Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Naiknya harga kedelai impor pasca Lebaran membuat perajin tahu di Jakarta mengambil langkah bertahan di tengah tekanan membengkaknya biaya produksi.

Harga kedelai yang semula sepuluh ribu rupiah per kilogram naik menjadi sepuluh ribu enam ratus rupiah. Hal ini membuat perajin tahu putar otak demi produksi harian.

Berikut liputan lengkap jurnalis Kompas TV Vedrizqa Ananda dan juru kamera Roy Ilman.

#tahu #tempe #kedelai #perajin

Baca Juga LENGKAP! Guru Besar UI Ungkap Tujuan Iran Minta Rusia & China Gabung Negosiasi dengan AS, Untuk Apa? di https://www.kompas.tv/internasional/663058/lengkap-guru-besar-ui-ungkap-tujuan-iran-minta-rusia-china-gabung-negosiasi-dengan-as-untuk-apa



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/663060/tak-ubah-ukuran-perajin-tahu-pilih-untungtipis-kompas-siang
Transkrip
00:00Naiknya harga kedelai impor pacar lebaran membuat perajin tahu di Jakarta mengambil langkah bertahan di tengah tekanan membengkaknya biaya produksi.
00:08Harga kedelai yang semula 10.000 rupiah per kilogram naik menjadi 10.600 rupiah.
00:15Hal ini membuat perajin tahu putar otak demi produksi harian.
00:19Berikut liputan lengkap jurnalis Kompas TV, Fedris Kaanana dan juga juru kamera Roy Ilman.
00:26Saudara siapa nih udah makan tahu nih hari ini? Ini sekarang nih makanan mahal ini karena beberapa waktu terakhir harga
00:32kedelai ini mengalami kenaikan.
00:34Dimana tadinya harga kedelai ini 10.000 per kilogram belakangan naik menjadi 10.600 per kilogram.
00:40Dimana ini kemudian menjadi kekhawatiran bagi para pedagang ataupun produsen tahu yang mana ini boncos nih ongkos produksinya.
00:48Kita akan mencoba langsung berbincang dengan salah seorang produsen tahu Bapak. Siapa Pak namanya Pak?
00:52Saya Narman. Pak Narman, ini kan harga kedelai ini kan naik Pak. Sehari berapa sih Pak untuk produksi tahunya ini
01:02berapa kilogram Pak?
01:04Rata-rata per hari sekitar 300 kilo sampai 400 kilo per hari.
01:10Oke itu per hari ya Pak. Nah Pak terkait dengan kenaikan harga kedelai belakangan ini Bapak mengalami kesulitan nggak Pak
01:16terkait dengan biaya produksi dan juga lain-lain?
01:18Pasti, pasti dengan kenaikan harga yang sebelumnya di bawah 10.000 sampai sekarang 10.600 itu otomatis istilahnya dari hasil
01:29keuntungan itu tambah menipis.
01:32Pemasukan menipis bagaimana Bapak mengakali?
01:34Sementara ini sifatnya bertahan. Bertahan dengan harga yang sama. Jadi harga belum saya naikin. Lihat situasi, kondisi selanjutnya bagaimana gitu.
01:44Kalau sudah istilahnya kita namanya usaha nggak ada keuntungan otomatis ya kita naikin.
01:50Sekarang masih bisa bertahan begitu ya Pak. Untuk kemasan gimana Pak?
01:54Nah kemasan di sini itu kan untuk ngelayanin yang orang beli ke tengan bukan ke pasar itu kan saya menyatakan
02:02plastik. Harga plastik pun juga harganya pindah harga bukan naik harga lagi. Pindah harga bisa 100% dari harga semula.
02:11Artinya dari semua pos-pos produksi tahu ini mulai dari harga kedelai kemudian harga minyak goreng kemudian juga harga plastik
02:19ini menjadi sumber pembekakan yang cukup besar.
02:22Nah bagaimana Bapak ini untuk mengantisipasi margin yang menipis ini Pak? Apakah kemudian tadi tidak mengunurunkan harga tapi apakah kemudian
02:29dari kualitas tahunya juga apakah mungkin diperkecil atau gimana Pak?
02:32Enggak. Dari harga emang nggak naik. Kualitas tetap segitu. Jadi istilahnya nggak dikecilin, nggak ditipisin nggak?
02:40Oh karena nggak mau pelanggan hilang?
02:42Betul. Pasti protes. Pasti protes. Kalau ditipisin pasti protes.
02:46Saat ini hanya bisa bertahan begitu Pak. Harapannya gimana Pak melihat kondisi saat ini?
02:51Harapannya istilahnya terutama ke pemerintah minta tolong istilahnya kayak model saya itu pengusaha ngerajin tahu ya istilahnya itu
03:00tolong diperhatikan masalah harga diantaranya tiga item tadi, kacang kedele, minyak goreng, dan plastik.
03:06Minimal tuh harga stabil kayak kedele di sekitaran 10 ribu gitu kan.
03:12Biar istilahnya bisa bertahan untuk produksi gitu.
03:17Terima kasih banyak Pak Narman atas waktunya.
03:19Nah itulah tadi tidak hanya harga kedele, tapi harga ataupun pos-pos pengeluaran lain untuk memproduksi tahu ini seperti minyak
03:27goreng,
03:27kemudian plastik untuk mengemasnya ini juga mengalami kenaikan, sehingga memang margin dari produsen tahu ini mengalami tipis
03:35antara pemasukan dan juga pengeluaran, sehingga memang masih diakal-akali begitu bagaimana kemudian ada juga yang bertahan,
03:41kemudian ada juga produsen tahu lainnya yang kemudian juga tetap mempertahankan kualitas, menjaga reputasi di pasaran,
03:49sehingga memang yang bisa dilakukan saat ini adalah kemudian bertahan.
03:52Salah seorang produsen tahu itu diberharap agar pemerintah kemudian dapat minimal menstabilkan harga di pasar,
03:58sehingga tidak boncos begitu untuk biaya produksi.
04:01Fedis Kananda, Railman, Kompasivi, Jakarta.
Komentar

Dianjurkan