Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 7 bulan yang lalu
Tokoh Dayak Sarawak, prihatin friksi tajam pemerintahan federal ancaman territorial Malaysia

Sekretaris Jenderal Gabungan Parti Sarawak (GPS), Alexander Nanta Linggi, mengatakan jika terus dibiarkan ancaman teritorial Malaysia.

Pusat pemerintahan Federasi Malaysia di Putrajaya, Kuala Lumpur, Semenanjung Malaysia, tidak serius kelola isu sensitif Sabah dan Sarawak.

Menteri Pekerjaan Umum Malaysia, Alexander Nanta Linggi, mengatakan, tidak serius kelola isu sensitif Sabah dan Sarawak, inkonsistensi MA1963.

Malaysia Agreement 1963 (MA1963), mengatur bagi hasil pengelolaan sumberdaya alam minyak bumi di Sabah dan Sarawak.

“Tetapi saya khawatir. Jika kita terus bertengkar tentang segala hal, maka jangan salahkan kami, jangan salahkan orang Sarawak.”

“Jika Anda tidak menyukai kami di Sarawak, ceraikan saja kami. Lupakan saja. Saya sebenarnya tidak ingin itu terjadi.”

“Tetapi kami harus dihormati, dan kami harus dipahami.”

“Kami tidak ingin membuang waktu untuk bertengkar,” kata Alexander Nanta Linggi, dikutip freemalaysiatoday.com.

Pernyataan keras Alexander Nanta Linggi, mengingatkan, ancaman referendum sudah dilontarkan Sabah dan Sarawak.

Sarawak, negara bagian terbesar di Malaysia, seluas 124.450 kilometer persegi. Sabah seluas 73.620 kilometer persegi.

Sabah dan Sarawak Kalimantan mencakup 60 persen dari total luas daratan Malaysia. 2024, Sabah dihuni 2,3 juta jiwa. Sarawak: 2,9 juta jiwa.

Sudah dua kali komunitas Suku Dayak di Sabah dan Sarawak, keluarkan desakan referendum Borneo, pisah dari Federasi Malaysia.

Pertama, Rabu, 25 Nopember 2023, desakan referendum Borneo sebagai tekanan politik MA1963, bentuk protes orientasi ideologi Anwar Ibrahim.

Langkah desakan referendum Borneo, menanggapi pidato polarisasi Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, Rabu, 11 Nopember 2023.

Kukuhkan Malaysia basis Ikhwanul Muslimin, dukung Hamas di Palestina saat berperang melawan Israel, 7 Oktober 2023 - 17 Nopember 2025.

Masyarakat Suku Dayak di Sabah dan Sarawak, protes klaim Anwar Ibrahim karena Hamas organisasi teroris di banyak negara di dunia.

Kedua, desakan referendum Borneo, Kamis, 21 Februari 2021, dilayangkan 23 organisasi kemasyarakatan Suku Dayak di Sabah dan Sarawak.

Sabah dan Sarawak gabung dalam Federasi Malaysia tahun 1963, dimana dikenal dengan Malaysia Agreement 1963: MA1963.

Ada 20 Perkara Sabah gabung Malaysia, 16 September 1963 dan 18 Perkara Sarawak gabung Federasi Malaysia, 22 Juli 1963.

MA1963, Sarawak tuntut otonomi imigrasi dan menegaskan Islam bukan agama negara, warga Sarawak tidak boleh dipaksa memeluk Agama Islam.

Sabah tidak mengatur dua point sebagaimana disebutkan di atas, tidak diatur keimigrasian. Islam agama negara di Sabah.

Alexander Nanta Linggi, mengakui banyak kemajuan implementasi MA1963, tetapi tetap tidak serius kelola isu sensitif Sabah dan Sarawak.

Tokoh Dayak Sarawak menginginkan kendali atas minyak dan gas, meyakinkan Petronas, Sarawak tidak berniat menyakiti.

