00:00Moral, etika, budi pekerti, ini juga menjadi modal utama buat anak-anak kita.
00:12Selamat Hari Anak Nasional, SobatMetroTVNews.com
00:15Anak-anak adalah masa depan bangsa, namun di tengah era kecerdasan buatan,
00:21kemudian isu kesehatan mental, hingga ekosistem yang inklusif,
00:25masih menjadi tantangan kita bersama.
00:27Sudahkah kita memberikan ruang yang aman bagi seluruh anak-anak Indonesia?
00:32Bersama saya, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia,
00:38Ibu Arifah Fauzi.
00:40Selamat pagi, apa khabar Ibu Arifah?
00:42Selamat pagi, Mas. Alhamdulillah sehat dan bahagia.
00:46Terima kasih.
00:47Nah, Ibu, terima kasih Ibu Arifah Fauzi atas waktunya,
00:50meluangkan waktu untuk metrodivuse.com di Momentum Hari Anak Nasional 2026.
00:55Ada beberapa, Ibu, isu-isu yang ingin kita bahas,
01:00atau mungkin kita beri edukasi untuk SobatMetroTVNews.com,
01:05salah satunya soal isu kesehatan mental.
01:07Bagaimana dari Ibu sendiri menyoroti soal kesehatan mental anak-anak kita,
01:11kemudian juga bagaimana caranya agar anak-anak kita itu tumbuh menjadi pribadi yang kuat,
01:17berkarakter sesuai harapan kita bersama.
01:19Ya, terima kasih untuk Metrodivuse yang sudah menyempatkan untuk kita diskusi pada hari ini,
01:27karena sesungguhnya dengan diskusi ini semakin banyak kesempatan masyarakat mengetahui
01:33apa yang harus kita lakukan dalam rangka peringatan Hari Anak Nasional ini.
01:39Tadi terkait dengan kesehatan mental, saya sempat berdiskusi dengan Menteri Kesehatan,
01:46waktu itu kami ada kasus di NTT.
01:49Saya melihat ada sesuatu yang memang harus diskusikan bersama.
01:54Saya tanya sama Pak Menkes, Pak Menkes, ini kasus ini kira-kira apa ya penyebabnya?
01:59Kayaknya ada yang berpengaruh dalam kesehatan mental.
02:03Nah, ternyata Pak Menkes menyampaikan bahwa hasil dari cek kesehatan gratis,
02:0910% masyarakat Indonesia dalam kondisi mengalami gangguan kesehatan mental.
02:15Sehingga ini memang menarik untuk dikaji lebih jauh.
02:20Nah, kami dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak melihat bahwa
02:25kesehatan mental ini tidak berdiri sendiri, Mas.
02:28Ini terkait dengan beberapa hal, ya karena kondisi, apa ya,
02:35kondisi kita saat ini ada kecanggihan teknologi, itu juga berpengaruh.
02:41Jadi mungkin kesehatan mental itu penyebabnya adalah ada tekanan akademik,
02:48ada juga perubahan pola interaksi sosial, paparan konten digital,
02:53kemudian hubungan antar sesama teman, ya ada bullying dan sebagainya.
03:00Maka kami melihat solusi yang bisa kami tawarkan agar kesehatan mental ini bisa diminimalisir adalah
03:08bagaimana peran keluarga, Mas.
03:11Ya, keluarga itu punya peran yang sangat penting,
03:14karena di dalam keluargalah anak pertama kali mendapatkan nilai-nilai.
03:18Nah, bagaimana kita bisa membentengi anak-anak kita supaya dia sehat secara kejiwaannya,
03:26secara mentalnya, maka harus diberi fondasi yang kuat.
03:30Saat ini, ya banyak juga, kita nggak apa-apa bangga terhadap prestasi akademis anak-anak kita.
03:39Tetapi yang lebih penting sebetulnya bagaimana fondasi nilai-nilai agama,
03:46kemudian moral, etika, budi pekerti, ini juga menjadi modal utama buat anak-anak kita.
03:54Ilmu boleh, tetapi orang berilmu tidak punya ahlak, tidak punya budi pekerti jadi nol,
04:01karena budi pekerti itu diatasnya ilmu.
04:03Jadi, kalau kita ingin mengajak keluarga besar kita agar tidak mengalami gangguan secara kejiwaan,
04:12maka ini harus ada kolaborasi.
04:14Kolaborasi dalam rumah tangga, yang pertama bahwa dalam mengasuh anak itu bukan hanya tugasnya ibu loh.
04:22Mengatur apa?
04:23Mengasuh anak ini adalah tugas orang tua, ketersalingan antara ayah dan ibu.
04:29Kan biasanya, kalau anak berprestasi anaknya siapa?
04:33Bapak.
04:34Kalau ada masalah di sekolah yang dipanggil siapa?
04:37Padahal kan harusnya tidak boleh begitu, jadi harus ada ketersalingan.
04:41Yang kedua, bagaimana kesehatan mental itu juga dipengaruhi oleh lingkungan anak-anak di mana mereka berada.
04:49Sehingga ini harus kolaborasi dengan berbagai pihak.
04:52Nah, Kemenko PMK kemudian menginisiasi mengkoordinasikan beberapa kementerian terkait dengan gerakan nasional ruang aman dan nyaman untuk anak.
05:03Jadi, ini bagaimana kita semua kementerian fokus pada empat hal.
05:09Anak harus aman di ruang keluarga, yang kedua di ranah pendidikan, yang ketiga di lingkungan sosial,
05:18dan yang keempat ada di orang publik ya, tadi yang ketiga, yang keempat ada di dunia digital.
05:25Jadi, anak-anak kita harus dilindungi itu.
05:28Terima kasih.
05:30Terima kasih.
05:31Terima kasih.
05:32Terima kasih.
Komentar