Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Pasca perundingan AS-Iran di Islamabad gagal, Amerika Serikat bakal memblokade pelabuhan Iran di kawasan Teluk Persia dan Laut Oman.

Langkah ini untuk menekan Iran agar membuka blokade Selat Hormuz. Iran menyatakan akan melawan.
Langkah Amerika Serikat menekan Iran untuk membuka blokade Selat Hormuz mendapat perlawanan dari Iran.

Akankah hal ini membuat konflik semakin memanas?

Kita akan membahasnya lebih lanjut dengan Guru Besar Hubungan Internasional Saint Petersburg State University Connie Rahakundini Bakrie.



#iran #as #serlathormuz #hormuz

Baca Juga PBB Soroti Peluang Dialog Lanjutan AS-Iran Usai Perundingan Pertama Gagal di Pakistan di https://www.kompas.tv/internasional/663044/pbb-soroti-peluang-dialog-lanjutan-as-iran-usai-perundingan-pertama-gagal-di-pakistan



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/663050/full-connie-bakrie-soroti-langkah-amerika-serikat-memblokade-pelabuhan-iran-konflik-memanas
Transkrip
00:00Langkah Amerika Serikat menekan Iran untuk membuka blokade Selatan Hormuz, mendapatkan perlawanan dari Iran, akankah hal ini membuat konflik semakin
00:08memanas kita akan membahasnya lebih lanjut dengan guru besar hubungan internasional, St. Petersburg State University, Ibu Kony Rahakudini Bakri.
00:15Selamat siang, Bu Kony, semoga sehat-sehat selalu.
00:19Selamat pagi dari St. Petersburg.
00:20Selamat pagi dari Rusia.
00:22Bu Kony, ini kita mengatakan bahwa Donald Trump setelah pasca perundingan pertama jadi fans bahwa itu tidak mendapatkan titik temu.
00:30Akhirnya Amerika Serikat membuka sebuah upaya agar Selatan Hormuz itu menjadi bagian dari kunci Amerika Serikat untuk membuka perundingan yang
00:40kedua.
00:40Saat ini ada informasi bahwa perundingan ini akan dilakukan kembali.
00:44Untuk saat ini apakah upaya Amerika Serikat dengan menekan, menutup, terutama pelabuhan Iran agar tidak ada kapal tanker yang melewati
00:51ini merupakan bagian dari strategi Amerika Serikat?
00:55Itu sudah pasti kalau bagian dari strategi Amerika Serikat.
00:58Kita harus tahu sekarang itu namanya di dalam era sekarang, selat strategis itu bisa menjadi senjata utama.
01:05Nah tapi saya ingin bahasnya dari bagaimana kita mesti apresiasi tentang pertemuan kemarin ya.
01:10Kita harus lihat informasi pertemuan. Ini kan pertemuan di Kementerian Luar Negeri Washington ya.
01:16Yang di Kementerian Luar Negeri kemarin antara Duta Besar Israel ya si Leighton dengan Nada Hamadeh.
01:21Itu menurut saya juga harus kita sorot karena itu bagaimana kita melihat Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat.
01:28Mark Rubio yang langsung memimpin ini pertemuan tingkat tinggi utama sejak 1993.
01:33Malah ada yang bilang sejak 1995 lah gitu loh. Jadi ini memang pertemuan yang sangat strategis.
01:37Intinya bagaimana sudah pasti yang mereka bahas adalah bagaimana solusi menyelesaikan Hormuz.
01:44Pertama mereka menuntut tentang disarmament Hizbullah.
01:48Karena Hizbullah seperti kita ketahui kan ini menjadi masalah dalam perhundungan yang sedang berjalan.
01:55Dianggapnya oleh baik oleh pihak Iran maupun pihak Amerika Serikat.
01:59Nah kemudian bagaimana penarikan pasukan Israel dari Bandung Selatan dan juga keamanan berbatasan.
02:04Intinya saya sangat menghargai atau kita semua harus menghargai pertemuan kemarin.
02:09Karena ini adalah negosiasi langsung yang sedang dipersiapkan.
02:13Walaupun posisi Israel itu jelas.
02:15Perlucutan senjata Hizbullah ini adalah syarat utama sebelum siswair.
02:18Jadi Netanyahu itu nggak bergeser.
