Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Kasus kekerasan terhadap anak terus berulang, seakan tak pernah benar-benar usai.

Di lingkungan terdekat sekalipun, yang seharusnya menjadi ruang paling aman, anak-anak rentan menjadi korban kekerasan.

Baru-baru ini, seorang balita di Surabaya, Jawa Timur, disiksa oleh paman dan bibi yang mengasuhnya.

Hampir setiap hari, tubuh mungil balita ini menjadi sasaran pelampiasan emosi tak terkendali dari orang-orang yang seharusnya melindungi.

Menurut tetangga, korban tinggal bersama paman dan bibinya sejak 4 bulan lalu.

Warga sering mendengar suara benturan dan tangisan korban pada malam hari.

Balita korban kekerasan itu merupakan anak dari keluarga yang tak lagi utuh. Ayah dan ibunya bercerai, sehingga ia dititipkan kepada paman dan bibinya.

Polisi telah menetapkan paman dan bibi korban sebagai tersangka dan menahan keduanya di Polrestabes Surabaya. Motif penganiayaan hingga kini masih didalami.

Kekerasan pada anak juga terjadi di sebuah rumah kontrakan di Subang, Jawa Barat, pada 13 Februari lalu. Gara-gara cekcok dengan suami, seorang ibu tega membekap anak kandungnya menggunakan bantal hingga tewas.

Pelaku mengaku tak berniat menghilangkan nyawa sang anak. Ia hanya berniat meredam tangisan anaknya dan tak menyangka bekapannya berujung maut.

Setiap anak seharusnya tumbuh dalam pelukan kasih sayang dan ruang aman. Namun, kasus demi kasus kekerasan yang terus terjadi menunjukkan semakin sempitnya ruang aman bagi anak-anak di Indonesia.

Berbagai kebijakan dan aturan perundang-undangan pun belum benar-benar mampu menekan praktik kekerasan pada anak. Kondisi ini menjadi alarm bagi seluruh pihak, termasuk pemerintah, untuk memberi perlindungan lebih serius kepada anak-anak.

Baca Juga Razia Jelang Ramadan, Jukir Liar dan Preman Lari Kocar-Kacir saat Didatangi Polisi| BU di https://www.kompas.tv/regional/651540/razia-jelang-ramadan-jukir-liar-dan-preman-lari-kocar-kacir-saat-didatangi-polisi-bu

