- 2 hari yang lalu
Kategori
🎥
Film pendekTranskrip
00:00Hari itu, darah mewarni dinding.
00:03Aku baru tahu,
00:05tidak pernah ada ketulusan di dalam istana.
00:09Jika ada kesempatan untuk kehidupan yang akan datang,
00:12aku akan ceritakan bagaimana aku membuat
00:14kesalahan di setiap langkahku
00:16yang buatku tidak bisa bangkit lagi.
00:41Jangan lari! Berhenti! Kudaku!
00:47Namaku Juzang.
00:48Aku lahir dan tumbuh di sebuah gurun
00:50bernama Prefektur Yunzong.
00:52Wilayah perbatasan ini sering diserbu oleh
00:54Kavaleri Gurun Utara.
00:55Sejak kecil aku kehilangan ibu
00:57dan hanya hidup bersama ayahku.
00:58Ayah adalah jendel pasukan perbatasan.
01:00Puluhan tahun tidak pernah melepas zirahnya.
01:02Ibu yang ada di dalam hatiku
01:04adalah sosok yang ayah ceritakan padaku
01:06sejak kecil.
01:07Ibu Kotacu adalah tempat tinggal ibuku dulu.
01:11Aku sering berpikir,
01:12ingin pergi kelihat-lihat.
01:14Namun ayah memberi perintah.
01:15Larangan meninggalkan kebupatan Yunzong.
01:17Kini aku sudah tumbuh dewasa
01:18dan bisa berkuda dengan bebas dan cepat.
01:20Dengan berkuda seorang diri,
01:22mampu menghadapi ribuan pasukan,
01:23itulah yang disebut.
01:24Berkuda sendiri menembus Gurun Utara.
01:26Bagus! Bagus!
01:28Kamu cantik sekali, mau bunga.
01:30Bagus sekali!
01:32Yang itu tolong pindahkan ya.
01:33Jalanan begitu ramai,
01:35dipenuhi lautan manusia,
01:37orang berlalu lalang dan berdesak-desakan.
01:40Saat pemandangan ibu Kotacu
01:42benar-benar terbentang di depan mataku,
01:44barulah ku sadari dengan jelas,
01:46betapa aku berharap ibuku masih hidup.
01:51Betapa aku berharap ibuku berada di sisiku,
01:54memilihkan tusuk konde upacara kedewasaanku dengan cermat
01:57dan melihat diriku tumbuh dewasa.
02:10Bukul dia sampai mati!
02:16Bukul dia sampai mati!
02:17Bukul dia!
02:18Bukul dengan keras!
02:19Terus!
02:20Bukul dengan keras!
02:21Sampai mati!
02:22Bukul dengan keras!
02:33Kenapa dia?
02:34Apa-apaan itu?
02:35Dia siapa?
02:36Dia mau apa?
02:37Di siang bolong begini,
02:38kenapa main hukum sendiri?
02:40Jadi sedari mana kamu, enyah?
02:41Kemarin malam,
02:42pendosa ini membakar desa Wei
02:44dan membuat 46 nyawa terbunuh.
02:46Dia pantas untuk mati!
02:48Bunuh pendosa ini!
02:49Menurut hukum dinasti Chu,
02:51hukum pribadi sampai mati sama saja membunuh.
02:53Akhirnya aku menemukanmu,
02:54Nona Besar.
02:55Jangan berulah lagi.
02:56Maaf, mengganggu.
02:58Maaf, ya.
02:58Aman, Zong!
02:59Mereka meremehkan nyawa manusia.
03:01Yang patuhlah.
03:03Kenapa kamu menghentikanku?
03:04Jelas-jelas mereka yang salah.
03:06Kamu...
03:06Tanpa diselidiki,
03:07langsung menyalahkan orang
03:08dan langsung menghukum seenaknya.
03:10Kamu tidak mengerti.
03:12Kamu jangan mencampuri
03:13urusan keluarga besar yang rumit ini.
03:15Ayahmu sudah memberiku perintah militer
03:17untuk membawamu pulang.
03:19Ayo.
03:24Permisi.
03:24Masa?
03:25Pergi sana!
03:26Pergi, pergi!
03:27Pergilah!
03:28Cepat pergi!
03:28Sana!
03:29Cepat pergi!
03:30Jangan banyak ikut campur!
03:32Jangan di sini!
03:34Jangan di sini!
03:38Belum sehari tiba di Ibu Kota Chu.
03:40Aku sudah dibawa pulang oleh Paman Zong.
03:43Sesuai dugaan,
03:45Ayah marah besar karena aku sudah kabur.
03:47Jarak prefektur Yun Zong dan Ibu Kota Chu begitu jauh.
