Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama


KOMPAS.TV - Usai perundingan Amerika Serikat dan Iran pada akhir pekan lalu yang tidak mencapai kesepakatan, dipastikan konflik kedua negara belum mereda.

Iran menyatakan meski negosiasi dengan Amerika Serikat gagal, jalur diplomatik akan terus berlanjut dan mengusulkan agar Rusia serta Tiongkok ikut terlibat dalam negosiasi tahap selanjutnya.

Apa yang akan terjadi jika Rusia dan Tiongkok ikut berhadapan dengan Amerika Serikat di meja perundingan? Dan apakah Amerika Serikat akan menyetujui hal tersebut?

Simak pembahasan KompasTV bersama Dubes Indonesia untuk Rusia 2008-2011, Hamid Awaluddin serta Guru Besar Bidang Geopolitik Timur Tengah Universitas Gadjah Mada, Siti Mutiah Setiawati.

Baca Juga LENGKAP! Guru Besar UI Ungkap Tujuan Iran Minta Rusia & China Gabung Negosiasi dengan AS, Untuk Apa? di https://www.kompas.tv/internasional/663058/lengkap-guru-besar-ui-ungkap-tujuan-iran-minta-rusia-china-gabung-negosiasi-dengan-as-untuk-apa

#iran #as #rusia #hormuz

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/663061/intens-hamid-awaluddin-guru-besar-ugm-bongkar-gagalnya-negosiasi-as-iran-rusia-china-terlibat
Transkrip
00:00Usai perundingan Amerika Serikat dan Iran pada akhir pekan lalu tidak mencapai kesepakatan.
00:05Dipastikan konflik kedua negara belum meredah.
00:07Iran mengatakan, meski negosiasi dengan Amerika Serikat gagal,
00:11jalur diplomatik terus berlanjut dan mengusulkan
00:14agar Rusia dan Tiongkok ikut terlibat dalam negosiasi di tahap selanjutnya.
00:19Apa yang terjadi jika Rusia dan Tiongkok ikut berhadapan dengan Amerika di meja perundingan?
00:25Dan kira-kira apakah Amerika Serikat akan setuju?
00:28Kami akan bahas bersama dengan Duta Besar Indonesia untuk Rusia 2008-2011,
00:35Pak Hamid Awaludin,
00:36serta ada Guru Besar Bidang Geopolitik Timur Tengah dari Universitas Gajah Mada,
00:41Ibu Siti Mutiah Setiawati.
00:44Selamat pagi Pak Hamid dan juga Ibu Siti.
00:47Assalamualaikum.
00:49Waalaikumsalam.
00:50Waalaikumsalam.
00:50Warahmatullahi wabarakatuh.
00:51Selamat pagi Mbak Adisti.
00:53Iya, saya ke...
00:54Selamat pagi Pak Hamid.
00:55Iya, saya ke Ibu Siti dulu.
00:56Ibu Siti, apa yang menjadi pertimbangan Iran untuk mengikut sertakan Tiongkok dan juga Rusia dalam negosiasi perundingan bersama dengan Amerika
01:08Serikat?
01:09Apakah ini menjadi strategi Iran untuk kemudian bisa dalam tanda kutip menyeimbangkan dominasi Amerika Serikat dalam hal ini?
01:18Ya, terima kasih Mbak Adisti.
01:21Jadi kalau pertimbangan pertama,
01:23saya rasa karena Iran itu kan seperti berjuang sendiri dalam menghadapi Amerika Serikat dan Israel dalam menghadapi serangan ini ya.
01:32Seperti tidak ada yang berada di belakang dia.
01:37Jadi dia mencari teman lah gitu.
01:39Tapi saya kalau saya melihat itu tidak mungkin diterima oleh Amerika karena syarat keberhasilan sebuah perundingan itu kalau memakai mediator,
01:51mediator itu harus netral atau harus bisa diterima kedua belah pihak yang sedang konflik.
01:57Saya yakin Amerika Serikat tidak mau menerima Rusia maupun Cina karena Rusia itu sekarang sedang memerangi Ukraina dan Amerika Serikat
02:10berada di belakang Ukraina ya.
02:12Cina sedang perang atau konflik dagang dengan Amerika.
02:17Saya rasa ini tidak memenuhi syarat sebagai keberhasilan perundingan karena kalau misalnya dipaksakan Amerika Serikat kemudian seperti tadi Pak Hikmah
02:28Hanto Yono memprediksi mungkin Amerika Serikat itu mau menerima.