02:20Nggak ada ngejatan senjata sebelum Hizbullah di Lutsuti.
02:22Kita harus lihat ya semangat Hizbullah itu.
02:24Maka saya juga malah baru paham betul ya.
02:26Ternyata Hizbullah itu artinya Partai Allah.
02:28Jadi bagaimana dari artinya dalam bahasa sana ya.
02:31Jadi artinya mereka juga fall out gitu.
02:34Nah sementara Duta Besar Israel semua itu sebenarnya bilang begini.
02:37Kita ini kan di posisinya sama nih.
02:40Lebanon juga harus selesai dong dari usaha Hizbullah sama seperti Israel.
02:45Jadi ini sangat menarik.
02:46Sementara Lebanon ingin ini tetap sepaya.
02:49Sementara penarikan pasukan Israel dari wilayah selatan.
02:51Kemuliaan kedaulatan itu kayaknya masih jauh gitu.
02:54Intinya kita mesti mendengar juga apa yang sampaikan Presiden Lebanon ya.
02:58Dia bilang bahwa ini harus akibat penderitaan rakyat Lebanon sudah panjang.
03:01Apalagi setelah selangan April yang sangat besar itu ya.
03:04Itu masih sekali.
03:05Jadi yang mau saya bilang.
03:06Di forksinya itu terjadi jabat tangan.
03:08Semua orang berjabat tangan.
03:09Bicara akan ke depan lebih baik.
03:11Tapi di lapangan itu ini terus selangan mesti berlanjut.
03:14Kalau dikaitan pohormus.
03:15Hormus ini betul-betul kita harus baca skenario-nya ya.
03:19Skenario Hormus itu kita bisa baca skenario pertama.
03:21Apakah kita dapat manage fragility yang terjadi hari ini.
03:26Dengan misalnya memperpanjang kesepakatan.
03:28Atau terus berusaha menjadi kesepakatan terwujud.
03:30Walaupun dengan latar bahkan tadi saya sampaikan.
03:32Itu agak sulit.
03:33Karena posisi Lebanon dan apa hispula.
03:35Yang kedua bagaimana kita bisa mungkin harus bergesa dari cerita mengerikan terus tentang peran ini.
03:42Tapi bagaimana kalau kita membahas tentang new regional seperti architecture.
03:45Saya berpikir kalau memang Abraham Accord bisa terwujud dahulu.
03:49Kenapa sekarang kita tidak bisa menciptakan Hormus Accord misalnya.
03:53Di Hormus Accord ini kemungkinan bisa terjadi adalah skenario-skenario di mana
03:58bayangkannya negosiasi Islamabad misalnya atau negosiasi Washington kemarin
04:02melahirkan perjanjian maritim multilateral dengan Hormus Accord.
04:06Bagaimana misalnya melibatkan Iran, Israel, negara tuluk yang tidak ada Rusia memang untuk kogarantor.
04:12Kenapa tidak gitu kan.
04:14Dan bagaimana yang paling penting sebenarnya kalau Hormus.
04:17Siapa yang mau menjamin kebebasan navigasi, mekanisme verifikasi bersama IAEA.
04:23Karena International Energy Agency juga menjadi aktor penting di sini.
04:26Sehubungan dengan pengayaan nuklil Iran dan lain sebagainya.
04:30Sehingga ada integrasi bertahap Iran ini ke arah ekonomi regional mereka.
04:36Atau kalau tidak, ini the worst scenario, maka Hormus itu akan semakin parah.
04:41Kalau kita melihat Hormus sekarang, saya juga, itu kan opsi pertama ya.
04:45Kita bagaimana membuat Hormus Accord.
04:46Dan itu sebelum ada yang membicarakan.
04:48Mungkin Indonesia bisa start dari itu karena posisi Indonesia bisa harusnya bisa lebih aktif.
04:53Nah, yang kedua, kita juga sudah harus bicara dari sisi Indonesia ya.
04:57Kita mesti lihat bagaimana Rusia itu dengan cantik sudah memainkan bersama China.
05:02Dia sangat peran penting.
05:03Yang pertama ya, dia itu melakukan percepatan Northern Sea Road.
05:06Jadi buat Rusia, selain dia menyelesaikan masalah ini secara diplomasi,
05:11ataupun secara menjadi garantor atau menjadi penengah,
05:14tapi juga dia menjadi, dalam bukti nyatanya,
05:18dia bangun koridor energi global baru.
