00:00Yang saya juga enggak tahu nih, visinya apa jadi rektor ini?
00:04Memajukan Universitas Riau itu sendiri.
00:06Untuk bisa mencapai ke level yang bertarap global.
00:11Karena di peringkat berapa Universitas Riau ini?
00:13Kalau secara nasional saja?
00:17Ceretakan aja enggak apa-apa.
00:19Ya siap-siap.
00:20Sekarang kita berada di bawah...
00:22Ada nomor berapa peringkatnya? Saya ingin tahu aja.
00:25Ku Undri itu sekarang berada di peringkat 30-an.
00:29Di misi pertamanya apa?
00:31Undri berkibar.
00:32Oke. Tinggi apa ya?
00:34Tinggi awan lah.
00:35Kesan pertama.
00:37Selanjutnya terseranda.
00:38Terseranda.
00:39Iya, iya, iya.
00:40Betul, Bang.
00:57Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
01:00Selamat malam pemirsa khususnya di Buali YP Rio Online.
01:04Hati yang penting dulu nih.
01:06Sudah lama tak mengudara.
01:08Nih, kali malam ini saya harus mengudara lagi nih.
01:11Karena ada cerita yang menarik.
01:14Cerita menarik ini adalah hampir semua hirup piku di Pekanbaru ini tersandra dengan berita yang macam-macam.
01:22Tapi ada yang lebih menarik ketika masa depan ini ada sebuah lembaga yang namanya Universitas Riau.
01:30Lembaga ini yang dia menjadikan orang, menjadikan anak-anak menjadi seorang sarjana, orang-orang pintar.
01:39Yang diharapkan nanti menjadi masa depan Indonesia, masa depan Riau.
01:43Nah, dalam persoalan pendidikan ini ternyata perlu seorang pemimpin yang punya karakter, yang punya visi, misi ke depan yang bagaimana
01:54sih sebenarnya ini Petas Riau ini.
01:57Nah, beberapa saat mungkin kita pemerintah sudah melihat bahwa dalam waktu dekat ini ada pemilihan rektor, calon rektor.
02:06Nah, berita terakhir yang kita dapat, ternyata sudah dipastikan ada delapan kandidat yang akan maju jadi calon rektor Universitas Riau.
02:17Mereka-mereka yang mendaftar ini, yang jadi calon ini bukan orang-orang yang biasa, tapi mereka punya gelar yang luar
02:27biasa, S3.
02:28Malah banyak yang profesor.
02:29Nah, kita berharap, tentu pemerintah juga berharap, siapa sih sebenarnya yang layak jadi pemimpin Universitas Riau ini, Universitas yang sudah
02:40lama, besar,
02:41yang bakal menjadikan calon-calon pemimpin, orang-orang yang punya ilmu, orang punya apa.
02:48Nah, inilah.
02:49Nah, malam ini, kita kedatangan, saya membawa salah satu calon rektor Universitas Riau.
02:57Beliau, saya kenalkan malam ini adalah Profesor Elvizar.
03:02Sehari-hari beliau adalah dosen komputer, tapi komputer sampai S3.
03:09Profesornya pun profesor komputer.
03:11Nah, kita menarik nih, kenapa?
03:13Dia hari-harinya dulu, dia ini alumni sejati undri, ini.
03:18Anak Riau, alumni undri.
03:22Nah, ini salah satu modal besar, dia paham betul tentang Universitas Riau.
03:27Nah, kita malam ini hadir, bersama saya dalam podcast Buali YP, saya kenalkan dulu.
03:35Selamat malam, Pak Profesor.
03:38Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
03:40Hasehat ya?
03:41Alhamdulillah, sehat.
03:42Alhamdulillah, sehat.
03:43Nah, saya syukur nih, kalau nengok tampangnya, nengok mukanya, sudah bisa menggambarkan bahwa ini calon pemimpin yang bakal kita dukung.
03:54Karena saya pernah kenal dia, pernah cerita banyak.
04:00Dia punya, dia punya, apa, cita-cita harapan, memperbaiki, merubah wajah Universitas Riau.
04:09Nah, untuk lebih dalamnya, tentu saya mau diskusi, mau cerita sama seorang profesor.
04:15Prof, kenapa Profesor ini, Profesor Alpizar ini, ingin menjadi rektor?
04:27Apa yang diharapkan?
04:28Apa yang diharapkan?
04:29Profesor inginkan menjadi seorang rektor?
04:34Apakah Prof melihat, oh, undri ini perlu dibenahi, perlu dirakukan perubahan?
