Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 3 jam yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV - Pada dialog Kompas Bisnis, PJS Kepala Divisi Riset Bursa Efek Indonesia Heidy Ruswita Sari menjelaskan mekanisme rebalancing indeks utama BEI, mulai dari Kompas100, LQ45, IDX80 hingga IDX30.

Menurutnya, keputusan saham masuk atau keluar indeks tidak hanya didasarkan pada fundamental perusahaan, tetapi juga mempertimbangkan likuiditas, kapitalisasi pasar berbasis free float, frekuensi transaksi, serta jumlah hari perdagangan yang dievaluasi dalam periode satu tahun.

Baca Juga Hakim Sampai Dijelaskan Ulang! Refly Harun Cecar Ahli Soal Hak Ganti Rugi, Sentil Soal Salah Tangkap di https://www.kompas.tv/video/683600/hakim-sampai-dijelaskan-ulang-refly-harun-cecar-ahli-soal-hak-ganti-rugi-sentil-soal-salah-tangkap

Heidy juga menegaskan bahwa BEI telah memperbarui metodologi seleksi indeks pada April 2026, termasuk penerapan kriteria High Shareholding Concentration (HSC) sebagai salah satu syarat pengecualian.

Selain itu, BEI mengedepankan transparansi dengan mempublikasikan metodologi dan evaluasi indeks secara berkala, serta mendorong emiten untuk menjaga fundamental dan kepatuhan agar tetap memenuhi standar indeks acuan.

Produser: Prayogi Haro

Editor: Joshua

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/683605/full-bei-ungkap-alasan-saham-keluar-dan-masuk-indeks-kompas100-lq45-idx80-idx30-kompas-pagi
Transkrip
00:09Intro
00:20Saatnya Anda menyaksikan Kompas Bisnis, Saudara bersama saya, Yan Rahman.
00:24Saudara, bulan Juli telah berakhir.
00:25Gimana? Apakah Anda ada yang untung besar di pasar saham?
00:28Seiring dengan IHSG yang ditutup positif pada penutupan perdagangan Jumat pekan lalu.
00:33Padahal, selama 6 bulan terakhir, dari Januari hingga Juni, Saudara IHSG konsisten merah dengan penurunan sekitar 34%.
00:41Bulan Juli selama ini memang dikenal dengan bulan yang positif.
00:45Paling tidak selama satu dekade terakhir, Juli selalu ditutup hijau.
00:49Namun, jangan terlena karena Agustus ini masih beragam sentimen, baik positif maupun negatif, yang membayangi pergerakan IHSG.
00:57Kita lihat dulu bagaimana kinerja IHSG selama sebulan terakhir.
01:01Kita lihat data.
01:02Jadi dia, Saudara, Juli tahun ini kembali jadi bulan yang full senyum bagi investor di pasar saham Indonesia.
01:09Kenaikannya ini mencapai 10% lebih, bisa dibayangkan di lebih detailnya.
01:13Ini terakhir pada perdagangan kemarin, Saudara, ini ada sekitar 6.236 levelnya, naik begitu.
01:21Kita tarik ke tanggal 1 Juli, ini masih berada di 5.695.
01:27Ini ada naik turun begitu, namun trennya tetap naik hingga pada akhirnya naik pada perdagangan juat kemarin sekitar 10,51%.
01:38Salah satu sentimen pendorong laju IHSG di bulan Juli, Saudara, adalah laporan S&P Global Ratings,
01:43yang tetap mempertahankan rating kredit Indonesia di kategori layak investasi dengan outlook stabil.
01:50Namun tampaknya bulan Juli yang ditutup positif masih dibayangi sentimen lain di depan mata.
01:55Kita lihat data selanjutnya.
01:58Nah sentimen lainnya, apalagi kalau bukan rupiah yang tampaknya masih belum mau jauh-jauh dari level 18 ribuan.
02:05Data dari pasar spot yang dimuat dari situs Bloomberg ini menunjukkan terakhir pada perdagangan 31 Juli 2026,
02:12ini rupiah melemah di level 18.022 per dolar Amerika Serikat.
02:17Kita tarik lagi lebih jauh selama sebulan terakhir, ini di 1 Juli 2026,
02:22rupiah berada di 17.952 per dolar Amerika Serikat.
