Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Peneliti senior Indo Pacific Strategic Intelligence (ISI), Fauzia Cempaka, menilai Amerika Serikat hanya memiliki sedikit opsi setelah gagalnya negosiasi dengan Iran yang dimediasi Pakistan.

Tekanan internasional maupun domestik membuat Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memilih opsi blokade Selat Hormuz.

Lebih lengkap terkait kelanjutan perang antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran yang kini lebih berpusat di Selat Hormuz, simak dialog KompasTV bersama Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia, Hikmahanto Juwana.

Baca Juga INTENS! Akademisi Bongkar Faktor Gagalnya Negosiasi AS-Iran: Ada "Jurang" Soal Nuklir! di https://www.kompas.tv/internasional/663057/intens-akademisi-bongkar-faktor-gagalnya-negosiasi-as-iran-ada-jurang-soal-nuklir

#iran #as #selathormuz

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/663058/lengkap-guru-besar-ui-ungkap-tujuan-iran-minta-rusia-china-gabung-negosiasi-dengan-as-untuk-apa
Transkrip
00:00Anda masih menyaksikan Breaking News Kompas TV Saudara bersama saya Andi Putu Trisnanda
00:05dan kita akan lanjutkan dialog bersama Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia
00:10ada Profesor Hikmah Hanto Juwana
00:13dan kita lihat, kita kembali tadi pertanyakan
00:17salah satu syarat dari Iran adalah melibatkan Rusia dan juga Tiongkok
00:24Anda melihat apakah ini mungkin diterima oleh Amerika Serikat
00:27mengingat lagi-lagi Donald Trump dengan Tiongkok belakangan
00:31komunikasinya tidak terlalu baik begitu dengan Rusia juga
00:34meskipun ada tapi proksi Irannya lebih kuat begitu daripada dekat dengan Amerika Serikat
00:41Ya, yang pasti untuk menjawab pertanyaan ini gak bisa langsung tegas gitu ya
00:47bahwa bisa atau tidak bisa, jadi harus ada dua kemungkinan
00:52pertama adalah bisa saja Trump menerima ini
00:56karena Trump ingin bahwa dia ingin keluar dari masalah ini
01:00keluar dari perang ini
01:02karena ini sudah benar-benar menjadikan approval rating dari Trump di mata rakyat Amerika Serikat
01:10semakin turun
01:11dan tentu dia tidak ingin berlama-lama
01:14karena uang yang dikeluarkan oleh Amerika Serikat
01:18untuk menaklukkan Iran ini ternyata tidak kecil dan sampai hari ini masih belum bisa ditaklukkan
01:26tidak seperti yang dibayangkan mungkin pada waktu Venezuela diserang
01:30ataupun misalnya serangan terhadap Iraq begitu yang mungkin beberapa hari saja
01:35tapi ini sudah hampir 5 minggu belum juga bisa terselesaikan
01:41oleh karena itu kalau misalnya Trump menginginkan bahwa dia harus punya mekanisme atau exit strategi yang bagus
01:50maka dia akan bilang oke boleh Rusia dan Cina menjadi guarantor ya
01:56mediator bersama-sama Pakistan
01:59tapi yang penting adalah menjadi guarantor
02:01bahwa bagi Iran
02:03Iran itu mengatakan gini
02:04saya punya itikat baik untuk melakukan perundingan pada waktu kemarin di Islamabad
02:09tapi saya punya distrust
02:11nah distrust ini yang harusnya bisa ditutupi oleh jaminan dari dua negara ini
02:18Rusia dan Cina
02:21itu yang diminta oleh Iran
02:24jadi dengan demikian Amerika Serikat tidak kemudian mengkhianati ketika perundingan ini sedang berlangsung
02:32nah tapi juga saya harus jawab juga mungkin juga Trump tidak mau dengan apa yang diusulkan oleh Iran ini
02:41karena pertama yang mengusulkan Iran
02:43jadi dia kan punya ego yang sangat tinggi
02:45NPD itu kan seperti itu katanya ya
02:48nggak mau saya dengar
02:48pokoknya saya tidak mau terima itu
02:51dan yang kedua memang menurut Trump bahwa Rusia sudah punya keperbihakan kepada Iran
02:57buktinya mereka akan membocorkan informasi pada waktu perang kemarin
03:03di mana pasukan Amerika Serikat berada
03:05bahkan juga Cina
03:07Cina ini yang kapal-kapalnya terlebih dahulu mendapatkan lampu hijau untuk bisa keluar dari Selat Hormuz
03:16yang menurut Iran kan yang bisa keluar adalah temannya
03:19jadi Amerika Serikat kamu sudah punya teman di sana
03:22saya nggak mau teman kamu ini menjadi garantor
03:25nanti jangan-jangan dia bias
03:26nah kira-kira seperti itu
03:27kalau misalnya Trump ternyata
03:30tidak mau menerima tawaran dari pihak Iran
03:33untuk menjadikan
03:34Rusia dan Cina terlibat dalam
03:37proses perdamaian ini
03:38oke tapi pertanyaannya Prof
03:39pengaruh apa atau
03:41suasana berbeda apa
03:43yang mungkin bisa terjadi dalam mediasi
03:45ketika misalnya Amerika Serikat dan Iran kembali bermediasi
03:48ketika Rusia dan Tiongkok ada di dalam ya?