04:42Karena itu, mungkin itu, cerita-cerita sebenarnya gimana?
04:46Saya ingin tahu dari Prof, silakan Prof, jelaskan, kenapa ingin maju, ada apa, gitu.
04:52Silakan.
04:53Oke, terima kasih, Bang.
04:58Mengapa saya maju untuk menjadi rektor, itu salah satunya adalah untuk memajukan Universitas Riau itu sendiri.
05:11Nah, artinya apa, dari yang saya lihat, kondisi sekarang, itu perlu perbaikan, perlu perubahan, sehingga ada percepatan di Universitas Riau
05:27sendiri itu untuk bisa mencapai ke level yang bertarap global.
05:33Oh, global ya.
05:34Itu cita-cita, ya?
05:36Cita-cita, visi.
05:37Visi, ya.
05:38Ini visinya apa, yang sekarang ini, yang saya juga tidak tahu nih, visinya apa, jadi rektor ini?
05:46Ya, visi saya adalah bagaimana menjadikan Universitas Riau itu bertarap global.
05:53Oh, global.
05:54Ini kan besar cerita global nih, global ini sudah mendunia.
05:58Nah, sekarang, Undri ini, kalau semua orang juga tahu lah cerita soal Universitas Riau ini, malah.
06:07Boleh dikatakan, nggak dianggap kadang-kadang.
06:10Nah, sekarang di peringkat berapa, Universitas Riau ini, kalau secara nasional saja?
06:14Kalau nasional, Bang, kalau untuk bidang penelitian, itu Undri itu sekarang berada di peringkat 30-an.
06:27Nah, oke.
06:27Oh, bukan.
06:28Maksud saya, di sisi kualitas orang yang tamat di situ, apakah dia bisa bersaing nggak dengan banyak Universitas Bersar yang
06:37ribuan setiap tahun dia ditamat?
06:40Nah, Anda ngeliatnya gimana? Sehingga, apalagi cita-citanya pengen global nih, kan gitu?
06:47Iya, iya.
06:47Sementara orang-orang yang tamat sekarang ini, ya boleh dikatakan, kadang-kadang bersaing dengan yang Gajah Mada, dengan undangan, jadi
06:55kita kalah.
06:56Iya kan itu? Nah, ini gimana Anda mencikapinya nih? Sehingga, wah, oke, saya pengen nih tahapan ini lho.
07:03Nah, ceritakan aja, nggak apa-apa.
07:05Siap, siap. Nah, ini juga yang melandasi kenapa saya itu berniat untuk maju.
07:13Oke.
07:14Nah, saya melihat bahwa untuk tingkat Sumatera saja, yang awalnya dulu beberapa Universitas Negeri itu di bawah kita, di bawah
07:26Undri.
07:26Sumatera nomor berapa, Undri?
07:27Nah, kalau sekarang, kalau sekarang, Undri itu, yang dulunya itu di atas Universitas Negeri tadi, sekarang sudah berada di bawah.
07:40Dan nomor berapa sekarang secara peringkat, ya, Undri? Ini di Sumatera dulu?
07:43Kalau di Sumatera, sekarang kita berada di bawah.
07:48Dan nomor berapa peringkatnya? Saya ingin tahu aja.
07:50Kalau dari sepuluh, berarti kita itu masih di level anul, papan bawah, papan bawah.
07:58Enggak, bukan papan bawah, di peringkat berapa masuk sekitar itu?
08:01Supaya nanti enak nih cerita tempat global, ya kan gitu.
08:04Di peringkat berapa sekarang di Sumatera aja dulu?
08:07Kalau di Sumatera, kita berada di peringkat lima nih, Pak.
08:11Lima?
08:12Nah, ini kan mimpi prop ini kan setinggi, apa nih? Setinggi apa ya? Setinggi awan lah sih kita cerita ya.
08:23Ini kan, kenapa enggak pingin kan jadi yang terbaik di Sumatera dulu?
08:28Tiba-tiba prop ingin yang global.
08:31Ini kan perlu waktu panjang, kenapa?
08:34Gitu loh, kan gitu.
08:35Oke, Pak, saya pingin yang nomor satu dulu lah, misalnya.
08:38Ngomongin yang nomor satu di Sumatera, itu berapa lama?
08:42Ya kan gitu-gitu.
08:43Jadi, tahapan ini jadi, orang jadi enak ngeliat, oh iya dia punya ya tahapan gitu-gitu.
08:49Apa sih kira-kira?
08:50Kenapa enggak nomor satu dulu lah di Sumatera gitu?