#kekerasananak #penganiayaan #perlindungananak #kriminal

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/651543/maraknya-kasus-kekerasan-anak-jadi-peringatan-serius-bagi-pemerintah-dan-masyarakat-bu
Transkrip
00:01Intro
00:02Anda kembali di berita utama bersama saya Asri Gunawan
00:06Kasus kekerasan terhadap anak terus berulang seakan tak pernah benar-benar usai
00:12Di lingkungan terdekat sekalipun yang seharusnya menjadi ruang paling aman
00:17Anak-anak rentan jadi korban kekerasan
00:20Kekerasan fisik, sikis, penelantaran hingga kekerasan seksual
00:27Mereka tak hanya menahan perihnya luka di tubuh
00:30Tetapi juga memikul beban trawa yang bisa menghantui seumur hidup
00:35Baru-baru ini saudara, seorang balita di Surabaya Jawa Timur disiksa oleh paman dan bibi yang mengasuhnya
00:42Hampir setiap hari tubuh mungil sang balita menjadi sasaran pelampiasan emosi tak terkendali
00:48Dari orang-orang yang seharusnya melindungi
00:58Peristiwa pilu itu terungkap pada Senin 9 Februari 2026
01:03Tangisan seorang balita pecah di sebuah kamar indekos yang terkunci di Surabaya Jawa Tibur
01:09Dari balik tembok, ia memanggil-manggil tetangga di samping kamarnya
01:13Sang tetangga mendengar suara kecil itu memanggilnya berkali-kali
01:18Dari sinilah aksi keji paman dan bibi balita tersebut terbongkar
01:28Dari balik pintu kamar indekos, tetangga menanyakan apa yang terjadi kepada korban
01:34Anak musia 4 tahun itu mengaku kelaparan karena ditinggal bekerja oleh paman dan bibinya
01:41Pintu kamar indekos sengaja dikunci oleh kedua pelaku
01:44Sang anak pun memohon dibukakan pintu
01:49Mengetahui ada anak terkurung di kamar, tetangga minta bantuan pengurus RT dan warga setempat
01:55Untuk menolong anak tersebut
01:57Mereka membongkar kawateralis jendela demi mengevakuasi sang anak
02:01Saat diselamatkan, kondisi fisik korban sangat memprihatin kak
02:06Ada luka-luka di wajah dan kepalanya
02:09Menurut tetangga, korban tinggal bersama paman dan bibinya sejak 4 bulan lalu
02:15Tetangga sering mendengar suara benturan dan tangisan korban pada malam hari
02:23Panggil Mama Edek Rama gitu Mama Edek Rama, kira siapa panggil-panggil pas posisi bangun tidur saya
02:30Minta tolong Mama Edek Rama bukain pintu, saya mau keluar saya lapar bilang gitu, posisi pintu dikunci dari luar
02:39Kalau jendela terbuka, cuma jendela ada, itu ada terlalese itu, sama ada kulkasnya di posisi di depannya jendela itu
02:53Terus saya minta tolong ke mbak belakang
02:57Itu baru pertama kali diketahui warga atau sebelumnya sudah pernah?
03:00Saya pernah diketahui warga, cuma dikasih peringatan
03:05Sering berarti ibu ya?
03:07Sering, kalau nangis itu sering dengar saya tengah malam itu nangis
03:11Kadang tengah malam ya ditinggal dikunciin pintu, Tante sama umnya keluar jam 11, jam setengah 12 gitu
03:21Balita korban kekerasan itu adalah anak dari keluarga yang tak lagi utuh
03:27Bapak dan ibunya bercerai, ia dititipkan kepada paman dan bibinya
03:32Alih-alih diasuh dengan kasih sayang, sang anak justru kerap kali mendapat perlakuan kasar dari kedua pelaku
03:43Polisi telah menetapkan paman dan bibi korban sebagai tersangka dan ditahan di Polrestabes, Surabaya
03:51Motif penganiayaan hingga kini masih didalami
03:54Babinkam Timmas Polsek Lakar Santri menyatakan
03:58Usai mendapat laporan warga, pihaknya langsung mendatangi lokasi
04:02Bersama ketua RT, polisi membawa korban untuk divisum
04:07Setelah itu korban dititipkan kepada kakak dari orang tuanya dengan pengawasan polisi
04:12Kasus ini kemudian dilaporkan ke unit pelayanan perempuan dan anak Satres Krimpol Restabes, Surabaya
04:22Kondisi kayak gitu kita masuk ke unit PBA, unit PBA, kita sampai malam disitu sama Pak RT juga
04:30Sama Pak RT setelah Pak RT jadi pelapor karena data si suami itu memang menggunakan data yang lama
04:39Kami dilaporkan bukan yang baru
04:41Nah makanya
04:43Pak RT jadi pelapor
04:46Kalau dua datang, tersangka datang
04:49Setelah itu kita lagi ke PBA, PBA
04:52Sebelumnya kita bawa ke Polde Jatim untuk
04:56Visum
04:57Artinya kepolisian membenarkan ada kejadian ini Pak ya
05:00Ada kekerasan nih Pak ya
05:03Kekerasan pada anak juga terjadi di sebuah rumah kontrakan di Subang, Jawa Barat pada 13 Februari lalu
05:10Gara-gara cekcok dengan suami, seorang ibu tega membekap anak kandungnya menggunakan bantal hingga tewas
05:18Pelaku mengaku tak berniat menghilangkan nyawa sang anak
05:22Ia hanya berniat meredam tangisan anaknya dan tak menyangka bekapannya berujung maut
05:30Namun demikian penyelidikan polisi mengungkap fakta memilukan
05:35Pelaku mengaku kesal kepada suaminya hingga tak sengaja melampiaskan kekesalannya kepada sang anak
05:42Yang menyandang autisme sejak usia 2 tahun
05:46Menurut polisi, konflik rumah tangga sudah sering terjadi antara pasangan suami istri tersebut
05:52Sementara ayah korban mengaku tak menyangka
05:55Karena selama ini istrinya adalah sosok yang sangat menyayangi ketiga anak mereka
06:08Harap jangan menjustice istri saya seperti apa
06:13Yang jelas ma, istri itu sayang, sayang sekali sama anak-anaknya
06:22Mendidik anaknya
06:24Tidak tahu itu tanggal 13 itu tidak tahu seperti apa
06:32Kejadian ini terungkap dengan cara yang tak biasa
06:36Yaitu pelaku menyerahkan diri ke polisi
06:39Pelaku datang ke Polsek Subang sambil menangis dan mengakui telah membunuh anaknya secara tidak sengaja
06:46Meski demikian, polisi masih mendalami motif ibu membekap anaknya dengan bantal hingga tewas
06:55Usai pelaku menyerahkan diri
06:57Polisi melakukan olah TKP dan memeriksa jenazah korban
07:03Dari hasil pemeriksaan tidak ditemukan tanda-tanda bekas kekerasan di tubuh korban
07:08Pelaku saat ini masih menjalani pemeriksaan di unit PPA Satreskrim Polres Subang
07:19Pada saat di Polsek, datanglah seorang perempuan, ibu-ibu
07:24Dia menandakan OJ, kemudian datang ke piket Polsek
07:29Kemudian ada dia esku kecepas, sudah menangis
07:34Dan kita tanyakan piket dan putar saya juga dari situ
07:38Tanya ke Bu, kenapa?
07:40Mesela menyampaikan saya menangis
07:41Pak, saya sudah membunuh anak saya
07:45Kita tidak banyak bicara
07:49Setiap anak seharusnya tumbuh dalam pelukan kasih sayang dan ruang aman
07:54Namun, kasus demi kasus kekerasan yang terus terjadi
07:58Menunjukkan semakin sempitnya ruang aman bagi anak-anak di Indonesia
08:02Berbagai kebijakan dan aturan perundang-undangan pun
08:06Belum benar-benar mampu menekan praktik kekerasan pada anak
08:10Kondisi ini menjadi alarm bagi seluruh pihak, termasuk pemerintah
08:14Untuk memberi perlindungan lebih serius kepada anak-anak
08:18Terima kasih telah menonton!
08:19Terima kasih telah menonton!
Komentar

Dianjurkan