- 2 hari yang lalu
- #as
- #iran
- #selathormuz
- #donaldtrump
KOMPAS.TV - Perundingan antara Amerika Serikat dan Iran di Pakistan gagal. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, bereaksi keras dengan mengancam akan memblokade total Selat Hormuz. Sementara itu, Iran menanggapi dengan menyebut tindakan tersebut sebagai bukti kekalahan Amerika.
Sebenarnya apa yang akan menjadi dampak dari ancaman blokade Selat Hormuz tersebut?
Simak pembahasan KompasTV bersama Dinna Prapto Raharja, praktisi hubungan internasional dari Synergy Policies, serta Adrianus Prima, analis dari lembaga kajian pertahanan strategis.
Baca Juga PBB Soroti Peluang Dialog Lanjutan AS-Iran Usai Perundingan Pertama Gagal di Pakistan di https://www.kompas.tv/internasional/663044/pbb-soroti-peluang-dialog-lanjutan-as-iran-usai-perundingan-pertama-gagal-di-pakistan
#as #iran #selathormuz #donaldtrump
Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/663054/panas-ancaman-blokade-selat-hormuz-as-vs-iran-siapa-dirugikan-ini-sorotan-analis-praktisi-hi
Sebenarnya apa yang akan menjadi dampak dari ancaman blokade Selat Hormuz tersebut?
Simak pembahasan KompasTV bersama Dinna Prapto Raharja, praktisi hubungan internasional dari Synergy Policies, serta Adrianus Prima, analis dari lembaga kajian pertahanan strategis.
Baca Juga PBB Soroti Peluang Dialog Lanjutan AS-Iran Usai Perundingan Pertama Gagal di Pakistan di https://www.kompas.tv/internasional/663044/pbb-soroti-peluang-dialog-lanjutan-as-iran-usai-perundingan-pertama-gagal-di-pakistan
#as #iran #selathormuz #donaldtrump
Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/663054/panas-ancaman-blokade-selat-hormuz-as-vs-iran-siapa-dirugikan-ini-sorotan-analis-praktisi-hi
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:00Perundingan Amerika dan Iran di Pakistan gagal, Presiden Amerika Donald Trump bereaksi keras dengan mengancam memblokade total selat horbus.
00:09Sementara Iran menanggapi dengan menyebut tindakan tersebut sebagai bukti kekalahan Amerika.
00:15Kita bahas bagi ini saudara, soal ini bersama dengan Dina Prapto Raharja, praktisi hubungan internasional sinergi polisis dan analisis lembaga
00:25kajian pertahanan strategis Andrianus Prima.
00:27Selamat pagi Mbak Dina, Mbak Andrianus. Apa kabar?
00:31Selamat pagi.
00:33Oke saya mau ke Mbak Dina Ludhubi dulu. Mbak Dina kalau melihat dari perundingan di Pakistan yang tidak menemukan hasil
00:40ataupun buntu, Anda melihat ke depannya apa yang akan dilakukan Amerika Serikat dan juga Iran?
00:46Amerika Serikat dalam posisi putus asa kalau saya lihat dalam skema kali ini karena komunikasi yang dilancarkan masih terus berputar
00:56di eskalasi ya.
00:59Jadi ancaman, kemudian ketidakpastian juga yang terus ditimbulkan kepada pasar.
01:05Jadi yang saya bayangkan Amerika Serikat dalam posisi berusaha terus untuk mencari dukungan dari para sekutunya, namun para sekutunya sekarang
01:14sudah mulai berhitung.
01:16Sejak ada pembukaan dialog oleh Pakistan, itu sejumlah negara juga mulai melakukan penjajakan ya bagaimana menegosiasi Iran.
01:27Di sini kalau kita bicara soal Selat Hormuz saja, kita pisahkan dari isu lain yang lebih kompleks di Iran dan
01:34Timur Tengah, juga terkait dengan Libanon dan Israel misalnya, hanya Hormuz saja.
01:39Itu sebenarnya posisi Iran itu boleh dikatakan lebih kuat karena dia harus punya secara hukum internasional pun, dia harus punya
01:49suara di sana.
01:49Nah, negara pantai itu memang punya tugas untuk mempromosikan atau memajukan keamanan saat kapal-kapal melintas.
02:00Itu sebabnya mereka harus punya suara dalam bisa menentukan rutenya yang aman itu seperti apa.
02:08Kemudian kalaupun mereka menetapkan harus ada kontribusi yang diberikan kepada negara kawasan untuk berbagai alasan.
02:18Di Selat Malaka saja kita punya skema untuk membersihkan sampah, kemudian untuk bertanggung jawab juga soal ketertiban, patroli, dan seterusnya.
02:27Hal itu sebenarnya bisa diterapkan.
02:29Jadi mustahil sebenarnya membayangkan Amerika Serikat hanya mau menetapkan aturan di Hormuz tanpa mempertimbangkan posisi Iran yang jelas-jelas adalah
02:38negara pantai di sana.