02:33Tetapi itu jadi tidak akan berhasil perundingannya karena yang berkonflik itu penengahnya itu tidak netral, diterima oleh salah satu pihak.
02:48Sebetulnya perundingan Islamabad beberapa waktu yang lalu itu memenuhi syarat pertama bahwa kedua belah pihak itu punya bargaining position yang
02:58seimbang ya.
02:59Bahwa Amerika itu support power dan Iran mempunyai kartu truf Selat Hormuz, Selat Babel Manda, punya hubungan dengan Buti, dengan
03:09Hezbollah, dengan Hamas, dengan komunitasi ahdi surya itu kartu truf yang bisa dijadikan bargaining pada Amerika Serikat.
03:19Jadi itu memenuhi syarat keberhasilan di tempat netral Islamabad, bukan di Amerika maupun di Iran.
03:24Itu juga memenuhi syarat. Penengahnya Pakistan, Perdana Menteri Pakistan Syarif itu, Sabah Syarif itu diterima oleh kedua belah pihak.
03:35Jadi belajarlah dari ini bahwa ini sudah memenuhi syarat keberhasilan.
03:41Kegagalannya kan karena tuntutan kedua belah pihak itu tidak bisa dikompromikan.
03:47Jadi itu yang harus dipelajari, tuntutan Amerika Serikat maupun tuntutan Iran itu kan tidak bisa diaplikasikan.
03:57Iran menuntut Amerika Serikat mengganti, ini salah satu yang tidak bisa dilaksanakan, mengganti biaya perang.
04:04Yang sebetulnya kan kita harus sadar bahwa Amerika Serikat dan Israel lah yang memulai menyerang Iran ya.
04:12Jadi tuntutan bagi Iran itu masuk akal, mengganti semua biaya kerusakan yang dialami oleh Iran.
04:19Tapi bagi Amerika Serikat yaitu losing face ya, tidak mungkin itu dipenuhi.
04:24Jadi tuntutan Iran terhadap Amerika, terus Amerika menuntut celahat hormus dibuka.
04:30Nah itu kan bagi Iran itu kemudian menghentikan dukungan terhadap Guti, terhadap Iskula, terhadap Hamas.
04:38Ya itu juga tidak mungkin dipenuhi oleh Iran karena itu adalah penyangga kekuatan penyangga Iran di luar negara Iran ya.
04:48Jadi ini tidak ada kompromidan yang paling fatal dan paling adalah tidak ada jaminan keamanan bagi kedua belah pihak selama
04:58perundingan.
04:59Jadi ketika mereka berunding, Israel tetap ngebom Lebanon ya.
05:06Kita tahu sampai ada 3 TNI kita tewas.
05:10Kemudian Amerika Serikat juga tetap menyerang fasilitas nuklir Iran ya.
05:17Jadi di tengah perundingan kok masih ada keamanan apa, ancaman terhadap keamanan.
05:24Demikian juga Iran juga membalaskan, jadi sama-sama kedua belah pihak.
05:29Jadi yang perlu diperbaiki itu adalah syarat ini.
05:34Jadi diterapkan jaminan keamanan, kemudian kesepakatan yang bisa diterapkan.
05:42Kompromi padahal yang dianggap tidak urgen kedua belah pihak.
05:46Ini tidak ada kompromi.
05:48Hal-hal yang penting bagi kedua belah pihak jadi tuntutan.
05:51Oke, jadi kompromi yang substantif begitu ya terkait dengan pengajuan mengikut sertakan Tiongkok dan juga Rusia.
06:01Ini menurut Anda menjadi justru malah memperjauh begitu ya adanya nanti kesepakatan yang selanjutnya bisa dicapai.
06:11Begitu kalau menurut Anda, Bu Siti.
06:13Apakah Pak Hamid punya perspektif lain soal ini?
06:16Ya, saya sepakat bahwa kerlibatan Cina dengan Rusia pasti tidak diterima oleh Amerika.
06:25Itu harga diri.
06:26Harga diri ya.
06:28Nah, satu sisi secara strategi, ini pintar juga Iran nih ya.
06:34Dia mau melibatkan kedua itu supaya ada political leverage yang menekan Amerika.
06:39Ya, satu harga diri menolak, satu memainkan kartu.
06:45Nah, sekarang kan pertanyaannya mengapa ini gagal putaran pertama?
06:50Pertama, itu segi teknik perundingan.