03:53yang pasti dari sisi Iran
03:55dia akan lebih menurunkan apa yang dikendaki
03:57ya
03:58jadi dia akan mengatakan bahwa
04:00oke terkait dengan senjata nuklir
04:02kita tidak akan mengembangkan
04:04dan kita akan punya komitmen yang tinggi mengenai masalah itu
04:08meskipun dia akan mengatakan bahwa
04:10tapi terkait dengan
04:13pengembangan nuklir untuk tujuan damai
04:16mereka minta untuk diberikan kesempatan
04:18bahkan untuk menunjukkan bahwa dia tidak
04:20mau mengembangkan senjata nuklir itu
04:23kan Rusia sudah menawarkan
04:25bahwa kalau perlu
04:28uranium yang sudah diperkaya oleh Iran
04:31yang sekarang ada di Iran
04:32yang IAEA juga tahu
04:34itu sekarang disimpan aja di Rusia
04:37dan dia willing
04:38oke saya simpan di Rusia
04:40dan saya hanya untuk
04:41tujuan damai saja
04:43tapi tolong saya diperbolehkan
04:45untuk menunjukkan bahwa saya
04:46tidak mengembangkan
04:48senjata nuklir
04:49itu kalau isu tentang
04:50senjata nuklir begitu ya
04:53tapi kalau misalnya isu
04:55berkaitan dengan Hezbollah gitu ya
04:57ya pasti dia akan minta supaya
04:59Israel tidak lagi menyerang
05:02tapi dia akan menjanjikan
05:03bahwa dia mungkin
05:05tentu tidak akan
05:08mendanai
05:09kalau misalnya Hezbollah atau
05:10Houthi Hamas melakukan serangan
05:12ke pihak Israel
05:13mungkin seperti itu
05:15dan itu yang mungkin
05:16dari sisi Amerika Serikat
05:18akan bisa diterima
05:19dan ini yang akan dikomunikasikan
05:21ke Israel bahwa
05:22udah pokoknya kamu
05:24gak usah juga melebarkan wilayah kamu
05:26kamu
05:27apa yang ada sekarang
05:29yang penting adalah
05:30Iran tidak lagi
05:31mendanai
05:33pihak-pihak yang
05:34selama ini kamu anggap
05:36sebagai teroris untuk menyerang kamu
05:38tapi
05:39tentu Iran akan mengatakan
05:42kemerdekaan dari Palestina
05:44harus tetap
05:46diadakan
05:47atau
05:48terjadilah
05:49kira-kira seperti itu
05:50jadi
05:50dari pihak Iran mungkin
05:52ada
05:52hal-hal yang dia bisa turunkan
05:54dari yang
05:55selama ini
05:56dikendaki
05:57nah yang diharapkan juga
05:59dari sisi Amerika Serikat juga
06:00dia juga akan menurunkan
06:02demandnya ya
06:03permintaan-permintaan
06:05dalam
06:06negosiasi tersebut
06:07jadi
06:08ini yang
06:09akan berbeda
06:10kalau misalnya Rusia dan Cina
06:11akan
06:12ikut ada dalam sana
06:13kalau misalnya
06:14Pakistan kan
06:15sebenarnya
06:16kalau saya melihat
06:17Pakistan ini
06:18tugas sebagai mediator
06:20itu sebenarnya tugas
06:21untuk menyelamatkan
06:22muka saja
06:22harapannya adalah
06:24kalau
06:24perang ini
06:26tidak dilanjutkan
06:26karena apa
06:27oh ada proses mediasi
06:28dan kita menghormati
06:30mediator sehingga kita
06:31tidak meneruskan perang
06:32sehingga
06:33dalam situasi
06:35seperti ini
06:35tidak ada yang menang
06:36tidak ada yang kalah
06:37karena kita dimediasi
06:38jadi untuk menyelamatkan
06:39muka
06:39seperti itu
06:41dan tadi kan
06:42kemungkinan opsinya adalah
06:44uraniumnya disimpan
06:45di Rusia
06:45Amerika Serikat
06:47tidak akan
06:47ini
06:49apa namanya
06:50trust issue
06:51begitu
06:51kalau misalnya
06:52uraniumnya disimpan
06:53di Rusia
06:54Prof
06:54enggak
06:56karena memang
06:57kalau berdasarkan
06:58non-proliferation treaty
06:59memang ada
07:00hanya 5 negara
07:01yang
07:02boleh
07:03punya
07:04nuklir
07:05dan senjata nuklir
07:06salah satunya adalah
07:08Rusia
07:08jadi Amerika Serikat
07:09juga
07:10terus kemudian
07:10Perancis
07:11Inggris
07:11dan Cina
07:12jadi kalau misalnya
07:13ada tawaran
07:14dari pihak Rusia
07:15oke
07:15karena
07:16ada
07:17kekhawatiran
07:18dari pihak
07:19Israel
07:20yang kemudian
07:21dimunculkan oleh
07:22Amerika Serikat
07:22bahwa
07:23Iran itu sudah ada
07:25uranium yang dikayakan
07:27dan kemudian ini
07:28dengan mudah bisa
07:29dijadikan senjata nuklir
07:30ya untuk
07:31supaya
07:32menjamin bahwa itu
07:33tidak digunakan senjata nuklir
07:35ya kan
07:35langsung dititipkan
07:36ke Rusia
07:37dan Rusia memang
07:38negara yang
07:39apa namanya
07:41boleh
07:44menyimpan
07:45uranium
07:46dan lain sebagainya
07:47jadi tidak ada masalah
07:48menurut saya
07:48oke pertanyaannya
07:50kemudian adalah
07:51peran dari
07:52Tiongkok
07:52kalau melihat
07:53kemarin begitu
07:54bahkan ada
07:56media internasional
07:58begitu ya