02:41Oke, menarik. Ini kan melihat dari yang tadi Mbak katakan mengenai negara sekutu Amerika Serikat.
02:48Tapi kalau dari rencana memblokade Selat Hormuz ini, apakah Anda melihat Amerika Serikat sudah berkoordinasi dengan negara sekutu?
02:56Saya kira tidak. Kalau kita perhatikan ya, wilayah yang paling dirugikan sebenarnya adalah negara-negara sekutu yang berada atau menghadap
03:06ke arah Teluk Persia.
03:08Di sana itu ada negara-negara besar yang jelas ekspornya dan kemitraannya dengan negara-negara di seluruh dunia itu jauh
03:17lebih kompleks dan sudah lebih dahulu dibangun ketimbang Iran yang sudah berpuluh tahun di embargo.
03:23Ada Saudi Arabia, Bahreng, Qatar semakin, bahkan Oman juga.
03:28Kalau dilihat dari signifikansi dari blokade yang dilakukan di mulut Laut Arabia,
03:36sebenarnya posisinya itu menurut saya lebih merugikan Amerika Serikat dan ke depannya karena para sekutunya akan menjadi semakin lemah.
03:45Dan saya sulit membayangkan juga bahwa para sekutunya ini akan bisa menyetujui cara-cara sepihak ke depannya.
03:53Karena kembali ke poin suatu kawasan yang memang dilintasi oleh banyak negara, satu-satunya cara menjaga agar situasi yang lebih
04:01stabil, harga pasar lebih predictable,
04:04itu adalah dengan negosiasi, bukan dengan intervensi militer.
04:08Oke, kalau kita berbicara mengenai dengan niatan dari Amerika Serikat untuk melakukan blokade Selat Hormus ini,
04:15Mbak Dina sebenarnya kalau kita berbicara mengenai untung rugi untuk masing-masing negara, Amerika dan juga Iran,
04:20dari sudut pandang Anda apa, Mbak?
04:23Yang paling rugi Amerika Serikat dan juga global.
04:27Kalau diperhatikan, Iran dalam posisi masih bisa menahan dan saya kira jalur yang alternatif lewat darat, lewat udara,
04:39itu justru sudah dalam posisi berpihak kepada Iran.
04:42Kita tahu bahwa sejak kejadian eskalasi yang terakhir oleh Donald Trump berbarengan dengan proses untuk negosiasi di Pakistan,
04:53negara seperti China saja sudah mulai menutup angkasanya untuk perlintasan kapal pesawat apapun, pesawat terbang apapun.
05:03Ini artinya di kawasan timur tengah pun, di mana situ banyak sekali overlap negara-negara,
05:09bisa jadi sebenarnya sudah mulai ada perbincangan tentang bagaimana caranya mengendalikan,
05:15jangan sampai eskalasi ini jauh lebih merugikan bagi negara-negara yang jumlahnya lebih banyak daripada Amerika Serikat dan Israel saja.
05:22Jadi sebenarnya dalam segi militer ataupun dari segi perdagangan, apalagi segi ekonomi, itu yang paling rugi Amerika Serikat.
05:32Oke, saya mau ke Bang Adrianus.
05:35Tadi Mbak Dina menyebut bahwa tampaknya untuk rencana blokade Selat Hormus ini yang justru malah rugi adalah Amerika Serikat.
05:41Tapi kalau Anda melihat sejauh ini apakah ada strategi khusus yang tengah disiapkan Amerika Serikat selain?
05:45Memang gencar untuk berbicara mengenai blokade Selat Hormus, Mbak Adrianus?
05:51Ya, memang tadi seperti disampaikan Mbak Dina ya, kita lihat bahwa mekanisme penerapan blokadenya ini akan dilakukan di Laut Arab
06:01ya,
06:01jadi bukan di Selat Hormus yang sendiri, tapi di luar Selat Hormus.
06:06Sebenarnya hal yang sama, yang selama ini dilakukan di Venezuela dan Cuba.
06:11Jadi mereka masih berusaha menggunakan Laut Internasional untuk melakukan blokade ini.
06:17Jadi memang blokadenya katanya akan selektif ya, jadi hanya kapal yang menuju dan berasal dari pelabuhan-pelabuhan Iran.
06:25Tetapi memang kita harus mempertimbangkan bahwa langkah yang dibilang sama Donald Trump ini tidak akan pandang bulu.
06:32Semua kapal yang menuju dan dari Iran ini tentu saja kita bisa lihat bahwa akan berefek terutama ya,
06:40yang paling berefek itu ke sekutu-sekutu Amerika sendiri di Asia, seperti Jepang dan Korea Selatan.
06:48Kemudian selain itu tentu saja kemungkinan besar yang ingin dituju dari blokade ini adalah Cina.
06:55Karena kita tahu selama ini dengan adanya konflik Iran ini, yang Amerika masih tidak dengan resmi mendeklarasi sebagai perang ya,
07:06karena tidak ada persetujuan Kongres, ini kan sebenarnya selama ini yang agak disasar ini kan sebenarnya Cina ya.
