00:00Pemerintahan saya, saudara datang ke saya pun saya sudah, di mana-mana saya sudah warning, bahkan sebelumnya pun saya sudah
00:07warning, hati-hati.
00:10Situasi dunia, situasi geopolitik sudah sangat-sangat rawan.
00:18Sangat-sangat rawan.
00:21Di mana-mana terjadi perang, dasyat.
00:32Di kontinen, di benua Eropa, perang besar.
00:39Perang besar ini, di Ukraine ini, sudah lebih lama dari perang dunia pertama.
00:50Ini mungkin akan lebih lama dari perang dunia kedua.
00:55Perang dunia kedua mulai September 1939, habis itu 40, 41, 42, 43, habis itu pertengahan, Mei 1945, jadi 5 tahun,
01:13atau 4 tahun setengah.
01:17Perang Ukraine mulai tahun 2022, ya.
01:2022, 23, 24, 25, sudah masuk 26, mungkin perang Ukraine lebih lama dari perang dunia kedua juga.
01:34Jutaan sudah korban, dan kita baru mengerti bahwa perang di satu bagian dari bumi kita punya pengaruh ke mana-mana.
01:47Kepada harga pangan, harga BBM, dan sebagainya.
01:52Belum selesai perang Ukraine, situasi di Gaza, di Lebanon, di Timur Tengah, meletus.
02:08Lebih parah lagi, di Teluk, di Selat Hormuz, Iran, sampai sekarang belum selesai.
02:19Dan kemungkinan akan juga cukup lama.
02:26Bahkan bahaya perang nyuklir tidak bisa kita remehkan, baik di Ukraine maupun di Timur Tengah.
02:41Kita pun, yang kita tidak duga-duga, yang kita anggap ASEAN adalah zona perdamian, terjadi perang.
02:50Di Myanmar, berkecamuk perang saudara, dengan belasan atau puluhan milisi-milisi bersenjata,
03:04kita, didukung oleh negara-negara lain, sahabat-sahabat kita, Thailand dan Kamboja juga.
03:16Pertempuran yang juga masih penuh dengan ketegangan, kita terus berusaha untuk mendukung upaya-upaya perdamian.
03:26Dan ketegangan-ketegangan di tempat lain.
03:30Kita bersyukur bahwa negara kita memiliki suatu warisan dari pendiri-pendiri bangsa kita.
03:46Warisan itu adalah politik luar negeri yang non-block, non-aligned.
03:57Yaitu kita tidak ingin bergabung dengan blok fakta militer.
04:06Apa sahabatnya?
04:06selamat menikmati
Komentar