07:58membuat sebuah cover
08:00yang isinya adalah
08:02membiarkan
08:03your enemy
08:04apa
08:05musuhmu
08:05melakukan sesuka hatinya
08:08begitu ya
08:08supaya dia bisa mengambil
08:09keuntungan dengan covernya
08:10adalah Donald Trump
08:11dan juga
08:11Presiden Tiongkok
08:13yaitu Xi Jinping
08:14Anda melihatnya
08:15Tiongkok ini akan
08:17sejauh apa perannya
08:19dalam diskusi
08:20atau mediasi nanti
08:21antara Amerika Serikat
08:22dan juga Iran
08:23ya yang pasti
08:25kalau Tiongkok itu
08:26berkeinginan sekali
08:27bahwa terjadi
08:28perdamaian
08:29ya
08:29terjadi perdamaian
08:31karena apa
08:32Tiongkok itu
08:33sangat terpukul
08:35dengan
08:35minyak yang
08:37tidak diperbolehkan
08:39Amerika Serikat
08:40untuk dijual
08:42oleh Venezuela
08:43ke Tiongkok
08:44ya
08:44padahal dia membutuhkan
08:46minyak sangat besar
08:46ya
08:47untuk pembangunannya
08:48untuk industrialisasinya
08:50untuk supaya bisa
08:52bergerak lah
08:53pertumbuhan ekonominya
08:55dan lain sebagainya
08:55nah
08:56yang paling dia tidak inginkan
08:58adalah
08:59kalau
08:59pemerintah Iran
09:00itu kemudian
09:01ditekuk kedaulatannya
09:02oleh Amerika Serikat
09:03lalu
09:04akan diperlakukan
09:06sama seperti Venezuela
09:08Iran
09:08tidak boleh menjual
09:10minyaknya ke
09:10Cina
09:11kalau sudah seperti ini
09:12kan
09:12sama saja
09:13ini ada dua
09:14kompetitor
09:15antara Amerika Serikat
09:16dengan Cina
09:16yang mereka
09:17head to head
09:18secara ekonomi
09:19tapi
09:20Amerika Serikat
09:21bisa mematikan
09:22Tiongkok
09:23dengan
09:24tidak membolehkan
09:25negara-negara yang
09:26biasanya memasuk
09:27minyak besar
09:28ke Tiongkok
09:29itu tidak
09:30melakukannya
09:30nah oleh karena itu
09:32kepentingan dari Tiongkok
09:33selain terjadinya
09:35perdamaian
09:35memastikan bahwa
09:37Iran tidak ditekuk
09:39oleh Amerika Serikat
09:41tapi
09:42harus muncul
09:43sebagai
09:43ya
09:44juru damai
09:45kira-kira seperti itu
09:46dan
09:47ini yang ingin
09:48dimunculkan oleh
09:50Tiongkok
09:51kalau misalnya
09:51memang
09:51diajak oleh
09:53pihak Iran
09:53menjadi
09:55garantor
09:55dan kemudian juga
09:57bagian dari
09:58mediator
09:59bagi
10:00Amerika Serikat
10:01jadi
10:02ini kepentingan
10:03Tiongkok
10:03dalam konteks
10:05geopolitik yang
10:06saat sekarang ini
10:08salah satunya juga
10:09soal
10:10bicara soal
10:11Tiongkok itu
10:11mengenai
10:14pembayaran
10:14begitu ya
10:15di Selat Hormus
10:16ini dengan Yuan
10:17ataupun juga dengan
10:18Kripto
10:18nah apakah ini adalah
10:19kesempatan yang
10:20kemudian juga
10:20bisa membalikan
10:22posisi
10:22begitu Tiongkok
10:23menjadi lebih besar lagi
10:24dan Amerika semakin kecil
10:25kita akan kembali
10:26Usajidah
10:27masih bersama dengan
10:29Prof Hikmahanto
10:38kita kembali
10:39bedah dan juga
10:40analisa terkait dengan
10:41eskalasi di Timur Tengah
10:42bersama dengan
10:44Guru Besar
10:45Hukum Internasional
10:45Universitas Indonesia
10:47Prof. Hikmahanto Juwana
10:48masih bergabung
10:49bersama saya
10:50Putu di studio
10:51Prof
10:51tadi pertanyaan terakhir adalah
10:53berkaitan dengan syarat
10:55begitu ya
10:55dari Iran
10:56yang meminta bahwa
10:57kalau mau
10:58lewat di Selat Hormus
10:59maka proses
11:00pembayarannya
11:01dalam tanda kutip
11:02begitu
11:02ini menggunakan
11:03kripto atau Yuan
11:04Anda melihat ini
11:05sebagai sinyal bahwa
11:06Tiongkok akan
11:07semakin kuat
11:08Ya yang pasti adalah
11:10dari pihak Iran
11:11tidak mau menggunakan
11:12dolar Amerika Serikat
11:13karena kalau dia
11:14menggunakan dolar Amerika Serikat
11:16ini justru bertentangan
11:18dengan prinsipnya
11:19yang Amerika Serikat ini
11:21sedang menyerang Iran
11:22oleh karena itu
11:23dia perlu mencari
11:24alternatif
11:25dan alternatif itu
11:26ya ditemukan
11:27dengan dalam bentuk
11:28mata uang Yuan
11:30ya
11:30mungkin juga
11:32tanker kita ini kan
11:33sudah diperbolehkan oleh
11:35Iran untuk keluar
11:36tapi mereka harus
11:37membayar tarif
11:38nah tarif ini
11:39mungkin diminta
11:41dalam bentuk Yuan
11:42dan disini mungkin
11:43juga ada
11:44kesulitan mungkin
11:45ya untuk membayar
11:46Yuan ini dan lain sebagainya
11:47nah tetapi
11:49ini sebenarnya adalah
11:51keinginan dari pihak Iran
11:53tentu bagi Cina
11:55Cina atau Tiongkok
11:56merasa ya