07:14Tapi ternyata selama konflik karena berbagai konsesi yang diberikan,
07:18akhirnya Cina malah menikmati akses terhadap minyak Iran yang lebih luas dibanding sebelum konflik.
07:24Jadi memang di sini ada kontradiksi-kontradiksi yang terjadi ya karena perang ini,
07:29sehingga secara umum ini blokade ini akan lebih berefek kepada sekutu Amerika di Asia.
07:38Nah, kita patut menunggu bagaimana reaksi-reaksi sekutu Amerika di Asia.
07:43Karena kalau Korea Selatan, kalau kita lihat ya di X itu Presiden Korea Selatan itu
07:47sepertinya mulai vokal, menyuarakan kekejaman Israel.
07:52Meskipun ini memang seperti tadi disebutkan sama Mbak Dina memang menjadi lebih kompleks ya jadinya
07:56untuk konflik ini karena ujung-ujungnya menyangkut Israel, menyangkut Lebanon juga gitu.
08:04Tapi kita bisa lihat bahwa sikap Presiden Korea Selatan yang secara terbuka di sosial media,
08:12di X itu dia mengecam masalah kekejaman Israel,
08:16ini tentu saja berbeda 180 derajat dengan sikap Jepang yang sepertinya masih berusaha
08:22untuk menyenangkan Presiden Trump.
08:25Nah, di sini memang kita menunggu faktor-faktor tekanan-tekanan dari sekutu Amerika yang ada di Asia.
08:34Tapi kita juga harus ingat bahwa sepertinya Donald Trump ini juga cenderung tidak terlalu peduli
08:40dengan sekutunya ya, kalau dibandingkan dengan Presiden-Presiden Amerika sebelumnya.
08:45Nah, sebenarnya kalau menurut kami yang agak menjadi posisi kritis sekarang adalah bagaimana reaksi Iran.
08:53Kalau Iran setelah gencatan senjata memutuskan untuk menyerang kembali infrastruktur energi di negara-negara teluk,
09:01nah, ini maka akan menjadi hal yang cukup mengkhawatirkan ya,
09:06kalau kita melihat posisi Indonesia sebagai importer minyak,
09:10karena naiknya harga minyak dunia ini kan tentu saja kita akan merasakan.
09:14Tetapi, kita juga harus melihat bahwa Pakistan itu salah satu reaksi pertamanya,
09:20begitu genjatan senjata gagal,
09:22dia mengirimkan pasukan dan aset-aset pertahanannya ke Arab Saudi.
09:27Kita harus ingat bahwa Arab Saudi dan Pakistan ini memiliki joint defense pack ya,
09:34jadi mempunyai fakta pertahanan bersama.
09:37Nah, di sini akan menjadi cukup sulit posisinya,
09:41di mana Iran itu pasti akan berpikir dua kali untuk menyerang tempat-tempat yang dilindungi oleh pasukan Pakistan,
09:47karena kita lihat bahwa Pakistan telah menjadi mediator.
09:51Jadi, memang situasinya cenderung akan lebih kompleks,
09:54tapi memang saya setuju dengan Mbak Dina bahwa ini memang menunjukkan Amerika ini sedang panik,
10:00karena berbagai hal yang dilakukan sekarang ini agak kontradiktif.
10:05Seperti mungkin kita ambil salah satu poinnya,
10:08masalah tol fee atau membayar jasa tol untuk melewati Selat Hormuz.
10:14Padahal kita tentu saja masih ingat bahwa Donald Trump sendiri dalam sosial medianya itu pernah menulis
10:20bahwa dia akan sharing atau berbagi biaya jasa tol ini.
10:26Kenapa sekarang dia mempermasalahkan masalah ini?
10:29Tentu saja kita jadi bertanya-tanya,
10:31faktor eksternal apa yang membuat Donald Trump berubah pikiran?
10:35Dan memang kita harus aku ya,
10:38memang Donald Trump ini tidak bisa ditebak dan cenderung pelan-pelan,
10:41tapi kita bisa lihat bahwa pernyataan yang cukup eskalatif ini menjadi anomali,
10:48karena biasanya menjelang weekday kan dia memberikan pernyataan yang positif ya,
10:55untuk meredam harga minyak,
10:57kemudian menaikkan saham Amerika gitu ya,
11:01tapi ini kayaknya menjadi salah satu anomali di mana dia menyatakan adanya eskalasi ketika weekend.
11:08Nah, yang menarik juga adalah kita tunggu reaksi publik Amerika,
11:13apalagi di beberapa tempat minyak atau bensin itu sudah menembus 5 dolar nih per galon.
11:22Nah, ini kita patut menunggu reaksi publik Amerika juga, begitu.
11:27Oke, Bang Adrianus, koreksi saya jika saya salah,
11:30saya tangkap dari pernyataan Anda adalah,
11:32jadi dengan langkah Trump untuk memblokade surat hormus ini,
11:35sebenarnya membenciptakan, keretakan untuk negara sekutu di Asia,
11:40untuk Amerika Serikat seperti Jepang dan juga Korea Selatan,
11:42karena ketahanan energi mereka kan sangat rekspos dari Timur Tengah begitu.
