00:00Besok, mungkin hari ini juga sudah ada yang melaksanakan Ramadan, saya insya Allah pilih besok.
00:07Oleh karena itu, dari segala sisi tidak ada alasan lain, kecuali kita sebelum Ramadan, bagusnya, mohon maaf lahir batin.
00:28Yang penting adalah karena menyangkut kisruh TPUA, kan harus selesai.
00:37Dan juga jangan ada kesan kita dipecat habibriji atau apa itu penyesatan, nggak sesuai dengan sebenarnya.
00:44Yang sebenarnya adalah sebagai berikut, bahwa pada hari Ahad tanggal 15 Februari 2025, kami Prof. Dr. Egi Sujana dan DHL
00:58dipanggil oleh Habib Rizik ke Petamburan 3 dan jumpa dengan beliau sebelum maghrib sampai melampaui maghrib, tentunya dengan sholat dulu.
01:12Persoalannya ada dua. Yang pertama, mengenai kemelut yang terjadi di tubuh TPUA.
01:20Yang kedua, selaku pendiri dan pembina TPUA, maksudnya Habib Rizik, itu sementara waktu kepengurusan TPUA dibekukan.
01:37Oleh Habib Rizik, ditarik mandatnya, istilahnya, dan saya dengan ikhlas bersama DHL menyerahkan.
01:44Karena DHL adalah sekjen dari saya.
01:50Selanjutnya, Dewan Pembina menyarankan kepada saya, apakah saya akan terus mau berjuang dalam konteks bela Islam, silahkan pilih.
02:01Api, aliansi pengacara Islam, atau Korlabi, Komando Perlaporan Bela Islam, yang dipimpin oleh DHL.
02:19Dalam pilihan itu dari Habib, saya milih di Korlabi.
02:25Insya Allah, nanti Korlabi akan buat statement sendiri.
02:29Tapi, poin pentingnya adalah,
02:33artinya, saya masih dalam koridor untuk dianggap berjuang untuk tegaknya agama Allah.
02:39Dalam versi Habib Rizik.
02:42Kalau ada yang menyebut saya pengkhianat, dan lain sebagainya,
02:45ya itu kurang ilmu saja.
02:48Menjelang Ramadan ini, ya kita maafkan aja.
02:53Yang kedua,
02:56dalam konteks kita ini,
02:59melaporkan Ahmad Konsi Znuddin,
03:01dan yang namanya Roy Suryo,
03:06menurut keterangan dari Habib Rizik,
03:09itu urusan pribadi saya,
03:11dan DHL.
03:13Tidak ada urusan dengan Habib Rizik.
03:16Karena Habib Rizik tidak mau ikut campur urusan itu.
03:19Karena itu persoalan hukum antara saya dengan Ahmad Konsi Znuddin dan Roy Suryo.
03:26Nah, karena diberi peluang seperti itu,
03:30saya tetap berpandangan kepada pelaporan polisi saya.
03:35Karena menyangkut bukan soal ijazah ini.
03:39Ini menyangkut subversi konstitusi.
03:44Dengan omongan Ahmad Konsi Znuddin mengatakan,
03:49bahwa SP3 Egi Sudjana produk solo,
03:52jadi tidak sah.
03:53pertanyaan seriusnya,
03:56SP3 itu kan produk undang-undang,
04:00usernya polisi,
04:02polri.
04:03Tentu tidak mungkin produk solo.
04:06Itu adalah produk presiden dan DPR Republik Indonesia.
04:12ada di sini adalah subversif konstitusinya.
04:15Telah menista undang-undang dasar 45.
04:18Dengan sangat seenak jidatnya saja.
04:21Sok-sok jago,
04:22sok-sok merasa benar,
04:24bahwa saya produk solo,
04:26dan karenanya harus dibatalkan.
04:29Apa haknya dia?
04:30Itu yang pertama.
04:33Yang kedua,
04:34lebih parah lagi.
