Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Meski perundingan antara Amerika Serikat dan Iran di Pakistan pada Sabtu (11/04/2026) lalu berakhir tanpa kesepakatan, Iran menyatakan peluang masih terbuka.

Rusia dan China juga mendorong kelanjutan negosiasi untuk meredakan ketegangan di Timur Tengah.

Amerika Serikat dan Iran dikabarkan tengah mendiskusikan kemungkinan putaran baru negosiasi guna membahas gencatan senjata jangka panjang.

Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov, menyatakan Moskwa dan Beijing siap mendukung upaya meredakan ketegangan antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

Rusia juga mendorong penyelesaian krisis serta pemulihan navigasi aman di Selat Hormuz.

Baca Juga Ketua PTA Bengkulu Ahmad Fathoni Resmi Purnabakti Usai 42 Tahun Mengabdi | MA NEWS di https://www.kompas.tv/nasional/663246/ketua-pta-bengkulu-ahmad-fathoni-resmi-purnabakti-usai-42-tahun-mengabdi-ma-news

#as #iran #asiran #rusia

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/663247/menanti-negosiasi-lanjutan-iran-as-konflik-timur-tengah-bisa-mereda
Transkrip
00:00Saudara, meski perundingan Amerika Serikat dan Iran di Pakistan pada Sabtu 11 April lalu berakhir tanpa kesepakatan,
00:07Iran menyatakan kesempatan belum hilang.
00:09Rusia dan Tiongkok juga ikut dorong negosiasi lanjutan untuk meradakan ketagangan di Timur Tengah.
00:19Amerika Serikat dan Iran dikabarkan tengah mendiskusikan kemungkinan putaran baru negosiasi
00:24untuk membahas gencatan senjata jangka panjang setelah negosiasi pertama gagal membuahkan hasil.
00:30Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov, menyatakan Moskwa dan Beijing siap mendukung
00:36upaya meredakan ketagangan antara Amerika Serikat, Israel dan Iran menyusul pembicaraan di Tiongkok selasa lalu.
00:45Rusia juga mendorong penyelesaian krisis dan pemulihan navigasi aman melalui Selat Horbus.
01:22Di tengah konflik yang belum meredah,
01:24Presiden Amerika Serikat Donald Trump dalam wawancara sebuah stasiun televisi mengatakan
01:29perang dengan Iran hampir berakhir.
01:32Putaran kedua negosiasi menurutnya bisa saja dilakukan lagi di Islamabad Pakistan.
01:56Pernyataan Trump soal perang akan berakhir.
01:59Wakil Presiden Amerika Serikat J.D. Vance menyebut,
02:03Washington dan Teheran telah membuat banyak kemajuan selama negosiasi di Islamabad.
02:08Menurutnya, Trump siap menawarkan kesepakatan ala Trump jika Iran meninggalkan ambisi nuklirnya.
02:16Dia bilang bahwa jika Anda ingin melakukannya seperti negosiasi,
02:20kami ingin melakukannya ekonomi seperti negosiasi.
02:23Dia tidak ingin melakukannya kecil.
02:25Dia bilang bahwa jika Anda memutuskan untuk tidak memiliki nuklirnya,
02:29kami akan membuat Iran mengekalkan, kami akan membuatnya ekonomi ekonomi,
02:33dan kami akan mengajar orang-orang Iran ke dalam ekonomi dunia.
02:36Mereka tidak pernah ada di dalam hidup saya.
02:39Dan itu adalah barang-barang Trump yang telah menunjukkan di tabel.
02:43Tapi kenyataannya, setelah Iran sempat menutup Selat Hormuz,
02:48kini Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengambil langkah ekstrem,
02:52berupa blokade Selat Hormuz.
02:55Iran pun menyebut keputusan Trump memblokade Hormuz sebagai bukti kegagalan Amerika Serikat.
03:27Banyak negara menyerukan gencatan senjata di kawasan telur.
03:31dan Timur Tengah serta mendesak penghentian pertempuran yang berlangsung lebih dari satu bulan
03:36dan menyebabkan Selat Hormuz, jalur pelayaran penting bagi minyak dan gas sebagian besar ditutup.
Komentar

Dianjurkan