11:47Betul, betul, betul.
11:49Memang menurut kami salah satu faktor kuncinya adalah,
11:52bagaimana Korea Selatan dan Jepang bereaksi terhadap ini.
11:56Tapi kita harus ingat bahwa negara-negara lainnya itu seperti di kawasan,
12:02seperti Thailand, Filipina, itu juga,
12:04apalagi Filipina.
12:06Filipina itu kan salah satu sekutu Amerika yang dimana dia memiliki fakta pertahanan juga dengan Amerika.
12:13Meskipun mungkin secara strategisnya tidak sekuat Jepang dan Korea Selatan ya,
12:20karena kalau Amerika yang dulu kan sangat berusaha menekan ekonomi Cina,
12:25jadi mereka harus mengandalkan Korea Selatan dan Jepang secara geografis dekat dengan Cina.
12:31Cuman kan memang kita harus menyadari bahwa Trump ini sepertinya berusaha berteman dengan semua orang yang dianggap strongman ya,
12:40makanya pendekatan dengan Cina itu akan sedikit berbeda.
12:43Tapi tentu saja masih ada unsur-unsur di pemerintahan Amerika ya,
12:47terutama terkait ekonomi yang berusaha untuk menekan Cina.
12:52Kita bisa lihat dari kebijakan tarif dan sebagainya.
12:55Jadi memang secara politis global ini terjadi dinamika yang agak berbeda dengan Trump ini.
13:04Begitu kalau menurut kami.
13:05Oke, saya mau ke Mbak Dina.
13:07Mbak Dina kalau melihat dari sangsa ekonomi yang sebelumnya pernah juga dilayangkan,
13:13begitu ya dari Amerika Serikat kepada Iran,
13:15ini tampaknya tidak mengubah sedikitpun sikap Iran sampai dengan sejauh ini.
13:19Lalu kenapa, apakah Anda melihat sejauh ini,
13:22bakal Trump sebenarnya pede dengan blokade Eslat Hormuz ini?
13:25Karena kalau misalkan ini memang benar-benar diberlakukan,
13:28kan akan jauh justru malah memperkuat narasi mungkin ya, Mbak ya.
13:32Perlawanan rezim di Teheran, Iran, arahnya ke sana.
13:36Jadi Iran ini posisinya sekarang bukan lagi sebagai negara tunggal
13:42yang menjadi sasaran tembak Amerika Serikat.
13:46Sejalan dengan waktu sekarang sudah memasuki lebih dari satu bulan,
13:51lebih dari 40 hari malah ya, udah menjelang 50 hari,
13:55negara-negara lain justru bisa melihat bahwa pertama,
13:59Amerika Serikat itu nggak punya strategi yang jitu berhadapan dengan Iran.
14:04Sebenarnya apa yang mau disasar dari Iran pun itu nggak jelas.
14:07Waktu awal bilang program nuklir, kemudian penggantian rejim,
14:12kemudian minyak, nggak ada satupun yang bisa dicapai,
14:16sekarang malah sibuknya dengan Selat Hormuz.
14:18Nah sekarang Selat Hormuz ini, kembali ke poin saya awal tadi,
14:21bahwa kita nggak bisa lihat ini serangan tunggal kepada Iran,
14:24makanya Iran itu sekarang punya upper hand ya,
14:27kalau bahasa negosiasinya, jadi dia berada di atas,
14:30karena apa yang melalui Selat Hormuz itu bukan sekedar energi
14:37atau dagang produknya Iran yang kemudian bisa dikunci,
14:41atau sekutunya Iran yang kemudian kalau dimatikan jalannya,
14:45mereka bisa mati gitu.
14:46Bukan seperti itu.
14:47Kalau kita kembangkan lagi produk-produk apa saja yang lewat Selat Hormuz,
14:52itu makin mengerikan sebenarnya dampaknya buat global,
14:56makanya si Iran itu dapat angin untuk terus mendukung.
15:00Misalnya contohnya, Indonesia harusnya resah betul,
15:02karena bukan cuma energi kita yang dimatikan jalurnya,
15:06tapi ada sulfuric acid.
15:07Sulfuric acid itu adalah chemicals yang sangat-sangat dibutuhkan
15:12untuk industri apapun,
15:13nilai dari koper, perunggu, nikel, kobalt, uranium.
15:16Jadi produk-produk yang turunan dari tambang itu hanya bisa diolah menjadi produk selanjutnya
15:28kalau ada bahan materi itu.
15:30Dan harga barang itu sendiri, bahan baku itu sudah sampai 70% meningkatnya.
15:35Indonesia yang saat ini sangat bergantung pada pengolahan industri mineral,
15:41itu jelas akan sangat tertekan.
15:44Bukan cuma produksi kita di segala macam supply chain ya,
15:48tapi juga bahwa upaya kita untuk menciptakan ketahanan energi dan lain-lain itu nggak terjadi.
