- 2 hari yang lalu
- #iran
- #as
- #selathormuz
KOMPAS.TV - Peneliti senior Indo Pacific Strategic Intelligence (ISI), Fauzia Cempaka, menilai Amerika Serikat hanya memiliki sedikit opsi setelah gagalnya negosiasi dengan Iran yang dimediasi Pakistan.
Tekanan internasional maupun domestik membuat Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memilih opsi blokade Selat Hormuz.
Lebih lengkap terkait kelanjutan perang antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran yang kini lebih berpusat di Selat Hormuz, simak dialog KompasTV bersama Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia, Hikmahanto Juwana.
Baca Juga TERBARU! Pengamat Soroti Iran Terapkan Tarif Hormuz Pakai Kripto atau Yuan, Ancam Dominasi Dolar AS? di https://www.kompas.tv/internasional/663056/terbaru-pengamat-soroti-iran-terapkan-tarif-hormuz-pakai-kripto-atau-yuan-ancam-dominasi-dolar-as
#iran #as #selathormuz
Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/663057/intens-akademisi-bongkar-faktor-gagalnya-negosiasi-as-iran-ada-jurang-soal-nuklir
Tekanan internasional maupun domestik membuat Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memilih opsi blokade Selat Hormuz.
Lebih lengkap terkait kelanjutan perang antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran yang kini lebih berpusat di Selat Hormuz, simak dialog KompasTV bersama Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia, Hikmahanto Juwana.
Baca Juga TERBARU! Pengamat Soroti Iran Terapkan Tarif Hormuz Pakai Kripto atau Yuan, Ancam Dominasi Dolar AS? di https://www.kompas.tv/internasional/663056/terbaru-pengamat-soroti-iran-terapkan-tarif-hormuz-pakai-kripto-atau-yuan-ancam-dominasi-dolar-as
#iran #as #selathormuz
Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/663057/intens-akademisi-bongkar-faktor-gagalnya-negosiasi-as-iran-ada-jurang-soal-nuklir
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:00Kita akan bahas kelanjutan perang antara Amerika Serikat Israel dengan Iran yang kini lebih berpusat di Selat Hormuz.
00:08Bersama dengan Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia, Prof. Hikmahanto Juwana.
00:16Selamat pagi Prof. Hikmahanto Juwana.
00:18Selamat pagi Prof. Hikmahanto Juwana.
00:19Selamat pagi Prof. Hikmahanto Juwana.
00:21Suara saya bisa terdengar jelas ya.
00:23Prof, kita kemarin sama-sama mengikuti jalannya mediasi yang tidak berujung apa-apa karena kedua belah pihak juga tidak ada
00:32yang menyepakati apapun.
00:34Malah berujung pada Amerika Serikat ingin memblokade-blokade dari Iran.
00:40Nah, Anda melihat ini seperti apa?
00:42Jadi pertama yang kita harus pahami ya bahwa perundingan itu tidak hanya sekali.
00:48Jadi kalau kemarin masih belum mencapai suatu kesepakatan itu hal yang wajar.
00:53Memang kedua belah pihak mengajukan proposal yang sama-sama tinggi.
00:59Mereka tidak mau turun dari apa yang pernah sampai.
01:04Dan saya rasa juga Amerika Serikat mengatakan bahwa masih ada jurang di antara pihak Amerika dengan Iran terkait dengan masalah
01:15nuklir.
01:16Karena dari pihak Iran mengendaki, harusnya nuklir boleh, tapi untuk tujuan damai, tidak untuk senjata.
01:23Kalau senjata sudah disepakati.
01:25Lalu kemudian juga berkaitan dengan Selat Hormuz, berkaitan dengan aset Iran.
01:30Dan kemudian juga yang penting adalah serangan Israel ke Lebanon yang menurut Iran harusnya dihentikan.
01:38Tapi Amerika Serikat tidak menganggap bahwa itu bagian dari kencataan senjata.