06:54Mestinya mediator siapa? Pakistan melarang kedua belah pihak ya merilis poin-poin yang mereka mau bicarakan.
07:08Itu.
07:08Di mana-mana perundingan itu substansi yang hendak dibicarakan jangan dirilis ke publik dulu sebelum dibicarakan di meja perundingan.
07:19Nah, karena dirilis, terbuka, begitu ada yang tidak cocok, itu harga diri sudah kan?
07:27Jadi secara teknik memang ada masalah di situ.
07:32Masalah kedua memang itu adalah sikap Presiden Trump.
07:38Dia mau masukin negosiasi, tetapi lawan negosiasinya yang bernama Iran, dia tempatkan jauh di bawah posisi dia.
07:49Bagaimana mungkin?
07:51Negosiasi itu kan perseratannya, kedua belah pihak harus seimbang dulu.
07:57Coba kita uji ini ya, asumsi saya nih.
08:00Belum apa-apa, Trump sudah mengatakan, Iran have no options but to accept the proposal.
08:09Gimana caranya? Anda mau negosiasi?
08:11Dengan mendiktir dan mengintimidasi kan?
08:14Ini soal baga diri bangsa.
08:17Nah itu, jadi ada perseratan sikap yang tidak dipenuhi oleh Amerika sebelum memasuki medan negosiasi.
08:27Ketiga, 15 proposal Amerika, semua itu kewajiban bagi Iran, kecuali tiga hal.
08:36Ya tak?
08:37Kecuali tiga hal yang bukan kewajiban.
08:40Misalnya humanitarian aid, kemudian normalisasi hubungan.
08:45Selebihnya itu, Iran harus, Iran wajib.
08:49Bagaimana mungkin Anda mau bernegosiasi, kemudian Anda tidak beri orang haknya.
08:55Nah itu, ini yang menjadi catatan saya, mengapa perundingan ini gagal.
09:01Pertanyaan berikutnya, apakah ini gagal terus?
09:05Saya tidak melihat itu, pasti akan terjadi terobosan.
09:10Kenapa?
09:11Coba lihat ya.
09:12Ini kan ego sebagai negara super power, sebagai hegemonik yang menonjol.
09:18Nah sekarang, Trump sudah realistis kan, meskipun cara realismenya itu dengan sedikit berspekulasi.
09:28Misalnya begini, saya tidak peduli lagi, ini perundingan.
09:32Yang pasti kita sudah menang.
09:35Nah itu.
09:35Berarti, dia sudah merasa dia menang.
09:39Nah, kalau Amerika sudah merasa menang, maka tidak mungkin lagi dia ngoyo ke depan.
09:46Ini kan, tipping face ini.
09:50Kedua, alasannya nanti bahwa dia berhenti perang, karena dia sudah membunuh presiden, pemimpin Iran, Ali Khamenei.
10:01Ketiga, dia bisa beralasan bahwa secara militer, kami komplit di menang.
10:09Meskipun itu tidak benar.
10:12Karena sampai minggu kelima ini, perlawanan Iran lumayan.
10:17Dia bukan ayam sembelihan.
10:20Nah, tinggal memanage sebenarnya ini, ego teramian sudah mulai menurun.
10:25Meskipun, ya, kemudian dicari format agenda yang bisa bertemu.
10:34Ya, ini sebetulnya.
10:35Jadi kalau saya melihat kegagalan ini, selain secara substantif, memang belum bisa dipertemukan,
10:43ini soal gaya, soal attitude memasuki perundingan.
10:46Oke, ini walaupun kemarin sempat mengalami kebuntuan begitu, tapi kita harus berharap betul di perundingan selanjutnya, negosiasi selanjutnya,
10:58ini akan menghasilkan setidaknya ada kesepakatan-kesepakatan yang kemudian mencapai perundingan yang mencapai negosiasi yang lebih baik daripada sebelumnya.
11:09Ya, dengan catatan, Rusia dan Cina tidak terlibat. Itu catatannya.
11:18Apakah itu akan diterima oleh Iran? Itu kan pertanyaannya. Karena ini kan yang diajukan oleh Iran.
11:23Begini, begini. Pengajuan nama Cina dengan Rusia ini kan belakangan setelah gagal perundingan, ya.
11:32Jadi dari awal, Iran tidak memasukkan itu sebagai agenda.
11:39Karena begitu Cina dan Rusia ikut, ya pasti resistensi Amerika sangat mengental.
11:46Soal harga diri, ya. Soal harga diri.