11:57dia akan senang
11:58kalau misalnya memang
11:59transaksi itu
12:00dilakukan dengan Yuan
12:01ingat bahwa
12:02BRICS itu
12:03didirikannya BRICS ini
12:04salah satu tujuannya adalah
12:06tidak tergantungnya
12:09negara-negara BRICS
12:11pada mata uang dolar
12:12Amerika Serikat
12:13jadi
12:14mungkin saja
12:16bahwa
12:16negara-negara BRICS ini
12:18akan menggunakan
12:19Yuan
12:19atau
12:19ruble Rusia
12:21ya
12:22tapi ya karena
12:23Cina ini sekarang
12:25sedang
12:26luar biasa
12:28pembangunannya
12:29mungkin
12:29dugaan saya
12:30mereka lebih suka
12:31negara-negara BRICS ini
12:33menggunakan Yuan
12:33sebagai
12:34apa namanya
12:36alternatif dari
12:37dolar Amerika Serikat
12:38jadi
12:39ya ini
12:40untuk menegaskan lagi
12:41bahwa
12:42mata uang
12:43alternatif itu
12:44bisa dilakukan
12:45dengan misalnya Yuan
12:46di satu sisi
12:48Prof
12:48selama 40 hari
12:50begitu ya
12:50sampai dengan awal Mei
12:51Tiongkok itu
12:53menutup
12:53area
12:54yang cukup luas
12:55begitu untuk penerbangan
12:56sipil
12:57sampai dengan awal Mei
12:58Anda melihat
12:59ini adalah
13:00eskalasi
13:01dari Tiongkok
13:03untuk
13:03kemudian
13:04melemahkan
13:05militer Amerika Serikat
13:06karena kalau dilihat
13:07areanya itu yang berbatasan
13:08dengan Jepang
13:08dan juga Korea Selatan
13:09yang mana dua-duanya juga
13:11punya hubungan yang baik
13:12dengan Amerika Serikat
13:14ya ini yang
13:15saya sendiri
13:16masih
13:17kurang bisa
13:18mencari tahu ya
13:19informasi mengenai ini
13:20memang
13:21ada yang mengatakan
13:23bahwa
13:24sebenarnya
13:24penutupan itu
13:25berkaitan dengan
13:26keinginan dari
13:27pihak
13:28China
13:29untuk
13:29melakukan
13:32latihan perang
13:33di sana
13:33ya
13:34sehingga
13:35ditutup
13:35tapi apakah
13:37ini berkaitan dengan
13:38perang yang ada
13:40di Timur Tengah
13:40atau tidak
13:41saya sendiri tidak bisa
13:42mendapatkan
13:44informasi yang akurat
13:45memang
13:46ada yang mengatakan
13:47bahwa
13:47jangan-jangan
13:48karena
13:49kita tahu
13:51amunisi yang ada
13:53di Timur Tengah
13:53di pangkalan militer
13:55Amerika Serikat
13:55di Timur Tengah
13:56lalu juga
13:57kapal induk
13:58sudah ditarik
13:59satu
13:59begitu ya
14:00itu kan semakin
14:01membuat
14:02amunisi itu
14:03berkurang sekali
14:04dan itu sudah digunakan
14:05oleh pihak Amerika Serikat
14:07nah
14:07kalau misalnya
14:08dari Amerika Serikat
14:09sendiri datang
14:10itu mungkin
14:10terlalu jauh
14:11yang paling dekat
14:12adalah
14:12ya dari
14:13negara-negara
14:15Asia Pasifik
14:16termasuk dari
14:17Australia mungkin
14:18dari Jepang mungkin
14:19dari Korea Selatan mungkin
14:21nah disini
14:22kemungkinan besar
14:23bahwa
14:24ruang udara
14:26dari
14:26pihak
14:27Cina itu
14:29tertutup
14:29dan ini kemudian
14:30ada isu di Indonesia
14:31yang sedang
14:33beredar
14:34karena
14:35Menteri Pertahanan
14:36ke Amerika Serikat
14:37ya Pak
14:38Safri Samsudin
14:39lalu kemudian
14:40ada
14:41kaitan dengan
14:42blanket
14:42apa namanya
14:43approval
14:44dari pihak Indonesia
14:45pokoknya
14:46pesawat-pesawat
14:48udara
14:49dari Amerika Serikat
14:51bebas melintas
14:52ini
14:52mungkin
14:53dugaan saya
14:54adalah ini
14:55pesawat-pesawat
14:56mungkin
14:56militer yang
14:57mungkin dari
14:58dari mana
14:59dari
14:59Australia mungkin
15:00dan lain sebagainya
15:01yang harus melewati
15:02wilayah Indonesia
15:04baik itu
15:05darat maupun
15:06laut gitu ya
15:07nah jadi
15:07tapi saya
15:09tidak tahu
15:09persis ya
15:10karena
15:10informasi yang
15:11saya gali
15:12tidak secara
15:14konklusif
15:14tidak secara
15:15definitif
15:16gitu ya
15:16menentukan bahwa
15:17inilah
15:18permasalahan
15:19yang dihadapi
15:20oke artinya
15:21perang ini
15:22mungkin
15:22meluas
15:23atau
15:23akan tetap
15:24berfokus
15:25titiknya adalah
15:26di Timur Tengah
15:27Prof
15:28ya tetap
15:30tetap di Timur Tengah
15:31tetapi kan sekarang
15:32masalahnya adalah
15:32bagi Amerika Serikat
15:34bagaimana
15:34dia bisa mempertebal
15:36kekuatannya
15:37di Timur Tengah
15:37sementara
15:38kekuatannya
15:40sudah jauh berkurang
15:41dari sebelum
15:42ada serangan
15:43tanggal 28 Februari
15:44dan untuk
15:45mempertebal itu
15:46dia harus mendatangkan
15:48rudal
15:49amunisi
15:50pesawat tempur
15:51dan lain sebagainya
