Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 14 jam yang lalu
Transkrip
00:01Mengapa kamu melakukan ini?
00:03Apa tidak takut dia akan membunuhmu?
00:06Membunuhku?
00:08Kalau dia melakukannya, istana akan kacau.
00:11Itu hanya trik Putri Agung untuk merendahkan orang lain.
00:14Dia hanya ingin melampiaskan amarahnya.
00:18Jadi, kamu mengkhianati aliansi
00:20karena ingin bermusuhan dengan Putri Agung?
00:23Aliansi?
00:25Kapan dia pernah peduli soal ini?
00:27Dia serahkan pelat pasukan kekaisaran
00:30ke seseorang dari keluarga si yang tidak terkenal.
00:32Apa itu ketulusannya untuk beraliansi?
00:34Namun jika pelat itu ada di tanganmu,
00:37berapa besar peluang Putri Agung untuk hidup?
00:47Xiaoxun tidak boleh mati.
00:51Setidaknya bukan sekarang.
00:53Mengapa?
01:13Ini jalan keluar yang kamu maksud.
01:17Wasiat dari kaisar terdahulu.
01:19Dulu Xiaoxun pernah ditunjuk untuk mewarisi tahta.
01:22Namun, karena masalah setelah itu,
01:26barulah dia menyerahkan tahta kepada Xiaoyun.
01:33Tuan Penerus!
01:37Aku lihat,
01:39kediaman Penerus begitu sepi.
01:41Bahkan burung di atap pun terbang memutar.
01:44Guru besar,
01:45malah berani menghubungi Tiying lebih dulu.
01:48Ini sungguh hal langka.
01:50Apa Tuan Penerus pernah mendengar
01:53naga tersembunyi di dasar jurang?
01:58Guru besar datang larut malam.
02:01Apakah mungkin
02:02ingin mengajariku meramal dari raut wajah?
02:06Sayangnya,
02:08kali ini guru besar salah menilai.
02:12Kini yang berdiri di hadapanmu
02:14bukanlah naga tersembunyi.
02:18Melainkan hanya seekor ikan
02:19yang berada di atas talentan.
02:22Tidak.
02:24Aku datang untuk tunjukkan sebuah jalan
02:26bagi Tuan Penerus.
02:28Sebuah jalan menuju prefektur Xiaonan.
02:31Juga gerbang naga
02:32agar ikan itu melompat kembali ke sungai.
02:48Mengapa kamu mau membantuku?
02:52Setelah melihat intrik istana
02:54dari zaman ke zaman,
02:55selalu ada tipu daya.
02:57Aku tidak berani
02:57pertarukan segalanya pada satu pihak.
02:59Dulu begitu.
03:01Sekarang juga demikian.
03:04Aku membantumu
03:05karena aku punya taruhan
03:08yang lebih layak dipilih.
03:18Wasiat Kaisar terdahulu,
03:20orang yang seharusnya
03:20mewarisi tahta adalah kamu.
03:26Dugaan Tuan Penerus benar.
03:27Ini wasiat palsu.
03:29Kamu...
03:30Namun aku juga punya wasiat yang asli.
03:33Kaisar bahkan belum lama
03:34menduduki singgah sana.
03:35Apa kamu tidak takut
03:37akan diagapan berontak?
03:40Memegang pisau harus bagus.
03:42Melihat permainan harus jelas.
03:44Dulu aku memilih Cucao
03:46karena dia memberiku janji.
03:49Sekarang aku memilih Tuan Penerus
03:51karena Cucao telah mengingkari janjinya.
03:54Hal yang kuinginkan dari awal sampai akhir
03:56tidak pernah berubah.
03:57apakah
03:58Tuan Penerus sudah mengerti?
04:04Kelak.
04:05Saat nanti tersembunyi keluar,
04:08akan ku hadiakan jabatan guru besar padamu.
04:17guru besar.
04:18Ada tamu yang datang.
04:30Guru besar ini
04:33sudah menyiapkan peti mati untuk dirinya sendiri.
04:35itu justru menghemat sejumlah biaya bagi istana.
04:39Kayu cendana emas kualitas terbaik.
04:42Tuan Si bercanda.
04:44Ini adalah hadiah dari Putri Agung.
04:47Aku dengar,
04:48Kaisar terdahulu menyerang dinasti sebelumnya.