02:26Ini kalau kita lihat grafiknya memang naik turun,
02:28dan hingga akhirnya kembaya ditutup di 18 ribuan pada akhir bulan Juli pada pekan lalu tentunya.
02:36Sementara data dari Jisdor Bank Indonesia, Saudara, rupiah ditutup di level 18.058 per dolar Amerika Serikat
02:42pada penutupan perdagangan Jumat pekan lalu.
02:45Selama bulan Juli, rupiah berada di rentang 17.900an hingga 18 ribuan,
02:50sedangkan di perbankan rupiah bahkan telah dijual di level 18.150 per dolar Amerika Serikat.
02:58Lalu secara global ada sentimen apa? Kita lihat data selanjutnya.
03:03Nah ini dia Saudara, ada Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang kembali menabuh generang perang dagang
03:08setelah Federal Register atau kantor berita resmi pemerintah Amerika Serikat mengumumkan tarif baru.
03:14Peluncuran tarif anyar ini bertepatan dengan berhentinya masa berlaku tarif umum 10% yang sempat diterapkan Trump
03:21tak lama setelah kekalahannya di Mahkamah Agung Amerika Serikat.
03:25Besaran tarif baru Trump ini berkisar antara 10% hingga 12,5%.
03:30Kebijakan baru ini mencakup 60 negara mitra mulai dari kawasan Eropa, Tiongkok hingga India
03:36yang merepresentasikan sekitar 99,4% dari total nilai impor Amerika Serikat.
03:41Lalu bagaimana dengan Indonesia Saudara?
03:44Ini kantor perwakilan dagang Amerika Serikat mengeluarkan usulan untuk sejumlah negara termasuk Indonesia
03:49dengan tarif tambahan sebesar 10% bersama negara lain seperti Kanada, Uni Eropa, Malaysia, Taiwan hingga Inggris.
03:57Sementara tarif tambahan sebesar 12,5% akan dikenakan kepada 45 negara lain
04:02yang jadi objek investigasi seperti Tiongkok, India, Jepang, Korea Selatan.
04:08Kinerja boleh saja positif selama Juli.
04:10Lalu bagaimana dengan arus asing keluar atau masuk?
04:13Kita lihat ke data berikutnya.
04:16Ya arus asing mulai masuk pada bulan Juli dengan rincian ini terakhir pada satu bulan terakhir
04:23itu ada di 2,69 triliun rupiah asing yang masuk ke pasar saham Indonesia.
04:28Namun kalau kita lihat sepekan terakhir kemarin memang ada banyak sekali
04:32sentimen namun asing tetap masuk di angka yang lumayan fantastis di 5,99 triliun rupiah.
04:39Ini periode 27 hingga 31 Juli 2026.
04:43Namun yang perlu diwaspadai saudara pada perdagangan hari Jumat lalu
04:46terpantau asing keluar sebesar 250 miliar rupiah.
04:50Yang perlu diperhatikan juga pada bulan Agustus ini adalah BI yang telah melakukan rebalancing indeks penting.
04:57Kita lihat data.
04:59Ya salah satunya adalah BI melakukan evaluasi mayor di indeks Kompas 100
05:04yang mulai berlaku efektif per hari ini 3 Agustus 2026 hingga 29 Januari 2027.