05:20Dan si Northern Sea Road ini akan memotong 40% lebih pendek jalur yang digunakan di Hormus.
05:28Selain itu juga akan mengurangi sangat-sangat-sangat risiko geopolitik Timor Tengah,
05:33dan termasuk juga semua yang menjadikan Hormus itu selalu senjata.
05:38Jadi bagaimana kita ini harus mulai berpikir bagaimana potensi mengalihkan beban Hormus 20-25%.
05:47Dan itulah yang saya ingin, kita itu menjadi aktor revisionis ya.
05:50Menjadi aktor revisionis itu jadi bukan hanya kita berkutat membahas perang itu,
05:54lalu bagaimana Amerika mengajak Hormus, bagaimana Iran bertahan di Hormus,
05:59and so on and so forth, siapa yang aktor terlibat.
06:01Tapi sekarang kayaknya dunia sudah harus berpikir tadi,
06:04solusinya apa?
06:05Karena kalau saya melihat, kita itu betul-betul belum ada yang secara,
06:09walaupun di Washington kemarin,
06:11nggak ada tuh yang bilang kalau pertama 3 skenario itu apa.
06:14Yang tadi saya bilang kalau diperpanjang bagaimana,
06:17kalau kemudian di kedua kita harus bangun regional security architecture,
06:20sebaiknya Abraham Akon,
06:21dan yang ketiga bagaimana skenario tadi,
06:23apa sih solusi-solusi yang breakthrough gitu,
06:28seperti Northern Sea Road-nya Rusia.
06:32Nah, Rusia kan sini juga nggak sendiri.
06:34Saya harus sebut ini,
06:36karena begini, Northern Sea Road itu melibatkan Rusia,
06:38melibatkan Pakistan juga kan,
06:40yang kita mesti lihat ada China di sana.
06:43Saya harus sebut ini pagi ini,
06:45karena kita ini juga hati-hati dengan niat kita membuka ruang udara kita
06:49untuk militer Amerika Serikat.
06:52Jangan sampai posisi Indonesia itu nanti jadi kayak negara teluk,
06:55kita nggak berperang,
06:56tidak terlibat perang,
06:57kan bisa aja geserni sekarang perang ini,
06:59kalau sudah karena ada keterlibatan nanti Northern Sea Road,
07:02bisa saja malah berpindahnya ke arah Malaka,
07:05atau ke arah Laut Cina Selatan.
07:06Nah, jangan sampai Indonesia itu menjadi negara teluk,
07:08yang kita nggak berperang, tapi karena kita menjediakan jalur untuk militer dan logistik,
07:13maka kita kemudian terkenal dampak tersebut.
07:15Ini saya harus sebutkan sekarang,
07:16karena sekali lagi,
07:17saya sedang bicara tentang Eurusen Energy Corridor,
07:19atau juga Northern Sea Road yang tadi saya proyeksikan.
07:23Ya, Bu.
07:23Tapi untuk terkait dengan Hormuz Accord ini,
07:26menemukan upaya agar perdamaian ini dapat diwujudkan,
07:29ini menjadi cita-cita kita,
07:30dan juga publik dunia,
07:32bahwa krisis di Timur Tengah ini akan segera diakhiri,
07:35atau harus diakhiri.
07:36Nah, untuk saat ini sebenarnya apa saja langkah-langkah yang telah diupayakan,
07:39terutama kita mengetahui bahwa Tiongkok juga mendorong Iran
07:42untuk memasuki meja perundingan,
07:44dan yang kedua ini apakah seberapa besar peran dari Rusia juga?
07:48Karena setelah Hormuz ini tentu memengaruhi efek terhadap ekonomi,
07:52tidak hanya bagi Amerika Serikat,
07:53tapi juga China dan juga,
07:55atau Tiongkok dan juga Rusia.
07:59Begini, kalau dibilang tidak berbuat sesuatu,
08:05Rusia itu sudah sangat berbuat sesuatu,
08:06seperti tadi bilang,
08:08Northern Sea Road itu sudah dipersiapkan berapa tahun lalu,
08:10jadi event The War belum terjadi,
08:12mereka sudah siapkan.
