Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Mendagri sekaligus Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatra, Tito Karnavian, melaporkan 29 desa hilang akibat banjir bandang dan longsor yang melanda tiga provinsi di Sumatera November 2025 lalu.

Pemerintah masih mengkaji relokasi bagi warga kampung terdampak.

Tito menjelaskan sebanyak 21 desa hilang di 4 kabupaten kota di Provinsi Aceh.

Sementara di Sumatra Utara, total 8 desa hilang, tersebar di 2 kabupaten.

Tito bilang, pemerintah masih mempertimbangkan opsi membangun kembali desa yang hilang tersebut atau dihilangkan dari sistem administrasi pemerintahan.

Satuan Tugas Pemulihan Pascabencana DPR mendorong pembangunan hunian sementara atau huntara untuk korban bencana Sumatera dapat selesai sebelum Lebaran nanti.

Hal ini menjadi salah satu kesepakatan antara DPR dengan Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Alam Sumatera pemerintah.

Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera, Tito Karnavian mengungkap ada bantuan dari diaspora Aceh untuk korban bencana Sumatera berupa bahan pangan hingga pakaian baru.

Namun bantuan bernilai miliaran rupiah tersebut masih tertahan izin dari pihak Bea Cukai.

Hampir tiga bulan pascabencana banjir dan longsor di Sumatera, masih banyak warga yang tinggal di tenda-tenda pengungsian.

Banyak juga warga yang masih berjuang membersihkan rumah mereka dari sisa lumpur.

DPR mendorong percepatan pemulihan dampak bencana Sumatera bisa selesai sebelum Lebaran. Kita bahas bersama Wakil Ketua DPR RI, Saan Mustopa.

Baca Juga Mendagri Tito Ungkap 29 Desa Hilang Akibat Banjir dan Longsor di Sumatera | SAPA MALAM di https://www.kompas.tv/nasional/651518/mendagri-tito-ungkap-29-desa-hilang-akibat-banjir-dan-longsor-di-sumatera-sapa-malam

#banjirsumatera #aceh #dpr



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/651564/full-dpr-buka-suara-soal-pemulihan-bencana-sumatera-huntara-ditargetkan-rampung-sebelum-lebaran
Transkrip
00:03Intro
00:05Mendagri sekaligus ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca Bencana Sumatera Tito Karnavian
00:12melaporkan 29 desa hilang akibat banjir bandang dan longsor yang melanda 3 provinsi di Sumatera pada November 2025 lalu.
00:20Pemerintah masih mengkaji relokasi bagi warga kampung yang terdampak.
00:26Tito menjelaskan sebanyak 21 desa hilang dan di 4 kabupaten kota di Provinsi Aceh
00:34sementara di Sumatera Utara total ada 8 desa hilang tersebar di 2 kabupaten.
00:40Tito bilang pemerintah masih mempertimbangkan opsi membangun kembali desa yang hilang tersebut
00:46atau dihilangkan dari sistem administrasi pemerintahan.
00:54Jadi ada desa yang hilang 29 karena terbawa longsor atau terkena banjir.
01:00Di Aceh paling banyak yaitu 21 desa gampung yang hilang.
01:05Di Aceh Tamiang, Nagan Raya, Aceh Tengah, dan Gayo Luas.
01:10Sumatera Utara ada 8 desa yang hilang khususnya di Tapsel dan Tapoli Tengah.
01:16Nama-nama desa juga ada di sana.
01:18Dan di Sumatera Barat alhamdulillah tidak ada desa yang hilang.
01:21Ini juga perlu penyelesaian, relokasi, dan juga administrasi pemerintahan desa nantinya.
01:30Karena desa yang hilang itu nanti apa kita akan bangun kembali atau dihilangkan dalam administrasi pemerintahan.
01:39Saudara hampir 3 bulan pasca bencana banjir dan longsor di Sumatera.
01:43Masih banyak warga yang tinggal di tenda-tenda pengungsian.
01:48Banyak juga warga yang masih berjuang membersihkan rumah mereka dari sisa lumpur.
01:53DPR mendorong percepatan pemulihan dampak bencana Sumatera bisa selesai sebelum lebaran.
01:58Kita bahas bersama Wakil Ketua DPR RI yang telah bergabung malam hari ini, Saan Mustafa.
02:03Selamat malam, Kang Saan.
02:07Selamat malam.
02:08Baik.
02:09Meragui.
02:10Baik, Kang Saan.
02:11Tadi sudah rapat ya dengan Mendagri, sedangkan dengan Pak Tito.
02:14Dan Pak Tito menyebut, seperti berita yang tadi saya sampaikan juga,
02:19ada 29 desa yang hilang akibat bencana banjir dan longsor di Sumatera yang lalu ini.
02:22Gimana menurut Kang Saan penanganan terhadap warga di desa yang hilang ini, sejauh ini, Kang Saan?
02:33Ya, tadi kita bahas seharap Satgas Percepatan dan Pasca Bencana dengan Satgas dari pemerintah.
02:56Ya, Kang Saan mohon maaf, suaranya terputus-putus.
03:00Ini kami coba untuk perbaiki sambungan komunikasi dengan Kang Saan.
03:06Terputus-putus dan cenderung hilang tadi.
03:08Dan seperti informasi yang disampaikan tadi bahwa hari ini sebenarnya DPR memang sudah,
03:15pimpinan DPR ya, sudah bertemu ataupun sudah menerima laporan dari Menteri Dalam Negeri
03:23yang juga secara khusus mengetuai Satgas Bencana di Sumatera,
03:30termasuk pemulihan bencana di Sumatera yang terjadi pada November tahun lalu.
03:37Dan sejauh ini disebutkan ada 29 desa yang hilang di Sumatera,
03:44mulai dari Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara.
03:47Satuan Tugas Pemulihan Pasca Bencana DPR ini juga mendorong pembangunan hunian sementara
03:53atau huntara untuk korban bencana Sumatera.
03:56Dapat selesai sebelum lembaran nanti.
03:59Dan hal ini menjadi salah satu kesepakatan antara DPR
04:02dengan Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca Bencana Alam Sumatera Pemerintah.
04:10Satuan Tugas Pemulihan Pasca Bencana DPR ini juga mendorong Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca Bencana Alam Sumatera Pemerintah
04:24untuk melanjutkan validasi data rumah rusak yang belum selesai.
04:29Sembilan, Satuan Tugas Pemulihan Pasca Bencana DPR ini juga mendorong Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca Bencana Alam Sumatera
04:43Pemerintah
04:43untuk menargetkan penyelesaian pembangunan hunian sementara, huntara, dan hunian tetap, huntap, di wilayah bencana sebelum Hari Raya Idul Fitri 2026.
05:00Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca Bencana Sumatera Tito Karnavian mengungkap ada bantuan dari Diaspora Aceh
05:09untuk korban bencana Sumatera berupa bahan pangan hingga pakaian baru.
05:13Namun bantuan bernilai miliaran rupiah itu masih tertahan izin dari pihak Beacukai.
05:21Ada minyak goreng 3.000 liter senilai 1 miliar, gula pasir sekitar 50 juta rupiah, air mineral 672 juta rupiah,
05:35halaman 66-nya.
05:36Makanan siap saji ada 5.000 dos, ini 1 miliar.
05:41Yang banyak adalah pakaian baru.
05:44Pakaian baru 3.000 karung 126 miliar.
05:49Al-Quran seginilai 1 miliar.
05:53Ada kloset toilet 4,8 miliar.
05:57Nah ini yang mereka mohon bisa dikirimkan ke pelabuhan di Lok Semawe dari Port Klang.
06:05Barangnya sekarang sudah ada di Port Klang.
06:07Namun kami sudah mengurangi surat kepada Dijian Beacukai, Kementerian Keuangan.
06:14Intinya adalah untuk minyak goreng dan gula pasir ini kita perlu ada surat dari Kementerian Tenis yaitu Menteri Pertanian.
06:26Dari Beacukai mempertanyakan mengenai masalah pakaian baru.
06:31Pakaian baru ini nilainya cukup tinggi.
06:343.000 karung bukan pakaian bekas.
06:37Tapi 166 miliar nanti bisa dicek sama-sama dengan biacukai di Pelabuhan Mekrung, Kekeh, di Lokota Lok Semawe.
06:48Jadi kami mohon dengan segala hormat dari pembinaan IPR untuk menjaga hubungan baik di keluarga.
06:55Ya berdasarkan data terkini hari ini ada pengungsi yang tersisa sebanyak 12.994 jiwa.
07:04Ini di antaranya 12.144 jiwa ada di Provinsi Aceh dan 850 lainnya ada di Provinsi Sumatera Utara.
07:16Sementara untuk Sumatera Barat kabarnya sudah mendekati nol.
07:20Meskipun masih ada warga yang masih mondar-mandir ya dari pengungsian ke rumahnya untuk sekedar membersihkan sisa-sisa ataupun puing
07:30-puing harta benda mereka yang masih bisa diselamatkan dan juga lumpur, material lumpur yang masih berada di rumah mereka dibersihkan
07:39juga.
07:42Ya kita akan sampai kembali Wakil Ketua DPR, Soan Mustafa yang akan juga menjelaskan bahasan yang dibicarakan dengan Mendagri tadi
07:51siang.
07:52Selamat malam, Kang Saan. Sudah bisa mendengar suara saya ya?
07:56Selamat malam.
07:56Oke.
07:58Baik, baik, baik.
07:59Ya bisa dilanjutkan kembali tadi penjelasannya, Kang Saan, bahwa hasil yang sudah didapatkan dari pembicaraan dengan Pak Tito tadi siang
08:07bagaimana?
08:07Ya pertama terkait dengan menghadapi ya bulan Ramadan dan nanti hari raya Idul Fitri, kita tadi sudah sepakat bahwa mereka
08:20yang masih ada di tenda pengungsian yang jumlahnya hampir 12 ribuan lebih ya, terutama di Aceh, itu bisa masuk di
08:31hun yang sementara atau huntara itu sebelum hari raya Idul Fitri.
08:36Jadi mereka sudah bisa masuk ke huntara itu yang kita sepakati secara bersama-sama dan tadi dari Satgas Pemulihan dan
08:51Rekonstruksi Pasca Bencana juga mereka menyanggupi untuk melakukan itu.
08:57Ini yang pertama yang memang menjadi fokus perhatian kita semua.
09:04Dan juga terkait dengan soal bantuan-bantuan yang terkait dengan kehidupan mereka secara langsung.
09:12Jadi itu juga kita meminta untuk segera diselesaikan.
09:19Ya terutama jelang Ramadan ini ya Kang ya?
09:20Ya jelang Ramadan ini kita minta diselesaikan semua dan kementerian sosial tadi ada menteri sosial dan juga dari menteri keuangan,
09:33Satgas sendiri, BNPB, mereka sudah juga.
09:42Ya kembali mengalami kendala komunikasi kami dengan Wakil Ketua DPR RI Saan Mustafa.
09:48Namun tadi dijelaskan oleh Pak Saan, Pak Saan tadi sudah menjelaskan bahwa saat ini huntara terus dikebut dan ditargetkan atau
10:00DPR juga meminta pemerintah bisa menyelesaikan hunian sementara ini untuk para pengungsi.
10:06Jadi itu selambatnya pada lebaran sehingga mereka semua yang berada di Sumatera terutama yang merayakan lebaran gitu ya, yang merayakan
10:16hari raya Idul Fitri ini dapat bisa berkumpul dengan keluarga mereka meskipun di huntara namun huntara ini jauh lebih layak
10:26dibandingkan dengan kondisi di pengungsian yang mereka alami selama ini.
10:30Terutama sekarang juga menghadapi bulan Ramadan tentu saja akan kesulitan untuk beribadah maupun juga untuk berbuka puasa ataupun juga untuk
10:42sahur.
10:43Ini yang harus pertama kali dipercepat gitu ya pemberian bantuannya terutama untuk kebutuhan-kebutuhan mereka di pengungsian untuk beribadah dan
10:53juga berbuka puasa dan melaksanakan sahur.
10:56Kita akan jadah sejenak saudara, kami akan kembali untuk membicarakan hal ini dengan Wakil Ketua DPR Saan Mustafa di Sapa
11:04Indonesia Matam Susat lagi.
11:05Tetap lapis semuanya.
11:13Kita lanjutkan perbincangan dengan Wakil Ketua DPR RI Saan Mustafa.
11:17Tadi Kang Saan sudah mengatakan bahwa kalau untuk huntara ini DPR sudah clear begitu ya, huntara ini harus lebaran selesai
11:24pembangunannya dan semua pengungsi dapat mengungsi atau menempati huntara.
11:30Tapi yang jadi tekanan juga tadi soal kebutuhan hidup para pengungsi yang kini ditinggal di pengungsian di masa Ramadan ini.
11:38Apa yang bisa ditekankan kepada pemerintah?
11:41Kang Saan untuk bisa memenuhi kebutuhan hidup para pengungsi pada bulan Ramadan ini?
11:45Ya, tadi juga sudah disepakati antara DPR dan pemerintah ya terkait dengan soal kebutuhan sehari-hari mereka yang terdampak terutama
11:57yang ada di pengungsian maupun yang di huntara maupun yang ada di punian tetap.
12:06Kebutuhan mereka sehari-hari seperti logistik ya, baik untuk kebutuhan primer mereka dari mulai kebutuhan sembako, peralatan rumah tangga dan
12:20sebagainya dan juga lauk pauk ya dalam bentuk dana tunai.
12:25Tadi juga sudah kita sepakati untuk segera disalurkan.
12:29Bahkan sekarang sudah ada yang juga sudah disalurkan kepada mereka yang terdampak dan mereka yang berhak untuk mendapatkannya.
12:40Jadi itu juga sudah kita bahas dan sudah kita sepakati dan sudah berproses dan terus berproses ya terkait dengan soal
12:49penyaluran bantuan langsungnya kepada masyarakat yang terdampak bencana tersebut.
12:56Jadi itu pun sekali lagi, itu pun sudah kita putuskan secara bersama-sama dan ini sudah berjalan.
13:03Oke.
13:06Termasuk
13:07Ya silahkan Kak.
13:10Ya termasuk yang lain-lain termasuk misalnya terkait dengan soal TKD ya.
13:15transfer ke daerah di tiga provinsi dan seluruh kabupaten kota yang terdampak itu juga untuk tidak ada pemotongan dan itu
13:29disalurkan secara utuh.
13:32Jadi ada sekitar 10 triliun lebih itu juga akan disalurkan paling lambat tanggal 28 Februari ini.
13:39Nah jadi itu sudah sehingga daerah juga sudah bisa melakukan berbagai upaya pemulihan dan pembangunan terhadap daerah yang terkena dampak
13:50bencana.
13:51Ya.
13:52Kuntara ini kan targetnya 16.688 unit ya.
13:56Di Aceh targetnya 14.967 di Sumatera Utara 993 dan sumber 728.
14:02Nah dari perbincangan dengan pemerintah singkat saja Kang ini optimisme pemerintah untuk menyelesaikan ini pada saat lebaran karena memang kebutuhannya
14:11lebaran harus benar-benar sudah rampung untara ini.
14:13Bagaimana optimisme pemerintah yang Anda tangkap?
14:16Pasan.
14:16Kita tahu dari hasil rapat tadi ya pemerintah optimis itu bisa diselesaikan sebelum hari raya Idul Fitri.
14:25Oke.
14:26Karena memang masih menyisakan sekitar 12 ribuan ya.
14:2912 ribuan apa masyarakat yang masih mengungsi ya ada di pengungsian.
14:35Jadi ini sudah menjadi komitmen bersama untuk diselesaikan sesegera mungkin.
14:42Oke.
14:42Baik.
14:43Terima kasih Kang Saan waktunya sudah berbincang bersama kami dan memberikan informasi tadi sudah rapat bersama 8 menteri ya di
14:50DPR untuk mengkoordinasikan juga penyelesaian masalah-masalah pasca bencana yang ada di Sumatera termasuk huntara yang paling krusial dan juga
14:58pemenuhan kebutuhan hidup bagi masyarakat di Sumatera di bulan Ramadan.
15:02Terima kasih Wakil Ketua DPR RI San Mustafa telah berbagi informasi yang disampai Indonesia Malam.
15:07Sampai jumpa lagi Kang.
Komentar

Dianjurkan