00:00Menenun sejarah, menjaga marwa Melayu dari sebuah rumah sederhana.
00:04Di tengah derasnya arus modernisasi yang membuat banyak tradisi perlahan terlupakan,
00:08suara ala tenun masih setia berdenting dari sebuah rumah sederhana di Jalan Impres,
00:12kecamatan Marpoyan Damai, kota Pekanbaru.
00:15Di tempat itulah Winda, seorang pengrajin songkat Melayu, menenun lebih dari sekadar kain.
00:21Ia sedang merawat identitas, menjaga sejarah,
00:24dan memastikan warisan budaya tetap hidup di tangan generasi berikutnya.
00:27Jemari Winda bergerak lincah menyusun benang demi benang.
00:31Proses yang memerlukan kesabaran tinggi itu telah menjadi bagian dari hidupnya
00:34sejak masih duduk di bangku SMK Negeri Empat Pekanbaru.
00:38Dari sana, kecintaannya terhadap seni tenun tumbuh hingga mengantarkannya bekerja selama lima tahun di tenun Wan Fitri
00:44sebelum akhirnya membangun usaha sendiri setelah menikah.
00:47Keahlian ini saya pelajari sejak sekolah.
00:49Setelah bekerja beberapa tahun, akhirnya saya mencoba membuka usaha sendiri, tuturnya.
00:54Di ruang tamunya, berbagai lembar songket tersusun rapi di dalam lemari kaca.
01:00Setiap motif dan kilauan benang emas menyimpan kisah panjang tentang budaya Melayu yang diwariskan dari generasi ke generasi.
01:06Namun, mempertahankan tradisi bukanlah perkara mudah.
01:10Selain menghadapi kenaikan harga bahan baku impor akibat fluktuasi nilai tukar dolar,
01:14Winda juga dihadapkan pada tantangan yang lebih besar,
01:17yakni menurunnya minat generasi muda terhadap dunia tenun.
01:21Menurutnya, banyak anak muda menganggap songket hanya identik dengan acara adat atau digunakan oleh kalangan orang tua.
01:27Padahal, dibalik setiap helaikain tersimpan filosofi kehidupan yang mengajarkan kesabaran, ketelitian, dan ketekunan.
01:34Jangan berharap mereka langsung berminat.
01:37Yang paling penting adalah mengenalkan terlebih dahulu.
01:40Kalau mereka sudah tahu dan mengenal songket, ketertarikan itu akan tumbuh dengan sendirinya.
01:45Jelasnya, keyakinan itulah yang membuat Winda terus membuka ruang belajar bagi para pelajar.
01:50Melalui program praktik kerja lapangan, PKL, setiap tahun siswa-siswa SMK datang ke tempat usahanya untuk mengenal lebih dekat proses
01:58pembuatan songket.
01:59Mereka tidak hanya belajar teknik menenun, tetapi juga memahami makna dibalik setiap motif,
02:04cara merangkai benang, hingga nilai budaya yang telah diwariskan selama ratusan tahun.
02:08Pengalaman tersebut menjadi pembelajaran yang tak bisa diperoleh hanya melalui buku pelajaran.
02:13Bagi Winda, mengenalkan songket kepada generasi muda adalah investasi jangka panjang agar warisan budaya Melayu tetap lestari.
02:20Ia percaya, rasa cinta terhadap budaya akan tumbuh ketika seseorang diberi kesempatan untuk mengenalnya secara langsung.
02:27Saya berharap usaha songket ini bisa lebih maju, lebih dikenal, dan lebih diminati, terutama oleh anak muda.
02:34Jangan sampai berhenti di sini saja.
02:37Harus ada yang melanjutkan, katanya penuh harap.
02:40Di tengah perkembangan teknologi dan budaya populer yang terus berubah,
02:43perjuangan Winda menjadi bukti bahwa tradisi masih memiliki tempat.
02:47Setiap helai songket yang lahir dari ala tenun bukan sekadar karya seni,
02:51melainkan simpul sejarah yang terus dirajut agar identitas Melayu tetap hidup.
02:55Karena sesungguhnya, warisan budaya tidak hanya disimpan di museum atau dikenakan dalam upacara adat.
03:00Ia hidup di ujung jemari para pengrajin yang dengan sabar terus menenun masa lalu untuk diwariskan kepada masa depan.
03:06Tutupnya.
Komentar