Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
Hai kawan bual, Hari ini, Bual YP menghadirkan narasumber istimewa, Prof. Dr. Elfizar, S.Si., M.Kom, Guru Besar FMIPA Universitas Riau.

Dalam perbincangan kali ini, beliau berbagi pandangan, pengalaman, serta gagasan mengenai pengembangan pendidikan tinggi, riset, dan masa depan Universitas Riau. Sebuah diskusi yang penuh inspirasi dan layak untuk disimak.

Jangan lewatkan Bual YP edisi kali ini! Selamat menyaksikan....

Tonton juga RiauOnline “
(RiauOnline)

#Riauonline #Riauonlinecoid #UNRI #Rektor #UniversitasRiau #BualYP #Podcast

Jangan lupa subscribe, tinggalkan komentar dan share.

Tonton konten lainnya juga di YouTube Channel:
- Sisi Lain https://youtu.be/_TYOe2wDBl8
- Wamoi dan Riau https://youtu.be/roXyLa8aFLU

Jangan lupa subscribe yaa..

Follow Juga akun Sosial Media kami

https://www.facebook.com/RiauOnlin

https://twitter.com/red_riauonline

https://www.instagram.com/riauonline.co.id/?hl=id

https://www.tiktok.com/@riauonline1

https://s.helo-app.com/al/xvYZYpjbvR

https://sck.io/u/j3hlxrGg

Transkrip
00:00Yang saya juga enggak tahu nih, visinya apa jadi rektor ini?
00:04Memajukan Universitas Riau itu sendiri.
00:06Untuk bisa mencapai ke level yang bertarap global.
00:11Karena di peringkat berapa Universitas Riau ini?
00:13Kalau secara nasional saja?
00:17Ceretakan aja enggak apa-apa.
00:19Ya siap-siap.
00:20Sekarang kita berada di bawah...
00:22Ada nomor berapa peringkatnya? Saya ingin tahu aja.
00:25Ku Undri itu sekarang berada di peringkat 30-an.
00:29Di misi pertamanya apa?
00:31Undri berkibar.
00:32Oke. Tinggi apa ya?
00:34Tinggi awan lah.
00:35Kesan pertama.
00:37Selanjutnya terseranda.
00:38Terseranda.
00:39Iya, iya, iya.
00:40Betul, Bang.
00:57Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
01:00Selamat malam pemirsa khususnya di Buali YP Rio Online.
01:04Hati yang penting dulu nih.
01:06Sudah lama tak mengudara.
01:08Nih, kali malam ini saya harus mengudara lagi nih.
01:11Karena ada cerita yang menarik.
01:14Cerita menarik ini adalah hampir semua hirup piku di Pekanbaru ini tersandra dengan berita yang macam-macam.
01:22Tapi ada yang lebih menarik ketika masa depan ini ada sebuah lembaga yang namanya Universitas Riau.
01:30Lembaga ini yang dia menjadikan orang, menjadikan anak-anak menjadi seorang sarjana, orang-orang pintar.
01:39Yang diharapkan nanti menjadi masa depan Indonesia, masa depan Riau.
01:43Nah, dalam persoalan pendidikan ini ternyata perlu seorang pemimpin yang punya karakter, yang punya visi, misi ke depan yang bagaimana
01:54sih sebenarnya ini Petas Riau ini.
01:57Nah, beberapa saat mungkin kita pemerintah sudah melihat bahwa dalam waktu dekat ini ada pemilihan rektor, calon rektor.
02:06Nah, berita terakhir yang kita dapat, ternyata sudah dipastikan ada delapan kandidat yang akan maju jadi calon rektor Universitas Riau.
02:17Mereka-mereka yang mendaftar ini, yang jadi calon ini bukan orang-orang yang biasa, tapi mereka punya gelar yang luar
02:27biasa, S3.
02:28Malah banyak yang profesor.
02:29Nah, kita berharap, tentu pemerintah juga berharap, siapa sih sebenarnya yang layak jadi pemimpin Universitas Riau ini, Universitas yang sudah
02:40lama, besar,
02:41yang bakal menjadikan calon-calon pemimpin, orang-orang yang punya ilmu, orang punya apa.
02:48Nah, inilah.
02:49Nah, malam ini, kita kedatangan, saya membawa salah satu calon rektor Universitas Riau.
02:57Beliau, saya kenalkan malam ini adalah Profesor Elvizar.
03:02Sehari-hari beliau adalah dosen komputer, tapi komputer sampai S3.
03:09Profesornya pun profesor komputer.
03:11Nah, kita menarik nih, kenapa?
03:13Dia hari-harinya dulu, dia ini alumni sejati undri, ini.
03:18Anak Riau, alumni undri.
03:22Nah, ini salah satu modal besar, dia paham betul tentang Universitas Riau.
03:27Nah, kita malam ini hadir, bersama saya dalam podcast Buali YP, saya kenalkan dulu.
03:35Selamat malam, Pak Profesor.
03:38Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
03:40Hasehat ya?
03:41Alhamdulillah, sehat.
03:42Alhamdulillah, sehat.
03:43Nah, saya syukur nih, kalau nengok tampangnya, nengok mukanya, sudah bisa menggambarkan bahwa ini calon pemimpin yang bakal kita dukung.
03:54Karena saya pernah kenal dia, pernah cerita banyak.
04:00Dia punya, dia punya, apa, cita-cita harapan, memperbaiki, merubah wajah Universitas Riau.
04:09Nah, untuk lebih dalamnya, tentu saya mau diskusi, mau cerita sama seorang profesor.
04:15Prof, kenapa Profesor ini, Profesor Alpizar ini, ingin menjadi rektor?
04:27Apa yang diharapkan?
04:28Apa yang diharapkan?
04:29Profesor inginkan menjadi seorang rektor?
04:34Apakah Prof melihat, oh, undri ini perlu dibenahi, perlu dirakukan perubahan?
04:42Karena itu, mungkin itu, cerita-cerita sebenarnya gimana?
04:46Saya ingin tahu dari Prof, silakan Prof, jelaskan, kenapa ingin maju, ada apa, gitu.
04:52Silakan.
04:53Oke, terima kasih, Bang.
04:58Mengapa saya maju untuk menjadi rektor, itu salah satunya adalah untuk memajukan Universitas Riau itu sendiri.
05:11Nah, artinya apa, dari yang saya lihat, kondisi sekarang, itu perlu perbaikan, perlu perubahan, sehingga ada percepatan di Universitas Riau
05:27sendiri itu untuk bisa mencapai ke level yang bertarap global.
05:33Oh, global ya.
05:34Itu cita-cita, ya?
05:36Cita-cita, visi.
05:37Visi, ya.
05:38Ini visinya apa, yang sekarang ini, yang saya juga tidak tahu nih, visinya apa, jadi rektor ini?
05:46Ya, visi saya adalah bagaimana menjadikan Universitas Riau itu bertarap global.
05:53Oh, global.
05:54Ini kan besar cerita global nih, global ini sudah mendunia.
05:58Nah, sekarang, Undri ini, kalau semua orang juga tahu lah cerita soal Universitas Riau ini, malah.
06:07Boleh dikatakan, nggak dianggap kadang-kadang.
06:10Nah, sekarang di peringkat berapa, Universitas Riau ini, kalau secara nasional saja?
06:14Kalau nasional, Bang, kalau untuk bidang penelitian, itu Undri itu sekarang berada di peringkat 30-an.
06:27Nah, oke.
06:27Oh, bukan.
06:28Maksud saya, di sisi kualitas orang yang tamat di situ, apakah dia bisa bersaing nggak dengan banyak Universitas Bersar yang
06:37ribuan setiap tahun dia ditamat?
06:40Nah, Anda ngeliatnya gimana? Sehingga, apalagi cita-citanya pengen global nih, kan gitu?
06:47Iya, iya.
06:47Sementara orang-orang yang tamat sekarang ini, ya boleh dikatakan, kadang-kadang bersaing dengan yang Gajah Mada, dengan undangan, jadi
06:55kita kalah.
06:56Iya kan itu? Nah, ini gimana Anda mencikapinya nih? Sehingga, wah, oke, saya pengen nih tahapan ini lho.
07:03Nah, ceritakan aja, nggak apa-apa.
07:05Siap, siap. Nah, ini juga yang melandasi kenapa saya itu berniat untuk maju.
07:13Oke.
07:14Nah, saya melihat bahwa untuk tingkat Sumatera saja, yang awalnya dulu beberapa Universitas Negeri itu di bawah kita, di bawah
07:26Undri.
07:26Sumatera nomor berapa, Undri?
07:27Nah, kalau sekarang, kalau sekarang, Undri itu, yang dulunya itu di atas Universitas Negeri tadi, sekarang sudah berada di bawah.
07:40Dan nomor berapa sekarang secara peringkat, ya, Undri? Ini di Sumatera dulu?
07:43Kalau di Sumatera, sekarang kita berada di bawah.
07:48Dan nomor berapa peringkatnya? Saya ingin tahu aja.
07:50Kalau dari sepuluh, berarti kita itu masih di level anul, papan bawah, papan bawah.
07:58Enggak, bukan papan bawah, di peringkat berapa masuk sekitar itu?
08:01Supaya nanti enak nih cerita tempat global, ya kan gitu.
08:04Di peringkat berapa sekarang di Sumatera aja dulu?
08:07Kalau di Sumatera, kita berada di peringkat lima nih, Pak.
08:11Lima?
08:12Nah, ini kan mimpi prop ini kan setinggi, apa nih? Setinggi apa ya? Setinggi awan lah sih kita cerita ya.
08:23Ini kan, kenapa enggak pingin kan jadi yang terbaik di Sumatera dulu?
08:28Tiba-tiba prop ingin yang global.
08:31Ini kan perlu waktu panjang, kenapa?
08:34Gitu loh, kan gitu.
08:35Oke, Pak, saya pingin yang nomor satu dulu lah, misalnya.
08:38Ngomongin yang nomor satu di Sumatera, itu berapa lama?
08:42Ya kan gitu-gitu.
08:43Jadi, tahapan ini jadi, orang jadi enak ngeliat, oh iya dia punya ya tahapan gitu-gitu.
08:49Apa sih kira-kira?
08:50Kenapa enggak nomor satu dulu lah di Sumatera gitu?
08:52Dia begini, Pak.
08:53Nanti baru nanti cerita yang lebih besar lagi gitu.
08:56Iya, betul.
08:57Nah, kenapa saya berpandangan kita ingin masuk ke tarap global?
09:06Kenapa?
09:07Karena ketika kita udah masuk di situ, otomatis yang tadinya kita di Sumatera ranking, sekitar ranking 5.
09:15Ini kan di bawah 5 tadi.
09:16Nah, itu otomatis naik deh, Bang.
09:17Pasti itu.
09:19Kenapa?
09:19Karena acuan yang ada di per-rankingan dunia, itu nanti secara tidak langsung, itu akan menaikkan level di tingkat nasional.
09:30Oh gitu?
09:31Iya.
09:32Tolong tuh otomatis.
09:33Enggak maksud saya, pokoknya satu tahun pertama saya memimpin Universitas Riau sudah ranking pertama di Sumatera.
09:40Iya.
09:41Target saya gitu.
09:42Apa?
09:42Kira-kira menurut Pak Prut, ada enggak keinginan untuk Pak Prut pertama?
09:47Pasti.
09:47Oh, nah itu dia.
09:48Nah, itu kan orang-orang juga ingin lihat tahapan itu gimana.
09:54Tahun pertama saya, saya ingin misalnya, oh jadi nomor satu di Sumatera dululah, selanjutnya akan saya kejar gitu, kira-kira
10:01akan ke sana ya?
10:03Iya, akan ke sana.
10:03Oke.
10:04Nah, paling lama, itu target saya itu tahun ke-2, nah itu kita udah juara di Sumatera dulu.
10:11Oh, tahun ke-2 ya?
10:12Iya, tahun ke-2 kita udah juara di Sumatera.
10:14Artinya tahun pertama itu udah napak ke arah ke sana?
10:16Iya, nah baru nanti itu diperhitungkan di tingkat nasional, nah dan untuk tahap global itu nanti akan diparalelkan ketika di
10:29tahun ke-2 ini.
10:30Oke, itu tahapan-tahapan yang Profesor sampaikan ya.
10:35Iya.
10:36Terus ada masalah apa sih sebenarnya yang boleh dikatakan visi prop itu divisi, jadi global itu kan ada turunannya nih.
10:46Misi, visi, misi, misi pertamanya apa, kira-kira?
10:51Oke, kalau untuk misi.
10:54Pertama dari berapa misi ya di kira-kira?
10:56Itu ada empat.
10:57Ada empat.
10:57Jadi misi pertamanya apa?
10:58Nah, saya punya tagline itu berkibar bang, undri berkibar.
11:02Oke.
11:03Nah, yang pertama itu bermutu, ini terkait nanti dengan bagaimana kualitas dari tridharma perguruan tinggi itu bisa unggul.
11:15Nah, itu yang pertama.
11:17Kemudian terkait dengan kolaborasi.
11:21Nah, ini saya ingin bagaimana undri itu bisa punya sinergi aktif dan menguntungkan dengan berbagai pihak.
11:31Nah, terutama pemerintah daerah.
11:33Pemerintah B pun mau swasta juga ya, terlibat di situ.
11:36Oh iya, pasti.
11:36Pasti, Pak.
11:37Terus?
11:38Nah, kemudian nanti yang ketiga itu terkait dengan indah berkibar tadi.
11:44Jadi, bermutu, kolaborasi, indah.
11:47Indah apa, Pak?
11:47Nah, indah ini terkait dengan bagaimana lingkungan undri itu bisa memberikan rasa nyaman, aman, estetis.
11:56Oh, iya?
11:56Sehingga bisa menarik, ya?
11:59Menarik.
12:00Ya, ya, ya.
12:00Nah, karena bagaimanapun kalau kita masuk kampus, kesan pertama itu kan sangat menentukan.
12:06Ya.
12:07Nah, ketika...
12:08Kesan pertama, ya?
12:10Ya.
12:10Selanjutnya terseranda.
12:11Terseranda.
12:12Ya, ya, ya.
12:13Betul, Bang.
12:14Tapi itu kan nanti kaitannya ketika orang tertarik juga mutu pendidikan itu kan juga jadi persoalan, kan?
12:21Nah, saya lanjutkan dulu tadi, Bang.
12:22Ya.
12:22Nah, itu tadi berkey.
12:24Tinggal bar-nya, terbarukan.
12:26Ini terkait bagaimana undri itu yang pertama bisa, apa namanya, update, terbarukan dalam hal penggunaan IT.
12:36Oh, itu.
12:36Di bidang tetap kelola.
12:38Oke.
12:38Nah, kemudian bagaimana kita, apa namanya, undri itu punya income generating yang baik, yang bisa untuk membiayai program-program tadi.
12:49Nah, kemudian bagaimana undri itu adaptif terhadap perkembangan-perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
12:57Ya.
12:58Ya.
12:59Kesana nanti arahnya.
13:00Kesana aranya.
13:01Itu banyak perubahan-perubahan lah yang dilakukan, ya.
13:03Oh, ya.
13:03Ya, pasti.
13:04Itu ada juga keluhan.
13:06Ya, kan, ketika, Bro, tadi cerita tentang mutu pendidikan, ini kan harus dibarengi dengan seorang dosen yang juga dia punya
13:17semacam peduli, perhatian kepada mahasiswa-mahasiswa ini.
13:25Terus, saya ini kadang-kadang juga punya anak.
13:29Ya.
13:29Itu, daya bacanya rendah, Bro.
13:34Kalau saya tanya nih, Bro.
13:36Kenapa?
13:38Maka sudah ada di komputer, ya.
13:40Tidak ada gitu.
13:41Karena sebenarnya, mereka juga harus dipaksa untuk banyak baca buku karena menyangkut dengan mutu tadi.
13:50Ya, bermutu.
13:50Nah, ketika dia bermutu, seberapa banyak dia sudah menghabiskan bacaan.
13:56Betul.
13:56Karena, hampir semua orang, Anda kalau mau hebat sebuah kebijakan atau apa pemerintah, Anda debat dulu di kampus, kan, gitu.
14:06Karena di sana gudangnya ilmu.
14:08Nah, ketika mereka tidak membaca banyak, nah ini kan ada persoalan dengan mutu nanti.
14:14Mutu itu, kita mengharapkan mahasiswa yang punya kemampuan yang luar biasa secara analisis, itu dibaringi dengan dosen-dosen yang ngajar.
14:25Saya juga ada keluhan, misalnya, anak saya.
14:28Wah, Pak Ayah, dosennya ya, gitu-gitu.
14:31Nah, menurut Profesor gimana ngatasi persoalan ini?
14:35Apakah itu juga akan dilakukan pembenahan?
14:40Misalnya, Prof juga akan sampai melihat ke dalam.
14:45Contohnya, kemarin saya tanya dengan anak-anak saya, ternyata banyak anak-anak yang sudah di titik kritis, mau D.O.
14:53Apakah ini kurang perhatian dari dosen pembimiknya atau apa?
14:57Nah, silakan saja melihatnya Prof di situ.
15:00Ya, silakan.
15:02Oke, Bang.
15:03Nah, yang pertama, itu terkait dengan, apa namanya, banyaknya buku yang dibaca oleh mahasiswa.
15:11Itu betul yang saya bilang.
15:13Semakin banyak bacaan, referensi, tentu akan memperkaya pengetahuan mahasiswa.
15:19Nah, ini kadang tergantung juga pada dosen yang mengajar.
15:25Nah, artinya apa?
15:27Salah satu yang akan saya pastikan nanti adalah bagaimana standar operating procedure terkait dengan akademik itu, itu betul-betul dijalankan.
15:38Nah, artinya apa?
15:40Di sini adalah fungsi monitoring yang harus bagus.
15:44Nah, di sini adalah kita memanfaatkan peran IT itu, Bang.
15:49Nah, terus sekarang kan saya guru besarnya kan dalam bidang IT.
15:53Itu nanti yang bisa jadi alat monitor itu ya?
15:55Monitor.
15:56Jadi, apakah benar dosen ini melaksanakan kurikulumnya dalam pengajaran dan sebagainya itu?
16:04Itu sesuai dengan silabus kurikulum yang sudah ada.
16:11Sudah semester sekian dengan IP sekian, dia ini akan tamat kapan?
16:17Yang sedih itu kan orang tua, sudah kuliah, aku ternyata tidak selesai.
16:21Ketika ditanya, kenapa susah mencari dosen pembimbing?
16:24Laporkan.
16:25Dosen yang pelecehan kepada mahasiswa ini kan.
16:28Tentara mahasiswa dengan terduga pelaku, ini kan berdua.
16:33Ketika dokter periksa pasien, itu kan harus ada perawat menampingi.
16:38Nah, itu dia.
16:39Pakai SOP lagi tak jalan ya?
16:40Tak jalan.
16:45Sampai jumpa di video selanjutnya.
16:54Terima kasih telah menonton!
Komentar

Dianjurkan