Lewatkan ke konten utama
  • 13 jam yang lalu
Fenomena astronomi tahunan tersebut berlangsung mulai 17 Juli hingga 24 Agustus 2026.
Transkrip
00:03Fenomena astronomi tahunan, yakni hujan meteor Perset kembali menghiasi langit mulai dari pertengahan Juli hingga Agustus 2026.
00:10Fenomena alam yang sangat dinantikan oleh para pengamat astronomi ini menjanjikan pemandangan jatuhnya puluhan meteor bercahaya terang.
00:17Hai, balik lagi bareng gue Dafa di MTVN Lens dan mari kita bedai informasi lengkapnya.
00:22Badan penerbangan dan antareksa Amerika Serikat mengklasifisikan Perset sebagai salah satu hujan meteor terbaik dan paling melimpah.
00:29Fenomena ini mampu menghasilkan 50 hingga 100 meter per jam.
00:33Perset juga sangat dikenal dengan kemunculan bola apinya, yakni ledakan cahaya berwarna yang bertahan lebih lama dari garis meteor biasa.
00:39Serupian meteor ini juga seolah-olah memancar dari relasi bintang Perseus di langit utara.
00:44Puncak utama astronomis Perset diperkirakan terjadi pada 13 Agustus 2026 pagi hingga siang hari waktu Indonesia bagian barat.
00:52Karena kondisi langit udah terang dan pada jam tersebut, fenomena ini tidak dapat diamati secara langsung.
00:57Oleh karena itu, waktu pengamatan terbaik bagi masyarakat Indonesia adalah pada Rabu malam 12 Agustus hingga Kamis dini hari 13
01:04Agustus menjelang matahari terbit saat langit masih dalam kondisi gelap.
01:09Nah, yang perlu menjadi catatan, hujan meteor Perset paling optimal disaksikan dari belahan bumi utara.
01:14Bagi pengamat di Indonesia, jumlah meteor yang terlihat kemungkinan akan lebih sedikit dibandingkan di wilayah lintang utara.
01:19Meski demikian, peluang pengamatan secara umum akan jauh lebih baik jika dilakukan di wilayah Indonesia bagian utara atau daerah yang
01:26berdekatan dengan garis katul istiwa.
01:29Terima kasih sudah menonton dan sampai jumpa di berita menarik lainnya hanya di metrotvnews.com
01:33Terima kasih sudah menonton dan sampai jumpa di video selanjutnya.

Dianjurkan