11:50Oke, ketika justru Iran mengajak atau mengikut sertakan Tiongkok dan juga Rusia, tentu saja Amerika Serikat akan lebih resisten, begitu
12:01ya.
12:01Ketika kemarin sempat meredah, begitu ya, tensinya.
12:05Nah, tapi kemudian pada paket sebelumnya, ada yang mengatakan begini.
12:09Kalau tidak salah, media Iran mengatakan, tugas Pakistan ini terlalu berat ketika untuk melakukan negosiasi.
12:19Bagaimana Anda merespon ini, Pak Hamid?
12:21Ya, sebenarnya posisi Pakistan itu sudah benar sebagai mediator, ya.
12:30Sebagai mediator.
12:31Hanya itu tadi.
12:33Ada hal teknis yang luput dari kalkulasi Pakistan sebagai mediator.
12:43yakni, mestinya Pakistan memberitahu Amerika dengan Iran, bahwa tidak ada proposal masing-masing itu dirilis sebelum perundingan.
12:56Itu secara teknis.
12:58Itu langkah yang menurut saya kurang tepat itu.
13:04Kedua belah pihak merilis keinginannya sebelum meja perundingan.
13:10Oke, jadi ada beberapa hal yang kemudian menurut Anda mutlak, begitu ya, ada kesalahan mutlak yang kemudian dilakukan sebelum perundingan
13:19itu atau negosiasi itu berlangsung, begitu.
13:21Salah satunya adalah masing-masing kedua belah pihak merilis soal pokok-pokok apa yang ingin diajukan, begitu.
13:29Bagaimana dengan Bu Siti melihat ini?
13:31Kalau dikatakan Pakistan terlalu kecil untuk menjalankan tugas yang cukup berat ini, Bu Siti?
13:38Ya, jadi begini.
13:40Memang kalau secara teori ya, mungkin Pak Hamid kan juga dari akademisi.
13:45Itu ada syarat pra-perundingan dan selama perundingan dan hasil perundingan.
13:50Jadi terima kasih Pak Hamid memberi pencerahan saya juga bahwa syarat sebelum perundingan itu tidak dipenuhi, yaitu memang harus kedua
14:01belah pihak harus menerima.
14:03Itu kita bisa belajar dari perundingan dengan GAM ya.
14:06Dulu kita ada penengahnya Mahdi, Arti, Syari itu menjadi, mungkin Pak Hamid dulu menjadi juga Duta Indonesia ya dalam menengahi
14:18GAM.
14:18Dia kan, kita didesak jangan NKRI harga mati, NKRI harga mati.
14:25Juga jangan GAM itu mengatakan kemerdekaan Aceh, kemerdekaan Aceh yang tidak akan ketemu.
14:32Kedua belah pihak harus menaruh itu dulu, tuntutan yang utama dulu, baru kita mau berunding.
14:42Itu memang betul.
14:43Jadi dalam hal ini, Pak Kisan sebagai penengah itu memenuhi syarat dalam hal dia itu netral.
14:51Dia punya hubungan baik dengan kedua belah pihak ya, baik dengan Amerika Serikat karena dia punya nuklir yang itu didukung
14:57oleh Amerika.
14:58Dan dengan Pak Kisan itu di dunia Islam, Iran dan Pak Kisan tidak tercatat pernah mempunyai ketidakharmonisan hubungan.
15:08Jadi itu sebetulnya memenuhi syarat ya.
15:11Yang menjadi masalah di sini adalah kedua belah pihak menuntut yang sesuatu yang tidak bisa dikompromikan.
15:19Jadi tugas Pakistan memang mencari sesuatu yang bisa dikompromikan, yaitu syarat hormus gitu ya.
15:28Kalau menurut saya syarat hormus itu dikompromikan bahwa Iran harus membuka dengan catatan mungkin yang menjadi penengah adalah
15:37yang lewat di situ harus membayar retribusi yang itu sebetulnya wajar saja semua kapal yang melewat selat Gibraltar maupun terusan
15:46Swiss yang saya tahu ya di negara Timur Tengah itu memang membayar retribusi.
15:51Mungkin retribusinya dinaikkan atau bagaimana itu yang bisa dikompromikan.
15:56Kemudian ya dan tuntutannya adalah Amerika Sikat harus menekan Israel untuk tidak melakukan penyerangan gitu ya selama perundingan ini mungkin
16:07ya karena
16:08kan ini juga dalam perundingan gencatan senjata selama dua minggu yang sudah dimulai seminggu yang lalu.
16:15Jadi ini ada tuntutan dari Iran supaya Amerika Sikat menekan Israel tidak melakukan pelanggaran keamanan selama perundingan.
16:29Tapi buktinya kan tidak dilakukan. Jadi ini syarat-syarat perundingan juga kurang dipenuhi.
16:36Ini yang bisa dilakukan oleh Pakistan ya menekan Amerika untuk mengatakan pada Israel tidak melakukan serangan selama perundingan
16:45dan kemudian menekan Amerika untuk menghentikan serangan juga tapi sekaligus juga mengusulkan kepada Iran
16:52jangan menuntut yang sesuatu yang tidak bisa dipenuhi oleh Amerika Sikat.
16:58Ya misalnya membayar itu tadi ya harus membayar ganti rugi perang itu kan tidak bisa dipenuhi
17:05karena mungkin dari segi finansial bisa tapi itu istilah Pak Hamid tadi harga diri ya itu tidak mungkin bisa dipenuhi.
17:15Jadi seperti itu.
17:17Oke oke jadi ada beberapa evaluasi yang harus dilakukan oleh Pakistan dan juga Iran dan juga Amerika Sikat
17:24untuk bisa mencapai kesepakatan dalam negosiasi perundingan selanjutnya.
17:29Ya tidak mengganti penengahnya karena penengah ini kalau saya lihat sudah memenuhi syarat.
17:35Tinggal dibenahi saja mungkin untuk seperti kata Pak Hamid tadi bisa sebagai penengah Pakistan bisa menuntut Amerika Sikat maupun Iran
17:46untuk kompromi untuk tidak melakukan ini dan itu.
17:49Oke nah bagaimana Pak Hamid melihat ini kalau kita lihat kan soal Trump yang ingin memblokade selat hormus begitu
17:57apakah ini tidak makin memperparah jurang kesepakatan negosiasi di perundingan selanjutnya Pak Hamid?
18:05itu pasti akan memperpelik persoalan karena tidak ada satu negara pun di dunia ini termasuk sekutu Amerika di Eropa
18:16yang menyetujui keinginan Trump itu.
18:20Pertanyaan berikut apakah Trump melakukan?
18:23Menurut saya per hari ini itu hanya menggertakan.
18:28Tidak mudah melakukan itu karena seluruh dunia akan protes.
18:34Itu satu ya.
18:35Yang kedua menurut saya Trump tidak bisa lagi melanjutkan perang.
18:42Tidak mungkin.
18:42Jadi secara ekonomi sejak perang tanggal 28 Februari sampai sekarang
18:49Amerika itu sudah mengeluarkan biaya 17.129 triliun rupiah.
18:5717.000 ya itu dulu ya.
19:01Per hari Amerika harus mengeluarkan 2 miliar dolar untuk membiayai perang.
19:07Dan itu tidak mudah.
19:09Jadi ini semata-mata kita harus memanage ego satu orang di dunia ini yang bernama Trump.
19:19Itu.
19:20Karena secara finansial Amerika tidak mampu lagi melanjutkan perang.
19:25Itu pasti.
19:26Belum lagi tekanan domestik.
19:29Amerika kan?
19:30Ini kan sudah 14 juta orang yang memprotes ini di Amerika.
19:37Lalu ya harus memang saudara kita Pakistan lincah bermanuper, mencari celah, dan harus dimulai dengan persamaan dulu yang mana kira
19:52-kira idenya sama.
19:53Itu dulu yang dibicarakan.
19:55Jangan langsung yang berbeda.
19:57Ini sekali lagi soal teh.
19:58Salah satunya Salat Hormuz kan pastinya yang bisa dikompromikan.
20:03Persis.
20:04Kedua, mengeren Israel agar tidak melakukan serangan apapun dan dimanapun yang berkaitan dengan Iran.
20:13Itu dulu yang dikompromikan.
20:15Sehingga Tengsi dan Gensi bisa dirasionalisasikan.
20:21Bisa dirasionalisasikan.
20:23Dan saya dengar hari Selasa depan ada putaran kedua.
20:28Ada putaran kedua perundingan.
20:30Jadi mungkin Pakistan sudah belajar dari putaran pertama ini.
20:36Sehingga dia bisa memujuk kedua belah pihak agar kembali berunding hari Selasa pekan depan.
20:43Nah, perundingan memang begitu.
20:46Perundingan memang begitu.
20:47Tidak bisa sekali kesepakat ya.
20:49Pasti akan ada pertemuan selanjutnya begitu ya.
20:52Iya.
20:52Oke, terakhir saya ingin ke Bu Siti.
20:55Bu Siti, Selasa pekan depan diinformasikan akan ada perundingan selanjutnya.
20:59Bagaimana ini?
21:00Apalagi kalau menurut Pak Hamid, soal Trump ingin memblokade Selat Hormuz ini adalah gertakan saja.
21:07Sci-war saja.
21:08Kalau Anda berpandangan seperti apa?
21:11Ya, kalau yang pertama, saya juga kaget mendengar itu bahwa Amerika Serikat mengancam akan memblokade.
21:18Bentuk belokadenya itu seperti apa?
21:21Karena Selat Hormuz itu kan bukan bagian dari Amerika.
21:24Dia ini sudah menurut saya sudah melakukan pelanggaran teritori internasional.
21:31Karena bagaimanapun kalau kita masih mengikuti hukum laut internasional, Iran itu mempunyai hak 12 mil dari garis pantainya.
21:40Kecuali ada kesepakatan lain.
21:42Jadi itu adalah di bawah teritori Iran.
21:47Sehingga Amerika Serikat itu tidak berhak untuk memblokade Selat Hormuz.
21:54Nah, kalau misalnya dia juga memblokade Iran itu masih punya truf yang lain, yaitu Selat Babel Mandep.
22:01Yang itu di bawah kekuasaan Yaman yang sekarang ini dikuasai Huti, kan, gitu.
22:07Itu punya hubungan baik dengan Iran.
22:09Pasti dia punya juga kartu truf yang lain, gitu ya.
22:12Jadi saya rasa memblokade Selat Hormuz itu tidak bisa dilakukan oleh Amerika Serikat mengingat juga itu bukan teritorinya.
22:22Tapi kan Donald Trump itu memang tidak bisa diprediksi, ya.
22:27Dia Kongres mungkin melarang, gitu ya.
22:29Tetapi tidak disetujui rakyatnya.
22:32Dia itu bisa apa saja, kan, dilanggar uang.
22:35Dia menyerang Iran itu juga tidak menghormati sovereignty, ya.
22:41The right of sovereignty dari Iran itu kan jaminan dari PPP.
22:45Itu yang pertama.
22:47Yang kedua, bagaimana dengan putaran yang kedua?
22:52Putaran yang kedua itu tadi dengan cara mengoreksi kesalahan-kesalahan yang ada pada putaran pertama.
23:00Saya kira Pakistan sudah tetap memenuhi syarat sebagai penengah karena bisa diterima kedua belah pihak.
23:07Kemudian tempatnya juga netral di Islamabad.
23:11Yang jadi pertanyaan saya adalah,
23:13apa fungsi Pakistan ini betul sebagai mediator atau sekedar fasilitator?
23:19Itu ya.
23:20Itu beda banget.
23:21Kalau dia fasilitator memang hanya menyediakan.
23:24Fasilitasi.
23:25Jadi tidak, iya, tidak punya otoritas menurutkan Amerika maupun Pakistan ini yang sebelum saya pelajari, Mbak,
23:32karena pertanyaan ini ya, mendadak.
23:35Jadi kita dudukkan dulu apakah Pakistan sebagai fasilitator atau mediator.
23:42Oke, kita akan tunggu.
23:43Kalau dia mediator, ya bisa menekan kedua belah pihak,
23:46memberi saran untuk seprah perundingan harus begini, begitu, gitu.
23:51Tapi kalau dia fasilitator, memang hanya memberi fasilitasi saja.
23:55Oke, kita akan tunggu bagaimana putaran kedua di selasa pekan depan, begitu ya,
24:00untuk bisa mencapai kesepakatan harus ada evaluasi juga yang nanti akan dilakukan oleh Pakistan,
24:05begitu ya, sebagai antara fasilitator atau mediator, begitu, antara Amerika Serikat dan juga Iran,
24:11termasuk juga soal pengancaman Amerika Serikat untuk memblokade Selat Hormuz.
24:16Terima kasih Guru Besar Bidang Geopolitik Timur Tengah dari Universitas Gajah Mada,
24:20Bu Siti Mutia Setiawati telah bergabung bersama kami,
24:22dan juga ada Duta Besar Indonesia untuk Rusia 2008 hingga 2011, Pak Hamid Awaludin.
24:28Terima kasih Bapak Ibu, selamat pagi. Assalamualaikum.
Komentar

Dianjurkan