15:55Jadi dari segi fosil kita nggak dapat apa-apa,
15:58dari segi renewable energy juga kena dampak negatifnya.
16:05Karena produk yang kita cari misalnya untuk membangun baterai untuk EV,
16:11itu juga akan kena dampak harga yang luar biasa naik inflasinya.
16:15Jadi kita itu harus bisa melihat bahwa Iran itu bukan menjadi sasaran tunggal.
16:22Jadi sebenarnya yang harusnya kita bangun solidaritasnya dan kita cari jalan keluarnya
16:28itu adalah untuk membantu Iran keluar dari narasi bahwa dia lah menjadi sumber masalah dari masalah ini.
16:34Karena kembali ke poin strategi Amerika Serikat ini betul-betul nggak rapi sama sekali,
16:42bahkan tidak ada strategi dan belum sampai hari ini tuh saya bisa yakin
16:46bahwa dia sebenarnya bisa bekerja sama dengan Israel.
16:51Israel ini jalannya masih liar kemana-mana
16:53dan menurut saya si Amerika Serikat juga nggak tahu sebenarnya cara menundukkan Israel juga gimana.
17:00Jadi omong kosong sebenarnya bahwa kita duduk bareng,
17:04sementara si Israel ini masih nggak bisa dipegang
17:07dan segala sesuatu itu sebenarnya solusinya lewat duduk bersama,
17:11bukan lewat intervensi militer.
17:13Itu jelas sekali di kawasan yang sangat kompleks dan choke points yang sangat pendek ya.
17:17Karena di Lormus itu cuma 33 sampai 39 kilometer loh.
17:22Kalau di Selat Malaka kita 250 kilo yang paling jauh.
17:25Bandingkan jauh sekali gitu.
17:28Jadi ini mau nggak mau memang harus kerja sama kan, melewati satu wilayah yang sangat sempit.
17:33Dan jelas di situ secara hukum internasional,
17:36negara pantai yang punya wilayah di situ,
17:40bahkan punya zona ekonomi eksklusif di situ,
17:42nontabene Iran, itu punya hak.
17:44Jadi nggak bisa juga sejak Amerika Serikat keluar dari JCPOA secara sepihak,
17:49persetujuan multilateral untuk kerjasama dengan Iran dia keluar ya,
17:54untuk nuklir dan Iran itu masih terikat NPT.
17:58Harusnya nggak bisa ini.
17:59Semua ini menurut saya ngawur-ngawuran aja ya Amerika ini.
18:03Tapi kalau dari Mbak Dina tadi singgung,
18:06mengenai lebar selat hormus yang terbatas begitu ya Mbak,
18:10ini juga menyangkut mengenai hukum laut internasional,
18:12apakah ini juga bisa memicu tuntutan hukum mahkamah internasional
18:17yang memojokan atau bisa memposisikan, menyudutkan Amerika Serikat?
18:22Kalau dilihat dari prosedur,
18:26Amerika Serikat tidak menjadi partis,
18:29tidak menjadi anggota dari mahkamah internasional, ICC.
18:33Jadi, tapi negara-negara internasional itu banyak yang ikut,
18:38dan kalau dilihat dari kerusakan yang terjadi,
18:41akuntabilitas ini tetap bisa diminta kepada Amerika Serikat lewat isolasi ya.
18:46Jadi ke depannya kerjasama, kemudian sanksi,
18:49dan PBB ini karena juga sudah agak,
18:52menurut saya berantakan juga ya gara-gara kejadian ini,
18:55itu akan ada repositioning anyway menurut saya ke depannya.
18:59Secara politis, kerusakan yang terjadi akibat perang ini,
19:02tetap harus ada yang menanggung dan nggak bisa menanggung sendiri.
19:06Karena yang dilakukan itu semua secara sepihak,
19:10keluar dari JCPOE, keluar dari negosiasi di Oman,
19:14plus kemudian melakukan penghancuran di berbagai titik yang menyebabkan retaliasi dari Iran.
19:19Jadi kalau saya melihatnya, Iran ini nggak bisa dilihat sebagai pihak yang nggak punya hak untuk melawan ya.
19:27Karena kalau kita sendiri sebagai satu negara tiba-tiba diserang,
19:31padahal kita sudah mematuhi apa segala aturan,
19:34dan belum ada proses negosiasi.
19:36Kata kuncinya itu negosiasi lah.
19:37Nggak mungkin masalah yang sepelik misalnya program nuklir,
19:42ataupun selat yang begitu sempit itu bisa diselesaikan satu cara oleh Amerika yang menjadi polisi dunia.
19:49Nggak mungkin.
19:50Nah oke, bagaimana nih Bang Adrianus,
19:52kalau melihat dari kapabilitas dari SETCOM atau Komando Pusat Amerika Serikat,
19:56tadi kan menyinggung mengenai blokade ya,
19:59lebar selat hormus yang terbatas.