08:52Dia begini, Pak.
08:53Nanti baru nanti cerita yang lebih besar lagi gitu.
08:56Iya, betul.
08:57Nah, kenapa saya berpandangan kita ingin masuk ke tarap global?
09:06Kenapa?
09:07Karena ketika kita udah masuk di situ, otomatis yang tadinya kita di Sumatera ranking, sekitar ranking 5.
09:15Ini kan di bawah 5 tadi.
09:16Nah, itu otomatis naik deh, Bang.
09:17Pasti itu.
09:19Kenapa?
09:19Karena acuan yang ada di per-rankingan dunia, itu nanti secara tidak langsung, itu akan menaikkan level di tingkat nasional.
09:30Oh gitu?
09:31Iya.
09:32Tolong tuh otomatis.
09:33Enggak maksud saya, pokoknya satu tahun pertama saya memimpin Universitas Riau sudah ranking pertama di Sumatera.
09:40Iya.
09:41Target saya gitu.
09:42Apa?
09:42Kira-kira menurut Pak Prut, ada enggak keinginan untuk Pak Prut pertama?
09:47Pasti.
09:47Oh, nah itu dia.
09:48Nah, itu kan orang-orang juga ingin lihat tahapan itu gimana.
09:54Tahun pertama saya, saya ingin misalnya, oh jadi nomor satu di Sumatera dululah, selanjutnya akan saya kejar gitu, kira-kira
10:01akan ke sana ya?
10:03Iya, akan ke sana.
10:03Oke.
10:04Nah, paling lama, itu target saya itu tahun ke-2, nah itu kita udah juara di Sumatera dulu.
10:11Oh, tahun ke-2 ya?
10:12Iya, tahun ke-2 kita udah juara di Sumatera.
10:14Artinya tahun pertama itu udah napak ke arah ke sana?
10:16Iya, nah baru nanti itu diperhitungkan di tingkat nasional, nah dan untuk tahap global itu nanti akan diparalelkan ketika di
10:29tahun ke-2 ini.
10:30Oke, itu tahapan-tahapan yang Profesor sampaikan ya.
10:35Iya.
10:36Terus ada masalah apa sih sebenarnya yang boleh dikatakan visi prop itu divisi, jadi global itu kan ada turunannya nih.
10:46Misi, visi, misi, misi pertamanya apa, kira-kira?
10:51Oke, kalau untuk misi.
10:54Pertama dari berapa misi ya di kira-kira?
10:56Itu ada empat.
10:57Ada empat.
10:57Jadi misi pertamanya apa?
10:58Nah, saya punya tagline itu berkibar bang, undri berkibar.
11:02Oke.
11:03Nah, yang pertama itu bermutu, ini terkait nanti dengan bagaimana kualitas dari tridharma perguruan tinggi itu bisa unggul.
11:15Nah, itu yang pertama.
11:17Kemudian terkait dengan kolaborasi.
11:21Nah, ini saya ingin bagaimana undri itu bisa punya sinergi aktif dan menguntungkan dengan berbagai pihak.
11:31Nah, terutama pemerintah daerah.
11:33Pemerintah B pun mau swasta juga ya, terlibat di situ.
11:36Oh iya, pasti.
11:36Pasti, Pak.
11:37Terus?
11:38Nah, kemudian nanti yang ketiga itu terkait dengan indah berkibar tadi.
11:44Jadi, bermutu, kolaborasi, indah.
11:47Indah apa, Pak?
11:47Nah, indah ini terkait dengan bagaimana lingkungan undri itu bisa memberikan rasa nyaman, aman, estetis.
11:56Oh, iya?
11:56Sehingga bisa menarik, ya?
11:59Menarik.
12:00Ya, ya, ya.
12:00Nah, karena bagaimanapun kalau kita masuk kampus, kesan pertama itu kan sangat menentukan.
12:06Ya.
12:07Nah, ketika...
12:08Kesan pertama, ya?
12:10Ya.
12:10Selanjutnya terseranda.
12:11Terseranda.
12:12Ya, ya, ya.
12:13Betul, Bang.
12:14Tapi itu kan nanti kaitannya ketika orang tertarik juga mutu pendidikan itu kan juga jadi persoalan, kan?
12:21Nah, saya lanjutkan dulu tadi, Bang.
12:22Ya.
12:22Nah, itu tadi berkey.
12:24Tinggal bar-nya, terbarukan.
12:26Ini terkait bagaimana undri itu yang pertama bisa, apa namanya, update, terbarukan dalam hal penggunaan IT.
12:36Oh, itu.
