- 18 jam yang lalu
Kategori
🎥
Film pendekTranskrip
00:00Aku memperhitungkan catur ini dengan cermat.
00:03Ternyata malah dikacaukan oleh orang yang kucintai.
00:07Jika bukan karena cucau yang mengacaukannya, kita tidak akan menerima penghinan ini.
00:12Tidak.
00:14Aku tetap harus terima kasih padanya.
00:17Dia membuatku memahami satu hal.
00:21Sesempurna apapun sebuah strategi catur,
00:24tetap tidak bisa menandangi sebuah faktor perubahan yang datang tiba-tiba.
00:30Itu sama seperti permainan catur yang buruk ini.
00:32Tadinya aku berpikir kemenangan sudah di tangan,
00:34tetapi aku malah lupa bahwa lawan belum tentu akan berjalan sesuai rencanamu.
00:42Aku sudah memprediksi pikiran semua orang,
00:44tapi aku malah melewatkan caw.
00:47Siapa yang akan menyangka gadis kecil yang pernah menangis di hadapan orang lain,
00:54kini malah berani menjalankan bidaknya dalam kekacauan.
01:01Namun,
01:03kesalahan seperti ini cukup sekali saja.
01:31Silakan kaisar menerima penghormatan.
01:36Burung surgawi turun dan berkumpul di kuih leluhur.
01:40Leluhur yang agung menenangkan seluruh negeri.
01:45Kehadiran dewa membuat awan membumbung tinggi.
01:50Memberikan berkah dan kemakmuran bagi negara.
02:07Cucau membiarkan Deng Yi dan Xi Yan Fang memimpin segala urusan.
02:10Bahkan doa peramal diperiksa dahulu.
02:12Itu tidak akan mempengaruhi rencana kita, kan?
02:14Upacara besok hanya perlu membakar tanaman herba.
02:19Xiaoyu yang berada paling dekat dengan Tungku Dupa akan langsung...
02:26...menghirup asap beracun.
02:29Cao pasti akan waspada dengan berbagai cara.
02:33Namun, begitu asap beracun itu membumbung...
02:38...posisinya sebagai Putri Agung...
02:41...akan segera berakhir.
02:45Ada apa, Yu?
02:46Yu?
02:47Yu?
02:50Yu?
02:52Yu?
02:52Yu?
02:53Yu?
02:54Ada apa denganmu?
02:56Kaisar!
02:57Kaisar!
02:58Yu, bangunlah!
02:59Yu!
03:01Bintang Serigala Rakus mengganggu Bintang Ziwei!
03:04Nasib Putri Agung...
03:05Yu!
03:06...betabrakan dengan Bintang Kaisar!
03:09Sadarlah, Yu!
03:09Ini tanda langit ingin memutus keturunan ke Kaisar yang dikasticu!
03:13Putri Agung!
03:14Mencelakai Kaisar!
03:16Cepat tangkap Putri Agung!
03:21Siapa yang berani menyentuh Putri Agung?
03:23Aku akan menebasnya.
03:24Lancang sekali kamu, Xi Yan Lai!
03:26Kamu berani membawa senjata di hadapan Kaisar!
03:28Siapa yang berani dilancang?
03:30Panggil Tabib Istana!
03:32Selamatkan Kaisar!
03:34Tutup gerbang istana!
03:35Semua orang!
03:36Tidak boleh tinggalkan istana tanpa titah!
03:47Istana, apa ini?
03:50Kenapa bisa begini?
04:15Melapor kepada Guru Besar!
04:16Maafkan aku yang tidak berguna!
04:17Dilihat dari denyut Nadi Kaisar!
04:19Tidak ada yang aneh dengan Kaisar!
04:20Lalu kenapa Kaisar belum juga sadar?
04:23Aku tidak tahu!
04:24Namun kondisi Kaisar yang jatuh pingsan setelah menghirup asap,
04:27ini sangat mirip dengan kondisi saat Putra Mahkota yang meninggal karena keracunan dulu!
04:31Apa kalian sudah temukan racunnya?
04:32Masalah keracunan Putra Mahkota belum sempat diselidik secara tuntas!
04:35Oleh karena itu, jenis racunnya belum diketahui!
04:38Cepat periksa lagi!
04:38Baik!
04:42Apa yang harus dilakukan?
04:44Mengenai masalah keracunan Putra Mahkota,
04:47semua orang yang terlibat ada di sini,
04:51tanya saja secara langsung!