01:43Nah tapi masing-masing delegasi sudah kembali.
01:46Tetapi yang saya pantau dari berita-berita bahwa ada ekspert dari kedua negara yang mereka masih kerja mungkin sampai hari
01:56ini untuk mencapai suatu titik temu gitu ya.
01:59Nah ini yang masih terus berlanjut dan meskipun demikian, Presiden Trump mungkin karena tidak mendapatkan apa yang dia inginkan, yaitu
02:11Selat Hormuz dibuka, beliau langsung mengatakan bahwa akan ada blokade.
02:17Jadi Selat Hormuz itu sekarang ini kan dikuasai oleh Iran.
02:21Kapal keluar masuk ditentukan oleh Iran.
02:23Nah kalau mereka sudah keluar, itu nanti di blokade oleh Amerika Serikat, kira-kira seperti.
02:28Atau kapal yang akan masuk ke Teluk, itu akan dicegat dulu oleh kapal Amerika Serikat dan ditanyakan apakah tujuannya ke
02:37pelabuhan-pelabuhan Iran.
02:38Kalau tujuannya ke pelabuhan Iran tidak boleh.
02:41Demikian juga kalau misalnya kapal yang dari pelabuhan-pelabuhan Iran mau keluar setelah di-oke-kan oleh Iran dari Selat
02:48Hormuz, itu akan di blokade oleh pihak Amerika Serikat.
02:53Ini yang menurut saya akan menghantam ekonomi Iran, karena kan dengan demikian tidak bisa menjual, itu tujuan dari blokade ini.
03:06Dan ini sudah efektif berlaku, kalau saya tidak salah hari Senin kemarin ya, waktu Amerika Serikat jam 10 pagi, ini
03:14sudah diberlakukan.
03:15Tetapi kita belum tahu efektifitasnya seperti apa.
03:18Nah, sementara dari pihak Iran mengatakan bahwa Iran bersedia untuk ada pertemuan lagi, tapi ada catatannya.
03:28Catatannya adalah Iran minta agar ada pelibatan dari Rusia dan Cina.
03:35Sebagai mediator, tapi juga sebagai guarantor.
03:38Guarantor bahwa Amerika Serikat dalam proses perdamaian itu, negosiasi itu dia tidak melakukan serangan ke Iran.
03:48Ini sebenarnya yang saya usulkan kepada pemerintah Indonesia untuk berinisiatif untuk membangun aliansi penjamin ini.
03:58Tapi sekarang Iran sudah mengatakan bahwa Rusia dan Cina lah, dua negara besar ini yang berpengaruh di wilayah, di kawasan,
04:08yang menjadi guarantor.
04:11Jadi situasinya seperti itu, dan ini sekarang ini kan masih ada kira-kira 8-7 hari yang diberikan oleh Trump
04:21untuk melakukan gencatan senjata.
04:23Jadi, Trump itu kan menjanjikan dua minggu ya, in between itu ya ada proses perdamaian.
04:29Jadi kita berharap bahwa dua minggu itu memang betul-betul ditepati oleh Presiden Trump, sehingga tidak ada serangan-serangan ke
04:39Iran, dan Iran tidak perlu kemudian membalas serangan-serangan tersebut.
04:42Jadi seperti itu putus yang saya lihat.
04:44Nah, pertanyaan saya, Prof. Hik, ini kan kita juga tahu begitu ya, seperti juga klaim dari Iran sendiri, bahwa Selat
04:52Hormuz itu adalah dalam tanda kutip kekuasaan dari Iran, di bawah pengawasan Iran.
04:58Nah, kalau Anda melihat blokade yang kemudian dilakukan oleh Amerika Serikat di Selat Hormuz secara hukum internasional, sebetulnya bagaimana, Prof?
05:08Ya, ini situasi yang agak terus terang, tidak clear cut gitu ya, tidak jelas ditentukan.
05:14Karena ini kita harus pahami bahwa memang kalau misalnya masalah laut itu kan yang berlaku adalah unclose.
