Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi memastikan pemerintah tidak akan menaikkan tarif pajak meski berupaya meningkatkan penerimaan negara.

Langkah yang ditempuh adalah mengoptimalkan penagihan serta memastikan seluruh wajib pajak membayar sesuai ketentuan.

Purbaya mengatakan, pemerintah akan lebih aktif menindaklanjuti dugaan kebocoran penerimaan pajak maupun praktik manipulasi.

"Yang jelas kebocoran-kebocoran pajak atau manipulasi bisa dihilangkan semaksimal mungkin, terus kita lebih aktif dalam penagihan," ujar Purbaya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (31/7/2026).

Video editor: Novaltri

#purbaya #menkeu #pajak

Baca Juga Purbaya Pastikan Kenaikan Tukin TNI-Kemhan Tak Lebarkan Defisit APBN: Sudah Ada Hitungannya di https://www.kompas.tv/ekonomi/683360/purbaya-pastikan-kenaikan-tukin-tni-kemhan-tak-lebarkan-defisit-apbn-sudah-ada-hitungannya




Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/683462/menkeu-purbaya-janji-tak-ada-kenaikan-pajak-pilih-tambal-kebocoran-setor-ke-negara
Transkrip
00:00Kita kejar-kejar, Pak Presiden tadi berburu-buruan binatang, nggak ada seperti itu, kita eksensifikasi.
00:30Tapi saya nunggu, Pak Presiden, tapi itu 490.000.
00:34Saya nunggu, Pak Presiden.
00:35Iya, 400.000.
00:37Ya, 11.000.
00:39Ini masih-masih harus dituruskan dulu, baru-baru diperhatikan tas cole-cole-cole-cole-cole-cole-cole.
00:43Lalu saya nunggu, Pak Presiden, kalau harus studi.
00:46Ini kalau saya, ini kan kebuka pesan Pak Presiden.
00:51Jadi saya menunggu, Pak Presiden.
00:53Pak, soal Goran, 25.000, ada 2 kamil yang mencapai target penerimaan DGP.
00:58Pak, untuk tahun ini strategi gimana, Pak?
01:01Itu penyebabnya apa, ya Pak, 2025 hanya 2 kamil yang mencapai target?
01:042025 kan kalau dilihat pertumbuhan pajaknya gimana, negatif, negatif berapa persen gitu.
01:10Sekarang kan udah tumbuh 24 persen, udah beda ini environment-nya.
01:14Kalau tahun ini?
01:15Dulu mungkin, dulu mungkin ada perlambatan ekonomi, juga ada, sama mungkin orangnya nggak berapa serius.
01:21Kalau sekarang udah lebih serius, karena ekonomi kan lumayan bagus pertumbuhannya.
01:25Jadi kita udah tumbuh 24 persen dari pembukaan pajak.
01:28Jadi harusnya sih, roundly bagus.
01:30Apakah akan lebih agresif untuk menarik, Pak?
01:33Untuk ngejar?
01:34Pasti mancing-mancing, apakah Babinsa mau dipakai gitu.
01:38Enggak, kita nggak pakai Babinsa.
01:39Jadi itu ternyatanya nggak kurang.
01:43Kita biasa, orang-orang pajak yang ngumpulin.
01:47Terus, lebih aktif iya, gini kan softwarenya ada cukup bagus, konteks segala macam.
01:54Yang jelas, kebocoran atau kekurangan pajak atau manipulasi bisa dihilangkan semaksimal mungkin.
02:02Terus, kita lebih aktif dalam pengetikan begini, kalau kita curiga ada tempat-tempat yang tadinya ngebayar pajak,
02:12Kayak pesan pajak itu, misalnya pesan-pesan lain juga.
02:15Kan kita dapat laporan dari masyarakat juga.
02:17Kita akan follow up.
02:18Tapi nggak akan ada penaikan salis pajak, maupun kita kejar-kejar.
02:23Seperti Pak Presiden tadi, berguruh likuan binatang.
02:25Nggak ada seperti itu.
02:26Kita ekstensifikasi.
02:27Kita memastikan yang terkendal bayar pajak, supaya sesuai aturan.
02:31Jadi nggak ada penaikan hanya membalikannya semua sesuai aturan.
02:34Itu aja bisa naikin, pertumbuhannya 24%.
02:36Jadi, setengah, minimal setengah kanwil bisa capai tadi, Pak.
02:40Tahun ini, Tahun ini.
02:41Oh, lebih lah.
02:42Lebih lah, lebih lah.
02:43Lebih lah.
02:44Pak, kan Tukin, Kemhan, sama TNI itu naik ya, Pak?
02:47Itu tuh ada, maksudnya masih bisa cover untuk kenaikan Tukin tersebut, ya Pak?
02:50Kalau nggak salah, tapi eksekusinya tahun ini.
02:52Jadi, udah ada hitungannya.
02:54Jadi, nggak akan memperlebar defisit?
02:56Tidak.
02:56Pak, kalau Tukin dulu juga katanya naik, Pak.
02:59Ya.
02:59Tukin dulu.
02:59Tukin dulu 3T.
03:01Belum.
03:04Terima kasih.
03:06Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan