Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis bicara soal dibekukannya dari Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA) hingga pelaporan Ahmad Khozinuddin dan Roy Suryo terkait dugaan pencemaran nama baik.

Hal ini disampaikan saat keduanya mendatangi Polda Metro Jaya pada Rabu (18/2/2026).

Dalam kesempatan itu, Eggi juga menyinggung soal konten Pandji Pragiwaksono di Mens Rea. Eggi meminta agar Pandji meminta maaf.

Eggi juga memberi pesan kepada Presiden Prabowo terkait Palestina. Eggi meminta Prabowo agar tidak bergabung dengan Presiden AS Donald Trump.

Video Editor: Joshua

Produser: Theo Reza

#eggisudjana #ijazahjokowi #breakingnews

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/651537/full-eggi-damai-bicara-kisruh-tpua-hingga-pelaporan-roy-khozinuddin-singgung-habib-rizieq
Transkrip
00:00Besok, mungkin hari ini juga sudah ada yang melaksanakan Ramadan, saya insya Allah pilih besok.
00:07Oleh karena itu, dari segala sisi tidak ada alasan lain, kecuali kita sebelum Ramadan, bagusnya, mohon maaf lahir batin.
00:28Yang penting adalah karena menyangkut kisruh TPUA, kan harus selesai.
00:37Dan juga jangan ada kesan kita dipecat habibriji atau apa itu penyesatan, nggak sesuai dengan sebenarnya.
00:44Yang sebenarnya adalah sebagai berikut, bahwa pada hari Ahad tanggal 15 Februari 2025, kami Prof. Dr. Egi Sujana dan DHL
00:58dipanggil oleh Habib Rizik ke Petamburan 3 dan jumpa dengan beliau sebelum maghrib sampai melampaui maghrib, tentunya dengan sholat dulu.
01:12Persoalannya ada dua. Yang pertama, mengenai kemelut yang terjadi di tubuh TPUA.
01:20Yang kedua, selaku pendiri dan pembina TPUA, maksudnya Habib Rizik, itu sementara waktu kepengurusan TPUA dibekukan.
01:37Oleh Habib Rizik, ditarik mandatnya, istilahnya, dan saya dengan ikhlas bersama DHL menyerahkan.
01:44Karena DHL adalah sekjen dari saya.
01:50Selanjutnya, Dewan Pembina menyarankan kepada saya, apakah saya akan terus mau berjuang dalam konteks bela Islam, silahkan pilih.
02:01Api, aliansi pengacara Islam, atau Korlabi, Komando Perlaporan Bela Islam, yang dipimpin oleh DHL.
02:19Dalam pilihan itu dari Habib, saya milih di Korlabi.
02:25Insya Allah, nanti Korlabi akan buat statement sendiri.
02:29Tapi, poin pentingnya adalah,
02:33artinya, saya masih dalam koridor untuk dianggap berjuang untuk tegaknya agama Allah.
02:39Dalam versi Habib Rizik.
02:42Kalau ada yang menyebut saya pengkhianat, dan lain sebagainya,
02:45ya itu kurang ilmu saja.
02:48Menjelang Ramadan ini, ya kita maafkan aja.
02:53Yang kedua,
02:56dalam konteks kita ini,
02:59melaporkan Ahmad Konsi Znuddin,
03:01dan yang namanya Roy Suryo,
03:06menurut keterangan dari Habib Rizik,
03:09itu urusan pribadi saya,
03:11dan DHL.
03:13Tidak ada urusan dengan Habib Rizik.
03:16Karena Habib Rizik tidak mau ikut campur urusan itu.
03:19Karena itu persoalan hukum antara saya dengan Ahmad Konsi Znuddin dan Roy Suryo.
03:26Nah, karena diberi peluang seperti itu,
03:30saya tetap berpandangan kepada pelaporan polisi saya.
03:35Karena menyangkut bukan soal ijazah ini.
03:39Ini menyangkut subversi konstitusi.
03:44Dengan omongan Ahmad Konsi Znuddin mengatakan,
03:49bahwa SP3 Egi Sudjana produk solo,
03:52jadi tidak sah.
03:53pertanyaan seriusnya,
03:56SP3 itu kan produk undang-undang,
04:00usernya polisi,
04:02polri.
04:03Tentu tidak mungkin produk solo.
04:06Itu adalah produk presiden dan DPR Republik Indonesia.
04:12ada di sini adalah subversif konstitusinya.
04:15Telah menista undang-undang dasar 45.
04:18Dengan sangat seenak jidatnya saja.
04:21Sok-sok jago,
04:22sok-sok merasa benar,
04:24bahwa saya produk solo,
04:26dan karenanya harus dibatalkan.
04:29Apa haknya dia?
04:30Itu yang pertama.
04:33Yang kedua,
04:34lebih parah lagi.
04:36Jokowi Dodo telah membeli pejuang menjadi penjilat,
04:40atau apa namanya itu?
04:44Pengkhianat.
04:45Telah membeli.
04:47Ada diksi kata membeli.
04:50Menurut hukum,
04:51berapa jual-beli ini?
04:53Transaksinya di mana?
04:54Berapa besar saya dibeli?
04:57Kalau dia tidak menjelaskan dengan jelas,
05:00maka itu namanya fitnah.
05:03Dan pencemaran nama baik.
05:05Harus rela dong,
05:07diadili.
05:08Jangan gak rela,
05:10jangan pakai jelasin maksudnya.
05:12Maksudnya,
05:13hukum tidak ada maksudnya.
05:15Hukum itu exactly,
05:17apa yang tertulis.
05:18Dan hukum adalah produk dari moral bangsa kita.
05:22Karena membuat hukum,
05:25ada tujuannya.
05:27Satu,
05:29kepastian hukum.
05:30Dua,
05:32manfaat hukum.
05:33Tiga,
05:34tujuan hukum,
05:36keadilan.
05:38Jangan main-main dengan masalah hukum.
05:40Jangan pakai maksudnya.
05:42Maksudnya apa?
05:43Kenapa gak dijelasin?
05:44Maksudnya waktu itu.
05:46Ditambah lagi di timpeya masih,
05:48Roy Syurya datang dua tuyul,
05:52menemui jin iprit.
05:54Jadi dua tuyul itu saya sama dia.
05:57Jin iprit ya,
05:58Jokowi.
05:59Roy,
06:00lo jangan ngeles-ngeles maksudnya.
06:01Maksudnya lo.
06:02Pakai satir-satir.
06:03Lo lagi ribut membuah.
06:05Jadi lo jelaskan lah.
06:07Aku tidak mau ribut antar begini.
06:10Apalagi teman.
06:11Bukan teman yang dulu anak buah kita itu.
06:14Si Ahmad Kuzinudin.
06:15Dia dulu yang keluar dari TPU.
06:18Bikin sendiri.
06:19Di framing-framing,
06:20gue meninggalkan perjuangan.
06:22Siapa yang meninggalkan perjuangan?
06:23Nah,
06:24poin pentingnya,
06:25dengan segala hormat,
06:27jelang Ramadan ini,
06:28saya tidak mau terbawa emosional saya.
06:32Jadi,
06:33secara umum,
06:35perilaku mereka,
06:36walaupun mereka tidak pernah minta maaf
06:39dan merasa belagu,
06:41sudahlah.
06:41Saya pakai moral Islam,
06:43saya maafkan mereka.
06:45Ya tak?
06:46Tapi hukum jalan terus.
06:47Kan si Koji Dunia juga begitu.
06:49Maaf itu cuma,
06:50apa,
06:52pengurangan saja.
06:53tapi substansinya harus jalan terus.
06:55Kalau jalan terus,
06:56kau buktikanlah.
06:57Kau jagoan,
06:58kau bisa hebat,
06:59pengacara terkenal,
07:01lawanlah laporan saya ini.
07:04Dan pihak polisi,
07:05saya tidak ingin
07:06ada ditunda-tunda.
07:08Kalau memang cukup bukti hukum,
07:11lakukan.
07:12Jadi,
07:14everybody jangan salah paham
07:16kalau terjadi penahanan
07:18dan lain sebagainya kepada mereka itu
07:20bukan soal ijazah,
07:21ini salah satunya,
07:22soal saya.
07:24Kenapa dia belagu?
07:26Sok tahu.
07:28Padahal kalau dia minta maaf,
07:29udah saya maafkan.
07:30Tapi dia nggak pernah minta maaf.
07:32Saya kira gitu.
07:33Selanjutnya DHL.
08:02Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
08:04Saya menghormati beliau.
08:05Sehingga saya majukan TPWA.
08:06Karena saya juga sempat sekjen.
08:09Nah, kebetulan ini,
08:10karena ada presidio tadi,
08:11yang disampaikan oleh Bang Egi,
08:13karena saya sampaikan
08:15keterkaitannya kepada Korlabi saat ini.
08:46Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
08:47Oleh sebab yang disampaikan oleh Bang Egi tadi,
08:49ada kekeseruan,
08:50ada kekacauan,
08:51yang tidak bisa dibina lagi.
08:54Sehingga,
08:56ketua pembina dan pendiri,
09:00imam besar umat Islam di negeri ini,
09:04ALC,
09:06Dr. HRS,
09:07Habib Rizik Sihab,
09:08MA,
09:09PHD,
09:10oleh karena suatu hal yang bisa merupakan umat Islam,
09:13dan perjuangan di negeri ini,
09:15sehingga TPWA dibekukan untuk sementara,
09:18tanpa watas waktu yang ditentukan.
09:20Untuk itu,
09:21kami sekali lagi,
09:23atas nama pengurus Korlabi,
09:24Komando Koordinator Pelaporan Bela Islam,
09:26berterima kasih kepada
09:27badan pembina utama,
09:30ALC,
09:30Dr. HRS,
09:31MA,
09:32PHD,
09:33telah menerima BES,
09:34menjadi salah seorang
09:36pembina di tubuh Korlabi,
09:38yang mana cukup kami tembuskan,
09:41melalui
09:42tangan kanan beliau.
09:46Semoga Korlabi semakin bermanfaat,
09:48dan bermartabat bagi umat Islam,
09:50dari sisi perjuangan membela agama,
09:52dan tentu saja,
09:53tetap melekat filosofi Pancasila,
09:55yang dalam makna agama,
09:57apapun tidak boleh dihinakan,
09:59atau dinistakan di negeri yang tercinta ini.
10:02Demikian,
10:03dengan tanda bergabungnya BES adalah,
10:06dengan tanda,
10:07kode,
10:08selaku ketua umum Korlabi,
10:10dan saya Jian Arpit,
10:11yang benar-benar ada di luar negeri,
10:14berjabat dengan beliau.
10:16Salam hormat kami kepada segenap bangsa ini,
10:18wabillahi taufik,
10:19walilayah,
10:20wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
10:26Sekarang saya berfungsi sebagai pembina Korlabi,
10:31jadi tolong ya,
10:31TPUA tamat,
10:34TPUA jangan saya kesihusikung,
10:36saya bukan lagi ketua TPUA,
10:38mandat sudah diberikan kepada Habib Rizik,
10:41Alhamdulillah,
10:43tugas sudah saya laksanakan,
10:45amanah beliau saya laksanakan,
10:46tidak ada kata minta maaf kepada Jokowi,
10:50dan tidak dipublikasi.
10:52Kalau publikasi yang ada ya dari mereka,
10:54saya tidak.
10:56Sekarang sebagai Korlabi,
10:58saya meminta tadi ke Mabes,
11:01untuk satu bulan lalu,
11:04Pak DHL sebagai ketua Korlabi,
11:07melaporkan si Panji,
11:08komikus apa-apa namanya.
11:11Dengan hormat,
11:14kita,
11:15Saudara Panji,
11:16Sudahlah,
11:17kita ini sama-sama umat Islam,
11:20kenapa Anda begitu terkesan,
11:24umat Islam kok di enyek-enyek kayak begitu.
11:27Kan ngatur shab sholat kan bukan untuk di pesawat,
11:31kok diputer-puter,
11:32janganlah.
11:33Jadi saya ingatkan masih nasihat,
11:36kok datanglah,
11:37polisi minta maaf buat umat,
11:39kalau enggak,
11:40kami akan tekan terus,
11:42karena ini hak hukum kami,
11:43sebagai umat,
11:45enggak senang,
11:46ajaran Islam diganggu-ganggu,
11:48yang non-muslim,
11:49jangan ikut-ikut,
11:51Anda pikir nanti agama kalian,
11:53kalau agama kalian dihina,
11:54mau gak?
11:55Gitu, ya.
11:57Kalau patas tertentu,
11:58kami tentukan nanti,
11:59enggak juga ada,
12:00saya serbu si Panji itu di mana,
12:02saya cari,
12:03demi Allah,
12:05ya,
12:05enggak ada takut yang kita masih apa-apa.
12:07Sebelum itu terjadi,
12:09Panji,
12:10tolong,
12:10minta maaf kepada umat Islam,
12:12ya,
12:13di depan polisi.
12:14Saya kira itu saja,
12:16poin pentingnya,
12:17dan yang lainnya,
12:19saya ini pakai Palestina,
12:21saya support Palestina,
12:23saya nasihati Prabowo,
12:25masukan politidak,
12:27Pak Prabowo yang saya hormati,
12:28saya kenal beliau sudah lama,
12:30sejak komandan Kopassus,
12:32nasihat saya adalah,
12:34janganlah gabung sama Donald Trump,
12:37karena dia itu penjajah luar biasa,
12:41negara orang aja,
12:42presidennya mencomot aja.
12:44Jangan.
12:45Ini sejak tahun 1948 ini,
12:47Palestina ini.
12:49Kasian umat Islam dibantai di sana.
12:51Harusnya kepada
12:54ayat Quran Al-Hujarat,
12:56ayat 9,
12:56kalau ada yang bertiga itu,
12:58didamaikan.
13:00Kalau salah satu tidak mau damai,
13:02seperti Israel,
13:03mesti diserbu itu Israel itu.
13:05Bukan diterima jadi to stay.
13:07Ya, tapi ini kan cuma harapan,
13:09sebagai warga negara.
13:10Jadi saya sudah sampaikan,
13:11pesan moral ini,
13:13dengan hormat,
13:14mudah-mudahan Prabowo,
13:15diberi hidayah oleh Allah,
13:17berani lawan Donald Trump,
13:18berani bela Palestina,
13:20all out,
13:21jangan tanggung-tanggung.
13:22Ingat dulu Palestina,
13:23yang pertama,
13:24mengakui kemerdekaan kita.
13:26Jadi saya kira begitu,
13:28jadi gak usah lah demo-demo,
13:30gak ada gunanya.
13:31Kalau mau,
13:32kirim Kopassus,
13:33kirim tentara khusus,
13:34ke Palestina.
13:36Bertarunglah di situ.
13:38Kalian tentara Allah,
13:39pasti dibenarkan oleh Allah.
13:41Mereka tidak pakai tentara,
13:43yang ada-ada yang bantu.
13:45Sedunia yang ada yang bantu,
13:46kecuali Iran dan Yemen saja.
13:49Itu pun gak baru-baru ini.
13:51Mesti tetap bertahan itu Palestina.
13:53Karena Allah yang melindunginya.
13:55Apalagi kalau Indonesia turun.
13:57Kalau Pak Pobrat,
13:59kami bisa buka milisi.
14:01Milisi.
14:02Saya buka pendaftaran jihad ke Palestina.
14:05Siapa yang mau,
14:06mari bergabung.
14:08Saya kira begitu.
14:09Jangan terus kita banyak omdo aja di medsos-medsos,
14:13ngomong apa kok,
14:14ngerti gak,
14:15ya.
14:16Tapi seder.
14:17Umur Ramadan,
14:18kita banyak ibadah besok.
14:20Syukur-syukur para bawah dapat di daya.
14:22Tapi ingat Pak Prabowo,
14:24kita ini non-block.
14:25Non-block.
14:27Ya.
14:27Jamannya dari mulai Soekarno.
14:29Jangan nge-block-nge-block,
14:30malah bantu-bantu si Donald Trump.
14:32Ya.