05:21Hanya saja Konvensi Hukum Laut 82.
05:24Hanya saja ada beberapa hal.
05:26Pertama adalah, ini masa perang nih.
05:28Jadi mungkin saja negara yang sedang berperang ini tidak mau mematuhi ketentuan yang ada dalam unclose.
05:35Yang kedua, Iran itu memang menandatangani tapi belum meratifikasi Konvensi Hukum Laut 82.
05:41Nah, sementara Amerika Serikat masih belum menandatangani dan meratifikasi Konvensi Hukum Laut 82.
05:48Jadi ada permasalahan-permasalahan hukum yang terjadi di wilayah itu.
05:56Dan memang kita tahu bahwa Iran sekarang melakukan pembatasan kapal-kapal yang bisa keluar dan masuk.
06:04Kalau Iran kan mengatakan itu bergantung pada musuh atau teman saya.
06:11Nah, Trump itu nggak suka karena dia tahu kalau musuhnya Iran itu pasti Amerika Serikat dan Israel.
06:18Jadi kapal-kapal Amerika Serikat maupun Israel, tanker-tanker itu tidak akan diperbolehkan untuk keluar masuk ya.
06:25Tetapi kalau misalnya yang teman, ini kan berarti musuhnya Amerika Serikat.
06:30Kalau temannya Iran berarti musuhnya Amerika Serikat.
06:32Ini yang kita juga Indonesia punya dilema nih.
06:34Kalau kita dianggap teman oleh Iran, dipolehkan dua tanker pertamina kita untuk keluar.
06:40Tapi yang jadi masalah nanti bagaimana Amerika Serikat menyingkapi.
06:45Kemudian kalau ada blokade satu lagi yang dilakukan oleh Amerika Serikat.
06:49Karena ini dilat lepas, itu juga menjadi masalah.
06:52Dan Iran mengatakan bahwa Amerika Serikat ini sebenarnya melakukan bajak laut kan.
07:05Prof Hik, nampaknya terjadi gangguan.
07:13Saling tuduh nih.
07:14Prof Hik, mohon maaf tadi nampaknya terjadi gangguan.
07:17Boleh diulang tadi penjelasan terakhir adalah terkait dengan pernyataan soal bajak laut.
07:22Iya, jadi maksud saya begini.
07:24Jadi bajak laut itu karena ini ada di laut lepas.
07:27Dan dari pihak Iran mengatakan kalau ada kapal yang dia itu ada di laut lepas.
07:34Dan dikuasai oleh pihak tertentu.
07:37Ya memang disini adalah angkatan laut Amerika Serikat.
07:40Itu dikatakan bahwa karena ini di laut lepas dan dikuasai oleh pihak tertentu.
07:46Maka itu bisa dianggap sebagai bajak laut gitu.
07:49Seperti itu, piracy.
07:52Jadi artinya sebetulnya secara hukum pun agak abu-abu begitu ya.
07:57Kalau kita bahasakan dengan bahasa yang sedikit awam begitu di Selathormu sendiri.
08:02Dan dampaknya akan sejauh apa Prof?
08:07Ketika kemudian tadi ada syarat-syarat yang menurut Amerika Serikat dari Iran itu terlalu sulit.
08:12Dari Iran juga melihat bahwa syarat-syarat dari Amerika Serikat ini juga tidak masuk akal.
08:17Anda melihat dampaknya bisa sejauh apa? Apakah akan terjadi perang laut misalnya?
08:24Nah ini yang kita belum tahu ya dampaknya seperti apa.
08:27Karena begini, tim ekspert sedang bekerja dan kemudian dia akan melihat apakah ada kesamaan ya.
08:40Terutama dalam kaitan dengan Selathormus ini.
08:44Tapi kalau misalnya saya lihat Amerika Serikat tentu tidak mau mendekati wilayah Iran.
08:52Karena kalau dia mendekati wilayah Iran, kapal-kapal perangnya itu akan mudah untuk diserang.
