00:01Intro
00:03Saya masih berdiskusi dengan Menteri Sekretaris Negara dari Kabinet Bayangan
00:07Ferry Amsari dan CEO Indokoperasi Usaha Rakyat 2019-2025
00:12yang juga Ketua Asosiasi Kader Sosioekonomi Strategis Suroto
00:16Saya ingat juga dalam konferensi PES minggu lalu
00:18Kabinet Bayangan rencananya dalam 3 bulan ini akan mengeluarkan rapor dari pemerintahan Presiden Prabowo Subianto
00:24Kalau melihat debat yang saat ini kayaknya udah jadi bocoran juga rapornya berapa
00:27Tentu saja kami belum menyampaikan elemen penilaian
00:32Supaya fair ya agar pemerintah bisa membela diri juga
00:36Dari data-data yang kami kumpulkan dengan alat ukur konstitusi dan peraturan perundang-undangan
00:43Jadi kami akan mengeluarkan sekitar 2 setengah bulan lagi
00:46Tepat 2 tahun Presiden Prabowo Subianto
00:49Bulan Oktober berarti
00:50Bulan Oktober ya di antara tanggal 20 atau setelah tanggal 20 Oktober
00:54Untuk menjelaskan apa saja capaian yang gagal dilakukan
00:58Dan apa yang harus dilakukan pemerintah
01:01Ada yang gagal ada yang berhasil dong?
01:02Berarti ada kemungkinan
01:03Tentu ada yang berhasil tapi mungkin agak lebih sedikit daripada yang gagalnya ya
01:07Kalau Kopdes nilainya berapa?
01:09Ya dari perencanaan saja sudah gagal apalagi nilai akhirnya ya
01:14Jadi?
01:15Jadi ya mungkin tidak lulus lah ya
01:17Kalau di angka rapor ya
01:19Tidak lulus menurut teman-teman kabinet bayangan Mas Roto?
01:22Ya saya kira kabinet bayangan ini
01:25Kalau tidak mau disebut sebagai bayang-bayang kabinet yang tidak jelas
01:30Itu nanti bicaranya pakai data
01:32Dan saya kira ini penting ya
01:34Karena Anda mengklaim sebagai pressure group
01:36Kelompok kecil masyarakat yang mengatasnamakan akademisi
01:40Anda juga seorang dosen dan saya kira Anda akan lebih konstruktif
01:43Kalau memberikan kritik dengan basis analisis yang kuat
01:46Dan kemudian nanti kita akan bertengkar lagi di situ
01:50Supaya publik tahu
01:51Bertengkar atau berdebat nih?
01:52Anda kan awalnya bilangnya debat
01:53Tiba-tiba bertengkar jadi niatnya beda nih
01:55Pertengkaran apa?
01:56Pertengkaran substansi
01:57Bukan kita asal ngomong
02:00Tapi kita punya basis yang kuat
02:02Nah saya berharap
02:04Yang namanya Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih itu tadi
02:07Itu segera akan Bung Ferry rasakan ketika Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih ini benar-benar sudah operasional
02:12Sekarang baru ditesting itu kemarin 1061
02:15Dan ini orang yang ada di desa itu sudah bisa merasakan manfaatnya
02:20Karena apa?
02:21Gas melon itu tidak boleh lebih dari 16 ribu
02:23Nah ini masalahnya harusnya Bung Ferry dan kawan-kawan ini juga banyak mengkritik ini
02:28Kementerian maupun BUMN
02:29Yang mereka itu tidak segera mengalokasikan barang-barang subsidi ini ke Koperasi
02:35Sehingga masyarakat punya alat kendali
02:37Karena apa?
02:38Masyarakat di desa itu menjadi pemiliknya
02:40Menjadi pengontrolnya
02:41Dan juga akan menerima manfaat berupa keuntungan yang dihasilkan oleh Koperasi
02:46Jadi penilaiannya terburu-buru menurut Anda dibilang tidak lulus itu tadi
02:48Oh iya
02:48Karena apa?
