ya
26:32yang saya sebut sebagai
26:34the economics of war
26:35bukan perang
26:36artinya bukan perang
26:37tapi
26:37kita dalam perang itu
26:39kan kita harus punya
26:39jaga-jaga
26:40stand by
26:41contingency plan
26:42itu harus punya
26:43semua itu harus punya
26:44ya
26:45baik itu program-programnya
26:46untuk membangun
26:47kemandirian
26:48ya
26:49baik itu program-programnya
26:51untuk forward looking
26:52juga dan program-program
26:54untuk mempertahankan
26:56kesejahteraan
26:57masyarakat
26:57nah itu
26:58kayaknya desain ulang
27:00dari program itu
27:01memang harus
27:02didesain
27:02mulai 2027 ya
27:03ada atau tidak ada
27:05perang gitu
27:06jadi saya
27:07belajar dari
27:08ekonomi Iran
27:09Iran kan juga
27:10punya economics of war
27:12dia kan negara
27:13yang sudah
27:14di embargo
27:15puluhan tahun
27:16dikepung
27:17mana-mana
27:17tapi ekonomi
27:18tumbuh enggak
27:18tumbuh
27:19reserve-nya bagus
27:20enggak
27:20bagus
27:21ekspornya tinggi ya
27:22tinggi
27:23tapi dia mempersiapkan
27:25program ekonominya
27:26untuk mempertahankan
27:28dalam ekonomi
27:30dalam negerinya
27:31dan membuat
27:32ekonomi bisa
27:33mandiri
27:33nah itu saya kira
27:34cita-cita dari
27:36Presiden Prabowo
27:37kita mesti
27:38bantu itu
27:39ya
27:39mendesain
27:40program seperti ini
27:42seperti apa ya
27:43supaya
27:43kita punya daya tahan
27:44ekonomi yang jauh lebih
27:45baik daripada sebelumnya
27:46baik
27:47windfall tax
27:49ya kita
27:50kita lihat bagaimana
27:51nanti
27:52keperlanjutannya
27:53bagaimana respons
27:54pemerintah ya Pak
27:55tentang ini
27:55apakah menerima
27:56atau menerima
27:58dengan catatan
27:58atau bahkan
27:59harus siap juga
28:00kalau tidak berjalan
28:02dengan risiko
28:03deficit ya Pak
28:04ya
28:04itu semuanya
28:06enggak ada
28:07apa ya
28:08selalu ada
28:09trade-off
28:09ya ada trade-off
28:11dan ya selalu
28:13kebijakan
28:13semua kebijakan
28:14selalu ada blind spot-nya juga
28:15blank spot
28:16ya blank spot
28:18dan
28:19apa namanya
28:20memerintah itu kan
28:22tidak semua orang
28:23akan senang ya
28:23pasti ada pihak yang
28:25tidak senang
28:26ada yang senang
28:27kalau menyenangkan
28:28semua orang ya
28:29kita
28:30apa
28:31jualan es krim
28:32jualan
28:33tapi kan kritik itu
28:35juga bertujuan
28:36untuk membangun juga
28:37Pak
28:37saya
28:38tidak anti kritikal
28:40baik terima kasih
28:42saya di Amiga Saryanjaya
28:44bersama Prof
28:44Anggito Abimanyo
28:46pamit sehat selalu
28:47Prof
28:47terima kasih
28:48terima kasih
28:49terima kasih
Komentar

Dianjurkan