04:50Lalu penguasa negara yang kalah itu
04:51juga memakai kualitas terbaik seperti ini
04:53untuk membakar diri dan mati bersama negaranya.
04:57Aku salah bicara.
04:59Tuan Si,
05:00sebenarnya ada urusan apa?
05:04Hari ini aku datang mendadak
05:06karena ada satu hal
05:09yang ingin ku tanyakan pada guru besar.
05:19Apa guru besar tahu
05:20tentang Putri Agung
05:22yang mengepung Penerus Raja Xiaonan?
05:24Tentu saja.
05:26Lalu tahukah guru besar bahwa
05:29Xiaoshun berhasil lolos?
05:31Aku tahu.
05:35Apakah guru besar juga tahu
05:39siapa yang membiarkannya lolos?
05:41Aku yang melakukannya.
05:47Guru besar begitu jujur.
05:49Ini membuatku
05:52sangat terharu.
05:53Aku rasa guru besar bertindak seperti ini
05:55karena sudah tidak satu hati
05:58dengan Putri Agung.
05:59Namun,
06:00pernahkah kamu berpikir
06:01tentang berat peti mati ini?
06:06Apakah kamu sendiri
06:09sanggup memikulnya?
06:11Tuan Si datang di tengah hujan begini
06:13hanya untuk mengatakan itu.
06:16Aku hanya penasaran
06:18kalau aku yang membiarkan Xiaoshun kabur.
06:21Apakah Putri Agung
06:22berani mengantar peti mati ini
06:25ke pintu besar kediaman Si?
06:28Guru besar,
06:30tanpa dukungan keluarga besar
06:31tapi masih ingin bermain api.
06:33Jangan sampai api
06:35mengenai tubuhmu.
06:38Aku sudah lama dengar
06:39kemampuan caturmu luar biasa.
06:42Bolehkah aku minta petunjuk
06:43lewat satu permainan?
06:48Tidak sopan kalau aku tolak.
06:57Jenderal,
06:58orang Gurun Utara
06:59tahu persis susunan pertahanan kita.
07:01Mereka bahkan tahu dengan jelas
07:02posisi pos rahasia.
07:03Pasti ada mata-mata di militer.
07:06Lapor!
07:11Lapor!
07:12Kabar dari ibu kota!
07:13Putri Agung dikecam oleh para pejabat!
07:15Penerus Raja Xionan kabur!
07:16Komandan Pengawal Kekaisaran terluka!
07:18Apakah Xiu terluka parah?
07:19Penurut kabar,
07:20setelah ditangani tahbib,
07:21nyawanya tidak terancam.
07:22Bagaimana kabar Cao?
07:23Putri Agung baik-baik saja!
07:30Xiaoshun kembali ke prefektur Xionan.
07:32Gurun Utara menyerang
07:34dan sangat paham pertahanan pasukan kita.
07:38Jangan-jangan.
07:40Mereka bekerja sama dari luar dan dalam.
07:43Sampaikan perintahku.
07:45Batalion 3,
07:46pindah ke Lemba Langya.
07:47Batalion 5 menyergap di tebing Yingsu.
07:49Sesuaikan garis pertahanan sesuai rencana.
07:52Tempatkan pasukan penyergap.
07:54Tunggu orang Gurun Utara masuk ke perangkap.
07:56Baik!
08:01Jenderal!
08:07Penyakit apa yang kamu derita?
08:08Kenapa makin hari makin parah?
08:10Bahkan minum obat pun sudah tidak berhasil lagi.
08:14Aku tidak apa-apa.
08:16Aku akan memimpin sendiri.
08:18Pertempuran besok.
08:19Tidak bisa.
08:20Kondisimu sekarang ini...
08:21Ini perintah militer.
08:23Perintah militer itu mutlak.
08:27Baik.
08:36Putri Agung.
08:38Komandan Si sudah tiga hari memulihkan diri di istana.
08:41Anda adalah Putri Agung penjaga negara dan orang lain tidak berhak mencelah.
08:45Tapi tetap ada batasan antara pria dan wanita.
08:49Rumor di luar sana mungkin akan heboh.
08:55Sejak masuk ke kaisaran ini,
08:58kapan rumor tidak pernah berhenti?
09:02Biro pengawas istana bahkan ingin mengukir kata wanita perbut kekuasaan di dahiku.
09:08Lagi pula, sekarang lukanya sampai organ dalam.
09:13Kalau diserahkan orang lain dan terjadi sesuatu, aku tidak akan tenang.
09:19Apakah Putri Agung tidak mau menikahi Tuan Xiao karena komandansi?
09:28Kamu sudah lama mengikutiku.
09:31Seperti itu caramu menilaiku.
09:32Tidak, tidak. Aku hanya asal bicara saja.
09:36Putri Agung jangan marah.
09:41Setiap benan di istana ini,
09:44harus ku pegang erat.
09:48Namun dia bukan sekedar benang.
09:53Dia...
09:56berbeda.
09:58Apa yang berbeda?
10:01Aku telah memanfaatkan ya,
10:04tapi aku lebih mempercayainya.
10:07Dibandingkan dengan siapapun.
10:15Intinya...
10:16berbeda.
10:23Putri Agung,
10:24laporan dari perbatasan Gurun Utara menyerang Yunchong.
10:29Tidak benar.
10:31Aku hanya buat laporan militer palsu.
10:34Bagaimana bisa menjadi kenyataan?
10:43Berhubung Putri Agung memaksudkan bukti bahwa Raja Xiao Nan
10:47bersekongkol dengan orang Gurun Utara
10:49dan ingin memakai tinta pinus
10:51untuk menyerat keluarga si ikut terlibat.
10:53Maka dia harus siap bahwa ada seseorang
10:55yang memberinya perang sungguhan.
10:57Dalam pertarungan strategi,
11:00mana mungkin tidak ada rencana cadangan?
11:04Tuan Si kelihatan sopan.
11:07Tapi cara main caturmu cukup brutal.
11:10Guru besar terlalu memuji.
11:12Aku hanya tidak suka membuang waktu.
11:16Tapi Tuan Si,
11:19dalam permainan catur,
11:21hal yang paling penting adalah kesabaran.
11:31Saat permainan catur ini baru dimulai,
11:34Guru besar sangat percaya diri.
11:36Itu benar, kan?
11:42Namun sekarang coba lihat lagi.
11:45Situasi permainannya sudah berubah.
11:54Entah kemampuan caturku
11:56cukup layak di mata Guru besar atau tidak.
12:02Kemampuan catur Tuan Si luar biasa.
12:05Tentu tidak biasa.
12:06Baguslah kalau begitu.
12:08Berhubung Guru besar suka permainan catur,
12:10bagaimana kalau aku memainkan beberapa lagi?
12:13Hanya saja kalau papan caturnya terlalu penuh.
12:16Jangan sampai tidak bisa melihat
12:18jalan hidup sendiri.
12:37Terima kasih telah menonton!
13:02Terima kasih telah menonton!
13:30Jangan bawa kedua.
13:33Terima kasih telah menonton!
13:49Kamu sudah sadar?
13:54Apa kamu merasa sakit?
13:58Aku gagal menjalankan perintah militer
14:02Aku yang telah menyeratmu
14:04Sampai membuatmu terluka
14:09Tengi mengirim muridnya membuka pelabuhan lewat surat perintah
14:12Memberi Xiaoxun kesempatan kabur lewat di luar air
14:15Dalam permainan ini, aku kira semua sudah sempurna
14:19Namun siapa sangka?
14:22Papan catur politik istana
14:25Memang tidak mudah dimainkan
14:28Kekuasaan memang begitu
14:30Katakanlah, bagaimana kamu ingin aku membalas budi ini?
14:34Aku bisa kabulkan satu keinginanmu
14:43Seumur hidup aku tidak percaya pada dewa atau lainnya
14:45Aku tidak punya keinginan
14:49Lalu, apa juga tidak ada sesuatu yang ingin kamu capai?
14:57Tidak ada
15:00Baiklah
15:01Kalau begitu, anggap titipkan dulu padaku
15:05Setelah kamu putuskan apa yang kamu mau, baru tagi padaku
15:21Dengan kemampuanmu, kamu tidak seharusnya terluka separa ini
15:25Sebenarnya apa yang terjadi di kapal pada hari itu?
15:31Hari itu
15:34Tiyi menggunakan senjata rahasia
15:36Aku lengah dan diserang diam-diam
15:39Ternyata benar
15:41Mereka hanya bisa pakai cara yang licik dan hina seperti itu
15:50Semalam kulihat kamu mimpi buruk
15:53Sepertinya kamu punya beban pikiran
15:55Bukannya kamu yang bilang
15:58Bahwa setiap orang punya rahasianya masing-masing
16:00Benar
16:02Namun aku sudah memberitahumu tentang rahasiaku
16:06Maksudmu
16:07Mimpi itu?
16:19Baiklah
16:20Sebagai gantinya
16:22Aku bisa memberitahumu sebuah rahasia
16:32Sebenarnya
16:37Aku
17:08Aku pernah diam-diam memakan kue pasta kurma yang kamu kirim untuk ayahmu
17:12Lalu dihajar oleh ayahmu
17:14Terima kasih sudah bagikan rahasiamu
17:17Hanya saja
17:20Aku tidak akan lagi membuat kue pasta kurma
17:28Tidak apa-apa
17:31Lagi pula aku juga tidak suka makan kue-kue itu
17:35Oh?
17:36Awalnya aku ingin membuatkan makanan lain untukmu, Ju
17:42Baiklah
18:07Ju
18:09Ah?
18:09Tusuk kondeku miring
18:11Tolong sanggulkan rambutku dengan lebih rapi
18:13Ah
18:20Ah
18:22Ah
18:23Ah
18:24Ah
18:25Ah
18:25Ah
18:25Ah
18:26Ah
18:26Ah
18:26Ah
18:26Ah
18:27Ah
18:29Ah
18:33Ah
18:35Ah
19:06Ah
19:07Ah
19:07Ah
19:07Ah
19:18Terima kasih telah menonton
19:45Terima kasih telah menonton
20:08Makanan terenak di dunia
20:09Salahmu yang tidak mengaduk isiannya dengan rata
20:12Takaran lemak dagingnya harus pas
20:14Kurang atau lebih sedikit saja tidak boleh
20:17Ternyata begitu
20:18Itu kata ayahku
20:20Kalau kurang terlalu kering
20:22Kalau banyak terlalu enak
20:33Itu salahku sendiri
20:37Aku terlalu lama meninggalkan
20:39Perfektor Yunzung
20:42Sampai-sampai
20:47Aku bahkan melupakan resepnya
20:51Sebenarnya
20:53Dulu
20:55Aku juga kurang pandai buat kue seperti ini
21:03Ayah lihat
21:04Aku berhasil
21:05Aku berhasil membuat kue pasta kurma
21:08Hei
21:09Chow kamu hebat sekali
21:12Namun lain kali
21:13Jangan diam-diam dan makan isinya lagi ya
21:21Ayah tidak perlu menakut takutiku
21:22Aku hanya sudah merindukan ibu
21:24Aku tidak sempat merasakan kasih sayangnya
21:26Tapi aku ingin pergi melihat
21:27Aku ingin lihat yang pernah ibu lihat
21:28Menyusuri gang bebatauan yang pernah ibu lewati
21:30Kalau ibu kemasih hidup
21:32Ibuku tidak akan berharap
21:34Aku menjadi seorang gadis yang hanya bisa patung
21:35Ibu tidak akan angkut seperti ayah
21:37Ibu pasti akan peduli perasaanku
21:41Benar
21:42Ayah dewa perang dinasti cuy yang tidak pernah kalah
21:45Jenderal pengawal yang dihormati
21:47Ayah sibuk melindungi rakyat wilayah perbatasan
21:49Sibuk membangun nama besar ayah
21:51Saking sibuknya
21:53Sampai tidak peduli apa yang diinginkan putri ayah
22:00Merindukan seseorang
22:03Bukan hal yang memalukan
22:07Merindukan rumah juga tidak memalukan
22:30Selama lima tahun mengikuti ayahmu
22:32Dia memang hidup dengan cukup baik
22:35Setiap hari selalu sibuk
22:39Terkadang kalau mendapat rempah-rempah dari barat
22:42Dia akan menaruhnya di dalam kamar pavilion barat
22:46Saat melihat bunga
22:47Yang indah saat berpatroli
22:49Dia pasti memetiknya pulang
22:52Lalu menanamnya di pavilion barat
22:54Karena dia pernah memberitahuku
22:56Pavilion barat adalah tempat tinggalmu dulu
22:59Dia merapikannya dan menunggumu pulang
23:08Cucau
23:11Sebenarnya ayahmu
23:13Tidak pernah menyalahkan kepergianmu
23:16Dia hanya ingin tahu
23:18Bagaimana hidupmu di luar
23:22Dia hanya sangat merindukanmu
23:26Tentu kamu bisa tidak menanggapinya
23:29Itu tidak masalah
23:31Karena semua ini adalah urusannya sendiri
23:34Jadi kamu tidak perlu merasa bersalah
23:37Karena sama sekali
23:39Tidak ada siapapun yang perlu dimaafkan
23:43Sebenarnya
23:46Aku juga sangat merindukan ayahmu
23:49Dan segala sesuatu di gurun
23:57Ayahmu adalah seseorang
23:59Yang sangat tegas
24:01Tapi hatinya sangat lembut
24:06Sama sepertimu
24:15Saat pertama kali ayahmu
24:16Membawa kekuatan poplar di gurun
24:18Dia bilang setiap peranting kering di sana
24:21Sedang berjuang mati-matian
24:23Untuk bisa hidup
24:24Itulah yang menciptakan pemandangan ribuan tahun
24:28Mati itu sangat mudah
24:33Tapi bisa bertahan hidup
24:34Barulah kemampuan
24:37Jiu
24:40Maaf
24:41Aku terlalu banyak bicara
24:44Tidak
24:47Aku justru senang bisa mendengarmu
24:49Bicara sebanyak ini
24:54Udara malam lebih dingin
24:56Putri Agung istirahat lebih awal
24:58Terima kasih
25:02Sudah menceritakan banyak hal tentang ayahku
25:05Terima kasih kamu juga sudah berbagi masa lalumu
25:09Jangan sungkan
25:12Anggap saja ini balasan
25:15Atas kue tadi
25:19Kalau begitu komandan Shi
25:21Bawa kembali saja
25:22Kue pasta kurma ini
25:25Terima kasih
25:28Perkataanku hari ini akan selalu berlaku
25:31Selalu berlaku
25:33Tentang
25:34Kelak jika kamu punya keinginan
25:36Bisa datang menagi padaku
25:37Entah harus menerjang bahaya apapun
25:40Aku akan bantu mewujudkannya
25:46Aku cucau
25:47Selalu menepati janji
25:49Dan tidak akan ingkar
25:52Baik
25:53Tidak mengingkari
25:57Lapor
26:00Lapor
26:02Putri Agung
26:02Laporan dari Perfektor Yun Cong
26:04Kemarin pasukan Gudun Utara menyerah
26:06General coba hasil memukul mundur mereka
26:07Tiba-tiba kondisi tubuhnya memburuk
26:09Sekarang tidak sadarkan diri
26:11General
26:12Pasukan Gudun Utara mundur
26:14Ternyata benar
26:15Sesuai perkiraan General
26:16Untung General sudah menyusun strategi lebih dulu
26:28General!