04:57Bagaimana kondisi Kaisar?
04:59Bagaimana kondisi Kaisar?
05:06Bagaimana kondisi Kaisar? Aku ingin masuk!
05:08Kaisar sedang dalam pengobatan!
05:09Siapapun tidak boleh masuk!
05:12Putri Agung, menurut hukum dinasti Cuh,
05:14orang yang terlibat kasus harus diperiksa!
05:16Jika kamu tinggalkan kediaman saat ini,
05:18itu hanya akan membuat masalah ini makin sulit untuk diatasi!
05:22Aku tidak melakukan apa-apa!
05:26Bagaimana keadaan Yuyang sebenarnya?
05:32Kaisar belum sadar!
05:34Tabib sudah melakukan akupuntur dan memberikan obat!
05:38Bagaimana kondisi Kaisar?
05:39Namun, saat Kaisar keracunan,
05:43hanya kamu yang berada di sisinya, Chow!
05:51Menurut Tabib Istana,
05:53gejala keracunan Kaisar sama persis dengan Putra Mahkota saat itu.
05:58Tuan Penerus Yow,
06:00tahukah kamu jenis racun apa yang ada di tubuh Kaisar?
06:06Perkataan guru besar salah besar.
06:08Orang yang meracuni Putra Mahkota adalah pangeran ketiga.
06:12Bagaimana aku bisa mengetahuinya?
06:14Justru sebaliknya,
06:16peramal itu
06:17menyatakan Chow sebagai wanita penyihir.
06:19Awalnya aku juga tidak percaya.
06:21Hanya saja,
06:22nyawa Kaisar sedang terancam.
06:24Kalian semua tidak mengejar pelaku yang sebenarnya.
06:26Malah mencurigaiku di sini!
06:27Chow Shun,
06:29aku Putri Agung dari dinas Hichu.
06:31Bukan wanita penyihir seperti katamu.
06:33Baiklah, baiklah.
06:34Jangan-jangan Putri Agung menganggap aku yang sandra politik ini mengganggu.
06:37Sehingga ingin menjadikanku kambing hitam,
06:39agar bisa menyikirkanku.
06:41Chow Shun,
06:41kamu bicara omong kosong!
06:42Putri Agung,
06:43kamu sungguh hebat.
06:44Tanpa bukti dan dasar apapun,
06:46langsung menipahkan kejahatan besar padaku.
06:48Ini sungguh keterlaluan!
06:49Mengenai Kaisar Keracunan,
06:51harusnya Putri Agung memberi penjelasan pada seluruh rakyat.
06:53Peramal telah meramalkan adanya pertanda aneh.
06:56Putri Agung tidak layak tinggal di sini.
07:00Jika Putri Agung merasa tidak bersalah,
07:02kenapa tidak menghindari kecurigaan
07:04hingga kebenarannya akan terungkap?
07:06Ya, benar sekali.
07:08Ya, benar, benar.
07:10Sudahlah, semuanya.
07:12Harap tenang.
07:13Masalah ini masih memiliki kejanggalan.
07:16Dihawatirkan melibatkan keselamatan fondasi negara
07:18sebelum kebenaran diselidiki dengan jelas.
07:21Mohon Putri Agung tetap tinggal di kediaman.
07:23Dan jangan keluar.
07:26Pengawal!
07:27Biar aku saja.
07:50Berhubung Kaisar butuh ketenangan untuk memulihkan diri.
07:54Maka aku tidak akan mengganggu lagi.
07:57Aku pamit.
08:02Kita pergi saja.
08:05Kaisar beristirahat dengan tenang.
08:07Sungguh sebuah sandiwara yang hebat.
08:11Membiarkan Komandan Xi mengawasi Putri Agung.
08:16Tampaknya Perdana Menteri sih sangat tenang.
08:18Guru besar merasa khawatir.
08:20Jika khawatir, pergilah mengawasinya sendiri.
08:25Kira-kira sudah begitu lama.
08:27Kamu berjaga di sini.
08:42Kamu berjaga di sini.
08:44Aku akan mencari Yu.
08:46Baik.
08:47Aku sudah memberi pesan para penjaga di tempat Yu.
09:10Yu, bangunlah.
09:13Sudah aman.
09:19Kakak, sandiwaraku bagus.
09:21Tabib Istana pun tertipu.