14:34Saya protes.
14:35Saya bisa kerahkan milisi.
14:37Kalau diizinkan,
14:39izin Allah,
14:39dan juga Presiden Prabowo.
14:41Tapi kalau Prabowo tidak izinkan,
14:43ya tidak bisa dong.
14:44Kita tahu diri,
14:45kita tinggal di mana, gitu.
14:47Saya kira ada pertanyaan.
14:49Sudah sedikit,
14:49sedikit, Bang.
14:50Ya, sudah sedikit dulu ya.
14:51Mengenai pelaporan Pak Ji itu sudah sebulan,
14:53ya.
14:54Ada perkembangan,
14:55Pak Ji menyatakan,
14:56tidak mau minta maaf,
14:57Pak,
14:58saya salah apa.
14:59Jadi,
15:00kemungkinan besar,
15:01sudah lewat lah itu.
15:02Saya baru dapat kabar,
15:03tidak ada cerita,
15:05maaf lagi.
15:05Karena dia sudah diberikan waktu,
15:07dia bilang,
15:08salah saya apa?
15:09Kok harus minta maaf?
15:11Oleh karena itu,
15:12tinggal polisi bertindak.
15:13Karena dia sudah menyatakan nantang.
15:16Kalau polisi tidak bertindak,
15:17ya lihat saja lah,
15:18kita punya cara kok.
15:20Yang dibenarkan oleh hukum ya,
15:22dibenarkan oleh hukum,
15:23bukan barbar.
15:24Karena Islam itu punya hukum.
15:26Hukum Islam itu bermoral yang sangat tinggi.
15:29Kalau dia minta maaf,
15:30kita maaf.
15:31Tapi kalau dia berlaku,
15:32ya sikat kok.
15:33Perintah Quran kok,
15:34Al-Hujarat S9.
15:35Al-Hujarat S9.
15:38Baca itu,
15:38dikutipi itu.
15:40Sekarang begini,
15:41ada pertanyaan?
15:42Ya Pak,
15:42bagaimana menurut Bapak,
15:44kalau,
15:44apakah soal Din Samsudin
15:47yang disaksikan oleh soal ini?
15:49Kalau soal saksi,
15:51ya dihak dia lah.
15:52Cuma yang saya pretes kepada Ugroseno,
15:55Pak Ugroseno yang saya hormati,
15:58mantan Wakapolri,
15:59dan Pak Din Samsudin,
16:01tokoh agama yang sangat dihormati.
16:04Kalian itu adil dong.
16:06Kenapa kesannya kalian bela?
16:08Si Roy,
16:09kok ketika Igi Sudara DHL dibeginikan,
16:11kalian gak pernah datang ke saya.
16:13Nelfon juga enggak.
16:15Ya.
16:16Apa dong,
16:17bela dong.
16:17Apa kok?
16:18Enggak ada.
16:19Kok tiba-tiba datang ke sini,
16:21ke Irwarsum.
16:22Yee,
16:23gimana sih logika hukumnya?
16:25Irwarsum kan bukan urusan begitu.
16:28Dia internal urusan tentang pengawasan umum.
16:31Bukan urusan tentang jadi tersangka atau tidak.
16:35Kalau mau minta SP3 dihentikan,
16:38ke penyidik.
16:40Kok kayak gak ngerti hukum ya kan sih?
16:43Ke penyidik dong minta.
16:45Gimana itu?
16:47Tapi anehnya si Roy Suryo mengecam kami,
16:52bahkan maki-maki kita,
16:53bahkan bilang kita pengkhianat,
16:55kita pecundang.
16:56Kok cara saya ditiru?
16:58Bagaimana sih?
16:59Bagaimana coba otaknya yang waras itu?
17:01Weh,
17:02yang waras yang memfitnah-fitnah saya itu.
17:04Kenapa lo gak persoalin si Roy itu?
17:06Kok sekarang nelan-nudahnya sendiri?
17:08Dia telah bunuh diri dengan situasi ini.
17:11Saya kira demikian?
17:12Jelas?
17:13Ada lagi?
17:16Ada lagi?
17:18Cukup ya?
17:19Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan