00:00Masalah perut adalah ekonomi.
00:03Paling dasar, Anda sudah tahu kalau saya bicara sudah berapa puluh tahun,
00:11pasti saya bicara masalah pangan, masalah perut.
00:17Karena ini pelajaran ribuan tahun sejarah.
00:21Alhamdulillah, kita sudah capai dalam waktu yang singkat ketahanan pangan,
00:28suasembada pangan.
00:33Di luar dugaan banyak orang, bahkan banyak yang tidak percaya sampai sekarang,
00:42kita, tapi Alhamdulillah, ini adalah hasil real.
00:48Ini yang membuat kita percaya diri, confident.
00:56Apapun terjadi, kita yakin kita bisa jamin makan untuk bangsa Indonesia.
01:07Dan ini prestasi, bukan prestasi yang gampang.
01:13Bukan prestasi yang gampang.
01:19Ternyata, suasembada pangan baru kita alami hanya beberapa tahun, sekian puluh tahun yang lalu.
01:30Sekarang kita mencapai itu.
01:38Kita masih menghadapi.
01:40Yang saya, waktu pertemuan-pertemuan pertama kita di awal pemerintahan saya,
01:44saudara datang ke saya pun, saya sudah, di mana-mana saya sudah warning,
01:48bahkan sebelumnya pun saya sudah warning hati-hati, situasi dunia, situasi geopolitik sudah sangat-sangat rawan.
02:00Sangat-sangat rawan.
02:04Di mana-mana terjadi perang,
02:09dasyat.
02:14Di kontinen, di benua Eropa,
02:20perang besar.
02:22Perang besar ini di Ukraine ini sudah lebih lama dari perang dunia pertama.
02:34Ini mungkin akan lebih lama dari perang dunia kedua.
02:38Perang dunia kedua mulai September 1939.
02:44Habis itu 40, 41, 42, 43.
02:49Habis itu pertengahan, Mei 45.
02:54Jadi lima tahun.
02:56Atau empat tahun setengah.
03:00Perang Ukraine mulai tahun 22.
03:0322, 23, 24, 25, sudah masuk 26.
03:09Mungkin perang Ukraine lebih lama dari perang dunia kedua juga.
03:17Jutaan sudah korban.
03:20Dan kita baru mengerti bahwa perang di satu bagian dari bumi kita punya pengaruh kemana-mana.
03:30Kepada harga pangan, harga BBM, dan sebagainya.
03:34Belum selesai perang Ukraine.
03:40Situasi di Gaza, di Lebanon, di Timur Tengah meletus.
03:51Lebih parah lagi.
03:54Di Teluk, di Selat Hormuz, Iran, sampai sekarang belum selesai.
04:03Dan kemungkinan akan juga cukup lama.
04:09Bahkan bahaya perang nyuklir tidak bisa kita remehkan.
04:17Baik di Ukraine maupun di Timur Tengah.
04:24Kita pun, yang kita tidak duga-duga, yang kita anggap ASEAN adalah zona perdamian, terjadi perang.
04:32Di Myanmar, berkecamuk perang saudara, dengan belasan atau puluhan milisi-milisi bersenjata,
04:47didukung oleh negara-negara lain.
04:53Sahabat-sahabat kita, Thailand dan Kamboja juga.
05:00Pertempuran yang juga masih penuh dengan ketegangan, kita terus berusaha untuk mendukung upaya-upaya perdamian.
05:09Dan ketegangan-ketegangan di tempat lain.
05:13Kita bersyukur bahwa negara kita memiliki suatu warisan dari pendiri-pendiri bangsa kita.
05:30Warisan itu adalah politik luar negeri yang non-block, non-aligned.
05:41Yaitu kita tidak ingin bergabung dengan blok fakta militer apapun.
05:51Dan kita sadar, dan saya juga sudah kumandangkan, dari awal saya dilantik,
06:01bahwa politik luar negeri Indonesia sekarang adalah ingin menjadi tetangga yang baik.
06:09The good neighbor.
06:11Our policy is the policy of the good neighbor.
06:15We want to be a good neighbor.
06:16We want to be a good neighbor.
06:16We want to be a good neighbor.
06:16Terima kasih.
06:17Terima kasih.
Komentar