08:59Dan bagi Amerika Serikat, yang penting itu sebenarnya bukan kapal perangnya yang diserang.
09:04Tetapi jangan sampai tentaranya menjadi korban dari serangan dari Iran.
09:10Karena bagi Trump, dia tidak bisa mengorbankan katakanlah satu tentara saja.
09:19Karena itu akan menjadi kegaduhan di Amerika Serikat.
09:24Rakyat tidak akan menyetujui bahkan proses misalnya impeachment,
09:29bahkan proses di mana wakil presiden mengambil alih kepresidenan,
09:35kursi kepresidenan dari Trump terus kemudian disetujui kongres itu pasti akan didorong.
09:39Jadi disini kelihatannya Trump akan berhati-hati bahwa kapal-kapal perang Amerika Serikat itu tidak terlalu mendekat dengan wilayah di
09:52Iran.
09:52Karena kalau misalnya kita bicara soal serangan dari Iran, misalnya lewat rudal dan lain sebagainya,
09:58itu akan lebih mudah Iran menyerang ke Amerika Serikat kapal-kapalnya.
10:04Ketimbang kalau misalnya katakanlah kapal-kapal Amerika Serikat melakukan tindakan polisioner ya,
10:12untuk memastikan bahwa kapal-kapal tanker itu tidak keluar dari wilayah yang di blokade gitu.
10:18Jadi ini yang membuat Trump berpikir ulang mengenai blokade ini.
10:24Oke, jadi kalau kita lagi-lagi pakai bahasa yang lebih awam begitu ya,
10:31Trump ini seolah-olah bilang kalau saya nggak bisa dapat minyaknya, semua orang juga nggak boleh dapat minyaknya.
10:35Eskalasinya secara internasional seperti apa Prof?
10:39Yang pasti harga minyak akan naik ya, dan ini sudah terlihat bahwa harga minyak sudah merangkak naik
10:45dari ke angka 100 dolar lebih, begitu ya.
10:48Dan tentu ini menjadikan keresahan bagi masyarakat internasional dan Amerika Serikat.
10:56Karena minyak ini berdampak pada segala aspek kehidupan.
11:01Nah ini yang jadi tantangan yang harus diselesaikan.
11:05Dan Anda melihat rekanan dari Amerika Serikat,
11:09kalau tadi kan Anda bilang bahwa teman-temannya Amerika Serikat ini tidak boleh lewat,
11:13pasti dari Selat Hormuz begitu.
11:15Tapi dengan adanya Amerika yang kemudian juga malah ikut-ikutan memblokade Selat Hormuz,
11:20Anda melihat Amerika makin akan ditinggalkan,
11:23karena kita lihat juga gelombang demonstrasi ini sudah mulai banyak di beberapa daerah, di beberapa negara.
11:29Anda melihat Amerika Serikat justru akan semakin ditinggalkan oleh rekan-rekannya,
11:34dan kemudian eskalasinya jadi berubah berpihak kepada Iran atau seperti apa yang akan terjadi?
11:42Ya, saya rasa banyak negara akan meninggalkan Amerika Serikat dan ingin meninggalkan Amerika Serikat.
11:47Dan kita sudah dengar ya, misalnya Presiden Perancis mengatakan bahwa kita tidak bisa lagi bergantung pada Amerika Serikat.
11:54Perdana Menteri Kanada juga menyampaikan bahwa kita tidak akan lagi menyumbang tentara kepada Amerika Serikat.
12:01Dan mungkin banyak negara mengatakan seperti itu.
12:03Karena apa?
12:04Karena kebijakan atau keputusan yang diambil oleh Trump,
12:08ini semakin lama, semakin tidak sesuai dengan nalar yang biasanya dipakai oleh para pengambil kebijakan di sebuah negara yang besar.
12:17Karena respon dari Amerika Serikat di bawah Trump ini bukannya mau mencoba menyelesaikan masalah,
12:26tetapi memunculkan masalah dengan mengandalkan kekuatan.