15:52bahkan juga
15:53kapal induknya
15:54mungkin
15:55ya untuk menggantikan
15:56yang sekarang ada
15:57ya sehingga
15:58bisa diperkuat
15:59nah ini ya
16:00yang kemudian
16:01pertanyaannya adalah
16:02dari mana
16:03kapal-kapal
16:05induk yang dibutuhkan
16:06ini
16:06rudal dan lain sebagainya
16:08bisa didatangkan
16:09mungkin
16:10dugaan saya
16:10paling dekat adalah
16:12ya di wilayah
16:13Asia Pasifik
16:13tapi kalau
16:15kita Indonesia
16:16kemarin baru
16:17begitu ya
16:18terlihat kita
16:19agak tidak terlalu
16:20Amerika sentris
16:21karena kita bertemu
16:22dengan Presiden
16:22Rusia
16:23begitu ya
16:24Vladimir Putin
16:25tapi di satu sisi
16:26kita memberikan akses
16:27izin melintas
16:28untuk
16:29pesawat-pesawat
16:30dari Amerika Serikat
16:31Anda melihatnya
16:32ini
16:32baik atau tidak
16:34untuk Indonesia
16:35sebagai negara yang
16:36dalam tanda kutip
16:37masih hutang dua ini
16:39kapal tankernya
16:39belum keluar dari
16:40Selat Hormus
16:42ya terkait pertama ya
16:44terkait izin melintas itu
16:45itu ada
16:46kalau saya tidak salah
16:47keterangan
16:48dari Kementerian Pertahanan
16:50juru bicaranya
16:51klarifikasi
16:52yang mengatakan bahwa
16:53ini masih draft
16:54masih belum disetujui
16:55sebenarnya
16:55jadi
16:56mudah-mudahan
16:57seperti itu
16:58ya memang
16:59belum disetujui
17:00mudah-mudahan tidak disetujui
17:01berarti Prof
17:03ya
17:03paling tidak
17:04jangan disetujui lah
17:05kalau misalnya
17:06seperti ini
17:07ini kan
17:07sedang geopolitik
17:08sedang
17:10apa namanya
17:10sedang
17:11bergolak
17:12jangan sampai
17:13kita
17:14dianggap
17:15lebih berpihak
17:16pada Amerika Serikat
17:17daripada Iran
17:17karena kita
17:18menyetujui hal
17:18seperti ini
17:19dan itu akan
17:20meresikokan
17:22kepentingan kita
17:23baik itu
17:24kapal tangkat Pertamina
17:25atau dimanapun
17:26yang
17:27dengan Iran
17:28kita kan maunya
17:29politik luar negeri kita
17:30bebas aktif
17:31dan kita harus jaga itu
17:32nah jadi
17:33ini yang saya
17:34mohon bahwa
17:36jangan kemudian
17:37buru-buru dalam konteks
17:38sekarang ini
17:38kita melakukan itu
17:40bukannya tidak mungkin
17:41dari pihak Amerika Serikat
17:42dia sekarang ini juga
17:43sedang mencari teman
17:45karena banyak temannya
17:46yang meninggalkan dia
17:47nah salah satu
17:48yang teman yang bisa
17:49mungkin diandalkan
17:50adalah mungkin Indonesia
17:51maka dia minta
17:52seperti ini
17:52mungkin
17:53saya tidak tahu ya
17:54persisnya
17:54tetapi
17:55pada situasi
17:57seperti sekarang ini
17:58baiknya
17:59kita tidak melakukan
18:00tindakan-tindakan
18:01yang memprovokasi
18:03pihak yang
18:04lawannya lah
18:05kira-kira seperti itu
18:06jadi itu
18:08nah sementara
18:09kalau misalnya
18:10apa namanya
18:12tadi pertanyaannya apa
18:14tadi sampai saya lupa
18:14Pak Butuh
18:15jadi ya
18:16jadi intinya adalah
18:17apa
18:17kita sebagai Indonesia
18:19dengan adanya
18:20kemarin sudah bertemu
18:21dengan Vladimir Putin
18:22begitu
18:22tapi kemudian
18:24memberikan izin
18:25jangan-jangan
18:26nanti kita malah
18:27dipersulit lagi
18:27untuk bisa lewat
18:28ke Selat Hormuz
18:29begitu Prof
18:29ya
18:31nah ini mungkin
18:32Bapak Presiden
18:33strategi bahwa
18:34Indonesia
18:36mau menjalankan
18:37politik luar negeri
18:38yang bebas aktif
18:39ya
18:39pada saat yang bersamaan
18:41beliau ke Rusia
18:42akan menahan
18:43ke Amerika Serikat
18:44jadi ini untuk
18:45mengimbangi
18:46bahwa kita tidak
18:47kemudian
18:48mengekor ke Amerika Serikat
18:50karena kalau
18:51khawatiran saya
18:52kalau
18:52walaupun ini
18:53Menteri Pertahanan
18:54yang ke Amerika Serikat
18:55tapi kan Menteri Pertahanan
18:57ya ini kan
18:58sangat kemudian
18:59nanti dibaca oleh
19:00pihak Iran
19:01mengatakan bahwa
19:02oh Indonesia sekarang
19:03ada deal
19:04apa lagi nih
19:05sama Amerika Serikat
19:07belum lagi
19:07lintas pesawat ini
19:09maka
19:10Presiden kita
19:11pergi ke Rusia
19:12dan ingat
19:14pertemuan itu
19:15juga agak sedikit
19:16mendadak sebenarnya
19:17karena Bapak Presiden
19:18menyampaikan
19:19terima kasih kepada
19:19Presiden Rusia
19:21karena bisa menerima
19:22dalam waktu yang
19:22sangat singkat
19:24untuk
19:24diterima ya
19:26artinya apa
19:27ini untuk
19:27menunjukkan kepada
19:29dunia