20:00Apakah Anda melihat Amerika Serikat sebenarnya mampu untuk melakukan inspeksi kargo
20:05tanpa melanggar kedaulatan wilayah perairan Iran?
20:08Atau ada tanggapan lain?
20:11Sebenarnya seperti tadi sempat saya sampaikan dan Mbak Dina sampaikan ya,
20:16sepertinya hampir tidak mungkin Amerika ini akan melakukan inspeksi kargo-nya di selat hormus.
20:22Kenapa? Karena mungkin kita bisa lihat saja ya,
20:27tidak usah berspekulasi bahwa selama ini pun sebelumnya Trump pernah bilang bahwa
20:33untuk asuransi pelayaran katanya pemerintah Amerika yang akan menjamin gitu kan
20:39dengan membayar sejumlah premi dan kemudian akan dilakukan pengawalan.
20:44Kemudian respon beberapa perusahaan pelayaran adalah mengontak SENTCOM waktu itu.
20:49Tapi SENTCOM saja bilang bahwa masih beresiko.
20:52Jadi di sini kita bisa mengambil garis besar bahwa sebenarnya SENTCOM pun masih merasa bahwa
21:00melintasi selat hormus ini sangat beresiko.
21:02Kita juga sudah lihat ya tadi bahwa ada dua destroyer Amerika yang akhirnya putar balik.
21:09Meskipun ada yang bilang bahwa salah satu destroyer itu sempat berhasil melewati selat hormus
21:14sebelum berputar balik.
21:16Tapi di sisi lain kita juga harus melihat bahwa sebenarnya mungkin SENTCOM atau
21:22US Navy secara umum ya ini sebenarnya masih berusaha menghindari konflik terbuka.
21:28Kita bisa lihat tidak hanya dari yang terjadi di selat hormus jadi saat ini kan hanya ada kapal induk Abraham
21:37Lincoln
21:37karena Gerard Elford itu sedang mengalami perbaikan karena kerusakan masalah pipa pembuangannya
21:44dan juga katanya kebakaran laundry.
21:46Jadi dia masih melakukan perbaikan sehingga tidak akan bisa masuk kembali ke area peperangan di dekat Iran.
21:56Nah Amerika kan mengirim kapal induk kedua untuk mendampingnya Abraham Lincoln ya
22:02dan kita juga sama-sama tahu Abraham Lincoln juga posisinya tidak dekat dengan Iran gitu kan.
22:06Nah kapal induk gerat sorry George W. Bush ini ternyata tidak melewati terusan Suez
22:15karena sepertinya dia menghindari area-area yang dekat dengan Houthi ya
22:21jadi dia tidak melewati Laut Merah tapi dia memutar melalui Afrika Selatan
22:27jadi melalui Tanjung Harapan.
22:29Di sini kita bisa lihat bahwa sebenarnya ada dua kemungkinan
22:33antara memang Amerika berusaha menahan atau menyimpan stok rudal interceptornya
22:42yang ada di kapal-kapal perusahaan yang menjadi pengawal kapal induknya
22:47atau memang sebenarnya di dalam Senkom atau US Navy ini masih menganggap bahwa saat ini sangat berisiko
22:56padahal tentu saja kita masih ingat bahwa ini masih dipayungi oleh kenjatan senjata
23:00yang kita masih punya beberapa hari ini.
23:03Nah di sisi lain kalau kita lihat aset yang lain ya seperti pasukan darat dan juga kita harus ingat
23:11ada dua LAD USS Tripoli dan USS Boxer yang ada di situ
23:17sebenarnya juga kalau kita lihat opsinya itu sangat terbatas apa yang akan dilakukan oleh Amerika
23:24makanya kalau kita ikuti ya sejak gagalnya perundingan itu ada puluhan penerbangan
23:33dengan pesawat kargo militer Amerika dari Eropa dari benua Amerika ya yang mengarah ke Timur Tengah
23:42dapat kita lihat bahwa memang Amerika itu melakukan restocking ya resupply dan juga mungkin menambah pasukan
23:50tapi kita juga bisa lihat bahwa negara sebesar Amerika itu selama dia mengirim pasukan itu tidak bisa diam-diam
23:58memang ini hal yang harus kita lihat bersama ya seperti kapal pengiriman kapal dan pesawatnya itu
24:06sebagian besar diketahui oleh orang
24:07nah memang Senkom ini opsinya masih sangat terbatas
24:12jadi kalaupun mereka beneran menerapkan blokade ya seperti yang tadi saya dan Mbak Dina sampaikan
24:19mereka akan menerapkannya di Laut Arab
24:21jadi mereka akan cenderung melakukan ini ya
24:27mereka akan boarding atau mereka akan naik ke kapal-kapal yang diduga berasal dari pelabuhan Iran
24:33jadi kita akan melihat operasi seperti yang mereka lakukan di Venezuela kemarin
24:40jadi memang disini kita bisa lihat bahwa kemungkinan bahwa blokade itu berupa serangan kinetik secara masif ke pertahanan-pertahanan Iran
24:53di sekitar Selatan Yunus
24:54ini nampaknya belum akan langsung terjadi ya
24:56kecuali mungkin seperti sebelumnya setelah kencatan senjata berakhir
25:01mereka akan menggunakan serangan-serangan rudal dan juga serangan menggunakan pesawat tempur
25:07begitu kalau menurut analisis kami
25:09oke Bang Adrianus kalau saya mencermati apa yang Anda katakan
25:13sepertinya memang Amerika Serikat sampai dengan sejauh ini gencar sekali
