Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
ACEH, KOMPAS.TV - Ramadan sudah tiba, namun bagi penyintas bencana banjir di Aceh Tamiang, bulan suci ini harus dilalui dengan kondisi prihatin. Tak kunjung menerima hunian sementara, para penyintas harus menjalani ibadah Ramadan di balik tenda pengungsian.

Pemerintah menyatakan telah menyalurkan 96,44 persen dana tunggu hunian bagi korban terdampak bencana banjir secara serentak di 25 kabupaten/kota terdampak bencana.

Bantuan tunai sebesar Rp600.000 dibagikan selama tiga bulan sebagai kompensasi biaya tempat tinggal sementara bagi warga yang rumahnya hancur atau hilang.

Menteri Keuangan menyatakan pemerintah memiliki cadangan anggaran yang cukup untuk memastikan penanganan bencana di Sumatera tetap berjalan.

Menkeu bilang, tambahan anggaran akan diambil dari pos belanja lain pemerintah.

Di tengah keterbatasan, para penyintas banjir Sumatera tetap menjalani Ramadan dengan asa.

Kita akan berbincang dengan Wan Devi Yanti, warga Desa Sukajadi, penyintas bencana di Aceh Tamiang.

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Baca Juga Penyintas Bencana di Pidie Jaya Aceh Sambut Ramadan dengan Tradisi Meugang | BERUT di https://www.kompas.tv/regional/651552/penyintas-bencana-di-pidie-jaya-aceh-sambut-ramadan-dengan-tradisi-meugang-berut

#bencanaaceh #penyintas #korbanbencana #pengungsian #ramadan

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/651565/full-cerita-penyintas-bencana-di-aceh-tamiang-sambut-ramadan-di-posko-pengungsian-kompas-malam
Transkrip
00:04Ramadhan telah tiba, namun bagi penyintas bencana banjir di Aceh Tamiyang, bulan suci ini harus dilalui dengan kondisi prihatin.
00:12Tak kunjung menerima kunian sementara, para penyintas harus menjalani ibadah Ramadhan di balik tenda pengungsian.
00:37Ramadhan tahun ini terasa jauh berbeda bagi Zuraida, penyintas bencana banjir Sumatra.
00:44Hampir tiga bulan Zuraida bersama suami dan tiga anaknya tinggal di tenda pengungsian di kecamatan Karangbaru Aceh Tamiyang.
00:51Meski dalam kondisi serba terbatas, Ramadhan tetap disambut sukacita.
00:57Zuraida memasak daging sapi bantuan pemerintah.
01:01Sebuah hidangan sederhana untuk menjaga tradisi megang agar suasana Ramadhan tetap hidup.
01:09Biasa tradisi kita yang megang itu, ya gimana nanti?
01:13Megang ada dapat juga dari desa, dari daging.
01:19Nanti diolahnya, dimasaknya kapan?
01:23Nanti karena belum beli bumbu juga kan, belum beli bumbu.
01:29Kondisi serupa juga dialami Hamdhani, warga di desa Sukajah di Aceh Tamiyang.
01:35Meski bersyukur dan tabah tinggal di tenda pengungsian,
01:38namun Hamdhani menanti dana tunggu hunian yang dijanjikan cair sebelum Ramadhan.
01:44Kami ingin kejelasan tentang DTH-nya gitu.
01:49Nah, kalau informasi yang kami dapat dari sana sini,
01:52katakan itu sebelum puasa, sebelum Ramadhan.
01:55Tapi sampai saat ini, kami belum dapat informasi apapun tentang DTH-nya.
02:01Pemerintah menyatakan telah menyeluruhkan 96,44 persen dana tunggu hunian
02:06bagi korban terdampak bencana banjir secara serentak
02:10di 25 kabupaten kota terdampak bencana.
02:13Bantuan tunai sebesar Rp600.000
02:15dibagikan selama 3 bulan
02:18sebagai kompensasi biaya tempat tinggal sementara
02:20bagi warga yang rumahnya hancur atau hilang.
02:25Untuk di Aceh, sudah 94 persen.
02:28Di Sumut, 99 persen.
02:31Dan sumber 97 persen.
02:33Ini khususnya dibuat untuk rumah berat.
02:35Rusak berat atau yang hilang.
02:37Mereka memilih untuk kontrak sewa atau tinggal di rumah keluarganya.
02:42Diberikan dana tunggu hunian Rp600.000 x 3, Rp1,8 juta.
02:47Kemarin, minggu lalu, kita melaksanakan secara serempak
02:52di 25 kabupaten kota.
02:55Menteri Keuangan menyatakan pemerintah memiliki cadangan anggaran yang cukup
02:59untuk memastikan penanganan bencana di Sumatera tetap berjalan.
03:03Menkyu bilang, tambahan anggaran akan diambil dari pos belanja lain pemerintah.
03:08Pos-pos lain itu kok pas apa aja sih?
03:10Dulu kan pas, Anda ingat nggak?
03:12Pada waktu pertama krisis,
03:14saya tanya sama Presiden kan saya rapat di Hambalang,
03:17ada uang nggak?
03:18Ada Pak, sekitar 60 triliun.
03:19Dari mana? Dari anggaran yang ngejelas itu.
03:23Ya itu uang yang dipakai.
03:25Jadi mereka sekarang takut nggak ada uangnya.
03:27Ya ada di situ.
03:28Itu yang disuruhkan aja masih di bawah.
03:30Itu jumlahnya totalnya saya lihat.
03:31Yang jelas, yang penting adalah uangnya ada.
03:35Mereka masih dalam proses.
03:39Di tengah keterbatasan,
03:41para penyintas banjir Sumatera
03:42tetap menjalani Ramadan dengan asa.
03:51Bulan suci Ramadan dijalani penyintas banjir Aceh Tamiang
03:55dengan penuh asa dan ketabahan.
03:58Warga masih bertahan di pengungsian
03:59hingga nantinya menempati hunian bantuan pemerintah.
04:02Kami akan ajak Anda untuk berbincang dengan
04:04Wan Devi Yanti, warga desa Sukajadi,
04:07warga penyintas bencana di Aceh Tamiang.
04:10Assalamualaikum.
04:11Selamat malam, Mbak Devi.
04:14Waalaikumsalam.
04:15Baik, Mbak Devi meski saat ini kondisi Mbak Devi
04:18dan juga warga lainnya
04:19masih berada di tengah keprihatinan
04:21akibat bencana.
04:22Untuk menyambut Ramadan,
04:25ada tidak tradisi yang masih dilakukan Mbak Devi?
04:29Masih ada sampai sekarang.
04:31Walaupun di tengah bencana begini,
04:35kami masih jalankan rutinitas
04:36seperti tahun-tahun sebelumnya.
04:38Alhamdulillah masih bisa menikmati daging
04:42daging yang dapat dari Pak Prabowo.
04:47Kami masak sesuai selera keluarga.
04:53Pengobat rindu dia seperti Ramadan tahun sebelumnya,
04:56tradisi megang, berbagi daging sapi,
04:58makanan, santap bersama ya Bu.
05:01Walaupun situasinya saat ini berada di tenda ya Bu?
05:04Iya.
05:06Kalau untuk kebutuhan keluarga nanti Mbak Devi
05:10untuk makanan,
05:12kemudian juga alat-alat ibadah
05:13selama bulan Ramadan,
05:16bagaimana Mbak Devi?
05:18Kebutuhan untuk ibadah Alhamdulillah ada.
05:23Selama ini kan kami didatangi para donatur
05:29yang datang ke desa kami
05:31yang membagikan Al-Quran,
05:33mukana, sajadah, sarung,
05:38Alhamdulillah ada.
05:40Untuk makanan sahur berbuka
05:43sudah ada Mbak Devi?
05:46Alhamdulillah ada.
05:48Untuk hari ini kami ada dapat rejeki
05:51dari orang bayi
05:54merupakan ada telur, beras, minyak
05:57yang dibagikan melalui
06:00desa.
06:03Mbak Devi, kami juga ingin tahu
06:06di sana kan di tenda pengusian
06:08banyak anak-anak juga
06:10yang ikut menyambut Ramadan.
06:12Bagaimana mereka
06:13untuk tahun ini harus
06:15berpuasa
06:16se-Ramadan di tengah tenda pengusian Mbak Devi?
06:21Cuman tuh tahun ini
06:22warga kami
06:24enggak selamai
06:25tahun sebelumnya.
06:27Biasanya kalau tahun sebelumnya
06:29anak-anak kan rame
06:30pulang dari masjid,
06:32riuh, rame.
06:34Kali ini karena
06:35kami ada tiga lorong.
06:38Lorong tiga
06:39yang dekat jembatan
06:43mereka didapatkan
06:44huntara
06:45di daerah Opa.
06:46Nah, semua.
06:48Karena kan di situ
06:48dibilang situ zona merah.
06:51Jadi enggak ada lagi
06:52ini
06:53orang yang tinggal di situ.
06:56Ada pun beberapa orang.
06:57Karena udah banyak yang dibawa
06:59ke huntara di daerah Opa.
07:01Jadi agak sepi
07:03rumah desanya
07:05selama baru satu hari ini
07:07pokoknya suara anak-anak
07:08enggak terdengar.
07:10Kurang.
07:11Jadi untuk keluarga Mbak Devi
07:14belum mendapatkan
07:15huntara?
07:16Belum terdata
07:17untuk kapan dipindahkan
07:18ke huntara Mbak Devi?
07:21Belum.
07:22Kalau informasi terakhir
07:24soal huntara
07:25kapan didapatnya
07:27dan kapan
07:27Mbak Devi akan dipindahkan?
07:31Sebelum
07:32masuk bulan dua kemarin
07:34kami katanya
07:35mau diandukan huntara.
07:36Cuman
07:37dengan katanya
07:38mau dibuat
07:39huntara
07:40di tanah kami sendiri.
07:4350 meter
07:44dari penjah sungai
07:45bisa dibuat
07:46sendiri.
07:47Jadi kami
07:48udah berateras juga
07:49di halaman kami
07:50tanah yang
07:51kebanjir itu
07:52kami bersihkan
07:53kami ratakan.
07:54Cuman
07:55tunggu-tunggu
07:56kok belum
07:58direalisasikan.
08:00Jadi sementara
08:01sebelum
08:02dibangun
08:03ya kami
08:03buat
08:04kami buat dulu lah
08:05gubuk untuk kami
08:05tidur
08:06sama kami
08:07ada anak
08:08ada suami kan
08:08mungkin satu tenda
08:09kami sama anak-anak
08:10jadi
08:11paksa dibuat
08:12di sebelah lagi
08:13gubuk.
08:15Jadi
08:16sudah sempat
08:17akan
08:17dipindahkan ke huntara
08:19di tanah
08:20milik ibu
08:20milik Mbak Devi
08:21tapi
08:22tidak jadi ya
08:24belum ada
08:24kabar lagi ya.
08:25Jadi bagaimana
08:26kalau untuk
08:27dana tunggu hunian
08:28ada info?
08:31Ada info
08:32cuman
08:32sampai sekarang
08:33kami belum
08:34belum ada
08:37belum mendapatkan
08:38Mbak?
08:39Belum
08:40ada dengan pesan
08:41600 sebulan kan
08:42untuk 3 bulan ke depan
08:44dikasih nanti
08:44sekitar
08:451.800.000
08:48Cuman
08:48kami tunggu-tunggu
08:49katanya
08:49sebelum
08:50puasa nanti
08:51kita sudah
08:52mau dicairkan
08:53mau dibagikan
08:54tapi sampai sekarang
08:55kami belum
08:55sampai sudah
08:56mau masuk
08:57atau sudah masuk
08:58mau puasa
08:59satu hari ini
09:00sudah masuk
09:00terawih
09:00belum ada kabar.
09:02Belum ada kabar
09:03dipindahkan ke huntara
09:04juga belum
09:05Mbak Devi
09:06bagaimana Mbak Devi
09:09menyampaikan
09:09pada keluarga
09:10pada anak
09:11mereka kan berharap
09:12ramadannya nyaman
09:13tapi mereka saat ini
09:15harus ramadhan
09:16di tengah tenda pengusian
09:18menyiapkan
09:19sahur buka
09:20nanti bagaimana Mbak Devi?
09:22ya
09:23menyiapkan ya
09:24ala kadarnya lah Pak
09:26ada yang
09:27yang ada di ini
09:29ada super mie
09:30ada telur
09:32gula
09:33teh
09:33beras
09:34itulah
09:35yang kami
09:36siapkan nanti
09:37itu sahur
09:39anak-anak pernah
09:41nanya enggak
09:41Mbak Devi
09:42kapan pindah
09:44kehunian
09:44ke rumah
09:45yang layak
09:47itu
09:47enggak tinggal di tenda lagi
09:48pernah nanya
09:49anak-anak
09:50nah
09:53bagaimana kita bilang
09:54ya sabarlah
09:56dengarkan
09:56saya kan
09:57kami nanti dapat
09:58kalau enggak di
09:59enggak di
10:00untara yang dibuat
10:02di tanah terbang
10:03ataupun di tanah
10:05di tanah sendiri
10:06aku bilang itu
10:08anak-anaknya semangat
10:09istilahnya
10:09kalau pun
10:10enggak dapat di tanah terbang
10:12di tanah sendiri
10:13kan kami enggak payah jauh-jauh
10:15ke sana
10:15enggak payah pakai
10:16kendaraan
10:17karena kalau
10:19walaupun dapat
10:20diterbang
10:21sekarang kondisi
10:22apa
10:24transportasi yang ada
10:25kami
10:26kurang baik
10:27kereta kami
10:28jadi kami
10:29enggak berani
10:29bawa jalan jauh
10:31Mbak Devi
10:32semoga didengar
10:33apa yang menjadi
10:34keperhatinan Mbak Devi
10:36dan juga keluarga
10:37segera mendapatkan
10:38solusi untuk
10:38pindah ke Huntara
10:39dan tunggu juga
10:41segera cair
10:42tetap tegar
10:43di tengah Ramadan ini
10:44Mbak Devi
10:45terima kasih
10:46Wan Devi Yanti
10:47warga desa Sukajadi
10:49penyintas bencana
Komentar

Dianjurkan