Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Istilah "Cincin Donat" yang sempat populer untuk menyebut desain awal Pedestrian Deck Dukuh Atas kini tidak lagi digunakan.

PT MRT Jakarta menegaskan nama resmi proyek tersebut adalah Pedestrian Deck Dukuh Atas pada Kamis (30/7/2026).

Advisor Program Management Office Division PT MRT Jakarta, Agus Trihan mengatakan penggunaan istilah "Cincin Donat" sebaiknya ditinggalkan agar masyarakat terbiasa dengan nama resminya.

"Jadi kayaknya jangan cincin donat lagi deh, Pedestrian Deck Dukuh Atas aja. Itu yang dipakai Pak Gubernur juga," ujar Agus.

Sementara itu, TOD Planning Department Head PT MRT Jakarta, Sagita Devi menjelaskan proses pencarian mitra untuk naming rights masih berlangsung.

"Untuk naming rights-nya sendiri ini memang masih dalam proses pencarian mitra. Jadi mungkin nanti akan kami tawarkan kepada mitra-mitra MRT," kata Sagita.

Di balik penamaannya, bentuk lingkaran pada Pedestrian Deck Dukuh Atas juga memiliki filosofi.

Agus menjelaskan desain tersebut mengacu pada konsep sumbu Jakarta yang dirancang sejak era Presiden Soekarno, di mana sejumlah titik penting seperti Bundaran Senayan, Simpang Semanggi dan Bundaran HI sama-sama berbentuk lingkaran.

Menurutnya, bentuk lingkaran dipilih untuk menjaga kesinambungan konsep tata kota yang telah dirancang sejak awal sehingga tetap selaras dengan kawasan di sekitarnya.

Baca Juga Pedestrian Deck Dukuh Atas Jadi Ruang Publik Baru Jakarta, Proyek Rp300 Miliar Tanpa APBD di https://www.kompas.tv/regional/683538/pedestrian-deck-dukuh-atas-jadi-ruang-publik-baru-jakarta-proyek-rp300-miliar-tanpa-apbd

#pedestriancdeck #cincindonat #mrt

_

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/683649/bukan-lagi-cincin-donat-ini-alasan-mrt-jakarta-beri-nama-pedestrian-deck-dukuh-atas
Komentar

Dianjurkan