05:12Ada 9 saham yang dikeluarkan dari indeks Kompas 100 yaitu kita lihat ini yang bawah
05:18ini saham yang keluar dari indeks Kompas 100 ada 9 saham ada Barito Renewables Energy atau brand ada bank
05:25BTPN Syariah atau BTPS ada juga Dian Swastika Sentosa atau DSSA ada
05:32MD Picture Anda yang suka nonton film begitu di bioskop ini ada MD Picture dengan film emitennya yang juga keluar
05:41dari Kompas 100
05:42ada HM Sampurna atau HMSP ada juga endorsement tunggal prakarsa
05:49ada juga MTEL atau daya mitra telekomunikasi
05:53ada juga industri jamu ini Sido dan Farmasi ini Sido juga
05:57biasanya menjadi favorit dari retail begitu dan juga yang keluar yang terakhir ada
06:01TCPI kemudian sebagai gantinya BI memasukkan 9 saham baru yaitu yang hijau-hijau ini merupakan saham yang masuk
06:09yang efektif begitu masuk ke Kompas 100 di hari ini ada BFI Finance Indonesia ada juga
06:17Astrindo Nusantara Infrastruktur atau BP ada Bumi Resources Mineral atau BRMS ada koin atau Indokripto
06:27koin semesta yang juga naik daun ada emas alias Merdeka Gold Resources ada juga Gudang Garam alias GGRM
06:35ada juga London Sumatera Indonesia ada juga Sanu Harsla Mitra ada RMK Energy yang terakhir atau RMKE
06:44kode emitennya lalu bagaimana dengan indeks lainnya kita ke data selanjutnya saudara
06:50ini BI juga melakukan rebalancing terhadap indeks LQ45 IDX80 dan juga IDX30
06:56yang berlaku per hari ini juga 3 Agustus hingga 30 Oktober 2026
07:03kita lihat bahwa disini dari tiga indeks ini ada saham masuk dan juga saham keluar saham keluar di indeks LQ45
07:10ada SMGR ada TOWR atau Tower ada INTP
07:14sementara yang masuk di LQ45 ada Indy ada NCKL ada BFIN
07:19di indeks IDX80 ada dua emiten yang masuk dan juga keluar
07:25yang keluar ada Pani dan juga Sido dua-duanya merupakan saham favorit dari retail juga
07:29yang sering menjadi bahan perbincangan selama beberapa bulan terakhir
07:32bahkan dari tahun lalu begitu yang memang kenaikannya juga cukup tinggi
07:35sementara Sido ini terkenal dengan emiten yang rajin memberikan dividen
07:40kemudian yang masuk di IDX80 ada LSIP dan juga NCKL
07:44sementara di IDX30 hanya satu emiten yang masuk dan juga keluar
07:49yang keluar ada PTBA yang sama seperti Sido
07:51PTBA juga merupakan emiten yang rajin memberikan dividen yang lumayan tinggi bagi para pemegang sahamnya
07:58dan yang masuk ada saham Dewa di IDX30
08:02ketiga indeks ini saudara merupakan indeks yang mengukur kinerja harga dari saham-saham
08:06yang memiliki likuiditas tinggi kapitalisasi pasar besar serta didukung fundamental perusahaan yang baik
08:12dan saudara pertanyaannya apa pertimbangan bursa efek Indonesia dalam melakukan rebalancing sejumlah indeks penting
08:19sehingga ada saham yang masuk dan juga ada saham yang keluar
08:22mari kita bahas usaha jeda tetapkan bersama kami saudara di Kompas Bisnis
09:02Saudara Bursa Efek Indonesia melakukan rebalancing terhadap sejumlah indeks penting termasuk Kompas 100
09:07ada 9 saham keluar dan sebagai gantinya ada 9 saham yang masuk dan mulai efektif berlaku per hari ini
09:14Senin 3 Agustus 2026
09:15untuk mengetahui seperti apa proses dan pertimbangannya Kompas Bisnis
09:19langsung tanya kepada Heidi Ruswi Tasari
09:22PJS Kepala Divisi Riset Bursa Efek Indonesia
09:24Bu Heidi selamat pagi apa kabar?
09:27Selamat pagi Mas Sian
09:28selamat pagi pemirsa Kompas semuanya
09:31semoga sehat-sehat selalu ya
09:32Oke Bu Heidi ini kan pada rebalancing Kompas 100
09:35terdapat 9 saham yang keluar dan juga masuk yang tadi juga sempat saya bahas
09:40alasan umum untuk emiten seperti kita katakan MTEL adalah kalah ranking
09:46sementara fundamentalnya dinilai pasar sangat baik
09:48bisa dijelaskan Bu, variable teknis apakah yang paling dominan
09:52menggerus poin peringkat emiten-emiten berfundamental kuat ini?
09:56Oke terima kasih Mas Sian
09:57jadi mungkin saya perlu menjelaskan juga ya
10:00terkait dengan metodologi penghitungan dari konstituen indeks
10:04yang ada di Bursa Efek Indonesia
10:06jadi saat ini untuk menentukan ranking pemirsa kalian
10:11diperlukan 4 aspek ya
10:13yang pertama itu ada tentu likuiditas nilai transaksi
10:16kemudian ada kapitalisasi pasar free float
10:18frekuensi transaksi dan juga jumlah harian ditransaksikan
10:21dan semuanya itu diamati dalam runtang waktu 1 tahun
10:26dan ketika keempat variable tersebut dilakukan akumulasi di ranking gitu ya
10:31maka dihitung secara menyeluruh
10:34sehingga apabila ada satu saham yang keluar
10:37pasti itu akan dilihat rankingnya secara utuh gitu
10:39jadi kita tidak bisa melihat satu faktor dominan atau tidak
10:43karena semuanya harus dilihat
10:44dan memang untuk time frame-nya itu sendiri
10:47memerlukan waktu 1 tahun
10:49kenapa?
10:49karena memang kita butuh untuk menguji ya
10:51menguji resistensi dari likuiditas
10:53satu saham itu bisa berada di indeks cukup lama gitu ya
10:58jadi kalau mas yang ketahui mungkin ada satu saham
11:00ada lebih dari banyak saham yang sangat lama gitu ya
11:04stay di dalam indeks tersebut
11:05berarti memang secara time frame
11:08dia sudah teruji sekali itu dari sisi likuiditas
11:10seperti itu
11:11oke berarti ada time frame yang dilakukan
11:13tidak dalam waktu singkat begitu ya
11:17ada perlu waktu selama 1 tahun
11:18untuk melakukan hal-hal
11:20termasuk tadi yang jadi porsi penilaian
11:22ada likuiditas, ada free float
11:24hingga aktivitas transaksi harian
11:26kemudian Bu Hedy ini kan ada beberapa pertanyaan
11:29terkait dengan emiten-emiten yang juga masuk dan juga keluar
11:32kita lihat tadi ada keluarnya brand
11:33dan ada juga DSSA dari Kompas 100
11:36yang secara eksplisit dikaitkan dengan
11:38status high shareholding concentration alias HSC
11:41dimana kedua emiten ini juga terdampak dari MSCI
11:47lalu bagaimana mekanisme dan kriteria penutapan HSC ini
11:51diterapkan dalam proses rebalancing indeks utama
11:54dan apakah status HSC ini otomatis menjadi barier mutlak
11:58bagi suatu emiten begitu untuk masuk berada di Kompas 100 Bu?
12:03ya betul Mas Sian
12:05jadi memang kriteria HSC ini menjadi satu syarat pengecualian ya
12:09dalam indeks-indeks utama yang ada di Bursa EFek Indonesia
12:12karena kami melihat memang indeks utama ini kan menjadi acuan
12:15bagi para pelaku pasar ya
12:16terutama mungkin fund manager
12:18untuk dijadikan underlying aset mereka
12:21nah tentu dalam hal ini kita perlu memperhatikan exposure dan produk penggunaannya
12:25karena cukup banyak
12:26sehingga harapannya saham-saham yang masuk ke dalam indeks-indeks tersebut
12:31tentu diisi oleh saham-saham yang memiliki likuiditas yang baik dan besar gitu ya
12:36dalam hal ini memang saham-saham yang masuk ke dalam kategori HSC itu
12:40sudah dipastikan tidak akan menjadi calon anggota indeks seperti itu
12:45dan memang kalau kita lihat HSC ini bisa menjadi salah satu ukuran tambahan ya
12:50bagi investor juga dalam hal melihat ketersediaan likuiditas yang ada di pasar
12:55sehingga investor bisa lebih mudah ketika ingin berinvestasi dan melihat posisi likuiditasnya itu seperti apa
13:02tadi yang saya bacakan ada beberapa saham-saham yang menjadi kegemaran retail begitu Bu Heidi
13:08tapi selain retail juga rebalancing ini yang dilakukan serentak pada indeks-indeks utama
13:12seperti tadi ada selain kompas 100 ada IDX 80, Q45 ada juga IDX 30
13:18kali ini kan menimbulkan banyak pertanyaan di kalangan analis dan juga manajer investasi
13:24selain retail seperti yang saya sebutkan