08:14Jadi gini ya,
08:15kalau kita melihat dari dokumen yang saya baca,
08:18kenapa akhirnya lahir pemikiran tentang Northern Sea Road,
08:20atau bagaimana mengaitkan Eurusian Energy Corridors melalui BRICS,
08:24atau Energy Alliance,
08:26itu karena sekali lagi Rusia sudah jelas dari awal,
08:29saya ingin jika terjadi sesuatu pandem Hormuz,
08:31bisa mengalihkan 20-25% atau kalau positifnya 40% perdagangan di Hormuz.
08:36Nah, menjadi aktor resisionis.
08:38Artinya apa?
08:39Kalau kita bisa nih,
08:40Indonesia terlibat dalam Hormuz Alkohol terhadap Timur Tengah,
08:42kita akan menyaksikan satu pembentukan zona bebas senjata nuklir Timur Tengah,
08:47yang of course China dan Rusia terlibat di sana nanti di Dewan Keamanan, kan?
08:51Dan itu kita berharap kalau ini bisa dipercepat,
08:532030 lah paling tidak, gitu kan?
08:56Kemudian bagaimana membentuk zona bebas senjata nuklir?
08:59Itu juga penting,
09:00karena buat itu tuntutan Amerika yang bagaimanapun,
09:03we like it on,
09:03walaupun memang irahan berhak,
09:05berhak kenapa Amerika berhak,
09:06kenapa negara lain berhak,
09:07kenapa irahan gak berhak, kan?
09:08Tapi itu adalah suatu harga mati juga yang tawarkan Amerika Serikat.
09:12Ketiga adalah rekonstruksi Gaza dan Lebanon,
09:14yang semuanya harusnya,
09:16sekali lagi ya,
09:17berbasis Islamic Peace Building.
09:19Kalau diperhatikan misalnya di sini di Rusia,
09:21statement daripada menteri luar menteri rapor,
09:23selalu mempertanyakan,
09:24kenapa sih Islam di Timur Tengah itu tidak mau bersatu?
09:26Atau kenapa suara Islam tidak bersatu?
09:28Kira-kira demikian lah,
09:29ya kan?
09:30Nah, artinya,
09:30kalau kita mendengar itu sebagai negara Islam,
09:32katanya terbesar,
09:34salah satu yang terbesar,
09:35kenapa kita juga tidak masuk dengan Islamic Peace Building mechanism, gitu?
09:38Jadi kita bisa mempercepat transisi post-oil di negara Teluk,
09:42dan kemudian bagaimana perdamaian ini diwujudkan dengan pengelolaan konflik, gitu loh.
09:47Ya, oke.
09:48Bu Kony, ini kita mempertahankan bahwa persoalan perang ini bukan terkait juga Hormuz,
09:53namun juga awalnya adalah Amerika Serikat khawatir dengan pembuatan ICBM
09:57dan juga pengayaan uranium atau nuklir.
09:59Untuk saat ini ada tuntutan bahwa Amerika meminta bahwa Iran untuk tidak melakukan pengayaan hingga 20 tahun,
10:06namun Amerika Serikat meminta hanya 5 tahun.
10:08Lama ini menemui jalan dulu.
10:09Kita akan bahas usai jadahnya di Kompas Yang.
10:12Perkembangan terbaru, Saudara Presiden, Donald Trump mengatakan
10:14kemungkinan adanya putaran pembicaraan lanjutan dengan pihak Iran.
10:18Ia mengaku telah ada pihak dari Iran yang menghubunginya untuk membuat kesepakatan.
10:25Hal itu disampaikan Donald Trump pasca negosiasi pertama yang dilakukan di Islamabad
10:29berakhir pada kebuntuan.
10:31Trump menyebut salah satu titik kebuntuan dengan Tehran
10:33dalam negosiasi terkait nuklir yang dimiliki Iran.
10:36Trump juga mengklaim bahwa Iran sangat ingin membuat kesepakatan dengan Amerika.
10:41Ia mengaku telah ada perwakilan Iran yang telah menghubungi Amerika Serikat
10:45untuk melakukan pembicaraan lanjutan demi mencapai kesepakatan bersama.
10:54Dan untuk membahas terkait dengan rencana adanya putaran kedua perundingan
11:00kita akan membahasnya dengan Guru Besar Hubungan Internasional Saint Petersburg State University
11:06Bukoni Rahakundini Bakri.