04:36Jokowi Dodo telah membeli pejuang menjadi penjilat,
04:40atau apa namanya itu?
04:44Pengkhianat.
04:45Telah membeli.
04:47Ada diksi kata membeli.
04:50Menurut hukum,
04:51berapa jual-beli ini?
04:53Transaksinya di mana?
04:54Berapa besar saya dibeli?
04:57Kalau dia tidak menjelaskan dengan jelas,
05:00maka itu namanya fitnah.
05:03Dan pencemaran nama baik.
05:05Harus rela dong,
05:07diadili.
05:08Jangan gak rela,
05:10jangan pakai jelasin maksudnya.
05:12Maksudnya,
05:13hukum tidak ada maksudnya.
05:15Hukum itu exactly,
05:17apa yang tertulis.
05:18Dan hukum adalah produk dari moral bangsa kita.
05:22Karena membuat hukum,
05:25ada tujuannya.
05:27Satu,
05:29kepastian hukum.
05:30Dua,
05:32manfaat hukum.
05:33Tiga,
05:34tujuan hukum,
05:36keadilan.
05:38Jangan main-main dengan masalah hukum.
05:40Jangan pakai maksudnya.
05:42Maksudnya apa?
05:43Kenapa gak dijelasin?
05:44Maksudnya waktu itu.
05:46Ditambah lagi di timpeya masih,
05:48Roy Syurya datang dua tuyul,
05:52menemui jin iprit.
05:54Jadi dua tuyul itu saya sama dia.
05:57Jin iprit ya,
05:58Jokowi.
05:59Roy,
06:00lo jangan ngeles-ngeles maksudnya.
06:01Maksudnya lo.
06:02Pakai satir-satir.
06:03Lo lagi ribut membuah.
06:05Jadi lo jelaskan lah.
06:07Aku tidak mau ribut antar begini.
06:10Apalagi teman.
06:11Bukan teman yang dulu anak buah kita itu.
06:14Si Ahmad Kuzinudin.
06:15Dia dulu yang keluar dari TPU.
06:18Bikin sendiri.
06:19Di framing-framing,
06:20gue meninggalkan perjuangan.
06:22Siapa yang meninggalkan perjuangan?
06:23Nah,
06:24poin pentingnya,
06:25dengan segala hormat,
06:27jelang Ramadan ini,
06:28saya tidak mau terbawa emosional saya.
06:32Jadi,
06:33secara umum,
06:35perilaku mereka,
06:36walaupun mereka tidak pernah minta maaf
06:39dan merasa belagu,
06:41sudahlah.
06:41Saya pakai moral Islam,
06:43saya maafkan mereka.
06:45Ya tak?
06:46Tapi hukum jalan terus.
06:47Kan si Koji Dunia juga begitu.
06:49Maaf itu cuma,
06:50apa,
06:52pengurangan saja.
06:53tapi substansinya harus jalan terus.
06:55Kalau jalan terus,
06:56kau buktikanlah.
06:57Kau jagoan,
06:58kau bisa hebat,
06:59pengacara terkenal,
07:01lawanlah laporan saya ini.
07:04Dan pihak polisi,
07:05saya tidak ingin
07:06ada ditunda-tunda.
07:08Kalau memang cukup bukti hukum,
07:11lakukan.
07:12Jadi,
07:14everybody jangan salah paham
07:16kalau terjadi penahanan
07:18dan lain sebagainya kepada mereka itu
07:20bukan soal ijazah,
07:21ini salah satunya,
07:22soal saya.
07:24Kenapa dia belagu?
07:26Sok tahu.
07:28Padahal kalau dia minta maaf,
07:29udah saya maafkan.
07:30Tapi dia nggak pernah minta maaf.
07:32Saya kira gitu.
07:33Selanjutnya DHL.
08:02Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
08:04Saya menghormati beliau.
08:05Sehingga saya majukan TPWA.
08:06Karena saya juga sempat sekjen.
08:09Nah, kebetulan ini,
08:10karena ada presidio tadi,
08:11yang disampaikan oleh Bang Egi,
08:13karena saya sampaikan
08:15keterkaitannya kepada Korlabi saat ini.
08:46Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
08:47Oleh sebab yang disampaikan oleh Bang Egi tadi,
08:49ada kekeseruan,
08:50ada kekacauan,
08:51yang tidak bisa dibina lagi.
08:54Sehingga,
08:56ketua pembina dan pendiri,
09:00imam besar umat Islam di negeri ini,
09:04ALC,
09:06Dr. HRS,
09:07Habib Rizik Sihab,
09:08MA,
09:09PHD,
09:10oleh karena suatu hal yang bisa merupakan umat Islam,
09:13dan perjuangan di negeri ini,
09:15sehingga TPWA dibekukan untuk sementara,
09:18tanpa watas waktu yang ditentukan.
09:20Untuk itu,
09:21kami sekali lagi,
09:23atas nama pengurus Korlabi,
09:24Komando Koordinator Pelaporan Bela Islam,
09:26berterima kasih kepada
09:27badan pembina utama,
09:30ALC,
09:30Dr. HRS,
09:31MA,
09:32PHD,
09:33telah menerima BES,
09:34menjadi salah seorang
09:36pembina di tubuh Korlabi,
09:38yang mana cukup kami tembuskan,
09:41melalui
09:42tangan kanan beliau.
09:46Semoga Korlabi semakin bermanfaat,
09:48dan bermartabat bagi umat Islam,
09:50dari sisi perjuangan membela agama,
09:52dan tentu saja,
09:53tetap melekat filosofi Pancasila,
09:55yang dalam makna agama,
09:57apapun tidak boleh dihinakan,
09:59atau dinistakan di negeri yang tercinta ini.
10:02Demikian,
10:03dengan tanda bergabungnya BES adalah,
10:06dengan tanda,
10:07kode,
10:08selaku ketua umum Korlabi,
10:10dan saya Jian Arpit,
10:11yang benar-benar ada di luar negeri,
10:14berjabat dengan beliau.
10:16Salam hormat kami kepada segenap bangsa ini,
10:18wabillahi taufik,
10:19walilayah,
10:20wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
10:26Sekarang saya berfungsi sebagai pembina Korlabi,
10:31jadi tolong ya,
10:31TPUA tamat,
10:34TPUA jangan saya kesihusikung,
10:36saya bukan lagi ketua TPUA,
10:38mandat sudah diberikan kepada Habib Rizik,
10:41Alhamdulillah,
10:43tugas sudah saya laksanakan,
10:45amanah beliau saya laksanakan,
10:46tidak ada kata minta maaf kepada Jokowi,
10:50dan tidak dipublikasi.
10:52Kalau publikasi yang ada ya dari mereka,
10:54saya tidak.
10:56Sekarang sebagai Korlabi,
10:58saya meminta tadi ke Mabes,
11:01untuk satu bulan lalu,
11:04Pak DHL sebagai ketua Korlabi,
11:07melaporkan si Panji,
11:08komikus apa-apa namanya.
11:11Dengan hormat,
11:14kita,
11:15Saudara Panji,
11:16Sudahlah,
11:17kita ini sama-sama umat Islam,
11:20kenapa Anda begitu terkesan,
11:24umat Islam kok di enyek-enyek kayak begitu.
11:27Kan ngatur shab sholat kan bukan untuk di pesawat,
11:31kok diputer-puter,
11:32janganlah.
11:33Jadi saya ingatkan masih nasihat,
11:36kok datanglah,
11:37polisi minta maaf buat umat,
11:39kalau enggak,
11:40kami akan tekan terus,
11:42karena ini hak hukum kami,
11:43sebagai umat,
11:45enggak senang,
11:46ajaran Islam diganggu-ganggu,
11:48yang non-muslim,
11:49jangan ikut-ikut,
11:51Anda pikir nanti agama kalian,
11:53kalau agama kalian dihina,
11:54mau gak?
11:55Gitu, ya.
11:57Kalau patas tertentu,
11:58kami tentukan nanti,
11:59enggak juga ada,
12:00saya serbu si Panji itu di mana,
12:02saya cari,
12:03demi Allah,
12:05ya,
12:05enggak ada takut yang kita masih apa-apa.
12:07Sebelum itu terjadi,
12:09Panji,
12:10tolong,
12:10minta maaf kepada umat Islam,
12:12ya,
12:13di depan polisi.
12:14Saya kira itu saja,
12:16poin pentingnya,
12:17dan yang lainnya,
12:19saya ini pakai Palestina,
12:21saya support Palestina,
12:23saya nasihati Prabowo,
12:25masukan politidak,
12:27Pak Prabowo yang saya hormati,
12:28saya kenal beliau sudah lama,
12:30sejak komandan Kopassus,
12:32nasihat saya adalah,
12:34janganlah gabung sama Donald Trump,
12:37karena dia itu penjajah luar biasa,
12:41negara orang aja,
12:42presidennya mencomot aja.
12:44Jangan.
12:45Ini sejak tahun 1948 ini,
12:47Palestina ini.
12:49Kasian umat Islam dibantai di sana.
12:51Harusnya kepada
12:54ayat Quran Al-Hujarat,
12:56ayat 9,
12:56kalau ada yang bertiga itu,
12:58didamaikan.
13:00Kalau salah satu tidak mau damai,
13:02seperti Israel,
13:03mesti diserbu itu Israel itu.
13:05Bukan diterima jadi to stay.
13:07Ya, tapi ini kan cuma harapan,
13:09sebagai warga negara.
13:10Jadi saya sudah sampaikan,
13:11pesan moral ini,
13:13dengan hormat,
13:14mudah-mudahan Prabowo,
13:15diberi hidayah oleh Allah,
13:17berani lawan Donald Trump,
13:18berani bela Palestina,
13:20all out,
13:21jangan tanggung-tanggung.
13:22Ingat dulu Palestina,
13:23yang pertama,
13:24mengakui kemerdekaan kita.
13:26Jadi saya kira begitu,
13:28jadi gak usah lah demo-demo,
13:30gak ada gunanya.
13:31Kalau mau,
13:32kirim Kopassus,
13:33kirim tentara khusus,
13:34ke Palestina.
13:36Bertarunglah di situ.
13:38Kalian tentara Allah,
13:39pasti dibenarkan oleh Allah.
13:41Mereka tidak pakai tentara,
13:43yang ada-ada yang bantu.
13:45Sedunia yang ada yang bantu,
13:46kecuali Iran dan Yemen saja.
13:49Itu pun gak baru-baru ini.
13:51Mesti tetap bertahan itu Palestina.
13:53Karena Allah yang melindunginya.
13:55Apalagi kalau Indonesia turun.
13:57Kalau Pak Pobrat,
13:59kami bisa buka milisi.
14:01Milisi.
14:02Saya buka pendaftaran jihad ke Palestina.
14:05Siapa yang mau,
14:06mari bergabung.
14:08Saya kira begitu.
14:09Jangan terus kita banyak omdo aja di medsos-medsos,
14:13ngomong apa kok,
14:14ngerti gak,
14:15ya.
14:16Tapi seder.
14:17Umur Ramadan,
14:18kita banyak ibadah besok.
14:20Syukur-syukur para bawah dapat di daya.
14:22Tapi ingat Pak Prabowo,
14:24kita ini non-block.
14:25Non-block.
14:27Ya.
14:27Jamannya dari mulai Soekarno.
14:29Jangan nge-block-nge-block,
14:30malah bantu-bantu si Donald Trump.
14:32Ya.
14:34Saya protes.
14:35Saya bisa kerahkan milisi.
14:37Kalau diizinkan,
14:39izin Allah,
14:39dan juga Presiden Prabowo.
14:41Tapi kalau Prabowo tidak izinkan,
14:43ya tidak bisa dong.
14:44Kita tahu diri,
14:45kita tinggal di mana, gitu.
14:47Saya kira ada pertanyaan.
14:49Sudah sedikit,
14:49sedikit, Bang.
14:50Ya, sudah sedikit dulu ya.
14:51Mengenai pelaporan Pak Ji itu sudah sebulan,
14:53ya.
14:54Ada perkembangan,
14:55Pak Ji menyatakan,
14:56tidak mau minta maaf,
14:57Pak,
14:58saya salah apa.
14:59Jadi,
15:00kemungkinan besar,
15:01sudah lewat lah itu.
15:02Saya baru dapat kabar,
15:03tidak ada cerita,
15:05maaf lagi.
15:05Karena dia sudah diberikan waktu,
15:07dia bilang,
15:08salah saya apa?
15:09Kok harus minta maaf?
15:11Oleh karena itu,
15:12tinggal polisi bertindak.
15:13Karena dia sudah menyatakan nantang.
15:16Kalau polisi tidak bertindak,
15:17ya lihat saja lah,
15:18kita punya cara kok.
15:20Yang dibenarkan oleh hukum ya,
15:22dibenarkan oleh hukum,
15:23bukan barbar.
15:24Karena Islam itu punya hukum.
15:26Hukum Islam itu bermoral yang sangat tinggi.
15:29Kalau dia minta maaf,
15:30kita maaf.
15:31Tapi kalau dia berlaku,
15:32ya sikat kok.
15:33Perintah Quran kok,
15:34Al-Hujarat S9.
15:35Al-Hujarat S9.
15:38Baca itu,
15:38dikutipi itu.
15:40Sekarang begini,
15:41ada pertanyaan?
15:42Ya Pak,
15:42bagaimana menurut Bapak,
15:44kalau,
15:44apakah soal Din Samsudin
15:47yang disaksikan oleh soal ini?
15:49Kalau soal saksi,
15:51ya dihak dia lah.
15:52Cuma yang saya pretes kepada Ugroseno,
15:55Pak Ugroseno yang saya hormati,
15:58mantan Wakapolri,
15:59dan Pak Din Samsudin,
16:01tokoh agama yang sangat dihormati.
16:04Kalian itu adil dong.
16:06Kenapa kesannya kalian bela?
16:08Si Roy,
16:09kok ketika Igi Sudara DHL dibeginikan,
16:11kalian gak pernah datang ke saya.
16:13Nelfon juga enggak.
16:15Ya.
16:16Apa dong,
16:17bela dong.
16:17Apa kok?
16:18Enggak ada.
16:19Kok tiba-tiba datang ke sini,
16:21ke Irwarsum.
16:22Yee,
16:23gimana sih logika hukumnya?
16:25Irwarsum kan bukan urusan begitu.
16:28Dia internal urusan tentang pengawasan umum.
16:31Bukan urusan tentang jadi tersangka atau tidak.
16:35Kalau mau minta SP3 dihentikan,
16:38ke penyidik.
16:40Kok kayak gak ngerti hukum ya kan sih?
16:43Ke penyidik dong minta.
16:45Gimana itu?
16:47Tapi anehnya si Roy Suryo mengecam kami,
16:52bahkan maki-maki kita,
16:53bahkan bilang kita pengkhianat,
16:55kita pecundang.
16:56Kok cara saya ditiru?
16:58Bagaimana sih?
16:59Bagaimana coba otaknya yang waras itu?
17:01Weh,
17:02yang waras yang memfitnah-fitnah saya itu.
17:04Kenapa lo gak persoalin si Roy itu?
17:06Kok sekarang nelan-nudahnya sendiri?
17:08Dia telah bunuh diri dengan situasi ini.
17:11Saya kira demikian?
17:12Jelas?
17:13Ada lagi?
17:16Ada lagi?
17:18Cukup ya?
17:19Terima kasih.
Komentar