12:36Di bidang tetap kelola.
12:38Oke.
12:38Nah, kemudian bagaimana kita, apa namanya, undri itu punya income generating yang baik, yang bisa untuk membiayai program-program tadi.
12:49Nah, kemudian bagaimana undri itu adaptif terhadap perkembangan-perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
12:57Ya.
12:58Ya.
12:59Kesana nanti arahnya.
13:00Kesana aranya.
13:01Itu banyak perubahan-perubahan lah yang dilakukan, ya.
13:03Oh, ya.
13:03Ya, pasti.
13:04Itu ada juga keluhan.
13:06Ya, kan, ketika, Bro, tadi cerita tentang mutu pendidikan, ini kan harus dibarengi dengan seorang dosen yang juga dia punya
13:17semacam peduli, perhatian kepada mahasiswa-mahasiswa ini.
13:25Terus, saya ini kadang-kadang juga punya anak.
13:29Ya.
13:29Itu, daya bacanya rendah, Bro.
13:34Kalau saya tanya nih, Bro.
13:36Kenapa?
13:38Maka sudah ada di komputer, ya.
13:40Tidak ada gitu.
13:41Karena sebenarnya, mereka juga harus dipaksa untuk banyak baca buku karena menyangkut dengan mutu tadi.
13:50Ya, bermutu.
13:50Nah, ketika dia bermutu, seberapa banyak dia sudah menghabiskan bacaan.
13:56Betul.
13:56Karena, hampir semua orang, Anda kalau mau hebat sebuah kebijakan atau apa pemerintah, Anda debat dulu di kampus, kan, gitu.
14:06Karena di sana gudangnya ilmu.
14:08Nah, ketika mereka tidak membaca banyak, nah ini kan ada persoalan dengan mutu nanti.
14:14Mutu itu, kita mengharapkan mahasiswa yang punya kemampuan yang luar biasa secara analisis, itu dibaringi dengan dosen-dosen yang ngajar.
14:25Saya juga ada keluhan, misalnya, anak saya.
14:28Wah, Pak Ayah, dosennya ya, gitu-gitu.
14:31Nah, menurut Profesor gimana ngatasi persoalan ini?
14:35Apakah itu juga akan dilakukan pembenahan?
14:40Misalnya, Prof juga akan sampai melihat ke dalam.
14:45Contohnya, kemarin saya tanya dengan anak-anak saya, ternyata banyak anak-anak yang sudah di titik kritis, mau D.O.
14:53Apakah ini kurang perhatian dari dosen pembimiknya atau apa?
14:57Nah, silakan saja melihatnya Prof di situ.
15:00Ya, silakan.
15:02Oke, Bang.
15:03Nah, yang pertama, itu terkait dengan, apa namanya, banyaknya buku yang dibaca oleh mahasiswa.
15:11Itu betul yang saya bilang.
15:13Semakin banyak bacaan, referensi, tentu akan memperkaya pengetahuan mahasiswa.
15:19Nah, ini kadang tergantung juga pada dosen yang mengajar.
15:25Nah, artinya apa?
15:27Salah satu yang akan saya pastikan nanti adalah bagaimana standar operating procedure terkait dengan akademik itu, itu betul-betul dijalankan.
15:38Nah, artinya apa?
15:40Di sini adalah fungsi monitoring yang harus bagus.
15:44Nah, di sini adalah kita memanfaatkan peran IT itu, Bang.
15:49Nah, terus sekarang kan saya guru besarnya kan dalam bidang IT.
15:53Itu nanti yang bisa jadi alat monitor itu ya?
15:55Monitor.
15:56Jadi, apakah benar dosen ini melaksanakan kurikulumnya dalam pengajaran dan sebagainya itu?
16:04Itu sesuai dengan silabus kurikulum yang sudah ada.
16:11Sudah semester sekian dengan IP sekian, dia ini akan tamat kapan?
16:17Yang sedih itu kan orang tua, sudah kuliah, aku ternyata tidak selesai.
16:21Ketika ditanya, kenapa susah mencari dosen pembimbing?
16:24Laporkan.
16:25Dosen yang pelecehan kepada mahasiswa ini kan.
16:28Tentara mahasiswa dengan terduga pelaku, ini kan berdua.
16:33Ketika dokter periksa pasien, itu kan harus ada perawat menampingi.
16:38Nah, itu dia.
16:39Pakai SOP lagi tak jalan ya?
16:40Tak jalan.
16:45Sampai jumpa di video selanjutnya.
16:54Terima kasih telah menonton!
Komentar