09:23Setelah selesai makan kue,
09:25Tabib Istana akan menyebarkan kabar kesadaranmu.
09:27Kamu masih perlu terus bersandiwara.
09:31Kamu sudah menderita.
09:34Tidak.
09:35Kita mau tangkap orang bersama-sama.
09:37Peran sakit bisa kumainkan.
09:41Namun jika ada kesalahan,
09:46kamu akan berada dalam bahaya.
09:48Dulu di tengah pasukan pemberontak,
09:50kakak pertaruhkan nyawa menyelamatkanku.
09:52Kalian pasti melindungiku.
09:54Kamu tenang saja.
09:56Tidak akan lama lagi.
09:57Kakak pasti menangkap orang jahat itu.
09:59Satu lagi, setelah menangkap orang jahat,
10:02buatkan aku ayunan besar.
10:03Jangan sampai lupa.
10:10Kakak pasti tidak akan lupa.
10:16Tuan penerus.
10:18Ada apa?
10:20Ada kabar dari istana.
10:22Kaisar sudah sadar.
10:24Tidak mungkin.
10:27Empedum merak emas.
10:28Tidak ada penawarnya.
10:29Bagaimana mereka bisa menawarkan racunnya?
10:31Tabib Istana bilang,
10:32racun di tubuh Xiaoyu sama dengan putra makota.
10:35Hanya kita yang memiliki empedum merak emas.
10:37Apakah mereka akan mencurigai kita?
10:39Tanpa bukti yang jelas.
10:41Jangan panik sendiri.
10:43Pergilah.
10:44Putus orang cari tahu lagi.
10:46Si Anlei telah mengganti seluruh orang
10:48di kediaman Kaisar kecil.
10:49Dia bahkan menambah jumlah penjaga.
10:51Dengi perintahkan,
10:52siapapun tidak boleh menjenguk.
10:54Oh?
10:56Siapapun?
11:22Lalu aku sebagai paman Kaisar ini.
11:25Sudah seharusnya pergi menjenguknya, kan?
11:41Aku mengkhawatirkan keselamatan Kaisar
11:44dan datang untuk menjenguknya.
11:47Guru Besar memberi perintah,
11:48siapapun yang ingin menjenguk Kaisar
11:50harus melapor dulu ke Guru Besar.
11:52Aku adalah pamannya Kaisar.
11:54Kami sama-sama bermargasyau.
11:56Ingin melihatnya sekilas saja tidak diizinkan.
11:59Justru karena masalah ini sangat penting,
12:00maka harus waspada.
12:01Mohon Tuan Penerus maklum.
12:03Waspada terhadap laku utama?
12:04Atau waspada kepada aku?
12:06Ada apa ini?
12:08Sampai membuat Tuan Penerus begitu marah.
12:11Apakah obat Kaisar sudah siap?
12:18Tidak perlu terlalu kaku.
12:21Tuan Penerus juga mengkhawatirkan keselamatan Kaisar.
12:24Biarkan dia masuk bersamaku.
12:25Tapi...
12:26Kenapa?
12:28Perintah Guru Besar adalah perintah.
12:31Lalu apa perintahku bukan?
12:35Tuan Penerus tidak perlu marah besar.
12:37Para pelayan juga hanya menjalankan tugas.
12:40Ikutlah bersamaku.
12:56Kaisar!
13:01Baru beberapa hari tidak bertemu.
13:04Ternyata sudah menjadi sekurus ini.
13:06Tuan Penerus,
13:07ini sepertinya tidak sesuai dengan tata kerama.
13:16Racun yang peduh merakmas ini memang sulit ditawarkan.
13:19Namun untungnya Kaisar diberkati oleh langit.
13:22Putri Agung berhasil menemukan penawarnya.
13:25Hanya saja resep obat ini rumit.
13:28Harus diminum selama sembilan hari tanpa henti,
13:30baru bisa berhasiat.
13:34Kalau begitu,
13:35cepat berikan obatnya.
13:37Jangan ditunda.
13:39Guru Besar memberi perintah.
13:41Mohon kedua pejabat segera pergi.
13:44Lancang!
13:53Aku datang menjenguk Kaisar.
13:55Dia tidak berhak ikut campur.
14:13Kenapa kamu tahu racun yang digunakan?
14:15Satu pacara penyembahan itu adalah
14:17racun yang sama untuk meracuni putra mahkota.
14:20Aku tidak tahu.