11:08Bukoni kita mengacu pada perundingan pertama menemui kebuntuan
11:12dan salah satu yang diungkap oleh J-Defense adalah terkait dengan pengayaan nuklir
11:16atau pengayaan uranium milik dari Iran.
11:18Saat ini Amerika Serikat menuntut adanya penangguhan pengayaan selama 20 tahun
11:23namun Iran meminta hanya 5 tahun.
11:25Inilah menemui jalan buntuan.
11:27Apakah akan ada pembahasan lanjutan dan ini merupakan salah satu kuncian
11:31terhadap perundingan kedua yang akan dilakukan di Pakistan?
11:37Saya rasa kita pertama harus sambut ya pernyataan Trump itu
11:40walaupun dia seringkali bilang seperti itu tapi kemudian tidak juga selesai gitu kan
11:45dari sisi positifnya bagus.
11:46Tapi gini, kalau kita dari Iran, Iran itu negara yang sudah mengalami jatuh bangun
11:50dengan dikucilkan.
11:54Betul dia, Bargo.
11:55Nah, sekarang bagaimana mungkin, jadi buat saya tuh kita melihatnya gini
11:59dari perspektif Iran ya, nuklir adalah harga mati buat dia kembangkan terus sebenarnya.
12:03Jadi kalau penawaran bahwa dari 20 tahun ke 5 tahun,
12:06untuk Iran jaminannya itu adalah bagaimana sekarang juga dia menggunakan selat hormus.
12:12Jadi nggak bisa dipisahkan antara Amerika yang menuntut tentang kemampuan hukir Iran
12:18dan juga tentang hormus yang jadikan senjata Iran.
12:20Karena gini, kalau kita lihat Iran sekarang,
12:22ingat, Iran ini kan memungut tol dan kalau nggak salah sampai 2 juta dolar ya per kapal.
12:27Dan ini kan arti menarik karena beberapa kapal tanker yang besar-besar
12:31seperti Aurora itu sudah putar balik.
12:32Nah, jadi Iran ini juga sekali lagi melihat bagaimana
12:36kemampuan kita melacak ke lalu lintas kapal yang sekarang itu hampir-hampir tidak bergerak
12:41dan kemudian bagaimana juga tuntutan AIMO.
12:45Jadi Iran melihat, dia bertahan antara dunia akan pelabakan
12:49karena terus hormus di blokir
12:53atau juga dituntutan untuk bagaimana dia mendekati
12:58tentang isu nuklir.
13:00Karena dari Iran sendiri.
13:02Sekarang saya mau tanya, dengan gempuran Amerika yang seperti itu kemarin terhadap Iran,
13:05ya kan, sampai-sampai luluh lantak seperti itu,
13:08hanya dua sekarang kekuatan Iran yang utama, menurut saya,
13:10yaitu kekuatan nuklir dia dan kekuatan Selat Hormuz.
13:12Jadi, betul-betul dua peta ini dimainkan dengan sangat cantik.
13:17Perhitungan antara apakah itu jadi 20 tahun menjadi 5 tahun dan lain sebabstanya,
13:21kita mungkin harus lebih lihat dari dokumen yang terjadi terkait nuklir di Iran, ya.
13:27Tapi kalau saya kok agak ragu, gitu.
13:29Karena sekali lagi,
13:30ini cuma tidak selesai di antara Amerika,
13:33Trump ataupun dengan Iran yang masalah dua hal itu.
13:36Tetapi kembali, tadi saya sebutkan sangat di awal,
13:39apa pembicaraan kemarin Rubio dengan dua duta besar,
13:42Libanon dan Israel,
13:44itu juga menjadi kunci utama.
13:45Karena apapun juga,
13:47kelihatan Yahu, kan kita mesti melihat dua posisi kelihatan Yahu,
13:49tadi kita nggak nyebut dia, ya.
13:50Tapi buat kelihatan Yahu, itu adalah
13:52perlucutan sujata Hezbollah,
13:54itu syarat utama sebelum sesuai,
13:55kritik buat Israel.
13:57Artinya, kelihatan Yahu itu nggak mau.
14:00Dan ini juga berkaitan dengan resolusi 1701, ya, Bu, tahun 2006,
14:04bahwa proses rangkaian terkait dengan
14:08kesepakatan, perlucutan senjata,
14:09dan juga mengakhiri perang antara Israel dan Hezbollah
14:12adalah inti dari resolusi 1701
14:14yang hingga saat ini masih belum tercapai.
14:18Tapi kembali ke 1701 sendiri,
14:21kita tahu lah, itu resolusi yang sudah berjalan 20 tahunan, ya.
14:24Dan 1701 itu punya banyak masalah di lapangan.
14:26Sekali lagi, 1701 itu pernah kita bahas beberapa waktu lalu,
14:311701 itu bagus di atas kertas.
14:33Tetapi di lapangan sangat sulit.
14:34Kenapa, gitu kan, dan ini berhubungan dengan kita
14:36kenapa di BOP saya sangat against, gitu.
14:39Nah, kita bisa lihat, 1701.
14:41Apapun yang tertulis di 1701,
14:43pada saat yang di lapangan,
14:44itu daerah volatil seperti itu,
14:46eskalasi yang demikian cepat berganti,
14:48itu membuat fungsi peacekeeping
14:51itu bisa berubah dalam hitungan per detik, gitu.
14:54Karena selangan apapun yang terjadi.
14:56Nah, 1701 sendiri belum masalah.
14:58Jadi kalau kita memang menarik ini ke 1701,
15:00event rate 1701 itu mesti kita bahas ulang.
15:03Kita juga mesti mendorong PBB
15:04menyelesaikan 1701 yang ternyata
15:06tidak berfungsi sebagaimana diharapkan.
15:09Contoh, banyak hal yang dilihat
15:11dari sisi lain,
15:14banyak yang terutama Israel,
15:15menganggap ternyata peacekeeping itu
15:16membantu Hezbollah.
15:18Jadi ada persepsi seperti itu.
15:20Makanya kenapa ada juga beberapa perolakan, kan,
15:22untuk terlibatnya pasukan peacekeeping
15:24dimanapun, termasuk di Lebanon.
15:25Jadi, 1701 itu juga bukan solusi yang ternyata berhasil
15:30dan harus banyak direvisi kembali.
15:34Karena sekali lagi sudah 20 tahun,
15:36tetapi masih terjadi kejadian ini.
15:39Jadi, jangan rely too much on 7.01 resolutions.
15:43Dan ini mungkin,
15:45tadi saya bercerita tentang bagaimana
15:46hormus Iran dan,
15:49maaf,
15:49Rusia dan Cina berhasil membuat
15:51pemikiran yang besar ya,
15:53terkait misalnya hormus agreement gitu.
15:56Atau hormus akur.
15:57Nah, barangkali pun tentang 1701
15:59atau resolusi apapun yang akan menyelesaikan Lebanon,
16:02urusan Lebanon ini bisa kita selesaikan
16:03dengan pandangan baru kita
16:05atau perbaikan tentang resolusi 1701.
16:09Ya, buku ini bahwa pertemuan
16:10antara Israel dengan Lebanon
16:12patut diapresiasi,
16:13namun juga ini tentu berbeda,
16:16Lebanon dengan Hezbollah.
16:17Hezbollah sendiri juga menyatakan
16:18tidak berpartisipasi dalam pertemuan
16:21ataupun kesepakatan ini.
16:22Lalu, seperti apa
16:25proyeksi ke depan terkait
16:26dengan prediksi perdamaian?
16:27Tentu, saya mengerti ya,
16:29bahwa Israel dengan Lebanon ini
16:31sulit untuk,
16:32Israel dengan Hezbollah ini
16:33sangat sulit untuk berdamai.
16:34Lalu, seperti apa
16:35Anda melihat ya bahwa
16:37perundingan akan segera memasuki
16:39ranah di mana
16:40perdamaian akan tercapai?
16:44Saya melihat agak susah
16:45karena sekali lagi
16:46posisi Lebanon juga dia
16:47sejennya ya.
16:49Naim Kasim ini kan juga
16:50dia bersekeras bahwa
16:52tidak mungkin
16:53dia juga menarik mundur
16:55begitu saja
16:56pasukannya
16:57dan di sisi
16:59apakah Iran juga
17:00melepas?
17:00Ini kan juga
17:01satu hal yang berbeda.
17:02Boleh saja Lebanon sekarang
17:03punya keinginan besar
17:04untuk menyelesaikan
17:05masalah Hezbollah.