25:17dalam bahasa saya adalah pol-polan untuk menyerahkan atau mengerahkan kekuatannya
25:22tapi kalau untuk bagi AS lagi ini kembali Bang Adrianus
25:24konflik dan serangan ini kan sudah banyak habiskan dana untuk militer
25:27nah kalau misalkan Anda lihat dari sisi reputasi Trump untuk belakangan hari ini juga menurun
25:33nah apakah Trump sebenarnya memperhatikan kerugian lebih besar lagi
25:36jika memang perang ini berlanjut Bang Adrianus
25:41ya kita harus ini juga ya
25:44sebenarnya saat ini kan kondisinya
25:47Kongres Amerika kan belum bisa memutuskan ya secara bulat
25:51apakah mereka akan menerima atau apakah akan menghentikan aksi Trump ini
25:57tapi Trump sendiri sudah menyatakan bahwa dia meminta tambahan dana ya
26:03200 miliar kepada Kongres untuk melanjutkan perang ini
26:06tapi kita juga harus lihat sepertinya secara politis pun di dalam negeri
26:12mulai ada suara-suara yang menolak untuk melanjutkan perang ini
26:18bahwa ini intinya harus segera damai
26:21apalagi nanti seperti saya sampaikan
26:22kalau harga minyak di dalam negeri Amerika makin naik
26:27tentu saja pasti ada reaksi dari orang-orang Amerika
26:30meskipun sekali lagi kita kan seperti yang kita sama-sama sepakati tadi
26:36bahwa Trump ini tidak bisa didebak
26:38Trump itu bilang kemarin dalam postnya di sosial media
26:42bahwa dengan blokade Iran
26:46dia itu kayak mengundang negara-negara yang selama ini bergantung pada minyak Iran
26:50untuk membeli minyak ke Amerika
26:52padahal kita sama-sama tahu
26:54meskipun Amerika itu sekarang adalah eksporter minyak
26:57kemampuan produksinya itu juga masih terbatas
27:00tidak bisa menutupi selisih produksi ketika
27:04dia beneran menutup selawat hormus
27:06nah disini kan memang kita bisa lihat bahwa kontradiksi ya
27:11antara satu pernyataan dengan pernyataan yang lain
27:14dari yang disampaikan oleh Trump
27:16nah kita juga harus melihat juga bahwa
27:21di dalam politik Amerika itu masih ada pihak-pihak yang
27:27sudah tidak logis lah
27:30yang senantiasa menyerukan atau menjustifikasi
27:34jika kemudian Trump memutuskan menggunakan kekuatan nuklir
27:38untuk melawan Iran
27:39jadi kita bisa lihat ya podcast-podcast
27:41para right winger itu yang garis keras itu bilang
27:45Jepang dulu awalnya juga tidak mau nyerah
27:49kemudian setelah dibom atom dua kali
27:51tiba-tiba akan menyerah
27:53nah ini adalah faktor yang patut menjadi
27:57ini ya perhatian kita bersama
28:00karena sepertinya Trump ini kan
28:02apalagi masalah penggunaan kekuatan nuklir ya
28:05di Amerika itu dalam doktrinnya itu cukup seorang presiden saja
28:08yang menyatakan serangan nuklir
28:11tanpa perlu ada second confirmation
28:13nah ini memang hal yang patut kita waspadai ya
28:17karena Trump berkali-kali menyatakan bahwa
28:19dia tidak percaya dengan hukum internasional
28:21dia yang dia percaya adalah moralitasnya sendiri
28:26yang kita harus sama-sama akui bahwa
28:28ini adalah moralitas yang tidak jelas gitu kan
28:31nah disini kita juga harus mewaspadai faktor-faktor ini
28:37terutama karena
28:39meskipun stok rudal penangkis Amerika itu terus berkurang ya
28:43dan juga rudal penyerang jarak jauhnya itu terus berkurang
28:47bahkan ada yang bilang
28:4830% stok rudal jarak jauh yang bisa dibawa pesawat itu
28:53sudah dipakai dalam perangiran ini
28:55tapi kita masih harus menyadari bahwa Amerika itu adalah
28:59kekuatan militer terbesar di Amerika
29:02eh di dunia sorry
29:04cuman kita juga harus menunggu
29:06sebenarnya yang bisa menghentikan itu ya hanya Kongres Amerika
29:10ataupun tekanan jika terjadi demo besar-besaran di Amerika
29:14karena kalau secara umum kita lihat juga Kongres dan Senat Amerika ini kan masih dikontrol sama Republik ya
29:21dan kemudian kemarin masa reses begitu
29:23dan masa pemiru itu kan masih November
29:26jadi memang masih cukup panjang lah
29:29nah kita
29:31masih
29:32agak sedikit
29:34meskipun saya nggak tahu Mbak Dina bagaimana pendapatnya mas
29:37kemungkinan menggunakan nuklir
29:38tapi
29:38untuk kami ini masih
29:40sedikit
29:41ada peluang lah
29:43karena
29:44kita tidak bisa menebak
29:45si Trump ini apalagi kalau sudah ditelepon
29:47oleh Israel
29:49dan memang peran Israel ini menjadi peran yang cukup ini ya
29:53cukup tidak bisa
29:54sebenarnya bisa ditebak
29:55karena pasti bagaimanapun
29:57Israel ini akan berusaha untuk memperpanjang perang ini
30:01begitu
30:01kalau dari kami
30:02oke tadi Mbak Andrianus mempertanyakan
30:05pernyataan yang Mbak Dina
30:07kalau Mbak Dina sendiri bagaimana tanggapannya mengenai nuklir ini?