14:21Tidak tahu.
14:22Kalau tidak tahu kenapa kamu memberitahu kabar Yu telah sadar kepada Xiaosun.
14:26Aku sengaja menjebaknya.
14:28Jika dia bertindak untuk mencalakai Yu,
14:30itu artinya dia juga mengaku membunuh putra mahkota.
14:34Kamu ini sedang
14:36menjadikan Kaisar sebagai umpan.
14:48Karena itulah aku ingin
14:49kamu sembunyi di tempat gelap di kediaman Kaisar.
14:52Jika Xiaosun berniat buruk,
14:55kamu bisa langsung menangkapnya
14:57di saat yang genting.
15:04Tapi bagaimana kalau dia tidak datang?
15:08Kakak ketigamu juga akan membantu.
15:14Selama ini bagaimana aku memperlakukan Yu,
15:17dia melihat semua hal itu.
15:20Dia akan membentuku.
15:28Kenapa kamu bersikeras ingin membuat Xiaosun mati?
15:30Karena dia pantas mati.
15:37Salah satu langkah saja.
15:38Kalau begitu jangan biarkan hal itu sampai terjadi.
16:04Berani, kamu bisa usun apa yang kamu lakukan.
16:10Yu, Yu, Yu, Yu, Yu, Yu, Yu, Yu, Yu, Yu, Yu.
16:26Kakak, aku tidak apa-apa.
16:29Aku baru saja tertidur.
16:59Siaoshun penerus Raja Xiaonan
17:00Berniat meracun nih Kaisar
17:02Dosanya tidak terampu nih
17:08Putri Agung
17:09Kamu bicara tanpa bukti
17:10Langsung ingin menetapkan dosa seseorang
17:12Kamu mengatakan aku menaruh racun
17:14Di mana barang buktinya
17:15Panggil tabib istana, periksa supnya
17:17Panggil tabib istana
17:26Pupang
17:27Pupang
17:27Pupang
17:27Kain
17:27Kain
17:27Kain
17:28Kain
17:29Kain
17:42Kain
18:01Melapor pada Putri Agung, Guru Besar, sub-obat ini tidak beracun.
18:06Tidak mungkin.
18:18Aku melihatnya dia menaruh racun.
18:34Chow, strategimu menjebakku ini tampaknya terlalu terburu-buru.
18:41Jika begitu, aku akan memberimu sebuah hadiah besar.
18:45Apa? Ada jebakan?
18:47Empeduh merak emas. Tidak ada penawarnya.
18:50Dan hari itu, setelah pemberontakan prajurit, jenazah Putra Mahkota belum pernah ada yang memeriksa.
18:59Jadi, kabar dari dalam istana sudah pasti palsu.
19:07Suruh Tabib buatkan ramuan penenang untukku dan taruh dalam botol ini.
19:18Kaisar keracunan.
19:20Jelas-jelas Putri Agung yang memiliki kecurigaan terbesar.
19:23Sekarang Putri Agung memfitnahku dengan...
19:26Mengatakan,
19:28Aku meracuni Kaisar.
19:29Itu berarti sudah memastikan aku menaruh racun di dalam sup ini.
19:33Namun dalam situasi seperti ini,
19:35kamu malah membiarkanku berdua saja dengan Kaisar.
19:38Mohon tanya Putri Agung,
19:40Apa niatmu yang sebenarnya?
19:41Apakahmu tidak mementingkan keselamatan Kaisar?
19:44Benar.
19:51Dulu, Putri Agung dan aku saling mencintai selama bertahun-tahun.
19:57Meskipun pertundangan dibatalkan,
19:59aku juga sangat paham bahwa masalah cinta tidak bisa dipaksakan.
20:06Namun, tidak disangka.
20:09Putri Agung,
20:11bukan saja tidak mengingat perasaan masa lalu,
20:14bahkan sepenuh hati ingin membuatku mati.
20:17Apapun dendam di antara kita,
20:20harusnya kamu tidak menjadikan Kaisar sebagai umpan,
20:22hanya demi memfitnahku.
20:24Tindakan macam apa ini?
20:25Sungguh sulit dimaafkan.
20:27Putri Agung,
20:29kamu sebagai abdi negara,
20:30bagaimana bisa melakukan hal yang sekonyol ini?
20:32Tubuh Kaisar sangat ismewa.
20:34Tidak boleh dijadikan bidak catur dan dimainkan sesuka hati.