26:54Ayah Anda
27:02Kamu sudah terluka
27:06Ayah Anda mungkin tidak tahu
27:07Putrinya Cu Ling
27:09Dia hendak membunuhku
27:12Putrinya Cu Ling
27:14Yang tidak ingin menjadi istri penerus
27:16Dan hanya ingin menjadi putri agung itu
27:19Kaisar baru naik tahta
27:21Istana sedang kacau
27:22Kita dan Yun Cong saling menahan kekuatan
27:26Keluarga Xi dari Goyang
27:27Juga sedang mengincar
27:28Tapi gadis itu lebih dulu
27:30Singkirkan pasukan kita di Ibu Kota Cu
27:32Lalu manfaatkan urusanmu
27:34Untuk menegakkan wibawa di istana
27:36Cara seperti itu
27:38Memang luar biasa
27:40Perubahan istana kali ini
27:41Membuat Ibu Kota Cu
27:43Berada di masa kekacauan
27:44Mungkin kita
27:45Jalan dan prinsip alkimia sangat mendalam
27:47Semua terletak pada pengendalian waktu
27:49Dulu Suayuan menempat tungku
27:51Setelah 49 hari terdengar
27:53Auman naga
27:54Dinasti Yan Danchi
27:55Memurnikan raksa
27:56Setelah 81 malam terbentuk cahaya pil
27:58Semua bergantung pada kata waktu
28:00Kalau sembilan putaran belum selesai
28:03Bagaimana kamu berani membuka tungku
28:07Kamu baru saja menempuh perjalanan panjang
28:10Istirahatlah dulu
28:13Baik
28:28Gurun Utara menyerang perbatasan
28:30Panglima Cu Ling
28:32Jelas lalai dalam pengawasan
28:34Fakta pasukan Gurun Utara menyerang perbatasan
28:37Jendral Cu membuat mereka kembali dengan tangan kosong juga fakta
28:40Tidak membahas jasanya
28:41Malah membahas kesalahannya
28:43Kalau pimpin pasukan
28:45Memenangkan perang
28:46Memang sudah jadi tugasnya
28:47Kalau Yun Xiong jatuh
28:50Akibatnya akan sangat fatal
28:52Jasa tidak bisa menutupi kesalahan
28:55Kaisar
28:56Cu Ling gagal mendisiplinkan pasukan
28:58Dia pantas untuk dihukum
29:00Saya setuju
29:01Saya setuju
29:03Saya setuju
29:04Kepedulian kepala pengawal istana memang patut dipuji
29:08Namun aku justru ingin bertanya
29:10Xiaoshun
29:11Baru kabur kembali ke prefektur Xiaonan
29:14Dan Gurun Utara langsung menyerang
29:16Kebetulan seperti ini
29:18Apa ada orang yang bekerja sama dengannya dari luar dan dalam?
29:22Ucapan Putri Agung malah mengingatkan saya
29:24Seingat saya waktu itu
29:26Guru Besar paling bertekad meminta pengampunan bagi Xiaoshun
29:29Dia terus berkata
29:31Demi menenangkan hati Raja Fasal
29:33Kalau dipikir sekarang
29:35Cara menenangkannya ini sungguh tepat waktu
29:38Tuan Si, hati-hati dalam bicara
29:40Mengampuni Xiaoshun dan memulangkannya ke Xiaonan
29:43Merupakan titah Kaisar
29:45Apakah Anda ingin saya meragukan keputusan Kaisar?
29:49Sebalik ya Tuan Si
29:50Saya dengar Anda berniat mengambil alih
29:55Kediaman penerus Xiaonan
29:57Kediaman itu berada di lokasi yang strategis dan terhubung ke segala arah
30:00Daripada dibiarkan kosong, sebaiknya dimanfaatkan
30:04Kaisar berbaik hati dan menghadiahkannya ke saya
30:06Apa?
30:08Guru Besar juga menginginkannya
30:10Cukup
30:11Gurun Utara menyerah
30:13Saat ini yang paling penting menenangkan hati pasukan
30:15Sedangkan ancaman dari dalam
30:22Aku ingin melihat sendiri
30:25Siapa sebenarnya
30:27Yang membuka jalan bagi musuh
30:34Aku lelah
30:35Jika sudah tidak ada urusan lagi
30:37Sidang dibubarkan
30:39Mengantar Kaisar dan Putri Agung dengan hormat
31:07Tuan Ketiga Si
31:08Kamu itu hebat
31:09Beraninya mainkan langkahmu secara terang-terangan
31:14Si Yanfang itu
31:15Berani berkata langsung kepadamu
31:17Bahwa dia akan memberi Putri Agung perang
31:19Berarti dia yakin dirinya aman
31:22Dia tahu kita tidak punya bukti
31:24Dan kita tidak bisa menyentuhnya
31:27Benar
31:29Dia berani mengatakannya
31:31Berarti dia sudah siapkan jalan belakang