12:31Jadi kayak misalnya terkait dengan Selat Hormuz ini,
12:34katakanlah Iran menganggap bahwa daya ungkit dia untuk bisa memenangkan perang atau menjaga kedaulatannya itu adalah Selat Hormuz.
12:46Ini sangat penting, karena ini akan berpengaruh pada dunia dan dunia akan memberi tekanan kepada Trump.
12:52Nah tetapi oleh Trump kemudian dibuat lagi ada blokade yang intinya sebenarnya efektifitasnya apa?
13:00Maksudnya Trump adalah memang supaya pihak Iran tidak bisa menjual minyaknya ke luar negeri gitu kan.
13:07Tetapi kan yang dikorbankan ini adalah dunia.
13:11Nah ini yang membuat dunia mengatakan bahwa kita tidak perlu nih kebijakan-kebijakan seperti ini.
13:17Dan saya rasa di Amerika Serikat sendiri itu juga banyak yang mempertanyakan keputusan dari Trump ini
13:25dan yang menjadi kerepotan bagi bawahannya untuk melaksanakan apa yang diinginkan oleh Trump.
13:32Nah dalam konteks ini ya saya harus katakan bahwa banyak negara,
13:36bahkan juga rakyat di Amerika Serikat yang meninggalkan Trump gitu ya dengan kebijakan-kebijakannya.
13:43Jadi kalau kita tarik ke belakang jauh begitu dengan kampanye Donald Trump yang digaungkan adalah
13:49make America great again begitu dengan adanya hal-hal seperti hari ini jatuhnya malah jadi downgrade begitu ya Prof ya?
13:58Ya, this is how to make America worse gitu ya.
14:02Jadi bukan great again tapi worse gitu ya.
14:05Ya karena Trump itu menduduki satu jabatan yang maunya membuat Amerika Serikat besar
14:13tetapi justru membuat Amerika Serikat seperti ya mohon maaf ya negara berkembang,
14:18negara yang baru merdeka yang apa namanya cara berpikir pemimpinnya itu sangat sederhana begitu.
14:25Seperti itu.
14:25Oke jadi kalau bicara soal Donald Trump begitu tekanan kritik bahkan dari Fatikan juga sudah ada statement yang juga cukup
14:35keras soal perang ini
14:36meminta semua pihak untuk berhenti nampaknya tidak menggoyahkan Trump tapi ketika tadi rekanan-rekanan Trump
14:42maksud saya rekanan-rekanan dari Amerika Serikat mulai berbalik badan begitu kemudian ada tekanan ekonomi juga
14:50ini bisa menghentikan Trump atau setidaknya mengerem sedikit begitu keasbunannya Trump?
14:57Nah saya kok melihat bahwa dari perilaku Trump selama ini yang dia ini lebih mendengar dirinya sendiri daripada orang lain
15:08ya.
15:08Bahkan pada waktu serangan ke Venezuela kan Trump mengatakan bahwa saya gak butuh hukum internasional
15:14yang menentukan saya melakukan tindakan itu adalah moralitas saya.
15:18Jadi dia lebih mau mendengarkan dirinya sendiri ketimbang mendengarkan orang lain.
15:24Dan orang lain harusnya melegitimasi apa yang dia lakukan.
15:30Nah ini yang kadangkala kalau saya lihat dari muka atau mimik dari menlu Marco Rubio beliau itu agak khawatir.
15:37Dan sekarang ini belakangan ini Trump jarang sekali membawa Marco Rubio di sampingnya.
15:43Justru yang ada di sampingnya itu adalah Pete Haskett, Menteri Perangnya yang selalu membela tindakan Trump.
15:54Dan yang kedua Trump ini tiba-tiba belakangan langsung sangat religius.
16:00Tapi religiusnya itu untuk membenarkan tindakan dia bahwa dalam agama yang dia anut bahwa apa yang dilakukan ini memang dibenarkan.
16:10Bahkan kemarin ini katanya beliau membuat di social truthnya itu postingan yang menunjukkan Trump ini seolah-olah sebagai Yesus katalah
16:22ya yang membantu manusia.
16:25Nah inilah yang membuat orang bertanya-tanya.
16:29Trump itu kelihatannya dia tercabut dari lingkungannya, dari negara-negara yang selama ini menjadi sekutunya, tidak pernah didengar.
16:41Bahkan dalam mengambil keputusan kalau misalnya ada negara yang tidak mendukungnya,
16:48justru dia merendahkan pribadi dari pemimpin negara tersebut.
16:55Nah ini.
16:55Oke, saya kutip begitu komentar-komentar di media sosial begitu menyikapi perang ini.
17:01Kalau bicara soal Trump itu sebutannya adalah NPD final boss gitu.
17:05Mentok banget narsistiknya begitu ya Pak Prof.
17:08Nah pertanyaannya adalah ketika Trump sebagai kepala negara, kita tidak bisa menyingkirkan itu begitu bahwa Trump ini adalah kepala negara,
17:17negara besar pula Amerika Serikat.
17:19Pasti apa yang disampaikan itu akan berdampak juga pada dunia global.
17:23Satu-satunya hal yang mungkin bisa dilakukan artinya justru dari internal Amerika Serikat sendiri.
17:29Betul, betul.
17:30Hanya dari Amerika Serikat sendiri internal, negara-negara terus terang tidak bisa melakukan apapun.
17:35Di internal pun sebenarnya ada dua cara.
17:38Pertama adalah impeachment, tapi kalau impeachment harus menunggu sampai bulan November nanti ya.
17:45Mid-term election ya, adanya mid-term election dengan harapan bahwa Kongres itu akan dikuasai oleh Demokrat.
17:50Nah tapi yang kedua, ini yang banyak di Amerika Serikat juga dibicarakan soal penggunaan 25th Amendment.
17:59Jadi 25th Amendment ini mengatakan bahwa Wakil Presiden bisa mengambil alih kursi Presiden apabila dianggap Presiden itu incapable dalam menjalankan
18:12tugasnya.
18:13Dan Wakil Presiden ketika dia menggulingkan Presiden, dia hanya perlu mendapatkan persediaan dari Kongres.
18:19Nah apa bedanya dengan impeachment?
18:21Bedanya, kalau Wakil Presiden yang melakukan ini, Wakil Presiden kan dari Partai Republik.
18:27Nah harapannya adalah Kongres di Partai Republik itu akan menyetujui tindakan dari Wakil Presiden ini.
18:33Meskipun nggak semuanya, tetapi sebagian besar menyetujui, nah nanti ditambah dengan tentu mereka yang dari Partai Demokrat.
18:41Dan itu yang diharapkan harusnya dilakukan oleh Wakil Presiden Vance pada saat ini.
18:48Karena Trump itu misalnya, negosiasi kan sedang berjalan dengan Iran.
18:56Dan ini kan juga nggak boleh cuma sekali saja, mungkin ada beberapa kali pertemuan.
19:02Tapi pernyataan Trump kemarin mengatakan, saya nggak peduli mau ada negosiasi atau tidak.
19:08Pokoknya, ada pokoknya itu.
19:10Saya akan melakukan blokade.
19:12Saya akan melakukan ini dan itu.
19:14Nah ini yang menurut saya tidak mencerminkan seorang pemimpin dari sebuah negara yang besar.
19:22Seperti itu.
19:22Oke.
19:23Pertanyaannya adalah ketika kemudian opsi kedua yang diambil diganti oleh Wakil Presidennya Donald Trump,
19:30apakah akan ada perubahan di Timur Tengah dan juga eskalasi konflik ini akan meredah?
19:34Ditahan dulu.
19:35Jawaban Anda, Profi, karena kita akan kembali.
19:37Usai Jidadi Breaking News, Kompas TV.
19:44Terima kasih.
Komentar