Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau mencatat inflasi tahunan atau year on year (YoY) Riau mengalami kenaikan sebesar 4,55 persen dari Juni 2025 ke Juni 2026, dengan indeks Harga Konsumen (IHK) mencapai 113,28.

Kepala BPS Provinsi Riau, Asep Riyadi, mengatakan kenaikan angka inflasi ini dikarenakan adanya kenaikan pada sejumlah kelompok pengeluaran masyarakat.

"Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya mengalami kenaikan tertinggi sebesar 10,77 persen, diikuti kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 7,22 persen, pendidikan 5,08 persen, transportasi 4,38 persen, kesehatan 3,51 persen," ujarnya, Rabu, 1 Juli 2026.

Tonton juga RiauOnline “
(RiauOnline)

#Riauonline #Riauonlinecoid #inflasi #YoYRiau

Jangan lupa subscribe, tinggalkan komentar dan share.

Tonton konten lainnya juga di YouTube Channel:
- Sisi Lain https://youtu.be/_TYOe2wDBl8
- Wamoi dan Riau https://youtu.be/roXyLa8aFLU

Jangan lupa subscribe yaa..

Follow Juga akun Sosial Media kami

https://www.facebook.com/RiauOnlin

https://twitter.com/red_riauonline

https://www.instagram.com/riauonline.co.id/?hl=id

https://www.tiktok.com/@riauonline1

https://s.helo-app.com/al/xvYZYpjbvR

https://sck.io/u/j3hlxrGg

Kategori

🗞
Berita
Transkrip
00:00Inflasi year-on-year Riau naik di Juni 2026 pengeluaran perawatan pribadi.
00:06Jadi faktornya,
00:08Badan Pusat Statistik Provinsi Riau mencatat inflasi tahunan atau year-on-year.
00:12Riau mengalami kenaikan sebesar 4,55% dari Juni 2025 ke Juni 2026
00:19dengan indeks harga konsumen, IHK, mencapai 113,28.
00:26Kepala BPS Provinsi Riau, Asep Riyadi, mengatakan,
00:30kenaikan angka inflasi ini dikarenakan adanya kenaikan pada sejumlah kelompok pengeluaran masyarakat.
00:35Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya mengalami kenaikan tertinggi sebesar 10,77%,
00:41diikuti kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 7,22%,
00:46pendidikan 5,08%, transportasi 4,38%, kesehatan 3,51%.
00:53Ujarnya, Rabu, 1 Juli 2026.
00:57Kenaikan juga dipicu oleh penyediaan makanan dan minuman garis miring restoran sebesar 3,08%.
01:02Kemudian, pengeluaran rekreasi, olahraga, dan budaya 2,14%,
01:08perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga 1,07%,
01:12serta informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,99%.
01:18Ia menjelaskan, inflasi ini ditekan dengan kelompok pengeluaran yang mengalami deflasi harga,
01:24yakni kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,36%,
01:30serta kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,03%.
01:35Berdasarkan komoditinya, BPS mencatat angka inflasi naik karena kenaikan sejumlah barang,
01:40seperti emas perhiasan, cabai merah, bensin, biaya akademi atau perguruan tinggi,
01:45minyak goreng, biaya pemeliharaan atau servis kendaraan, ikan patin,
01:49sigaret kretek mesin, angkutan udara, ikan serai, daging ayam ras,
01:53nasi dengan lauk, ikan tongkol, cabai rawit.
01:56Sedangkan komoditas yang memberikan andil deflasi antara lain sabun deterjen,
02:00jengkol, kentang, masker, buncis, kelapa, sandal kulit wanita,
02:05gaun wanita, blus wanita, sepatu pria, sabun mandi cair,
02:09tarif kendaraan roda empat daring, serta celana panjang jeans wanita, jelasnya.
02:13Lanjutnya, harga sejumlah komoditas pada Juni 2026 memang mengalami kenaikan harga
02:18sehingga angka inflasi juga menjadi naik?
Komentar

Dianjurkan