Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Kabinet Bayangan, Feri Amsari mengatakan akan menyiapkan lapor bagi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Feri mengatakan laporan nilai alat ukurnya berdasarkan konstitusi dan perundang-undangan.

Nantinya, lanjut Feri, laporan nilai meliputi capaian hingga saran bagi pemerintahan Prabowo.

"Jadi kami akan mengeluarkan 2,5 bulan lagi tepat 2 tahun Presiden Prabowo Subianto, bulan Oktober, sebelum tanggal 20 atau setelah tanggal 20 Oktober. Untuk menjelaskan apa saja capaian yang gagal dilakukan dan apa yang harus dilakukan pemerintah," ujar Feri, Kamis (30/7/2026).

Baca Juga Debat Panas! Feri Amsari vs Suroto soal Konsep Koperasi Desa Merah Putih Presiden Prabowo| ROSI di https://www.kompas.tv/talkshow/683455/debat-panas-feri-amsari-vs-suroto-soal-konsep-koperasi-desa-merah-putih-presiden-prabowo-rosi

#feriamsari #presidenprabowo #kabinetbayangan

Produser: Ikbal Maulana
Thumbnail: Noval

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/talkshow/683456/kabinet-bayangan-feri-amsari-siapkan-lapor-untuk-pemerintahan-prabowo-rosi
Transkrip
00:01Intro
00:03Saya masih berdiskusi dengan Menteri Sekretaris Negara dari Kabinet Bayangan
00:07Ferry Amsari dan CEO Indokoperasi Usaha Rakyat 2019-2025
00:12yang juga Ketua Asosiasi Kader Sosioekonomi Strategis Suroto
00:16Saya ingat juga dalam konferensi PES minggu lalu
00:18Kabinet Bayangan rencananya dalam 3 bulan ini akan mengeluarkan rapor dari pemerintahan Presiden Prabowo Subianto
00:24Kalau melihat debat yang saat ini kayaknya udah jadi bocoran juga rapornya berapa
00:27Tentu saja kami belum menyampaikan elemen penilaian
00:32Supaya fair ya agar pemerintah bisa membela diri juga
00:36Dari data-data yang kami kumpulkan dengan alat ukur konstitusi dan peraturan perundang-undangan
00:43Jadi kami akan mengeluarkan sekitar 2 setengah bulan lagi
00:46Tepat 2 tahun Presiden Prabowo Subianto
00:49Bulan Oktober berarti
00:50Bulan Oktober ya di antara tanggal 20 atau setelah tanggal 20 Oktober
00:54Untuk menjelaskan apa saja capaian yang gagal dilakukan
00:58Dan apa yang harus dilakukan pemerintah
01:01Ada yang gagal ada yang berhasil dong?
01:02Berarti ada kemungkinan
01:03Tentu ada yang berhasil tapi mungkin agak lebih sedikit daripada yang gagalnya ya
01:07Kalau Kopdes nilainya berapa?
01:09Ya dari perencanaan saja sudah gagal apalagi nilai akhirnya ya
01:14Jadi?
01:15Jadi ya mungkin tidak lulus lah ya
01:17Kalau di angka rapor ya
01:19Tidak lulus menurut teman-teman kabinet bayangan Mas Roto?
01:22Ya saya kira kabinet bayangan ini
01:25Kalau tidak mau disebut sebagai bayang-bayang kabinet yang tidak jelas
01:30Itu nanti bicaranya pakai data
01:32Dan saya kira ini penting ya
01:34Karena Anda mengklaim sebagai pressure group
01:36Kelompok kecil masyarakat yang mengatasnamakan akademisi
01:40Anda juga seorang dosen dan saya kira Anda akan lebih konstruktif
01:43Kalau memberikan kritik dengan basis analisis yang kuat
01:46Dan kemudian nanti kita akan bertengkar lagi di situ
01:50Supaya publik tahu
01:51Bertengkar atau berdebat nih?
01:52Anda kan awalnya bilangnya debat
01:53Tiba-tiba bertengkar jadi niatnya beda nih
01:55Pertengkaran apa?
01:56Pertengkaran substansi
01:57Bukan kita asal ngomong
02:00Tapi kita punya basis yang kuat
02:02Nah saya berharap
02:04Yang namanya Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih itu tadi
02:07Itu segera akan Bung Ferry rasakan ketika Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih ini benar-benar sudah operasional
02:12Sekarang baru ditesting itu kemarin 1061
02:15Dan ini orang yang ada di desa itu sudah bisa merasakan manfaatnya
02:20Karena apa?
02:21Gas melon itu tidak boleh lebih dari 16 ribu
02:23Nah ini masalahnya harusnya Bung Ferry dan kawan-kawan ini juga banyak mengkritik ini