17:07Seperti yang saya sampaikan,
17:09event Duta Besar Israel
17:10bilang kan kepada Lebanon
17:11di pertemuan kemarin
17:11bersama Rubio.
17:13Loh, kita ini kan sama.
17:14Lebanon harus bebas
17:15dari Hezbollah.
17:16Kami juga Israel
17:17ingin bebas dari Hezbollah.
17:18Tapi kan tidak semudah itu
17:20di lapangan yang terjadi
17:21karena bagaimanapun
17:22Hezbollah itu
17:22perannya sangat penting
17:24di pemerintahan Lebanon.
17:25Mereka sudah masuk
17:26posisi-posisi yang
17:27juga sangat menentikan.
17:28Mereka punya
17:29saya politik
17:30duduk di parlemen
17:32dia punya menteri di kabinet
17:33Anda bayangkan Hezbollah ya
17:35tidak mudah diselesaikan.
17:37Dia duduk di parlemen Lebanon
17:38dia punya menteri di kabinet
17:40dia juga yang bangun sekolah
17:41dia bangun rumah sakit
17:42dia bangun rekonstruksi-rekonstruksi
17:44yang terjadi di sana.
17:45Jadi untuk masyarakat Lebanon
17:47yang memerlukan kehidupan nyata
17:49dengan sekolah
17:49dengan rumah sakit
17:50dan dengan area rekonstruksi
17:52Hezbollah ini
17:53saya politiknya kuat.
17:55Nah yang kedua
17:55dia punya saya apa?
17:56Dia punya saya militer
17:57di mana dianggap
17:59yang terkuat
17:59di Timur Tengah sebenarnya.
18:01Jadi bukan juga
18:02saya militer biasa.
18:03Dan Kasim itu
18:04lebih pragmatis sebenarnya
18:05ya kan
18:06dia mau bernegosiasi
18:07tapi
18:07dia juga sekali lagi
18:10tetap akan melihat
18:11bagaimana pentingnya
18:12Hezbollah bagi
18:13rakyat Lebanon.
18:14Jadi ini dua kepentingan
18:15bersama untuk Lebanon
18:16tetapi dengan
18:17sahabat yang berbeda.
18:18Sehingga menurut saya
18:19agak susah
18:20apalagi kalau kita lihat
18:21strukturnya Hezbollah ya.
18:22Hezbollah itu juga punya
18:23Dewan Konsultatif
18:24dia dipimpin
18:25kayak semacam Dewan Suroh gitu.
18:27Nah apakah kemudian
18:28Dewan Suroh ini
18:29juga akan sepakat
18:30walaupun misalnya
18:31Naim Kasim sepakat gitu.
18:32By the way
18:33Naim Kasim juga tidak selamanya
18:34tinggal di sana kan.
18:35Jadi ada banyak
18:36masalah kalau kita ingin
18:37bicara tentang penyelesaian
18:38Hezbollah dan Lebanon.
18:39Tidak semata kita lihat
18:41bahwa oke lah
18:41Hezbollah didudukan oleh
18:43Presiden Lebanon misalnya kan.
18:44Oke kamu gak sebanyak itu
18:45karena kita sekali lagi
18:46bagaimanapun
18:47dia punya saya politik
18:48kuat di parlement.
18:49Ya tentu ini berkaitan
18:50dengan ideologi dan juga
18:51pemikiran yang berbeda
18:52pandangan antara
18:53pemerintahan Lebanon
18:54dan juga dengan Hezbollah.
18:55Bu Kony, kita melihat bahwa
18:55ini situasi semakin
18:57tentu tidak menentu
18:59dan juga berdampak
19:00bagi global
19:01termasuk juga Indonesia.
19:02Dalam pandangannya
19:03seperti apa
19:04ke depan ini
19:05tentu situasi
19:07bila tidak dapat diatasi
19:08dan juga menemui
19:09titik temu
19:10atau upaya perdamaian tercapai?
