Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
Terdakwa perkara dugaan korupsi di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau, Dani M. Nursalam, mengaku sempat berharap Gubernur Riau nonaktif, Abdul Wahid, hadir sebagai saksi di persidangan. Menurut Dani, kehadiran atasannya itu akan membuat seluruh rangkaian perkara yang sedang disidangkan menjadi lebih jelas.

Tonton juga RiauOnline “
(RiauOnline)

#Riauonline #Riauonlinecoid #daninursalam #pungli #abdulwahid

Jangan lupa subscribe, tinggalkan komentar dan share.

Tonton konten lainnya juga di YouTube Channel:
- Sisi Lain https://youtu.be/_TYOe2wDBl8
- Wamoi dan Riau https://youtu.be/roXyLa8aFLU

Jangan lupa subscribe yaa..

Follow Juga akun Sosial Media kami

https://www.facebook.com/RiauOnlin

https://twitter.com/red_riauonline

https://www.instagram.com/riauonline.co.id/?hl=id

https://www.tiktok.com/@riauonline1

https://s.helo-app.com/al/xvYZYpjbvR

https://sck.io/u/j3hlxrGg

Kategori

🗞
Berita
Transkrip
00:00Dhani Nur Salam nilai ada standar ganda, di perintah cari uang, tapi terbit larangan pungli.
00:05Terdakwa dugaan korupsi di lingkungan pemerintah provinsi, Pemprov, Riau, Dhani N. Nur Salam,
00:11mengaku berharap Gubernur Riau nonaktif Abdul Wahid hadir sebagai saksi dalam persidangan agar seluruh perkara menjadi lebih jelas.
00:17Saya sebenarnya berharap sekali beliau bersedia untuk bersaksi untuk saya, ujar Dhani.
00:23Ia menambahkan, supaya lebih terang-benderang, jelas semuanya.
00:27Dalam sidang lanjutan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Tipikor, Pekanbaru,
00:32Dhani juga mengungkapkan dirinya mundur dari kursi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, DPRD, Provinsi Riau atas perintah partai dan Abdul Wahid
00:39untuk maju sebagai calon wakil Bupati Indra Giri Hilir pada pemilihan kepala daerah, Pilkada, Serentak 2024.
00:46Saya mundur sebagai anggota DPRD Provinsi atas perintah ketua DPP dan Pak Wahid, katanya.
00:51Dhani membantah meminta jabatan sebagai tenaga ahli gubernur.
00:55Ia mengaku menerima posisi tersebut untuk menambah pengalaman, bukan mengurus persoalan keuangan.
01:01Namun, seiring waktu ia merasa tidak nyaman ketika dikaitkan dengan pengumpulan uang di lingkungan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang,
01:08PUPR.
01:10Saya sudah malas berurusan dengan uang ilegal karena ada perasaan tidak enak, ujarnya.
01:14Ia juga menegaskan tidak pernah meminta jabatan tersebut.
01:18Menurut Dhani, setelah kalah dalam Pilkada Serentak 2024, dirinya justru tidak menemui Abdul Wahid hingga akhirnya berkali-kali dihubungi dan
01:26diminta datang ke Jakarta.
01:27Kalau ada yang mengatakan saya meminta peran atau meminta jabatan, itu tidak benar, ungkapnya.
01:33Dhani mengaku perlahan mulai mengurangi keterlibatannya dalam urusan pengumpulan uang karena merasa hal itu tidak sesuai dengan harapannya saat menerima
01:39jabatan sebagai tenaga ahli gubernur.
01:42Ia, sudah berat hati.
01:45Itu tidak sesuai dengan ekspektasi saya ketika diminta menjadi tenaga ahli, katanya.
01:50Di persidangan, Dhani mengaku sempat meminta Abdul Wahid agar tidak lagi mengganggu urusan di Dinas PUPR.
01:56Pernah.
01:57Saya bilang, ketua, enggak usahlah kita ganggu di PU ini lagi, ungkapnya.
02:03Menurut Dhani, Abdul Wahid hanya dia menanggapi pernyataan tersebut.
02:07Meski mengaku sudah mengurangi aktivitas sebagai tenaga ahli gubernur dan lebih banyak berada di rumah,
02:11Dhani mengatakan dirinya tetap memenuhi panggilan apabila diperintahkan langsung oleh atasannya.
02:16Karena beliau atasan saya, ucap Dhani saat menjelaskan alasan tetap menjalankan perintah.
02:21Pada akhir persidangan, Dhani menyoroti adanya kontradiksi antara dugaan praktik pengumpulan uang
02:26dengan terbitnya surat edaran gubernur yang melarang pungutan liar.
02:29Saya melihat itu standar ganda.
02:32Di satu sisi saya diperintah, di sisi lain keluar surat edaran larangan.
02:37Saya bahkan sempat berpikir, yang begini-begini nanti bisa ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi, KPK, tuturnya.
Komentar

Dianjurkan