Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Tim Advokasi untuk Demokrasi menilai pelimpahan berkas kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus kepada pengadilan militer tidak transparan.

Motif dendam pribadi yang menjadi alasan 4 anggota TNI nonaktif menyiram Andrie Yunus juga dinilai tidak tepat, karena Andrie hanya menyampaikan pendapat kritis.

Sebelumnya, Kepala Oditurat Militer II-07 Jakarta, Kolonel CHK Andri Wijaya, menyebut motif penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus yakni dendam pribadi terdakwa.

Menurut Kolonel CHK Andri Wijaya hingga pemeriksaan terakhir keempat terdakwa yakni Kapten NPD, Lettu BHW, Lettu SL dan Serda ES, mereka menyimpan dendam pribadi kepada korban.

Baca Juga Motif Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus, Kepala Oditurat Militer: Dendam Pribadi di https://www.kompas.tv/nasional/663444/motif-penyiraman-air-keras-ke-andrie-yunus-kepala-oditurat-militer-dendam-pribadi

#andrieyunus #airkeras #motif

_

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/663449/tim-advokat-kritik-pelimpahan-kasus-air-keras-andrie-yunus-motif-dendam-pribadi-dinilai-tak-tepat
Transkrip
00:00Sementara itu tim advokasi untuk demokrasi menilai pelimpahan berkas kasus penyiraman air keras terhadap aktivis kontras Andri Yunus kepada pengadilan
00:08militer tidak transparan.
00:10Motif dendam pribadi yang menjadi alasan 4 anggota TNI non-aktif menyiram Andri Yunus juga dinilai tidak tepat karena Andri
00:18hanya menyampaikan pendapat kritis.
00:20Ini adalah upaya sabotase untuk mengungkapan itu dengan dicegahnya tidak adanya TGPF ya dengan percepatan penyerahan bahkan tanpa adanya pemeriksaan
00:33terhadap baik itu korban ataupun saksi dari kontras dan masyarakat sipil.
00:39Jadi ini adalah upaya hanya melokalisir di empat saja kemudian juga menutup pintu siapa yang menyuruh siapa yang memerintahkan siapa
00:49yang mendanai ya dan bahkan melakukan upaya pembelakan informasi dengan hanya melokalisir dendam pribadi.
00:56Jelas sekali perkara Andri Yunus tidak ada masalah pribadi dengan apa namanya aktor-aktor pelaku.
01:03Yang Andri Yunus lakukan adalah kerja-kerja kritik kepada proses buat undang-undang, kerja-kerja kritik kepada remitalisasi yang sangat
01:10terbahaya buat demokrasi.
Komentar

Dianjurkan