Pontianak, 1 Februari 2026

Kategori

🗞
Berita
Transkrip
00:00PEMERINTAHAN FEDERAL
00:30Menteri Pekerjaan Umum Malaysia, Alexander Nantalingi, mengatakan,
00:34tidak serius kelola isu sensitif Sabah dan Sarawak, inkonsistensi MA 1963.
00:40Malaysia Agreement 1963-MA 1963, mengatur bagi hasil pengelolaan sumber daya alam minyak bumi di Sabah dan Sarawak.
00:50Tetapi saya khawatir.
00:53Jika kita terus bertengkar tentang segala hal, maka jangan salahkan kami, jangan salahkan orang Sarawak.
00:58Jika Anda tidak menyukai kami di Sarawak, ceraikan saja kami.
01:03Lupakan saja.
01:05Saya sebenarnya tidak ingin itu terjadi.
01:08Tetapi kami harus dihormati, dan kami harus dipahami.
01:13Kami tidak ingin membuang waktu untuk bertengkar, kata Alexander Nantalingi, dikutip fremalayatodai.com.
01:18Pernyataan keras Alexander Nantalingi, mengingatkan, ancaman referendum sudah dilontarkan Sabah dan Sarawak.
01:25Sarawak, negara bagian terbesar di Malaysia, seluas 124.450 km persegi.
01:33Sabah seluas 73.620 km persegi.
01:38Sabah dan Sarawak-Kalimantan mencakup 60% dari total luas daratan Malaysia.
01:412024, Sabah dihuni 2,3 juta jiwa.
01:47Sarawak, 2,9 juta jiwa.
01:50Sudah dua kali komunitas suku Dayak di Sabah dan Sarawak, keluarkan desakan referendum Borneo, pisah dari Federasi Malaysia.
01:57Pertama, Rabu, 25 November 2023, desakan referendum Borneo sebagai tekanan politik MA 1963, bentuk protes orientasi ideologi Anwar Ibrahim.
02:09Langkah desakan referendum Borneo, menanggapi pidato polarisasi perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, Rabu, 11 November 2023.
02:18Kukuhkan Malaysia basis ikhwanul muslimin, dukung Hamas di Palestina saat berperang melawan Israel, 7 Oktober 2023, 17 November 2025.
02:30Masyarakat suku Dayak di Sabah dan Sarawak, protes klaim Anwar Ibrahim karena Hamas organisasi teroris di banyak negara di dunia.
02:37Kedua, desakan referendum Borneo, Kamis, 21 Februari 2021, dilayangkan 23 organisasi kemasyarakatan suku Dayak di Sabah dan Sarawak.
02:47Sabah dan Sarawak gabung dalam Federasi Malaysia Tahun 1963, di mana dikenal dengan Malaysia Agreement 1963, MA 1963.
02:58Ada 20 perkara Sabah gabung Malaysia, 16 September 1963 dan 18 perkara Sarawak gabung Federasi Malaysia, 22 Juli 1963.
03:08MA 1963, Sarawak tuntut otonomi imigrasi dan menegaskan Islam bukan agama negara.
03:14Warga Sarawak tidak boleh dipaksa memeluk agama Islam.
03:18Sabah tidak mengatur dua pain sebagaimana disebutkan di atas, tidak diatur keimigrasian.
03:24Islam agama negara di Sabah.
03:26Alexander Nantalinggi, mengakui banyak kemajuan implementasi MA 1963, tetapi tetap tidak serius kelola isu sensitif Sabah dan Sarawak.
03:35Tokoh Dayak Sarawak menginginkan kendali atas minyak dan gas, meyakinkan Petronas, Sarawak tidak berniat menyakiti.
03:41Petronas tidak perlu khawatir.
03:44Kami tidak akan menyakiti Petronas dengan sengaja.
03:48Mengapa kami ingin menghancurkan Petronas?
03:50Tanya Alexander Nantalinggi.
03:53Awal Januari 2026, Petronas mengajukan mosi di Mahkamah Federal mencari kejelasan tentang kerangka peraturan berlaku.
04:00Mengatur operasinya di Sarawak memastikan operasinya di Sarawak sesuai hukum dan praktik tata kelola yang berlaku.
04:05Perusahaan Minyak Nasional Malaysia, Petronas, mengatakan gugatan bukan dimaksudkan menantang aspirasi tokoh Dayak Sarawak.
04:14Atau menghambat Petroleum Sarawak BHD atau Petros, satu-satunya agregator gas di Sarawak.
04:20Tetapi mendapatkan penetapan definitif dari Mahkamah Federal mengenai posisi hukum berlaku sektor perminyakan di Sarawak.
04:25Meskipun telah dilakukan serangkaian dialog dan negosiasi dengan Petros sejak tahun 2024.
04:32Tapi masih terjadi friksi tajam pemerintahan Federal.
04:36Petronas akui ada perbedaan sebabkan ketidakpastian mengenai kewajibannya di Sarawak.
04:41Meskipun Putrajaya telah menyatakan pengelolaan dan pengaturan industri minyak dan gas hanya ditentukan Undang-Undang Federal.
04:47Informasi lebih lanjut hubungi website biotv.com

Dianjurkan