20:36Jika terjadi kesalahan apapun,
20:38kematianmu tidak akan cukup untuk menebusnya.
20:40Benar.
20:41Kami semua tidak akan biarkan penjahat licik semacam ini mengacaukan pengadilan istana.
20:45Putri Agung menyandang nama pelindung negara,
20:48tapi licik dan penuh tipu daya,
20:49kejam dan juga sadis.
20:51Jika masalah hari ini tidak diadili,
20:53di mana letak aturan hukum negara kita?
20:55Di mana wibawa para pejabat?
20:56Bagaimana cara mempertanggungjawabkannya kepada Tita Kaisar terdahulu?
21:02Kamu tidak perlu mengalihkan perhatian di sini.
21:05Kebenarannya kamu tahu dengan jelas.
21:06Bawa masuk!
21:29Pantas setiap malam Yu bermimpi Tita Kaisar terdahulu,
21:31ternyata ada orang yang diam-diam berbuat jahat.
21:44Kaisar!
21:45Kaisar!
21:46Apa yang terjadi?
21:47Kaisar!
21:48Kaisar!
21:50Yu?
21:51Yu, kemarilah.
21:53Ada apa?
21:55Ada apa dengan Yu?
21:56Putri Agung, Kaisar terus bermimpi buruk beberapa malam.
21:59Su penenang yang diberikan Tabib tidak berhasiat.
22:03Kakak, aku takut.
22:14Bukan sekedar mimpi buruk.
22:18Beberapa hari ini, apa ada makanan baru untuk Kaisar?
22:21Apa mungkin ada barang baru yang ditambah di istana?
22:23Makanan tidak berubah, tapi ada banyak barang upeti dan hiasan baru.
22:26Cepat periksa!
22:27Baik.
22:34Tidak apa-apa, Yu.
22:35Tidak apa-apa.
22:36Kakak ada di sini.
22:39Aku lihat cahaya lilin di dalam istana bergoyang.
22:42Orang-orang tampak sibuk.
22:43Apa yang terjadi?
22:44Ada barang yang tidak bersih di dalam istana ini.
22:57Dupa ini.
23:06Biar aku saja.
23:23Bubuk dupa penenang ini seharusnya sehalus debu dan tidak ada ampas.
23:29Tapi sekarang dupa ini malah memiliki sedikit ampas kecil.
23:33Sepertinya, ada orang yang ingin meracuni lewat dupa.
23:38Racun ini menguap bersama asap, jadi buktinya ikut musnah.
23:43Cara ini sama persis dengan cara membunuh Putra Mahkota.
23:50Xiaoshun!
23:53Geledah istana, temukan mata-mata.
23:58Tidak.
24:00Jangan buat musuh waspada.
24:04Jika Xiaoshun bisa celakai Yu dengan begitu mudah,
24:08orang itu pasti sulit ditemukan.
24:11Yu, kakak punya satu cara.
24:14Karena ada orang yang ingin membuatmu bermimpi buruk,
24:17maka kita ikuti permainannya untuk memancingnya.
24:19Apa kamu takut?
24:20Ada kakak dan paman.
24:22Aku tidak takut.
24:24Ganti dupa dalam tirai.
24:26Dupa kayu gharu beberapa hari lalu terlalu kuat.
24:28Ganti dengan dupa campuran yang mengandung Porya dan Poligala.
24:31Akan segera ku ganti.
24:34Aku suruh orang ganti dupa yang mengandung empedu menak emas.
24:37Aku tahu dengan sifatmu.
24:39Kamu pasti tidak akan tinggal diam.
24:43Kemudian kamu usulkan upacara penyembahan di altar leluh.
24:46Aku Xiaoshun, penerus Raja Xionan, ingin melapor.
24:49Itu karena kamu yakin Yu akan ungkit masalah mimpi buruk.
24:53Jadi aku ikuti permainanmu.
24:56Bekerjasama memainkan drama ini di upacara penyembahan.
24:58Untuk memancingmu menaruh racun dengan tanganmu sendiri.
25:07Kamu yang menaruh racun di dupa kayu gharu yang digunakan kaisar, kan?
25:12Katakan, siapa yang menyuruhmu?
25:14Aku hanya membuang ampas dupa atas perintah Tuhan penerus.
25:19Aku tidak tahu apa-apa.
25:22Hanya berdasarkan ampas dupa dan kesaksian seorang pelayan istana.
25:27Lalu ingin menimpakan dosa kepada aku.
25:29Di mana buktinya?
25:32Jika bicara tanpa bukti, aku juga bisa bilang.
25:35Pelayan istana ini disuruh seseorang untuk memfitnahku.
25:56Apa Tuhan penerus masih kenal orang ini?
25:59Orang dari Biro Ritual.
26:02Sebelum upacara persembahan dimulai,
26:04aku menyadari pelayan yang bertugas menyiapkan lingkaran tanaman herba
26:08sudah digantikan oleh orang lain.
26:11Untungnya aku menghentikan orang ini tepat waktu
26:13dan menemukan beberapa barang kecil di tubuhnya.
26:40Siapa yang telah menyuruhmu?
26:46Katakan!
26:47Siapa yang telah menyuruhmu?
26:54Katakan!
26:56Siapa yang menyuruhmu? Katakan!
27:01Koko, hati-hati!
27:09Adik kesembilan!
27:10Putri Agung! Putri Agung!
27:12Putri Agung!
27:15Putri Agung!
27:17Bagaimana?
27:19Bagaimana?
27:45Membawa senjata di awal istana lancang sekali!
27:50Apa kamu yang menyuruhnya?
27:57Kamu melampaui wawonah.
27:59Memberi perintah atas nama Kaisar.
28:02Memegang pedang atas nama Kaisar.
28:04Membunuh orang di awal istana.
28:05Mengapa?
28:06Kamu masih ingin membunuhku.
28:07Putri Agung!
28:09Sepertinya kamu ingin menjadi Kaisar.
28:10Tuan Xiao, jaga bicaramu!
28:12Pelayan itu sudah dibunuh di tempat oleh Putri Agung.
28:15Tidak ada saksi hidup lain.
28:18Kalian semua bilang,
28:19kalau dialah yang menaruh racun di tanaman herba.
28:23Tetapi Kaisar jelas-jelas baik-baik saja.
28:25Baiklah.
28:26Jika Kaisar baik-baik saja,
28:28lalu mengapa di hari upacara penyembahan,
28:31harus berpura-pura keracunan dan membuat para pejabat khawatir sia-sia?
28:36Ini sungguh keterlaluan.
28:37Tidak disangka Kaisar malah dipermainkan oleh seorang wanita muda.
28:41Di mana Wibawa dinasti Cho di sini?
28:43Dari upacara penobatan sampai memerintah di balik tirai.
28:47Cucao jelas-jelas punya niat untuk merebut tahta.
28:51Cucao berhianat.
28:53Dosanya pantas dihukum mati.
28:55Cucao berhianat.
28:56Dosanya pantas dihukum mati.
28:59Cucao berhianat.
29:00Dosanya pantas...
29:01Tutup mulut kalian!
29:04Putri Agung berbagi beban denganku.
29:07Bisa dikatakan dia mengerahkan semua tenaganya.
29:10Kalian bilang dia sedang mempermainkanku.
29:13Itu benar-benar omong kosong.
29:16Sejak lupaku diganti hari itu,
29:19aku menyadari ada penghianat yang ingin mencelakaiku.
29:23Di dalam istana ini,
29:25berpura-pura keracunan adalah ideku.
29:28Putri Agung hanya menjalankan perintah.
29:30Tidak ada yang salah sedikitpun.
29:32Jika kalian punya keberatan,
29:34tanyakan langsung padaku agar jelas.
29:36Jangan mempersulit dia.
29:38Kaisar.
29:39Kaisar masih sangat muda.
29:40Tidak tahu kekejaman dunia.
29:42Siapa yang baik padaku,
29:43aku tahu dalam hatiku.
29:44Aku masih mengingat hubungan darah.
29:47Paman,
29:48dua hari ini beristirahatlah di kediaman.
29:51Tidak perlu ikut sidang istana.
30:03Aku menerima titah.
30:07Sebarkan titahku.
30:09Jika ada lagi
30:10yang melakukan tindakan tidak terpuji di sini,
30:13segera bunuh di tempat.
30:17Buru besar dan tuansi,
30:19bagaimana ini?
30:20Kaisar sangat bijaksana.
30:23Semuanya mengikuti titah Kaisar.
30:26Kaisar sangat bijaksana.
30:29Baiklah,
30:31masalah hari ini selesai.
30:32Paman,
30:33silakan pergi.