19:30bahwa Indonesia
19:30posisinya adalah
19:32menjalankan
19:33politik luar negeri
19:34bebas aktif
19:35nah itu satu
19:36dan yang kedua
19:37memang kalau Bapak Presiden
19:39mengatakan
19:39saya keluar negeri
19:40untuk cari minyak
19:41mungkin juga
19:42bahwa
19:44Bapak Presiden
19:45minta
19:45komitmen dari pihak Rusia
19:46untuk bisa menjual
19:48minyak kepada Indonesia
19:49tapi yang perlu diingat
19:50adalah sebenarnya
19:51kuncinya bukan di Rusia
19:52kuncinya adalah
19:53di negara-negara Eropa
19:54karena selama ini
19:55negara Eropa
19:56yang tanda kutip
19:57ya
19:58meminta Indonesia
19:59tidak membeli minyak
20:00dari Rusia
20:00karena akan digunakan
20:02uang itu
20:03oleh Rusia
20:03untuk menyerang Ukraina
20:05jadi kita juga harus
20:06yakinkan
20:07pihak
20:08Eropa
20:09bahwa kepentingan
20:10nasional kita
20:11membutuhkan kita
20:12mendapatkan minyak itu
20:13kalau tidak
20:14tidak seperti
20:15kayak di negara-negara
20:16Eropa
20:16yang katakanlah
20:18tidak ada subsidi
20:18kepada rakyatnya
20:19kita mempunyai
20:20kewajiban untuk
20:21mensubsidi
20:21dan subsidi itu
20:22sangat besar
20:23sehingga kita
20:24harusnya bisa
20:25berkomunikasi
20:26dengan negara-negara
20:27Eropa
20:27bahwa
20:28bukannya kami
20:29mau mendukung
20:31Rusia untuk
20:32menyerang Ukraina
20:32tetapi memang
20:33kebutuhan nasional kita
20:34harus memberi
20:35dari
20:36Rusia
20:37seperti itu
20:38oke
20:38kita
20:39ya saya juga
20:40mau tanya soal
20:41Rusia
20:42soal ini
20:43begitu ya
20:43terkait dengan
20:44apa kemudian
20:45perannya apa kemudian
20:46yang harus
20:48dilihat betul-betul
20:49begitu dinilai
20:50betul-betul oleh Indonesia
20:51tapi kita
20:52tahan dulu
20:52karena
20:53Breaking News Kompas TV
20:54akan kembali
20:54sesaat lagi
20:55usai jeda
21:02di panasnya pertandingan
21:05semangat adem
21:07harus jadi pegangan
21:08dengan 100%
21:10kemurnian alami
21:11ademnya
21:12akua
21:12alirkan
21:13semangat kita
21:14akua
21:15ademin
21:16kita semua
21:17baru
21:18push roll on
21:19fresh cool
21:19bikin aku
21:20segar terus
21:21sekali roll
21:22mulberry mint
21:23bikin ketia cool
21:24cepat kering
21:25rasain tujuh kali
21:26sensasi kesegaran
21:27kayak abis mandi
21:28mau ketiak fresh and cool
21:29pakai push roll on
21:30fresh cool
21:31make your move now
21:32layo
21:33pisang
21:34hmm
21:35udah gak sabar
21:36makan oreo ya
21:37hmm
21:39gini
21:39caranya makan oreo
21:41diputar
21:42dijilat
21:43dicelupin
21:44hmm
21:48menanti waktu rehat
21:50di siang hari
21:51dengan sejumlah informasi
21:52KPK
21:53KPK
21:53membenarkan pihaknya
21:54melakukan operasi tangkap tan
21:55KPK juga menyita sejumlah uang
21:57dalam mata uang rupiah
21:58mengikuti sumber berita
21:59yang selalu
22:00menginspirasi
22:01kreatifitas tanpa batas
22:02ini ditunjukkan oleh
22:03sekelompok pengrajin ibu-ibu
22:04yang ada di kota Makassar
22:06Kompas Siang
22:07setiap hari
22:08pukul 11 siang
22:09live
22:10di Kompas TV
22:13didukung oleh
22:18upaya mencari solusi
22:20dari banyak sisi
22:23memerlukan pemikiran
22:25kematangan
22:27dan kebaruan
22:30dengan kesadaran
22:33guna menciptakan
22:35perubahan
22:39bersama saya
22:40Yogi Nugraha
22:42dalam
22:43Satu Meja
22:45The Forum
22:47ada fakta
22:49yang perlu diuji
22:50ada modus operandi
22:52yang harus ditelusuri
22:54mahasiswi melumpuhkan
22:56penjambret yang mengambil ponselnya
22:58hingga terang
22:59benar-benar menemukan jalannya
23:01karena setiap kebenaran
23:03harus diberitakan
23:04dengan terang
23:05penderang
23:06kami akan terus menggelar perkara
23:08setiap pekannya
23:09dengan lengkap dan mendalam
23:10gelar perkara
23:12setiap Sabtu
23:13pukul 6 petang
23:14live
23:15di Kompas TV
23:24Terima kasih saudara
23:26masih bersama Breaking News
23:28Kompas TV
23:28terkait dengan eskalasi
23:30yang terjadi di Timur Tengah
23:31kita akan
23:32pantau dan juga diskusikan
23:33kira-kira apa yang harus
23:35diwanti-wanti
23:36sama Indonesia
23:37supaya tidak
23:38salah langkah
23:39dan malah berakibat buruk
23:40pada
23:40kondisi di dalam negeri
23:42kita lanjutkan
23:43dialog bersama
23:43Guru Besar
23:44Hukum Internasional
23:45Universitas Indonesia
23:46masih bersama dengan
23:48Breaking News Kompas TV
23:49Prof. Hikmahan Tojuwana
23:50Prof.
