Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
Sebut Wartawan Gerombolan Sirkus, Deddy Sitorus Terancam Dipolisikan

Koordinator Wartawan Parlemen (KWP) melayangkan protes keras terhadap anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Deddy Sitorus.

Hal ini dipicu oleh pernyataan Deddy yang dinilai menghina profesi jurnalis dengan menyebut wartawan sebagai "gerombolan sirkus" saat melakukan peliputan di Komisi II DPR RI.

Wakil Ketua Bidang Administrasi KWP, Erwin, menyatakan bahwa tindakan dan ucapan Deddy Sitorus tersebut merupakan bentuk pelecehan yang sangat luar biasa terhadap kerja-kerja jurnalistik di lingkungan parlemen.

Atas insiden tersebut, KWP memberikan ultimatum kepada Deddy Sitorus untuk segera melakukan permohonan maaf secara terbuka dalam waktu 1x24 jam. Jika tuntutan tersebut tidak dipenuhi, KWP akan menempuh jalur formal dan hukum.

#Wartawan #DeddySitorus

Creative/Video Editor: Lia Atha
===================================
Homepage: https://www.suara.com
Facebook Fan Page: https://www.facebook.com/suaradotcom
Instagram:https://www.instagram.com/suaradotcom/
Twitter: https://twitter.com/suaradotcom
Transkrip
00:00...pada pimpinan DPR untuk menegur saudara-saudara di situ dulu?
00:04Ya, kemungkinan ini juga kami akan melaporkannya juga ke seluruh pimpinan DPR
00:08karena ini dasarnya kita akan bersurat ke MKD dan juga ke praksi
00:11bahkan ini tujuan kami bukan untuk mencari panggung
00:16karena saat ini hampir di beberapa waktu yang dekat ini
00:21provisi wartawan kita ada penghinaan terhadap kita
00:25ini kita berharap dengan adanya demikian ini
00:28supaya nanti ke depannya semua lembaga
00:30ataupun anggota-anggota DPR yang lainnya tidak lagi melakukan penghinaan
00:35yang sama untuk kesemua wartawan yang ada di seluruh Indonesia
00:39demikian Pak
00:42Jadi koronologinya tadi teman-teman itu lakukan liputan di komisi 2
00:46karena ada acara rapat dengan mendakri
00:49rapat itu sebenarnya rapat terbuka
00:51andai kata memang itu tempat tidak memungkinkan
00:55apa salahnya dia berkata dengan baik tempat tidak memungkinkan
00:59kenapa harus dikatakan wartawan itu seperti gerombolan sirkus
01:03begitu
01:03berarti kalimatnya kurang lebih tadi seperti yang Bang Ewan dikatakan
01:07kalimatnya kurang lebih seperti itu
01:08gerombolan sirkus
01:09kita wartawan itu bukan sirkus loh
01:11bahwa jasa-jasanya kemerdekaan Republik Indonesia ini dulu
01:16tanpa ada karya-karya jurnalis
01:18tidak akan masyarakat Indonesia tahu ada proklamasi kemerdekaan
01:28karena agendanya memang itu rapat terbuka
01:30karena itu live
01:33kalau mau minta damai gimana nih
01:36jangan sampai seperti contoh yang kemarin-kemarin itu
01:39kalau mau minta damai kita wartawan bukan untuk
01:41apa namanya
01:42hebat-hebatan
01:44kalau mau minta damai silahkan
01:46karena kita memaafkan juga
01:47karena wartawan itu juga bukan untuk
01:49mau ada jotos mau apa segala macam
01:50kalau itu makanya kita himbaw
01:521x24 jam untuk melakukan minta maaf setelah terbuka
01:56oke Pak Erwin berarti begini penegasan
01:57berarti menunggu untuk permintaan maaf dikasih waktu 1x24 jam
02:00siap
02:00kalau tidak ada permintaan maaf maka akan dilanjutkan
02:02maka akan dilanjutkan langsung kita akan bersurat ke MKD
02:06oke bang
02:07terima kasih
02:08terima kasih
02:19terima kasih
02:19terima kasih
Komentar

Dianjurkan