30:50Paman,
30:51masalah hari ini seh nanan.
31:04Iya,
31:09Dia sehanya dan kes narrow.
31:12Kaisar sangat dalam apa-kejaman.
31:13Rasa Barak live selesai.
31:21Apa kamu merasaku juga sangat konyol?
31:28Kamu tumbuh di gurun pasir
31:30Kamu seharusnya tahu
31:33Saat pertama kali serigala menggigit mangsanya
31:36Pasti akan tersedak oleh bau amis
31:40Tapi serigala
31:42Tidak akan membiarkan mangsanya melihat dirinya gemetar
31:45Terima kasih
31:46Sudah menyelamatkanku
31:52Barusan
31:54Kamu yang menyelamatkanku
31:56Kelak
31:58Jangan lagi memegang pedang
32:01Biar aku saja
32:22Tidak
32:24Tidak
32:43Tidak
32:55Sudah ku katakan
32:56Aku melakukan ini bukan untuk hal lain
33:02Melainkan hanya untuk bertahan hidup
33:16Aku membunuh orang
33:17Demi membuat lebih banyak orang bisa hidup
33:22Apa aturan militer yang ketiga?
33:26Tersangka
33:28Harus diserahkan ke pengadilan militer
33:30Lalu kenapa main hakim sendiri?
33:33Dia menyelinap masuk ke tenda jendral
33:35Dia sudah pasti adalah mata-mata
33:37Aku sudah bertanya pada tabik militer
33:39Orang itu hanya karena anaknya sakit
33:40Ingin datang meminta obat
33:42Taukah kamu bahwa kamu hampir membunuh orang yang tidak bersalah?
33:48Di dunia yang kacau ini
33:51Siapapun bisa memakai kedok sebagai orang tidak bersalah
33:54Jendral
33:55Bukankah kamu mendapatkan
33:57Jasa pramu dengan menginjak
33:59Orang-orang yang tidak bersalah ini
34:02Kita adalah orang yang melangkah di atas tumpukan mayat
34:05Tapi kamu malah bicara tentang belas kasihan
34:11Pernahkah kamu lihat baik-baik
34:13Dunia yang menderita ini
34:14Melihat makhluk hidup yang berjuang di bawah api peperangan
34:17Setiap peperangan yang aku lakukan adalah
34:20Untuk melindungi cahaya lampu di setiap rumah
34:23Namun jika aku sampai
34:24Salah membunuh karena kecurigaan
34:26Semua hal yang kulindungi dengan mempertaruhkan segalanya
34:28Tidak akan berarti lagi
34:31Ini hanyalah seorang ayah yang ingin menyelamatkan putrinya
34:34Dia hampir mati di tanganmu
34:35Beritahu aku
34:37Dia bersalah atau tidak?
34:41Ingatlah
34:41Seberapapun kacau dunia ini
34:43Hati manusia tidak boleh kacau lebih dulu
34:45Aku berperang
34:47Demi membuat lebih banyak orang bisa hidup
35:04Apa yang baru saja kamu pikirkan?
35:08Aku sedang berpikir
35:12Kamu sama seperti ayahmu
35:18Membosankan
35:22Kamu yang membosankan
35:27Baiklah
35:29Meski patua itu membosankan
35:32Jasa perangnya luar biasa
35:33Melawan seratus orang sendirian
35:36Tidak seperti seseorang
35:39Memegang pedang tidak bisa
35:40Dulu ayahku
35:42Secara pribadi mengajariku memanah dan ilmu pedang
35:45Kalau begitu dia guru yang biasa saja
35:53Aku yang ingin pergi merantau ke ibu kotacu
35:59Jadi tidak belajar dengan baik
36:11Aku ajari kamu
36:16Mau belajar?
36:45Jasa perangkat
36:46Jasa perangkat
36:47Jasa perangkat
36:48Pada ke jend Sari pun
36:52Ambassador
36:53Dulu ayah
37:09Selamat menikmati.
37:47Selamat menikmati.
38:02Selamat menikmati.
38:04Kamu belajar dengan baik.
38:07Aku belum melupakan hal yang diajarkan ayahku.
38:19Putri Agong, istirahatlah lebih awal.
38:41Pakailah ini. Jangan sampai masuk ingin.
38:45Apa kamu sebegitu tidak sukanya dengan jubah ini?
39:06Kamu belajar dengan baik.
Komentar