00:00Dugaan ajakan, kerjasama, disertai tawaran 1 miliar rupiah dari kuasa hukum Abdul Wahid mencuat.
00:06Persidangan perkara yang menjerat terdakwa Dhani M. Nur Salam sebagai tenaga ahli gubernur Riau non-aktif Abdul Wahid kembali menghadirkan
00:12saksi dari pihak terdakwa.
00:14Majelis Hakim mendengarkan keterangan Neti Ferawati, istri Dhani, yang membeberkan sejumlah peristiwa yang dialaminya setelah sang suami ditahan.
00:22Di hadapan Majelis Hakim, Neti mengaku sempat dihubungi oleh Ajudan Abdul Wahid, Marjani sebelum suaminya ditahan.
00:28Ia menyebut, Marjani menghubunginya melalui sambungan telepon untuk menanyakan keberadaan Dhani.
00:35Dia telepon dan menanyakan keberadaan Dhani.
00:37Saya sampaikan Dhani tidak ada di rumah karena sedang di luar.
00:41Setelah itu saya telepon suami saya dan menyampaikan kalau Marjani tadi menelepon.
00:46Ujar Neti di persidangan, Rabu, 1 Juli 2026.
00:50Neti mengatakan Marjani juga pernah mendatangi rumahnya bersama sang istri.
00:54Namun, keduanya tidak masuk ke dalam rumah.
00:57Marjani juga pernah datang ke rumah bersama istrinya, tetapi tidak masuk.
01:02Dia datang mengambil uang bulanan sekitar bulan Juni, ungkapnya.
01:07Neti kemudian menceritakan bahwa tiga hari setelah Dhani ditahan, dirinya berangkat ke Jakarta.
01:12Di sana, ia mengaku didatangi oleh kuasa hukum Abdul Wahid, Kemal Shahab.
01:17Ia menyebut Kemal terlebih dahulu menghubungi dirinya melalui aplikasi WhatsApp pada 19 November 2025.
01:23Dia yang lebih dulu menghubungi saya lewat WhatsApp.
01:25Dia menanyakan keberadaan saya dan mengajak bertemu, kata Neti.
01:31Setelah sempat berdiskusi mengenai lokasi pertemuan, keduanya akhirnya sepakat bertemu di sebuah kafe di kawasan Mall Ambasador, Kuningan, Jakarta.
01:39Kami bertemu di Kafe Nusantara, sebuah kafe kecil yang berada di dalam mal, jelasnya.
01:44Saat ditanya kuasa hukum mengenai isi pembicaraan dalam pertemuan tersebut, Neti mengatakan Kemal terlebih dahulu menanyakan apakah dirinya sudah bertemu
01:52dengan Dhani.
01:53Dia bertanya,
01:54Sudah bertemu abang, Dhani?
01:57Saya jawab, sudah, tuturnya.
02:01Neti kemudian mengungkapkan bahwa dalam pertemuan tersebut Kemal menyampaikan pesan yang disebut berasal dari Wahid.
02:07Dia mengatakan,
02:08Saya kesini hanya menyampaikan pesan Pak Wahid.
02:11Alangkah baiknya kita bersama menyelesaikan masalah ini, kata Neti menirukan ucapan Kemal.
02:16Tak hanya itu, Neti mengaku Kemal juga menyampaikan adanya tawaran uang sebesar 1 miliar rupiah untuk keluarganya.
02:23Dia bilang, sebenarnya Wahid itu perhatian sama Dhani.
02:27Saking perhatiannya, Wahid sudah menyediakan uang 1 miliar rupiah untuk keluarga, ujarnya.
02:33Mendengar hal itu, Neti mengaku langsung mempertanyakan maksud pemberian uang tersebut.
02:37Saya tanya, uang apa?
02:40Dia menjawab, pemberian cuma-cuma, ungkap Neti di hadapan majelis hakim.
02:46Selain tawaran uang 1 miliar rupiah, Neti mengaku juga dijanjikan berbagai bentuk bantuan apabila keluarganya bersedia bekerja sama.
02:53Dia bilang, kalau kami bekerja sama dan seandainya Wahid bebas, semua kebutuhan keluarga akan ditanggung.
02:59Uang sekolah anak, kebutuhan dapur, sampai uang bulanan juga akan diberikan, katanya.
03:05Saat ditanya nominal bantuan bulanan tersebut, Neti menjawab, sekitar 10 juta rupiah sampai 40 juta rupiah setiap bulan,
03:12dengan catatan kami harus bekerja sama.
03:14Dalam persidangan, Neti juga mengungkapkan adanya sebuah surat yang disebut sebagai syarat dari Wahid.
03:20Ada syarat dari Wahid untuk kakak dan keluarga.
03:24Surat itu diberikan di bawah, dekat basement, dan diserahkan oleh Kemal, ujarnya.
03:30Bunyi surat itu,
03:31Kak, kuatkan Bang Dhani, kita harus ada yang selamat, yang bisa menyelamatkan ini semua.
03:36Semua tergantung Bang Dhani.
03:39Aku sudah cerita dengan Kemal.
03:41Terima kasih kak titip salam.
03:43Hormat untuk semua keluarga.
03:45Menurut Neti, surat tersebut diperlihatkan Kemal dan disampaikan kalau surat tersebut dari Abdul Wahid.
03:51Beberapa waktu kemudian, lanjut Neti, seorang rekan perempuan Kemal datang kembali untuk meminta surat tersebut.
03:57Temannya Bang Kemal datang lagi meminta surat itu.
04:00Dia bilang itu pesan Bang Kemal, suratnya diminta kembali dan tidak usah diperlihatkan kepada Dhani.
04:05Cukup disampaikan secara lisan, tutur Neti.
04:08Meski demikian, Neti mengaku menolak menyerahkan surat tersebut.
04:13Saya tidak memberikan surat itu, tegasnya.
04:16Di akhir pemeriksaan, kuasa hukum terdakwa juga menanyakan mengenai aktivitas Dhani sebelum perkara ini terjadi,
04:22termasuk apakah Dhani pernah menghilang saat memiliki kegiatan.
04:25Tidak ada, Pak, jawab Neti singkat di hadapan majelis hakim.
04:29Usai memberikan kesaksian, Neti menyalami hakim satu persatu,
04:33dilanjutkan dengan JPU dan menghampiri suaminya terdakwa Dhani M. Nur Salam.
04:38Hakim sambil bercanda, boleh dicium istrinya saudara Dhani.
04:41Kan sudah dah, kata hakim yang disambut canda tawa pengunjung sidang.
Komentar