Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 2 jam yang lalu
JAKARTA, KOMPASTV - Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menegaskan pemasangan pagar di kawasan pusat perbelanjaan diperbolehkan selama tetap mengutamakan aspek keamanan tanpa mengabaikan estetika kota.

Menurutnya, keberadaan pagar tidak boleh mengubah tampilan mal menjadi seperti benteng.

"Kalau kita melihat bahwa hari ini jaminan keamanan di Bekasi kondusif. Sepanjang pagar itu tidak mengubah estetika tampilan mal yang ada, saya kira masih bisa kita berikan kesempatan untuk digunakan. Contohnya kemarin seperti di Galaxy, dulu pagarnya kayak benteng pertahanan ya kita tegur. Sekarang sudah dibuat lebih indah, karena pagar juga bisa menjadi bagian dari estetika," kata Tri Adhianto.

Sementara itu, Asisten Utama Kapolri Bidang Operasi, Komjen Pol Fadil Imran, mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh isu yang mengaitkan pemasangan pagar dengan adanya potensi gangguan keamanan.

"Sampai hari ini, berdasarkan data Daily Operating Reporting System (DORS), tidak ada hal yang menonjol. Jadi masyarakat jangan termakan isu-isu yang menyebut akan terjadi gangguan kamtibmas yang mencemaskan. Saya kita orang memagari rumahnya itu hal yang biasa. Jangan kemudian dibangun narasi seolah-olah membangun pagar berarti akan terjadi sesuatu. Saya kira tidak seperti itu tafsirnya,"jelasnya.

Video Editor: Aqshal

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/683618/polemik-pagar-mal-pemkot-bekasi-boleh-asal-tidak-seperti-benteng
Transkrip
00:00Karena dia bikin pagarnya kayak benteng pertahanan, ya kita tegur.
00:07Dan sekarang kan sudah dibuat menjadi lebih indah.
00:09Soal pagar-pagar di mal-mal, Pak.
00:12Salah satunya di Kota Begasi ada mal di Papuan.
00:14Itu ada tanggapan nggak, Pak, soal hal itu, Pak, dari Pemkot sendiri, Pak?
00:18Kalau kita melihat bahwa hari ini kan jaminan keamanan, ya.
00:24Dan situasi di Kota Begasi relatif sangat kondusif.
00:29Dan saya kira sepanjang kemudian pagar-pagar itu tidak merubah estetika tampilan dari, apa namanya, mal-mal yang ada,
00:40saya kira masih bisa kita berikan kesempatan untuk mereka untuk bisa menggunakan itu.
00:47Contoh yang kayak kemarin, Galaxy.
00:50Karena dia bikin pagarnya kayak benteng pertahanan, ya kita tegur.
00:57Dan sekarang kan sudah dibuat menjadi lebih indah.
01:00Ya, karena bagian manapun juga, ya pagar itu juga bisa menjadi bagian estetika di dalam rangka untuk diangkota.
01:07Pak mau niru DKI nggak, Pak? Kan dibongkar itu, Pak, sekarang, Pak, dari gubernur.
01:11Ya, kan saya bilang, setiapnya.
01:11Kalau bisa memberikan nilai estetika, kebaikan, dan sebagainya.
01:16Kan kayaknya nggak normal gitu, Pak, ukurannya, Pak, 2,5 meter gitu, Pak.
01:19Ya, kan yang penting tidak mengganggu cara pandang kita terhadap estetika yang mereka sudah...
01:25Bawa kepada perusahaan yang masih ini, ya.
01:27Bawa kepada perusahaan yang masih ini, ya.
01:29Bawa kepada perusahaan yang masih ini.
01:58Terima kasih telah menonton!
02:28Sampai hari ini, berdasarkan data DORS, ya.
02:32Daily Operating Reporting System itu, tidak ada hal yang menonjol.
02:36Ya, tidak ada.
02:37Jadi, masyarakat jangan termakan dengan isu-isu akan terjadi,
02:43di gangguan kamtimas yang mencemaskan.
02:47Saya kira, orang pagari rumahnya kan biasa.
02:50Jangan kemudian dibangun narasi.
02:52Seolah-olah, kalau bangun pagar,
02:56akan terjadi sesuatu.
02:57Saya kira, tidak seperti itu,
02:59tafsir dan terjemahannya, ya, teman-teman.
03:02Terima kasih telah menonton!
Komentar

Dianjurkan