JAKARTA, KOMPAS.TV - Tumpukan sampah masih menggunung di kawasan Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur. Kondisi tersebut terlihat sejak beberapa hari terakhir dan menarik perhatian warga serta pengguna jalan.
Sampah menumpuk di area belakang pasar dan menutup sebagian akses jalan.
Tumpukan sampah yang diperkirakan mencapai tinggi enam meter ini juga menimbulkan bau tak sedap.
Situasi tersebut membuat aktivitas pedagang dan warga sekitar terganggu.
Tumpukan sampah di kawasan Kramat Jati masih meresahkan warga sekitar.
Informasinya akan disampaikan Jurnalis KompasTV, Meidina Andas dan Juru Kamera, Roy Ilman.
Baca Juga Gunung Sampah 6 Meter di Pasar Induk Kramat Jati: Sebabkan Tembok Jebol, Begini Langkah Pemprov DKI di https://www.kompas.tv/regional/642900/gunung-sampah-6-meter-di-pasar-induk-kramat-jati-sebabkan-tembok-jebol-begini-langkah-pemprov-dki
#sampah #kramatjati #dinaslingkunganhidup
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/643125/penyebab-hingga-penanganan-sampah-menumpuk-di-kawasan-pasar-kramat-jati-80-kendaraan-dikerahkan
00:00Yang juga jadi sorotan saudara, tumpukan sampah masih menggunung di kawasan pasar Induk Ramadjati, Jakarta Timur.
00:06Kondisi tersebut terlihat sejak beberapa hari terakhir dan menarik perhatian warga serta pengguna jalan.
00:12Sampah menumpuk di area belakang pasar dan menutup sebagian akses jalan.
00:17Tumpukan sampah yang diperkirakan mencapai tinggi 6 meter ini juga menimbulkan bau tak sedap.
00:23Situasi tersebut membuat aktivitas berdagang dan warga sekitar terganggu.
00:30Tumpukan sampah di kawasan Ramadjati masih meresahkan warga sekitar.
00:38Informasinya akan disampaikan jurnalis Kompas TV Medina Andas dan juru kamera Roy Ilman.
00:43Selamat siang Medina.
00:45Bagaimana dengan tumpukan sampah di sana?
00:47Bagaimana dengan proses pengangkutan?
00:49Apakah sudah mulai dilakukan?
01:00Ya betul sekali Imron dan juga saudara saat ini tumpukan sampah di belakang pasar Induk Ramadjati Jakarta Timur ini memang terlihat masih menggunung.
01:09Dan sampai saat ini sedang diberlangsungkan pengangkutan sampah yang dimana pengangkutan sampah ini juga sebenarnya sudah dimulai sejak pukul 6 waktu Indonesia Barat tadi pagi.
01:19Dan untuk lebih lengkapnya lagi rincian mengenai bagaimana teknis pengangkutan sampahnya dan kira-kira akan sampai kapan target rampungnya pengangkutan sampah ini.
01:28Saya sudah bersama dengan Kepala Satuan Pelaksana Dinas Lingkungan Hidup Kecamatan Ramadjati Bapak Dwi Firman Syah.
01:34Selamat siang Pak Dwi.
01:35Selamat siang Mbak.
01:37Pak mau tanya ini boleh tolong diceritakan bagaimana ini penumpukan sampah ini bisa terjadi dan apa rencana pengangkutannya nanti seperti apa dan sudah ada berapa armada truk yang disediakan untuk mengangkut?
01:50Oke bisa saya sampaikan kenapa ini bisa terjadi sebetulnya ini akumulasi dari beberapa minggu terakhir.
01:59Yang mana memang kita ketahui bahwasannya setiap hari pasar induk keramat jati ini menghasilkan sekitar 160 sampai 180 ton sampah yang didominasi oleh sampah organik.
02:15Yang mana selama ini kita secara rutin dari Satpel LH Kecamatan Keramatjati Dinas Lingkungan Provinsi DKI Jakarta khususnya Sudin Lingkungan Hidup Jakarta Timur.
02:25Setiap hari rutin mengangkut sebanyak sekitar 140 sampai 160 ton per hari memang ada defisit antara jumlah kendaraan ideal dengan sampah yang ditimbulkan.
02:41Ada sekitar 1-2 truk per hari yang selama ini bisa kita atasi itu dengan sistem duarit, pengangkutan duarit atau ada perbantuan dari wilayah-wilayah lain sejak Jakarta Timur.
03:00Tapi memang pada periode Desember kemarin kita kendaraannya memasuki masa pemeliharaan.
03:10Jadi hampir sebagian besar mobil itu melakukan pemeliharaan di ATPM dan juga karoseri.
03:19Maka ada beberapa juga hal itu juga masuk di Satpel LH Kecamatan Keramatjati yang mana ada sekitar 6 kendaraan yang masuk pemeliharaan dan perbaikan.
03:33Salah satunya adalah sebanyak 4 kendaraan yang ada di plotting di Pasar Induk ini.
03:41Sehingga yang biasanya per hari itu kita siapkan sekitar 10 kendaraan sampai 12 kendaraan tapi kemarin itu memang menyusut jumlahnya jadi sekitar 6 sampai 7 kendaraan.
03:57Sehingga terjadi lonjakan defisit tumpukan sampah yang sehari-hari memang ada di Pasar Induk Keramatjati ini.
04:05Dan itu yang mengakibatkan tumpukannya itu sedikit lebih banyak daripada hari-hari biasa.
04:12Nah, dengan adanya kejadian seperti ini, Dinas LH dalam ini sudah di lingkungan hidup Jakarta Timur itu langsung merespon dengan mengerahkan sampai 3 hari ini sudah mengerahkan hampir 80 kendaraan.
04:29Berbagai macam jenis kendaraan, 80 kendaraan dengan tonase sekitar 1.300 sampai 1.400 ton sampah yang sudah diantarkan ke Bantar Gebang.
04:42Perkiraan saya sekitar 2-3 hari ke depan insya Allah tumpukan sampah ini akan segera teratasi.
04:48Karena di hari ini pun, hari keempat, kami sudah menyiapkan sekitar 50 truk yang mana bisa mengangkut sekitar 650 sampai 700 ton.
05:02Dan itu pasti akan membuat tumpukan itu berkurang secara signifikan.
05:06Kedepannya, untuk mengantasi terjadinya, supaya tidak terjadi lagi tumpukan timbulan sampah sebanyak ini, kami Dinas LH akan berkoraborasi.
05:19Berkoordinasi dengan pihak PYT Pasar Jaya dalam hal ini, manajemen pasar induk, kramat jati, dalam upaya pengelolaan sampah di sumber.
05:28Karena berkaitan dengan pelaksanaan pergub 102 tahun 2022, di mana pengelolaan sampah kawasan merupakan tanggung jawab daripada pengelola kawasan tersebut.
05:38Dalam hal ini adalah manajemen pasar induk, kramat jati.
05:41Kita akan berkoraborasi bagaimana caranya supaya sampah-sampah organik ini yang didominasi oleh sampah organik ini tertangani di sumber.
05:49Sehingga nanti yang akan dibawa ke Bantar Gebang itu khusus untuk sampah-sampah residu.
05:54Kedepannya, apabila hal itu sudah terlaksana dengan baik, insya Allah tumpukan sampah tidak ada dan juga nanti timbulan-timbulan sampah yang mengibatkan bau kepada warga sekitar bisa terangani.
06:04Demikian, Mbak.
06:05Baik, terima kasih Bapak Dwi Firman Syah atas penjelasannya. Selamat melanjutkan aktivitas saya kembali.
06:11Terima kasih, Mbak.
06:11Ya, saudara, itu dia tadi pernyataan dari Kepala Satuan Pelaksana Kecamatan Kramat Jati, yaitu Pak Dwi Firman Syah mengenai update situasi terkini penumpukan yang menggunung,
06:23penumpukan sampah yang menggunung di belakang pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur.
06:27Dan memang ditargetkan akan selesai dalam waktu 2-3 hari ke depan. Kembali ke Anda, Imron.
06:33Baik, tadi disampaikan oleh Kepala Satuan Pelaksana Dinas Lingkungan Hidup Kecamatan Kramat Jati,
06:37bahwa berkurangnya armada pengangkut sampah menjadi salah satu penyebab menumpuknya sampah di sana,
06:42namun saat ini proses pengangkutan sampah juga terus dilakukan.
06:45Terima kasih atas laporan Anda, Jurnalis Kompas TV, Medina Andas, dan judul kamera Roy Ilman.
Jadilah yang pertama berkomentar