Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 6 jam yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV - Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Indonesia telah berhasil mencapai swasembada pangan dalam waktu yang relatif singkat.

Menurutnya, keberhasilan tersebut menjadi fondasi penting bagi ketahanan nasional di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian.

Prabowo menyebut pencapaian ini sebagai prestasi besar yang sebelumnya diragukan banyak pihak, sekaligus memberikan keyakinan bahwa pemerintah mampu menjamin kebutuhan pangan seluruh rakyat Indonesia.

Baca Juga FULL! Kepala BGN Sudaryono: Rp311 Miliar Dikembalikan ke Kas Negara, Niat Korupsi Langsung Dicopot di https://www.kompas.tv/video/683253/full-kepala-bgn-sudaryono-rp311-miliar-dikembalikan-ke-kas-negara-niat-korupsi-langsung-dicopot

Dalam pidatonya, Prabowo juga mengaitkan pentingnya swasembada pangan dengan kondisi geopolitik dunia yang masih diwarnai perang dan konflik berkepanjangan, mulai dari Ukraina hingga Timur Tengah.

Ia menilai kemandirian pangan menjadi kunci agar Indonesia tetap tangguh menghadapi dampak krisis global terhadap harga pangan dan energi, sembari mempertahankan politik luar negeri bebas aktif demi menjaga stabilitas dan perdamaian.

Produser: Prayogi Haro

Editor: Joshua

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/683588/klaim-prabowo-tegaskan-indonesia-sudah-swasembada-pangan-yakin-mampu-jamin-makan-seluruh-rakyat
Transkrip
00:00Masalah perut adalah ekonomi.
00:03Paling dasar, Anda sudah tahu kalau saya bicara sudah berapa puluh tahun,
00:11pasti saya bicara masalah pangan, masalah perut.
00:17Karena ini pelajaran ribuan tahun sejarah.
00:21Alhamdulillah, kita sudah capai dalam waktu yang singkat ketahanan pangan,
00:28suasembada pangan.
00:33Di luar dugaan banyak orang, bahkan banyak yang tidak percaya sampai sekarang,
00:42kita, tapi Alhamdulillah, ini adalah hasil real.
00:48Ini yang membuat kita percaya diri, confident.
00:56Apapun terjadi, kita yakin kita bisa jamin makan untuk bangsa Indonesia.
01:07Dan ini prestasi, bukan prestasi yang gampang.
01:13Bukan prestasi yang gampang.
01:19Ternyata, suasembada pangan baru kita alami hanya beberapa tahun, sekian puluh tahun yang lalu.
01:30Sekarang kita mencapai itu.
01:38Kita masih menghadapi.
01:40Yang saya, waktu pertemuan-pertemuan pertama kita di awal pemerintahan saya,
01:44saudara datang ke saya pun, saya sudah, di mana-mana saya sudah warning,
01:48bahkan sebelumnya pun saya sudah warning hati-hati, situasi dunia, situasi geopolitik sudah sangat-sangat rawan.
02:00Sangat-sangat rawan.
02:04Di mana-mana terjadi perang,
02:09dasyat.
02:14Di kontinen, di benua Eropa,
02:20perang besar.
02:22Perang besar ini di Ukraine ini sudah lebih lama dari perang dunia pertama.
02:34Ini mungkin akan lebih lama dari perang dunia kedua.
02:38Perang dunia kedua mulai September 1939.
02:44Habis itu 40, 41, 42, 43.
02:49Habis itu pertengahan, Mei 45.
02:54Jadi lima tahun.
02:56Atau empat tahun setengah.
03:00Perang Ukraine mulai tahun 22.
03:0322, 23, 24, 25, sudah masuk 26.
03:09Mungkin perang Ukraine lebih lama dari perang dunia kedua juga.
03:17Jutaan sudah korban.
03:20Dan kita baru mengerti bahwa perang di satu bagian dari bumi kita punya pengaruh kemana-mana.
03:30Kepada harga pangan, harga BBM, dan sebagainya.
03:34Belum selesai perang Ukraine.
03:40Situasi di Gaza, di Lebanon, di Timur Tengah meletus.
03:51Lebih parah lagi.
03:54Di Teluk, di Selat Hormuz, Iran, sampai sekarang belum selesai.
04:03Dan kemungkinan akan juga cukup lama.
04:09Bahkan bahaya perang nyuklir tidak bisa kita remehkan.
04:17Baik di Ukraine maupun di Timur Tengah.
04:24Kita pun, yang kita tidak duga-duga, yang kita anggap ASEAN adalah zona perdamian, terjadi perang.
04:32Di Myanmar, berkecamuk perang saudara, dengan belasan atau puluhan milisi-milisi bersenjata,
04:47didukung oleh negara-negara lain.
04:53Sahabat-sahabat kita, Thailand dan Kamboja juga.
05:00Pertempuran yang juga masih penuh dengan ketegangan, kita terus berusaha untuk mendukung upaya-upaya perdamian.
05:09Dan ketegangan-ketegangan di tempat lain.
05:13Kita bersyukur bahwa negara kita memiliki suatu warisan dari pendiri-pendiri bangsa kita.
05:30Warisan itu adalah politik luar negeri yang non-block, non-aligned.
05:41Yaitu kita tidak ingin bergabung dengan blok fakta militer apapun.
05:51Dan kita sadar, dan saya juga sudah kumandangkan, dari awal saya dilantik,
06:01bahwa politik luar negeri Indonesia sekarang adalah ingin menjadi tetangga yang baik.
06:09The good neighbor.
06:11Our policy is the policy of the good neighbor.
06:15We want to be a good neighbor.
06:16We want to be a good neighbor.
06:16We want to be a good neighbor.
06:16Terima kasih.
06:17Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan