00:04Ramadhan telah tiba, namun bagi penyintas bencana banjir di Aceh Tamiyang, bulan suci ini harus dilalui dengan kondisi prihatin.
00:12Tak kunjung menerima kunian sementara, para penyintas harus menjalani ibadah Ramadhan di balik tenda pengungsian.
00:37Ramadhan tahun ini terasa jauh berbeda bagi Zuraida, penyintas bencana banjir Sumatra.
00:44Hampir tiga bulan Zuraida bersama suami dan tiga anaknya tinggal di tenda pengungsian di kecamatan Karangbaru Aceh Tamiyang.
00:51Meski dalam kondisi serba terbatas, Ramadhan tetap disambut sukacita.
00:57Zuraida memasak daging sapi bantuan pemerintah.
01:01Sebuah hidangan sederhana untuk menjaga tradisi megang agar suasana Ramadhan tetap hidup.
01:09Biasa tradisi kita yang megang itu, ya gimana nanti?
01:13Megang ada dapat juga dari desa, dari daging.
01:19Nanti diolahnya, dimasaknya kapan?
01:23Nanti karena belum beli bumbu juga kan, belum beli bumbu.
01:29Kondisi serupa juga dialami Hamdhani, warga di desa Sukajah di Aceh Tamiyang.
01:35Meski bersyukur dan tabah tinggal di tenda pengungsian,
01:38namun Hamdhani menanti dana tunggu hunian yang dijanjikan cair sebelum Ramadhan.
01:44Kami ingin kejelasan tentang DTH-nya gitu.
01:49Nah, kalau informasi yang kami dapat dari sana sini,
01:52katakan itu sebelum puasa, sebelum Ramadhan.
01:55Tapi sampai saat ini, kami belum dapat informasi apapun tentang DTH-nya.
02:01Pemerintah menyatakan telah menyeluruhkan 96,44 persen dana tunggu hunian
02:06bagi korban terdampak bencana banjir secara serentak
02:10di 25 kabupaten kota terdampak bencana.
02:13Bantuan tunai sebesar Rp600.000
02:15dibagikan selama 3 bulan
02:18sebagai kompensasi biaya tempat tinggal sementara
02:20bagi warga yang rumahnya hancur atau hilang.
02:25Untuk di Aceh, sudah 94 persen.
02:28Di Sumut, 99 persen.
02:31Dan sumber 97 persen.
02:33Ini khususnya dibuat untuk rumah berat.
02:35Rusak berat atau yang hilang.
02:37Mereka memilih untuk kontrak sewa atau tinggal di rumah keluarganya.
02:42Diberikan dana tunggu hunian Rp600.000 x 3, Rp1,8 juta.
02:47Kemarin, minggu lalu, kita melaksanakan secara serempak
02:52di 25 kabupaten kota.
02:55Menteri Keuangan menyatakan pemerintah memiliki cadangan anggaran yang cukup
02:59untuk memastikan penanganan bencana di Sumatera tetap berjalan.
03:03Menkyu bilang, tambahan anggaran akan diambil dari pos belanja lain pemerintah.
03:08Pos-pos lain itu kok pas apa aja sih?
03:10Dulu kan pas, Anda ingat nggak?
03:12Pada waktu pertama krisis,
03:14saya tanya sama Presiden kan saya rapat di Hambalang,
03:17ada uang nggak?
03:18Ada Pak, sekitar 60 triliun.
03:19Dari mana? Dari anggaran yang ngejelas itu.
03:23Ya itu uang yang dipakai.
03:25Jadi mereka sekarang takut nggak ada uangnya.
03:27Ya ada di situ.
03:28Itu yang disuruhkan aja masih di bawah.
03:30Itu jumlahnya totalnya saya lihat.
03:31Yang jelas, yang penting adalah uangnya ada.
03:35Mereka masih dalam proses.
03:39Di tengah keterbatasan,
03:41para penyintas banjir Sumatera
03:42tetap menjalani Ramadan dengan asa.
03:51Bulan suci Ramadan dijalani penyintas banjir Aceh Tamiang
03:55dengan penuh asa dan ketabahan.
03:58Warga masih bertahan di pengungsian
03:59hingga nantinya menempati hunian bantuan pemerintah.
04:02Kami akan ajak Anda untuk berbincang dengan
04:04Wan Devi Yanti, warga desa Sukajadi,
04:07warga penyintas bencana di Aceh Tamiang.
04:10Assalamualaikum.
04:11Selamat malam, Mbak Devi.
04:14Waalaikumsalam.
04:15Baik, Mbak Devi meski saat ini kondisi Mbak Devi
04:18dan juga warga lainnya
04:19masih berada di tengah keprihatinan
04:21akibat bencana.
04:22Untuk menyambut Ramadan,
04:25ada tidak tradisi yang masih dilakukan Mbak Devi?
04:29Masih ada sampai sekarang.
04:31Walaupun di tengah bencana begini,
04:35kami masih jalankan rutinitas
04:36seperti tahun-tahun sebelumnya.
04:38Alhamdulillah masih bisa menikmati daging
04:42daging yang dapat dari Pak Prabowo.
04:47Kami masak sesuai selera keluarga.
04:53Pengobat rindu dia seperti Ramadan tahun sebelumnya,
04:56tradisi megang, berbagi daging sapi,
04:58makanan, santap bersama ya Bu.
05:01Walaupun situasinya saat ini berada di tenda ya Bu?
05:04Iya.
05:06Kalau untuk kebutuhan keluarga nanti Mbak Devi
05:10untuk makanan,
05:12kemudian juga alat-alat ibadah
05:13selama bulan Ramadan,
05:16bagaimana Mbak Devi?
05:18Kebutuhan untuk ibadah Alhamdulillah ada.
05:23Selama ini kan kami didatangi para donatur
05:29yang datang ke desa kami
05:31yang membagikan Al-Quran,
05:33mukana, sajadah, sarung,
05:38Alhamdulillah ada.
05:40Untuk makanan sahur berbuka
05:43sudah ada Mbak Devi?
05:46Alhamdulillah ada.
05:48Untuk hari ini kami ada dapat rejeki
05:51dari orang bayi
05:54merupakan ada telur, beras, minyak
05:57yang dibagikan melalui
06:00desa.
06:03Mbak Devi, kami juga ingin tahu
06:06di sana kan di tenda pengusian
06:08banyak anak-anak juga
06:10yang ikut menyambut Ramadan.
06:12Bagaimana mereka
06:13untuk tahun ini harus
06:15berpuasa
06:16se-Ramadan di tengah tenda pengusian Mbak Devi?
06:21Cuman tuh tahun ini
06:22warga kami
06:24enggak selamai
06:25tahun sebelumnya.
06:27Biasanya kalau tahun sebelumnya
06:29anak-anak kan rame
06:30pulang dari masjid,
06:32riuh, rame.
06:34Kali ini karena
06:35kami ada tiga lorong.
06:38Lorong tiga
06:39yang dekat jembatan
06:43mereka didapatkan
06:44huntara
06:45di daerah Opa.
06:46Nah, semua.
06:48Karena kan di situ
06:48dibilang situ zona merah.
06:51Jadi enggak ada lagi
06:52ini
06:53orang yang tinggal di situ.
06:56Ada pun beberapa orang.
06:57Karena udah banyak yang dibawa
06:59ke huntara di daerah Opa.
07:01Jadi agak sepi
07:03rumah desanya
07:05selama baru satu hari ini
07:07pokoknya suara anak-anak
07:08enggak terdengar.
07:10Kurang.
07:11Jadi untuk keluarga Mbak Devi
07:14belum mendapatkan
07:15huntara?
07:16Belum terdata
07:17untuk kapan dipindahkan
07:18ke huntara Mbak Devi?
07:21Belum.
07:22Kalau informasi terakhir
07:24soal huntara
07:25kapan didapatnya
07:27dan kapan
07:27Mbak Devi akan dipindahkan?
07:31Sebelum
07:32masuk bulan dua kemarin
07:34kami katanya
07:35mau diandukan huntara.
07:36Cuman
07:37dengan katanya
07:38mau dibuat
07:39huntara
07:40di tanah kami sendiri.
07:4350 meter
07:44dari penjah sungai
07:45bisa dibuat
07:46sendiri.
07:47Jadi kami
07:48udah berateras juga
07:49di halaman kami
07:50tanah yang
07:51kebanjir itu
07:52kami bersihkan
07:53kami ratakan.
07:54Cuman
07:55tunggu-tunggu
07:56kok belum
07:58direalisasikan.
08:00Jadi sementara
08:01sebelum
08:02dibangun
08:03ya kami
08:03buat
08:04kami buat dulu lah
08:05gubuk untuk kami
08:05tidur
08:06sama kami
08:07ada anak
08:08ada suami kan
08:08mungkin satu tenda
08:09kami sama anak-anak
08:10jadi
08:11paksa dibuat
08:12di sebelah lagi
08:13gubuk.
08:15Jadi
08:16sudah sempat
08:17akan
08:17dipindahkan ke huntara
08:19di tanah
08:20milik ibu
08:20milik Mbak Devi
08:21tapi
08:22tidak jadi ya
08:24belum ada
08:24kabar lagi ya.
08:25Jadi bagaimana
08:26kalau untuk
08:27dana tunggu hunian
08:28ada info?
08:31Ada info
08:32cuman
08:32sampai sekarang
08:33kami belum
08:34belum ada
08:37belum mendapatkan
08:38Mbak?
08:39Belum
08:40ada dengan pesan
08:41600 sebulan kan
08:42untuk 3 bulan ke depan
08:44dikasih nanti
08:44sekitar
08:451.800.000
08:48Cuman
08:48kami tunggu-tunggu
08:49katanya
08:49sebelum
08:50puasa nanti
08:51kita sudah
08:52mau dicairkan
08:53mau dibagikan
08:54tapi sampai sekarang
08:55kami belum
08:55sampai sudah
08:56mau masuk
08:57atau sudah masuk
08:58mau puasa
08:59satu hari ini
09:00sudah masuk
09:00terawih
09:00belum ada kabar.
09:02Belum ada kabar
09:03dipindahkan ke huntara
09:04juga belum
09:05Mbak Devi
09:06bagaimana Mbak Devi
09:09menyampaikan
09:09pada keluarga
09:10pada anak
09:11mereka kan berharap
09:12ramadannya nyaman
09:13tapi mereka saat ini
09:15harus ramadhan
09:16di tengah tenda pengusian
09:18menyiapkan
09:19sahur buka
09:20nanti bagaimana Mbak Devi?
09:22ya
09:23menyiapkan ya
09:24ala kadarnya lah Pak
09:26ada yang
09:27yang ada di ini
09:29ada super mie
09:30ada telur
09:32gula
09:33teh
09:33beras
09:34itulah
09:35yang kami
09:36siapkan nanti
09:37itu sahur
09:39anak-anak pernah
09:41nanya enggak
09:41Mbak Devi
09:42kapan pindah
09:44kehunian
09:44ke rumah
09:45yang layak
09:47itu
09:47enggak tinggal di tenda lagi
09:48pernah nanya
09:49anak-anak
09:50nah
09:53bagaimana kita bilang
09:54ya sabarlah
09:56dengarkan
09:56saya kan
09:57kami nanti dapat
09:58kalau enggak di
09:59enggak di
10:00untara yang dibuat
10:02di tanah terbang
10:03ataupun di tanah
10:05di tanah sendiri
10:06aku bilang itu
10:08anak-anaknya semangat
10:09istilahnya
10:09kalau pun
10:10enggak dapat di tanah terbang
10:12di tanah sendiri
10:13kan kami enggak payah jauh-jauh
10:15ke sana
10:15enggak payah pakai
10:16kendaraan
10:17karena kalau
10:19walaupun dapat
10:20diterbang
10:21sekarang kondisi
10:22apa
10:24transportasi yang ada
10:25kami
10:26kurang baik
10:27kereta kami
10:28jadi kami
10:29enggak berani
10:29bawa jalan jauh
10:31Mbak Devi
10:32semoga didengar
10:33apa yang menjadi
10:34keperhatinan Mbak Devi
10:36dan juga keluarga
10:37segera mendapatkan
10:38solusi untuk
10:38pindah ke Huntara
10:39dan tunggu juga
10:41segera cair
10:42tetap tegar
10:43di tengah Ramadan ini
10:44Mbak Devi
10:45terima kasih
10:46Wan Devi Yanti
10:47warga desa Sukajadi
10:49penyintas bencana
Komentar