30:11nuklir itu last resort ya
30:13menurut saya belum sampai di titik itu kelihatannya
30:16kesan saya karena dia ditolak
30:18atau Amerika Serikatnya ditolak oleh
30:20sekutu-sekutunya yang ada di Eropa
30:22kemudian di
30:24Timur Tengah juga memilih ngambang gitu ya
30:27diam saja dulu lah gitu kan
30:28menahan diri
30:29saya kira juga ada komunikasi diantara mereka
30:31caranya menangani terang mungkin nggak
30:33frontal
30:34yang saya khawatirkan itu justru dia mencoba
30:36menarik pihak-pihak yang dianggap lebih lemah dan
30:40sulit bilang tidak
30:42salah satunya Indonesia
30:44karena di kawasan kita ini
30:46entah gimana
30:47mulai muncul kan
30:48ternyata rahasia yang sempat di bulan Februari
30:522026 itu
30:53ada pembicaraan antara presiden kita
30:56dengan presiden Amerika Serikat Donald Trump
30:58soal blanket US overnight access
31:01dimana disitu
31:02satu-satu tempur Amerika Serikat itu
31:05minta diizinkan lewat
31:07di wilayah kita tanpa
31:09apa namanya
31:10tanpa proses yang
31:12panjang gitu
31:13alasannya waktu itu
31:14untuk kerjasama
31:16militer gitu ya
31:17tapi dalam situasi yang seperti sekarang
31:19ini
31:20bisa saja
31:21narasinya itu
31:22satu hal
31:24aslinya itu nanti digunakan
31:26untuk yang lain
31:27karena
31:27penggunaan
31:29wilayah
31:30kedaulatan kita
31:31untuk dilalui oleh negara lain
31:33tanpa proses negosiasi
31:35lebih lanjut
31:36apalagi kalau pressure-nya ini
31:37justru kita nggak lihat nih ya
31:38di dalam negeri sendiri
31:40dibicarakannya sama siapa
31:42selain di kementerian pertahanan
31:43dan oleh kantor presiden
31:44ini satu hal yang
31:46secara nggak langsung
31:47akan menyeret kita
31:48ke dalam konflik
31:49jadi berarti
31:50Trump masih berusaha mencari
31:53dukungan dari negara-negara
31:54lain yang bisa ditarik
31:56untuk
31:56menjadi cheerleader
31:58minimal
31:59atau lebih buruknya lagi adalah
32:00ikut menanggung
32:02beban dari apa yang dirasakan
32:04oleh Amerika Serikat
32:05pada saat ini gitu
32:06di panggung narasi
32:08maupun di
32:08panggung keuangan
32:09dan panggung ekonomi
32:11nah itu yang
32:11menurut saya
32:12jangan sampai
32:14sebenarnya Indonesia itu
32:15melakukan
32:16langkah-langkah yang keliru
32:18mengambil keputusan
32:19tanpa
32:20apa namanya
32:22sebaiknya dihindari saja lah
32:25mengiakan
32:26apa yang diminta oleh
32:27Amerika Serikat
32:28karena memang
32:28situasinya sekarang itu
32:30tidak menguntungkan betul
32:32kalau kita berpihak
32:33dengan Amerika Serikat
32:34oke eskalasi ke depan
32:36tampaknya masih
32:37memanas
32:38kita lihat bagaimana
32:39perkembangannya nanti
32:39antara
32:40apakah akan ada
32:41perundingan terbaru
32:42untuk Amerika Serikat
32:43dan juga Iran
32:44terima kasih
32:45atas perspektifnya
32:47telah berbagi bersama kami
32:48di Sampai Indonesia Pagi
32:49Dina Prapto Reharja
32:51praktisi hubungan
32:52international synergy policies
32:53dan analisis
32:54lembaga kajian
32:54pertahanan strategis
32:55Bang Andrianus Prima
32:57sehat selalu abang
32:58mbak
32:58terima kasih
32:59Terima kasih.
Komentar