13:26apakah ada kriteria atau penyesuaian bobot baru yang mulai diterapkan secara ketat oleh Bursa Efek Indonesia
13:31khususnya terkait dengan ketentuan free float yang tadi seperti dibahas
13:35juga ada nilai transaksi harian atau rasio likuiditas
13:38ya
13:39jadi terkait dengan penyesuaian bobot baru
13:43Mas Yan ya dan pemirsa kompas
13:45jadi sejauh ini memang kami di bulan April yang lalu ya
13:49di April 2026
13:50memang kami baru saja melakukan penyesuaian kriteria indeks utama ini
13:54itu mengacu kepada pengumuman yang diterbitkan di bulan April
13:57jadi ada beberapa poin sebetulnya memang yang kami lakukan adjustment ya
14:01jadi kalau kita bisa bicara terkait dengan pemilihan saham itu tentu
14:04sebelum memilih 80 saham
14:0745 saham, 30 saham
14:09kita harus dulu
14:10define universe ya
14:13semesta sahamnya
14:14jadi kolamnya kita tentukan dulu kita mengambil dari kolam yang mana nih
14:17nah sebelumnya
14:18sebelum di April 2026
14:21untuk masuk ke dalam indeks-indeks utama itu ya
14:23kategorinya itu saham-saham tersebut harus sudah tercatat lebih dari 6 bulan
14:27kemudian 150 saham berdasarkan nilai transaksi reguler tertinggi
14:32kemudian memiliki batasan minimum free float yang ditetapkan BI
14:36tidak pernah disuspend dan juga memiliki rasio free float 10%
14:39nah itu sebelum April
14:41nah setelah April 2026
14:43kami melakukan adjustment
14:44karena memang kami melihat dari Januari sampai dengan pertengahan tahun gitu ya
14:48dinamika pasar itu sangat dinamis sekali
14:51sehingga kami merasa perlu juga melakukan updating terkait dengan metodologi gitu ya
14:56karena memang metodologi yang kami lakukan ini juga sudah
14:59kami lakukan diskusi dengan para beberapa pelaku
15:02untuk memastikan bahwa metodologi ini memang bisa dapat diterima
15:06nah sehingga pada saat April 2026 ada sedikit penyesuaian
15:11di dalam kriteria universe saham ya atau kolam saham-saham tersebut
15:15diantaranya adalah batasan free float tentu
15:19karena memang kita agar inline ya dengan perubahan peraturan 1A
15:23di mana mungkin ada perasyaratan free float yang dinaikkan
15:26sehingga untuk pemilihan indeks sendiri ini pun juga mengikuti peraturan free float
15:31yang ada di bursa free float Indonesia
15:32dan kita dalam penerapannya pun masih tetap memegang
15:36apa namanya mengikuti timeline dari peraturan 1A
15:40jadi misal kalau saat ini kan minimum ratio free float 10% ya
15:43tapi nanti ketika itu sudah berlaku secara official
15:47sehingga peraturan untuk indeks pun
15:49kemungkinan juga besar akan naik gitu ya
15:53beriringan dengan implementasi peraturan 1A
15:56namun saat ini masih memang di dalam batas 10%
15:58kemudian tentu kriteria terbaru adalah tidak masuk ke dalam
16:02high shareholding concentration ya dalam hal ini HSC
16:06karena tadi ya untuk memastikan memang ketersediaan likuiditas
16:09di saham-saham tersebut itu ada
16:12kemudian juga dari sisi suspensi
16:15kalau sebelumnya harus ditransaksikan secara penuh
16:17kalau sekarang paling tidak satu hari itu
16:20boleh tidak ditransaksikan dalam 6 bulan terakhir
16:23nah itu kira-kira kriteria yang terbaru
16:26jadi memang kalau ditanya apakah ada penyesuaian bobot baru
16:30saat ini memang untuk terkait dengan metodologi
16:33masih mengacu kepada pengumuman metodologi perubahan di April 2026 yang lalu
16:40seperti itu Mas Yian
16:41seperti yang Anda sebutkan tadi Bu Haydi
16:44setiap indeks itu merupakan kolam-kolam yang berbeda begitu
16:47apakah kalau kita bisa bagikan satu persatu
16:50antara Kompas 100, Alkifat 5, ada juga AIDX 80 dan juga 30
16:56apakah dari masing-masing indeks ini itu pertimbangannya sama atau berbeda-beda?
17:02ya betul
17:04jadi untuk pertimbangan tadi ya
17:07pertama kita akan cari 150
17:09kemudian kita cari 80 dari 150
17:13kemudian dari 80 itu kita cari lagi 45
17:18jadi pertimbangan sebenarnya sama ya
17:19tapi memang kita akan mengerucutkan jumlahnya semakin sedikit
17:24dan kategorinya sebenarnya masih sama, masih in line
17:27jadi yang berbeda sebenarnya hanya di sisi jumlah sih
17:32ada juga dari sisi pelaku industri Bu Haydi
17:35khususnya pengelola reksadana indeks dan juga ETF
17:39ini butuh kepastian agar tidak kena tracking error yang lebar
17:43ini sejauh mana Bursa Efek Indonesia bisa meningkatkan transparansi
17:46breakdown matrix penilaian rebalancing dalam hal ini?
17:50oke, jadi untuk terkait dengan transparansi ya Mas Yian
17:53mungkin saya mau menyampaikan sedikit dulu
17:55jadi mungkin pemirsa dan juga para investor gitu ya
17:59ya jika ingin tahu informasi terkait dengan bagaimana indeks itu dihitung
18:04kemudian metodologinya, universe-nya dan lain sebagainya
18:07sebenarnya kami melakukan publikasi ya di website kami
18:11jadi memang ada beberapa dokumen yang memang kami upload di website
18:15terkait dengan panduan indeks gitu ya
18:18ada detail di situ kemudian juga terkait dengan fact sheet indeks
18:21kami terbitkan setiap bulannya
18:23jadi Bapak Ibu pemirsa, para investor juga bisa memantau
18:27melihat kira-kira pergerakannya seperti apa dibandingkan dengan beberapa indeks yang lain gitu ya
18:31kemudian dipakai produk apa, kemudian metodologinya seperti apa
18:35historisnya seperti apa, itu setiap bulan kami lakukan updating
18:38jadi informasi itu bisa diakses oleh publik kapan saja gitu ya
18:42nah kemudian juga setiap kali ada penyesuaian kriteria
18:46itu pun pasti akan kami ngomongkan dan kami lakukan press release
18:49jadi tidak ada yang memang, apa namanya, tidak kami informasikan ke publik ya
18:53karena itu memang menjadi salah satu syarat untuk transparansi ke publik
18:56dan ini juga kami harap memang pelaku pasar, kemudian juga investor
19:02sebisa mungkin sudah mulai mengantisipasi gitu ya
19:05artinya ketika proses rebalancing itu akan berjalan
19:08sudah harus rajin-rajin gitu mengakses website bursa
19:12dan melihat informasi di dalamnya gitu
19:14nah pertanyaannya untuk breakdown matriks penilaian sendiri
19:17masian, jadi untuk matriks penilaian sebenarnya memang kan
19:22kita tidak bisa disclose secara full gitu ya
19:24karena memang di global index provider lainnya pun
19:27mereka memiliki kebijakan yang kurang lebih sama lah
19:30jadi ada aspek-aspek yang memang bisa di disclose gitu ya
19:34bisa diketahui oleh publik dan memang ada aspek-aspek perhitungan
19:37yang memang hanya terbatas untuk perhitungan di internal kami
19:42namun kami juga, balik lagi ya, artinya membuka, apa namanya
19:45membuka diskusi apabila misalnya di kemudian hari ada masukan
19:48dari pelaku, apa namanya, yang ingin memberikan masukan
19:52untuk perubahan metodologi ke arah yang lebih baik
19:54kami sangat terbuka sekali Indonesia
19:56oke, soal transparansi ini sebetulnya sangat mudah
19:59begitu ya, bisa diakses langsung di situsnya IDX
20:01di mana ada panduan indeks di sana yang terus diupdate
20:04sehingga masyarakat juga investor bisa langsung
20:07mengaksesnya secara mudah
20:08terkait hal lainnya, ini Bu Hedy
20:10soal pencoretan saham-saham berkapitalisasi besar