31:34Bahkan kalau sekarang kita menyelidikinya
31:36Juga tidak akan menemukan jejak apapun
31:39Penjagaan di sekitar Si Yanfang begitu rapat
31:42Namun tetap saja ada celah
31:44Bagaimana kalau kita mulai dari kediaman lamanya di Goyang
31:49Saat Si Yanfang masuk ibu kota
31:51Dia bawa keturunan keluarga Si ke sisinya
31:54Yang tersisa di kediaman lama di Goyang
31:56Hanyalah beberapa pengurus
31:57Tidak ada yang bisa diandalkan
31:59Namun ucapanmu benar
32:00Jika ingin serang titik lemah ular berbisa
32:03Harus masukkan tangan ke sarang ular lebih dulu
32:10Soyo
32:17Segera utus orang ke Goyang
32:20Baik
32:25Tuan Si
32:27Permainan catur ini
32:29Harus kamu mainkan dengan baik
32:36Geser sedikit ke kiri
32:38Lebih tinggi
32:41Baik
32:42Turunlah
32:45Begitu papan kediaman ini dipasang
32:47Kediaman ini jadi terasa jauh lebih megah
32:49Tuan Muda
32:50Seluruh kota membicarakan
32:52Kelalaian General Pengawal Chuling
32:53Sehingga Gurun Utara bisa menyerang
32:55Menurut Tuan Muda
32:56Mungkinkah dia akan ikuti fitnah
32:57Menjadi mata-mata negara musuh
33:00Xiaosun saja bisa bangkit dari situasi mendesak
33:03Apalagi Chuling
33:04Sejak General Pengawal berjaga di perbatasan
33:07Dan tidak pernah kalah
33:07Wibawanya di hati rakyat
33:09Tidak mungkin hilang karena satu kelalaian
33:12Meski kita berhasil mendorong pasukan Gurun Utara untuk menyerang
33:15Dia juga dengan cepat mengubah strategi pertahanannya
33:18Dia memancing musuh keperbuatan singku
33:20Dan memenangkan perangnya
33:23Ada banyak orang yang memujinya
33:25Berani dan cerdas
33:29Dilihat dari sekarang
33:31Kita justru membantu mengangkat namanya
33:34Benar juga
33:35Sama seperti Tuan Muda yang terkenal
33:37Meski bertahun-tahun tidak muncul di istana
33:40Tidak ada yang bisa menggoyakan fondasi Tuan Muda
33:43Tidak
33:45Aku dan dia
33:47Tidak pernah sama
33:51Kediaman juga sudah direnovasi
33:53Poto seorang mengundang Tuan Muda ke sembilan pulang
33:55Katakan
33:57Itu perintah kepala keluarga
33:59Minta dia harus berkunjung sesekali
34:01Orang itu tidak akur dengan anggota keluarga lain
34:03Kenapa Tuan Muda berbuat begitu?
34:06Aku hanya penasaran
34:10Seberapa patuh budak yang meninggalkan majikannya
34:14Selama lima tahun
34:18Keberuntungan dan malapetaka berdampingan
34:20Kekuasaan besar
34:21Datang bersama bahaya besar
34:23Makota Putri Agung ini dipakai di kepalaku
34:26Tapi belum tentu
34:27Ini jimat pelindung bagai keluarga Ju
34:30Tentu saja
34:32Bukan berarti tidak menghargai perawatan Paman dulu
34:34Hanya saja
34:38Kalau suatu hari aku jatuh dari puncak
34:41Sebagai sesama keluarga Ju
34:42Kalian pasti terkena cepratan darah
34:45Jadi kakak sepupu
34:47Kamu harus mulai pikirkan jalanmu
34:49Dan bersiap dari sekarang
34:50Chau
34:51Kamu tidak perlu mengujiku
34:53Sejak hari kamu menempati istana Putri Agung
34:56Seluruh keluarga Ju
34:59Sudah terikat dengan nyawamu
35:02Berbagi suka duka bersamamu
35:06Baiklah
35:08Jika demikian
35:18Mulai sekarang
35:20Aku bergerak di depan
35:22Kamu atur semua dari balik bayangan
35:24Aku akan jadi pelindungmu
35:26Kamu jadi mata serta tanganku
35:28Kalau berhasil
35:29Kita nikmati bersama kemewahan istana
35:31Dan segala kejayaannya
35:33Kalau gagal
35:41Aku rela jadi mata tangan dan kaki bagi Chau
35:45Kalau begitu
35:46Harap kakak ingat baik-baik ucapanmu
35:48Setelah minum teh ini
35:50Tidak ada jalan untuk mundur
35:59Saat meninggalkan ibu kota
36:01Harus manfaatkan semua yang bisa kupakai
36:03Untuk menjaga istana untukku
36:07Terima kasih telah menonton
36:08Terima kasih telah menonton
36:10Terima kasih telah menonton

Dianjurkan