02:28Kementerian maupun BUMN
02:29Yang mereka itu tidak segera mengalokasikan barang-barang subsidi ini ke Koperasi
02:35Sehingga masyarakat punya alat kendali
02:37Karena apa?
02:38Masyarakat di desa itu menjadi pemiliknya
02:40Menjadi pengontrolnya
02:41Dan juga akan menerima manfaat berupa keuntungan yang dihasilkan oleh Koperasi
02:46Jadi penilaiannya terburu-buru menurut Anda dibilang tidak lulus itu tadi
02:48Oh iya
02:48Karena apa?
02:49Bung Ferry ini juga tadi saya katakan
02:51Analisisnya belum basis data gitu
02:53Belum basis data
02:54Mungkin mau menunggu setengah bulan
02:55Apalagi Bung Kodari kan berharapnya juga ada datanya
02:58Dan harus ada apresiasi juga dong
03:00Pasti ada data yang akan kita sampaikan ke publik
03:04Dan coba lihat cara berfikirnya
03:08Dia mengatakan peran negara sebagai bagian dari Koperasi Merah Putih
03:13Tapi mempertanyakan peran BUMN yang sama-sama negara
03:17Oh iya
03:18Jadi coba bayangkan
03:19Justru BUMN dan kementerian yang menyembunyikan justru urusan jalur distribusi ini
03:27Saya kira kalau Anda analisinya bagus sebetulnya bisa saja
03:30Koperasi Merah Putih negara BUMN negara
03:33Perintah Presiden sudah jelas pastikan harganya baik
03:37Nah negara nggak bisa kerjasama untuk mendukung proyek-proyek komunitas
03:40Itu salah satu yang Anda harus kritik
03:42Harusnya menteri-menteri dan dilut BUMN
03:44Yang tidak menjalankan pemerintahan itu Anda kritik
03:46Karena Anda sebagai bagian dari negara tidak mampu bekerjasama dengan negara
03:51Ini kan kegagalan membangun negara dengan cara kerjasama
03:55Tapi kritik Anda belum muncul di situ
03:57Ya kenapa?
03:58Karena Anda tinggal kerjasama sama-sama negara
04:00Justru inilah yang selama ini Presiden Prabowo ingin lupa
04:03Supaya ada sinkronisasi dan ada kendali demokrasi
04:06Ada Koperasi Merah Putih yang dijalankan oleh perusahaan negara
04:11Ada BUMN yang dipertanyakan dan itu adalah perusahaan negara juga
04:16Jadi dia tidak mampu bekerja bersama dan diantara mereka
04:21Mau mengurus kooperasi juga
04:23Ini Presiden ini justru melalui Kooperasi Desa Keluran Merah Putih
04:27Supaya ada kendali masyarakat yang selama ini
04:29Bung Ferry pun sebagai intelektual
04:31Sampai tidak tahu kalau ada mafia kartel yang menguasai barang-barang subsidi ini
04:36Dan ini ingin dibongkar, dirombak melalui sistem demokrasi ekonomi kooperasi
04:40Dilakukan oleh Presiden Prabowo Supianto
04:43Bilang kepada Presiden Anda
04:44Dia punya kuasa
04:46Dia bisa menyelesaikan kartel
04:48Dan itu akan diselesaikan melalui Kooperasi Desa Keluran Merah Putih
04:50Kenapa Anda suruh saya mengkritik?
04:52Suruh Presiden Anda menyelesaikannya
04:53Justru itu yang akan dikerjakan melalui kooperasi
04:56Harus diinstitusikan bro
04:58Sudah dua tahun bro
04:59Ini Kooperasi Desa Keluran Merah Putih memang belum operasional makanya
05:03Jadi jangan sampai kita ini sekarang ini buru-buru mengambil kesimpulan
05:07Bahwa demokrasi itu hanya suara terbanyak itulah yang benar
05:11Omong kosong kemana-mana itulah yang paling benar
05:14Harus berdasarkan fakta dan Kooperasi Desa Keluran Merah Putih ini adalah
05:17Ingin menciptakan apa?
05:19Pembagian kekuasaan itu harus dijamin dengan pembagian kekayaan juga
05:24Supaya suara rakyat ini, kedaulatan rakyat atau people sovereignty
05:28Betul-betul berkualitas dan demokrasi kita akan
05:30Disinilah ruang opini dibuka seluas-luasnya
05:32Buat siapapun yang mau berpendapat dan semoga bisa jadi sumber informasi Anda
05:35Bung Ferry terima kasih sudah datang
05:37Mas Rata terima kasih sudah datang
05:39Terima kasih juga untuk Anda yang sudah menyaksikan Rosy
05:41Jumpa lagi pekan depan
05:42Saya Tifa Uso Laisa, tetap di Kompas TV
05:44Independent
05:45Kita percaya
06:03Terima kasih sudah menonton!
06:24Terima kasih sudah menonton!
Komentar

Dianjurkan