20:13atau bervolume tinggi dari indeks acuan
20:15ini kerap memicu tekanan jual yang cukup signifikan
20:18di pasar reguler
20:19bagaimana kemudian Bursa Efek Indonesia
20:21memantau naik turunnya atau volatilitas abnormal
20:24menjelang tanggal efektif
20:25dan apa masukan BI untuk korporasi
20:29emiten, ini agar saham mereka tetap resilien
20:32dan memenuhi standar kriteria indeks acuan
20:34oke, terima kasih Mas Yan
20:36jadi untuk pemantauan volatilitas abnormal
20:39menjelang tanggal efektif itu memang
20:42sebenarnya di indeks manapun ya
20:43itu sangat common, artinya memang
20:45detik-detik terakhir menjelang efektif itu
20:47biasanya volatilitasnya cukup besar gitu ya
20:49karena mungkin itu adalah masa akhir dari
20:51apa namanya pelaku untuk melakukan adjustment ya
20:54di sisi portfolio mereka
20:56dan itu rasanya mungkin
20:58satu hal yang wajar dan memang itu sudah
21:00sudah biasa terjadi
21:01nah pertanyaan berikutnya adalah
21:03masukkan untuk perusahaan terkaitan sendiri ya
21:05dalam hal ini saham-saham tersebut
21:07agar tetap resilien dan memenuhi standar kriteria indeks
21:10jadi memang perlu saya sampaikan juga
21:13di dokumen publik yang kami publish
21:15di website kami ya
21:17kami juga menyampaikan disitu
21:18selain faktor likuiditas
21:19sebetulnya memang ada
21:20dua faktor penting ya
21:22yang memang menjadi pertimbangan
21:23jadi kalau kita bicara likuiditas
21:25in terms of liquidity
21:26tentu perusahaan tercatat
21:28tidak bisa mengontrol secara penuh ya
21:30karena itu pure market mechanism
21:32tapi ada dua aspek sebetulnya
21:33yang memang menjadi kontrol
21:35atau bisa dibilang area gitu ya
21:38yang bisa dikelola oleh perusahaan tercatat dalam ini
21:40saham-saham yang masuk ke dalam indeks
21:42jadi ada selain likuiditas
21:44ada dua faktor ya
21:45ada faktor fundamental
21:47dan juga ada compliance
21:48kepatuhan dalam hal ini
21:50jadi memang
21:51selain kita lihat secara likuiditas
21:53secara likuiditas saham tersebut
21:55bagus, besar
21:56kemudian liquid, aktif gitu ya
21:59tapi kita cek juga
22:00apakah level compliance-nya itu
22:03apa namanya
22:04baik atau tidak gitu ya
22:05apakah ada keterlambatan laporan keuangan
22:08kemudian juga ada
22:10apa namanya
22:11ada pelanggaran yang dilakukan
22:12dan juga dari sisi fundamental
22:14karena kami juga ingin memastikan
22:15bahwa selain likuid
22:16kondisi atau
22:18saham-saham yang ada di dalam indeks itu
22:20secara fundamental
22:21dan compliance at least
22:22memenuhi
22:23standar yang
22:24seharusnya seperti itu
22:26oke
22:27ada hal-hal yang bisa digarisbawahi
22:29dari perbincangan kita
22:30pagi ini Bu Hedy
22:31terkait dengan bagaimana
22:33emiten ini bisa memenuhi
22:34standar kriteria indeks acuan
22:36ada dua hal penting
22:37tadi yang disampaikan oleh Bu Hedy
22:38yaitu
22:38aspek kontrol
22:39dimana ada dua hal
22:40yaitu fundamental
22:41dan juga
22:42kepatuhan yang patut
22:43juga diperhatikan oleh
22:45emiten dan juga korporasi
22:46apabila memang
22:47bisa dapat
22:48ataupun masih dapat
22:49memenuhi standar kriteria indeks acuan
22:52terima kasih
22:52Hedy Ruswita Sari
22:54PJS Kepala Divisi Riset
22:56Bursa Efek Indonesia
22:56atas waktunya bersama kami
22:58di Kompas Bisnis
22:58sehat selalu
22:59terima kasih
23:00masyarakat selalu
Komentar

Dianjurkan