23:51Jadi Indonesia harus
23:53bagaimana Prof?
23:55Apakah jalan yang sekarang
23:56dipilih ini sudah tepat
23:57atau masih tetap
23:58harus berhati-hati?
24:01Ya yang pasti
24:02kita harus terus berhati-hati ya
24:04kita tentu tidak
24:06mau
24:06dalam situasi
24:08geopolitik saat ini
24:09oleh
24:10Iran
24:11maupun Amerika Serikat
24:12kita lebih berpihak
24:14ke salah satu
24:15ya
24:16karena
24:17kita tahu
24:18Trump itu
24:20ketika
24:21misalnya
24:21Inggris
24:22Inggris sekarang aja
24:22dengan blokade
24:24yang dilakukan oleh
24:25Amerika Serikat
24:26ini
24:26mereka tidak setuju
24:27mereka tegas
24:28Spanyol tegas
24:29itu Amerika Serikat
24:31sangat tidak suka
24:32dengan
24:33bukan Amerika Serikat
24:35tapi Trump
24:35sangat tidak suka
24:37dengan
24:37perilaku dari
24:39Perdana Menteri Inggris
24:40Perdana Menteri
24:41Spanyol
24:42gitu ya
24:42dan melecehkan
24:44termasuk juga
24:45Presiden Perancis
24:45nah
24:47tentu kita
24:48harus juga
24:49dalam posisi
24:50yang kita harus
24:50hati-hati
24:51ya
24:52tapi kalau misalnya
24:53Presiden Trump
24:54terus kemudian
24:54harus
24:56apa ya
24:58merendahkan
24:59martabat dari
24:59Presiden kita
25:00ya tentu kita marah
25:01kita tidak mau ya
25:02seperti kemarin
25:03pada waktu
25:03tanda tangan
25:04Pemberian dokumen
25:06ya
25:07pemberian dokumen
25:08itu kan
25:08tidak seharusnya
25:10tetapi ya itulah
25:11kelakuan dari Trump
25:11kadang-kadang kita bisa
25:12ya sudah lah
25:13itu Trump gitu ya
25:14tapi kan kita gak boleh
25:15melakukan normalisasi
25:16terhadap perbuatan Trump
25:17yang selalu merendahkan
25:19kepala negara
25:20kepala pemerintahan
25:21begitu ya
25:21nah tapi di sisi lain
25:23juga jangan sampai
25:24kita ini oleh Iran
25:26dianggap sebagai
25:28mempunyai jarak
25:30gitu ya
25:30karena ada dua hal
25:32pertama adalah
25:32dari sisi Iran sendiri
25:35kalau misalnya
25:36sesama negara muslim
25:38kenapa kok
25:38kemudian Indonesia
25:39tidak berpihak
25:40apakah Indonesia
25:41lebih berpihak
25:42pada negara-negara
25:43teluk
25:44gitu ya
25:44padahal negara-negara
25:45teluk ini
25:45diserang oleh Iran
25:47bukan karena negara
25:48teluknya
25:48tetapi ada
25:49pangkalan militer
25:50Amerika Serikat
25:51dan kepentingan
25:51Amerika Serikat
25:52di sana
25:53begitu
25:53nah itu satu
25:55dan yang kedua
25:56yang
25:56pemerintah harus
25:58hati-hati adalah
25:58bagaimana
25:59konstituen kita
26:01di Indonesia
26:01ya beri
26:02reaksi
26:03kalau misalnya
26:03kita terlalu dekat
26:04dengan Amerika Serikat
26:05dan kemudian
26:06agak jauh
26:07dengan Iran
26:08itu akan ada
26:09permasalahan besar
26:10pemerintah kita
26:11itu yang harus
26:12juga dijaga
26:13jangan sampai
26:14ada perang
26:16di Timur Tengah
26:17tetapi
26:18dampak yang luar biasa
26:20adanya di Indonesia
26:21dimana
26:21antara
26:22pemerintah dengan
26:23konstituannya
26:25sama rakyatnya
26:25itu yang
26:26bermasalah
26:27jadi ini yang harus
26:28kita
26:28dalam kutip tadi
26:29yang saya katakan
26:30kita harus hati-hati
26:31ya jangan
26:31dan kemudian
26:32mengatakan
26:33ya sudah
26:33begini saja
26:34sudah aman
26:35dan lain sebagainya
26:35dan saya
26:36sangat mohon
26:37sekali
26:38ya kementerian
26:39luar negeri ini
26:40harusnya bersuara
26:41harusnya
26:42melakukan
26:43banyak hal
26:44saya melihat ya
26:45kementerian
26:46luar negeri ini
26:46absen
26:47ya segala sesuatu
26:48dibebankan kepada
26:49bapak presiden
26:50jadi bapak presiden
26:50sendiri yang harus
26:51menanggung ini semua
26:52dan menurut saya
26:54tidak pantas
26:55ya
26:55harusnya
26:56kementerian
26:57luar negeri itu
26:57ada menlu
26:58ada tiga wamenlu
26:59ada dirjen
27:00dirjen
27:00dan lain sebagainya
27:01masa sih
27:02tidak bisa
27:02memikirkan
27:04yang terbaik
27:05bagi Indonesia
27:06posisi kita gimana
27:07briefing kepada
27:08bapak presiden
27:08apa yang kita harus
27:10ambil
27:10ya bahkan
27:11perwakilan-perwakilan
27:12kita
27:13memberikan
27:14informasi-informasi
27:15terhadap
27:16bagaimana sikap
27:17dari negara-negara
27:18masing-masing
27:19di sana
27:20terkait dengan
27:21perang di timur tengah ini
27:22laporkan
27:23ke
27:24kementerian luar negeri
27:25biar kementerian luar negeri
27:26nanti mengolah
27:27ya dan kemudian
27:28menyampaikan kepada
27:29bapak presiden
27:30jangan yang muncul itu
27:31mohon maaf ya
27:32mereka-mereka yang dari
27:34KSP
27:34yang tujuannya adalah
27:36berdebat dengan
27:37para pengamat saja
27:38seolah-olah pengamat ini
27:39sudah salah saja
27:40itu yang tidak benar
27:41menurut saya
27:42itu yang membuat
27:43rakyat jadi marah
27:44begitu
27:44biarkan pengamat itu
27:46berbicara
27:46mau benar
27:47mau tidak
27:47ya sudah
27:48tetapi
27:48yang penting adalah
27:49kementerian luar negeri
27:51berat
27:51dan kemudian
27:52kalau perlu
27:53justru dari kementerian luar negeri
27:55yang menyampaikan kepada publik
27:56karena
27:56kementerian luar negeri
27:58bukan KSP
27:58yang membuat kebijakan
28:00seperti itu
28:01oke artinya Anda berharap
28:02kementerian luar negeri
28:04begitu
28:04baik itu
28:05menterinya
28:06wakil menterinya
28:06ini bisa berperan aktif
28:08melakukan peran diplomasi
28:10ke luar negeri
28:11dan juga ke beberapa negara tadi
28:12supaya kita tetap bisa bebas aktif
28:14tapi kita juga tetap diuntungkan
28:15sebagai satu negara
28:17betul
28:18betul sekali
28:18dan bantu Bapak Presiden
28:20karena Bapak Presiden
28:21gak mungkin sendirian
28:22memikirkan ini semua
28:23ya
28:23harus memikirkan
28:25isu-isu
28:26geopolitik
28:27belum lagi di ASEAN
28:29bagaimana hubungan
28:30dengan Amerika Serikat
28:31Rusia
28:32China
28:32dan lain sebagainya
28:33dan kementerian luar negeri
28:34banyak kok orang yang pandai
28:35yang pintar
28:36kenapa kok mereka sekarang
28:38pada diam semua
28:38begitu ya
28:39yang saya sangat
28:40saya sangat sayangkan
28:41saya yakin
28:42kalau misalnya
28:42beliau-beliau yang
28:44di kementerian luar negeri ini
28:45bisa bersuara
28:46bisa menyampaikan
28:47wah sangat luar biasa
28:48saya yakin itu
28:49tapi kalau misalnya
28:50seperti sekarang
28:51kita tidak pernah melihat
28:52menyampaikan policy
28:54kebijakan aja
28:55tidak
28:55paling kalau misalnya
28:56juru bicara Kemenlu
28:57bicara soal apa
28:59bicara soal perlindungan
29:00terhadap warga negara kita
29:02perlindungan terhadap
29:03pasukan kita
29:04yang ada di PBB
29:06cuman itu saja
29:07bagaimana tentang
29:07kebijakan-kebijakan besar
29:09padahal ada
29:09dirjen yang mengurusi
29:11masalah multilateral
29:11ada dirjen yang mengurusi
29:13Asia
29:15Amerika dan Eropa
29:17dirjen yang mengurusi
29:18Asia Pasifik
29:19dan seterusnya
29:19dan seterusnya
29:20ini semua kan harusnya ada
29:21ya
29:22jadi jangan sampai
29:23nanti Bapak Presiden
29:24kelihatannya
29:25kok beliau sendiri
29:26yang berpikir
29:26tidak ada ini
29:28partisipasi dari
29:29Kementerian Luar Negeri
29:31begitu
29:31oke jadi
29:32singkat Prof
29:33artinya
29:34Anda berharap
29:35Kementerian Luar Negeri ini
29:36bukan hanya
29:37bekerja di bawah
29:39di belakang layar
29:40begitu ya
29:41tidak terlihat
29:41tapi menyampaikan
29:42spesifik di depan
29:44layar
29:44begitu ya Prof
29:46betul
29:46dan gak boleh
29:48memperlakukan ini
29:49semua sebagai
29:49business as usual
29:50jadi sibuk dengan
29:52urusan yang selama ini
29:53ya menjadi urusannya
29:54tetapi harus
29:56sensitif
29:56terhadap
29:57setiap perkembangan
29:58dan lain sebagainya
29:58saya sebagai pengamat
29:59tiap malam
30:00saya bangun
30:01pagi hari
30:02dan lain sebagainya
30:02untuk melihat
30:03ada pergerakan-pergerakan
30:04karena Presiden Trump
30:06ini dengan sosial
30:06terusnya itu
30:07dia bisa
30:09menyampaikan
30:09apa yang menjadi
30:10kebijakan pagi ini
30:11dan lain sebagainya
30:12kita juga kadang-kadang
30:13terkaget-kaget
30:14seperti itu
30:15oke baik
30:16Indonesia tetap harus
30:17berhati-hati
30:18khususnya untuk menjaga
30:19ketersediaan energi
30:20di dalam negeri
30:21ekonomi di dalam negeri
30:22supaya kita juga
30:23tidak memicu
30:24adanya konflik horizontal
30:26dan peran dari
30:27Kementerian Luar Negeri
30:28ini betul-betul
30:29dinantikan begitu ya Prof
30:30ya kita harapkan
30:31ada peran yang lebih
30:32signifikan lagi
30:33dan ditunjukkan kepada publik
30:34supaya publik juga
30:35lebih tenang
30:36terima kasih
30:36sudah bersama dengan
30:38Breaking News Kompas TV
30:39pagi hari ini
30:40sampai siang hari
30:41bahkan
30:41terima kasih
30:42Guru Besar Hukum Internasional
30:44Universitas Indonesia
30:45Prof. Hikmahanto Juwana
30:47Prof. Hukum Internasional
Komentar

Dianjurkan