02:49Bung Ferry ini juga tadi saya katakan
02:51Analisisnya belum basis data gitu
02:53Belum basis data
02:54Mungkin mau menunggu setengah bulan
02:55Apalagi Bung Kodari kan berharapnya juga ada datanya
02:58Dan harus ada apresiasi juga dong
03:00Pasti ada data yang akan kita sampaikan ke publik
03:04Dan coba lihat cara berfikirnya
03:08Dia mengatakan peran negara sebagai bagian dari Koperasi Merah Putih
03:13Tapi mempertanyakan peran BUMN yang sama-sama negara
03:17Oh iya
03:18Jadi coba bayangkan
03:19Justru BUMN dan kementerian yang menyembunyikan justru urusan jalur distribusi ini
03:27Saya kira kalau Anda analisinya bagus sebetulnya bisa saja
03:30Koperasi Merah Putih negara BUMN negara
03:33Perintah Presiden sudah jelas pastikan harganya baik
03:37Nah negara nggak bisa kerjasama untuk mendukung proyek-proyek komunitas
03:40Itu salah satu yang Anda harus kritik
03:42Harusnya menteri-menteri dan dilut BUMN
03:44Yang tidak menjalankan pemerintahan itu Anda kritik
03:46Karena Anda sebagai bagian dari negara tidak mampu bekerjasama dengan negara
03:51Ini kan kegagalan membangun negara dengan cara kerjasama
03:55Tapi kritik Anda belum muncul di situ
03:57Ya kenapa?
03:58Karena Anda tinggal kerjasama sama-sama negara
04:00Justru inilah yang selama ini Presiden Prabowo ingin lupa
04:03Supaya ada sinkronisasi dan ada kendali demokrasi
04:06Ada Koperasi Merah Putih yang dijalankan oleh perusahaan negara
04:11Ada BUMN yang dipertanyakan dan itu adalah perusahaan negara juga
04:16Jadi dia tidak mampu bekerja bersama dan diantara mereka
04:21Mau mengurus kooperasi juga
04:23Ini Presiden ini justru melalui Kooperasi Desa Keluran Merah Putih
04:27Supaya ada kendali masyarakat yang selama ini
04:29Bung Ferry pun sebagai intelektual
04:31Sampai tidak tahu kalau ada mafia kartel yang menguasai barang-barang subsidi ini
04:36Dan ini ingin dibongkar, dirombak melalui sistem demokrasi ekonomi kooperasi
04:40Dilakukan oleh Presiden Prabowo Supianto
04:43Bilang kepada Presiden Anda
04:44Dia punya kuasa
04:46Dia bisa menyelesaikan kartel
04:48Dan itu akan diselesaikan melalui Kooperasi Desa Keluran Merah Putih
04:50Kenapa Anda suruh saya mengkritik?
04:52Suruh Presiden Anda menyelesaikannya
04:53Justru itu yang akan dikerjakan melalui kooperasi
04:56Harus diinstitusikan bro
04:58Sudah dua tahun bro
04:59Ini Kooperasi Desa Keluran Merah Putih memang belum operasional makanya
05:03Jadi jangan sampai kita ini sekarang ini buru-buru mengambil kesimpulan
05:07Bahwa demokrasi itu hanya suara terbanyak itulah yang benar
05:11Omong kosong kemana-mana itulah yang paling benar
05:14Harus berdasarkan fakta dan Kooperasi Desa Keluran Merah Putih ini adalah
05:17Ingin menciptakan apa?
05:19Pembagian kekuasaan itu harus dijamin dengan pembagian kekayaan juga
05:24Supaya suara rakyat ini, kedaulatan rakyat atau people sovereignty
05:28Betul-betul berkualitas dan demokrasi kita akan
05:30Disinilah ruang opini dibuka seluas-luasnya
05:32Buat siapapun yang mau berpendapat dan semoga bisa jadi sumber informasi Anda
05:35Bung Ferry terima kasih sudah datang
05:37Mas Rata terima kasih sudah datang
05:39Terima kasih juga untuk Anda yang sudah menyaksikan Rosy
05:41Jumpa lagi pekan depan
05:42Saya Tifa Uso Laisa, tetap di Kompas TV
05:44Independent
05:45Kita percaya
06:03Terima kasih sudah menonton!
06:24Terima kasih sudah menonton!
Komentar