00:00PT. Perintis, perusahaan transportir sebabkan 40 ribu liter biosolar rai tiap bulan.
00:05Bagian dari Badan Usaha Milik Daerah atau BUMD Motor Penyimpangan BBM Subsidi di Kabupaten Kapuas Hulu, Provinsi Kalimantan Barat.
00:13Tindak kejahatan terjadi periode 2017 sampai Agustus 2022, menyebabkan kerugian negara 14 miliar rupiah.
00:21Kolusi PT. Perintis dan Elnusa Petrofin Balikpapan, diduga libatkan keponakan Sekda Sadau atau Ambrosius Sadau, SH.
00:28MC Inisial TRS
00:32Ambrosius Sadau, Sekretaris Daerah Kabupaten Kapuas Hulu
00:35Dalam pemeriksaan sejumlah pihak dari PT. Perintis di Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat, terungkap fakta mengejutkan, Rabu, 22 November 2023.
00:46Dimana para saksi menyebutkan, Edi Hartono, Direktur Utama PT. Perintis, paling bertanggung jawab.
00:52Di balik memindahkan isi mobil tangki BBM subsidi warna merah putih ke mobil angkut BBM non-subsidi warna biru putih.
01:00Modus Edi Hartono BBM jenis solar subsidi diangkut perusahaan transportir PT. Perintis dari PT. Pertamina Depot Sintang.
01:07Tiba di Putus Sibau, Ibu Kota Kabupaten Kapuas Hulu, terlebih dahulu transit di gudang milik Edi Hartono.
01:14Material bahan bakar minyak diangkut tangki warna merah putih, jenis subsidi, dipindahkan ke rangki warna biru putih, solar industri.
01:22Setelah itu baru didistribusikan ke perusahaan kelapa sawit dan pertambangan tersebar di berbagai daerah di Kabupaten Kapuas Hulu.
01:30Sehingga tiap 1 liter solar subsidi dan dijual kepentingan industri menyebabkan Edi Hartono raih untung bersih Rp11.850.
01:38Karena harga solar industri Rp18.650 per liter, sementara harga solar subsidi Rp6.800 per liter.
01:46Edi Hartono miliki petugas khusus pindahkan BBM subsidi dalam mobil tangki warna merah putih ke mobil tangki biru putih non
01:52-subsidi.
01:53Pasca pemeriksaan PT. Elnusa Petrofin Balikpapan, anak perusahaan PT. Pertamina mendistribusi BBM, langsung blacklist dua orang supir.
02:02Setelah dipecat Edi Hartono sebagai sopir mobil angkut transportir PT. Perintis, kedua orang itu dihukum boleh lagi sopir transportir Pertamina.
02:10Ironisnya Edi Hartono, otak dibalik 40.000 liter bio solar raih tiap bulan jenis subsidi hanya diberi teguran tertulis dari
02:17PT. Elnusa Petrofin.
02:19Bermula Surat Perjanjian Kerjasama No. 777-FF16400-2017-S3, tanggal 4 September 2017, 4 September 2037 sebanyak 80 kiloliter, KL,
02:32per bulan.
02:33Atau 10 tangki per bulan dan transportir PT. Perintis mengangkut minyak dari Pertamina Sintang ke SPBU milik PT. UKM.
02:41Investigasi Agustus 2022, ada 40.000 liter bio solar raih tiap bulan.
02:46Mobil tangki internal gunakan BBM subsidi dilakukan PT. Perintis sejak 2017.
02:51Tiap bulan PT. Perintis angkut 80.000 liter dari depot Pertamina Sintang.
02:55Atau 10 tangki, hanya 5 tangki, 40.000 liter dipasok ke stasiun pengisian bahan bakar umum, SPBU, milik PT. UKM.
03:04Penyimpangan 1 tangki, 8.000 liter, dilakukan Edi Hartono, Direktur PT. Perintis bekerja sama PT. Elnusa Petrofin di depot Pertamina
03:12Sintang.
03:13Penyimpangan 4 tangki, 32.000 liter, bio solar dilakukan Edi Hartono kerja sama YF dan TRS dari PT. UKM palsukan
03:21dokumen perusahaan.
03:22Tugas YF dan TRS, buat dokumen palsu, tiap bulan SPBU milik PT. UKM terima 10 tangki bio solar subsidi, padahal
03:30kenyataan hanya 5 tangki.
03:32Penyimpangan dibenarkan Sopir HR, AN, dan AG, Delivery Order, DO.
03:39Depot Pertamina Sintang dikirim ke NR di perintah YF sepengetahuan TRS.
03:44Laporan 3 lembaga swadaya masyarakat di Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat, 1 Mei 2023, skandal 40.000 liter bio solar rai
03:52tiap bulan.
03:53Dihubungi pukul 16.24 WIB, Senin, 29 Juni 2026, telepon Ambrosius Adau, Sekretaris Daerah Kabupaten Kapuasulu, tidak aktif.
04:04Dihubungi pukul 16.24 WIB, Senin, 29 Juni 2026, Edi Hartono, belum mengangkat telepon.
04:13Dihubungi pukul 16.26 WIB, Senin, 29 Juni 2026, telepon Ahmad Solihin tidak aktif.
04:23Ahmad Solihin sempat angkat telepon pukul 19.20 WIB, Senin, 22 Juni 2026, tapi pembicaraan terputus dan kemudian telepon tidak
04:32aktif lagi.
04:34Redaksi membuka ruang hak jawab bagi Edi Hartono, Ahmad Solihin dan Ambrosius Adau, demi perimbangan pemberitaan.
04:41Edi Hartono, Direktur PT Perintis.
04:45Ahmad Solihin, pimpinan PT El Nusa Petrofin Balikpapan di Provinsi Kalimantan Timur.
04:50PT El Nusa Petrofin Balikpapan, penanggung jawab distribusi BBM produksi PT Pertamina di seluruh Kalimantan.
04:57PT Perintis, perusahaan transportir PT Pertamina, khusus mengangkut BBM dari depot Pertamina Sintang ke wilayah Kabupaten Kapuas Hulu.
05:0644 slip nota dipalsukan seakan-akan menggunakan bahan bakar minyak, BBM, Dex Light, faktanya armada angkut PT Perintis gunakan BBM
05:14subsidi.
05:15Sesuai regulasi, perusahaan transportir wajib menggunakan BBM non-subsidi bentuk pelanggaran berat, berupa sanksi pidana dan denda.