19:14Saya cuma berharap
19:15sekali lagi
19:16kalau ini kuncinya adalah
19:17kunci untuk Israel ya
19:19kita sekarang bahas
19:20dari kunci dari Israel
19:20kalau adalah
19:22ini kuncinya dari
19:23bagaimana Hezbollah
19:24harus diselesaikan
19:26bagaimana kita bisa
19:27menyelesaikan
19:28karena Naim Kasim
19:28sudah bilang
19:29kami tolak
19:30negosiasi dengan
19:31Eni Zionis
19:33ya
19:33of course itu ada Israel
19:34nah artinya apa
19:36ini menjadi sangat sulit
19:37karena sekali lagi
19:38saya mesti kaitkan juga
19:39ketika kita bicara
19:40Hezbollah
19:40kita bicara juga tentang
19:42Iran sebagai
19:44pendukung utamanya
19:45gitu loh
19:46karena kan begini
19:48kita tuh lihat juga
19:49tentukan
19:49dukungan domestik Lebanon
19:51yang
19:52juga tekanan pemerintah
19:54LAF
19:54misalnya kan
19:55bagaimana
19:56Nawasawam
19:57itu berpengaruh
19:58intinya kita tuh harus lihat
19:59kembali ke pertemuan
20:01yang kemarin
20:02dijanjikan Rubio
20:03akan ada terusannya
20:04nah kalau saya berharap
20:05dalam pertemuan lanjutan inilah
20:06akhirnya akan ketemu tuh
20:08kata-kata kunci
20:10dari Duta Besar Israel
20:11yang bilang
20:11kita tuh punya kepentingan
20:13yang sama nih
20:13tentang Hezbollah
20:14tapi kembali
20:15artinya Iran
20:16harus dilibatkan
20:16dan kalau bicara lagi
20:18kembali Iran
20:18balik lagi ke pasal 1
20:19ayat 1 tadi
20:20berapa banyak
20:21nuklir
20:22isu
20:23yang akan
20:23diamini
20:25oleh Iran
20:26atas pemerintah
20:26Amerika Serikat
20:27vis-à-vis
20:28dengan Hormuz
20:29yang menurut saya
20:30itu akan sangat
20:31menjadi kunci utama
20:33dan juga
20:33modal
20:35pendanaan
20:36untuk Iran
20:36kita tahu sekarang
20:37Iran sudah memenangkan
20:38kripto loh
20:39untuk
20:40Selatan Hormuz
20:41jadi saya ingin
20:42saya menariknya
20:43lebih ke masalah
20:44yang kita
20:45berapa kali ini
20:46kan cuma terjebak
20:47disitu ya
20:47tapi coba cari
20:48analisa
20:49tiga skenario
20:50futuristik
20:51yang tadi saya sampaikan
20:52apakah regional
20:53architecture sudah
20:54mesti bergerak
20:55apakah kemudian
20:56kita harus melakukan
20:57Hormuz Accord
20:58apakah yang terakhir
20:59kita sudah mesti
21:00bergabung lebih
21:00karena kita anggota
21:01beriksa loh
21:02kita bisa segera
21:03bicara tentang Indonesia
21:04saya lagi
21:05sekali lagi
21:05saya bicara tentang
21:06kepentingan Indonesia
21:06sekarang
21:06bagaimana kita segera
21:08bergabung dengan
21:09Norton Sirot
21:10bagi menggunakan
21:11efek Norton Sirot
21:12untuk Indonesia sendiri
21:13baik ada dua
21:15perundingan krusial
21:16yang terjadi
21:16baik Israel
21:17Libanon di
21:18Washington DC
21:19dan juga
21:19nantinya dalam dua hari
21:21ke depan
21:21Trump menyatakan
21:22ada perundingan kedua
21:23bersama Iran
21:24tentu ini menjadi
21:25perhatian global
21:26dan kita harapkan
21:28BRICS dan juga
21:28Indonesia memiliki
21:29peranan penting
21:30agar terjadinya
21:31kesepakatan
21:31dan juga
21:32mendorong
21:33agar kesepakatan
21:34damai ini terjadi
21:35dan dunia
21:36dalam memasuki
21:37situasi dan
21:38kawasan Timur Tengah
21:39tidak kembali
21:39terima kasih
21:40perspektifnya
21:41Guru Besar
21:41Hubungan Internasional
21:42St. Petersburg
21:44State University
21:45Ibu Koni Rahakuni Bakri
21:47telah berbagi perspektif
21:48di Kompas Yang
21:48sehat-sehat selalu Bu
21:49terima kasih
Komentar

Dianjurkan