03:50Tahu berapa banyak bandit sepanjang jalan?
03:52Berapa banyak pengintai kavalieri?
03:54Kalau terjadi sesuatu...
03:55Apa yang bisa terjadi?
03:56Bukankah sekarang aku baik-baik saja?
03:58Mengapa Ayah selalu ingin mengekangku di perbatasan ini?
04:02Perjalananku ke Ibu Kota Chu.
04:04Aku kunjungi paman tertua dan kakak sepupu.
04:06Juga sudah melihat adat dan suasana di sana.
04:08Tidak tahu batasan.
04:10Kamu hanya tahu Ibu Kota Chu adalah kampung halaman ibumu.
04:13Apa kamu tahu itu sanggar pemakan manusia?
04:15Ayah tidak perlu menakutiku.
04:16Aku hanya merindukan ibu.
04:18Aku tidak berkesempatan merasakan kasih sayangnya,
04:20tapi aku ingin pergi melihat.
04:21Aku ingin melihat yang pernah ibu lihat
04:23dan menyusuri gang berbatuan yang pernah ibu lewati.
04:25Aku hanya ingin menemukan,
04:27bahkan hanya sedikit,
04:29jejak bahwa ibuku pernah hidup.
04:31Masih berani mengungkit ibumu.
04:33Kalau dia tahu kamu keras kepala seperti ini,
04:36dia pun akan kecewa di alam baka.
04:38Hanya ingin hidup mengikuti isi hati?
04:39Apa disebut keras kepala?
04:41Kalau saja ibuku masih hidup,
04:44ibu pasti tidak ingin aku menjadi seorang gadis yang hanya bisa patuh.
04:47Ibu tidak akan angkuh seperti Ayah.
04:49Ibu pasti akan peduli pada perasaanku.
04:52Benar.
04:54Ayah adalah dewa perang dinas Ticu.
04:56Jenderal pengawal yang dihormati semua orang.
04:59Namun pernahkah Ayah bertanya apa aku ingin menjadi putri seorang jenderal?
05:03Sejak kecil sampai besar,
05:05gadis selain dirawat oleh kedua orang tuanya,
05:07sedangkan aku,
05:08aku hanya anak liar tanpa ada yang menjaga.
05:11Apakah aku pernah menangis ataupun mengeluh pada Ayah?
05:14Aku tidak berani meminta bahkan sedikit perhatian dari Ayah itu karena Ayah terlalu sibuk.
05:18Ayah sibuk melindungi rakyat perbatasan,
05:20sibuk membangun nama besar Ayah,
05:22saking sibuknya,
05:24sampai tidak peduli apa yang sebenarnya diinginkan putri Ayah.
05:39Lan.
05:41Maafkan aku.
05:43Aku tidak bisa merawat putri kita dengan baik.
05:45Yang bisa kulakukan,
05:47hanyalah menuruti keinginannya.
05:59Aku rasa kata-kata itu pasti telah menyakiti hati Ayah.
06:03Jika tidak, bagaimana Ayah menuruti keinginanku dan mengirimku ke Ibu Kotacu,
06:07mengantarku ke kediamanju yang dianugerahkan kaisar padanya.
06:10Aku berusaha pelajari tata kerama dan etiket,
06:13berharap bisa menjadi seperti ibuku,
06:14yang diceritakan oleh Ayah, seorang gadis bengsawan sejati Ibu Kotacu,
06:18yang gerak-geriknya sopan dan tertawa tanpa memperlihatkan gigi.
06:22Hanya saja semua itu jauh lebih sulit dari yang kubayangkan.
06:29Hidup yang kuinginkan,
06:32justru menjadilah lucuannya tidak sesuai zaman.
06:35Di saat itulah,
06:37aku bertemu dengan Shun.
06:43Bagaimana bintang di Ibu Kotacu dibandingkan dengan yang di gurun?
06:47Chow?
06:49Sama indahnya.
06:58Itulah pertama kalinya Shun memanggil namaku.
07:02Karena panggilan itulah,
07:04aku merasa akhirnya Ibu Kotacu menerimaku.
07:07Hanya karena di tempat ini ada seseorang yang peduli,
07:09memikirkan,
07:10dan menyayangiku.
07:12Tidak lama kemudian,
07:14Shun pergi ke prefektur Yunzong untuk melamarku.
07:23Chow,
07:25pemandangan di gurun ini
07:26jauh lebih megah daripada Ibu Kotacu.
07:28Sudah tiga tahun tidak pulang.
07:29Pasti rindu kampung halaman, kan?
07:32Tidak juga.
07:35Setiap hari tempat ini dipenuhi dengan pasir.
07:37Kalau sudah sering melihatnya,
07:40terasa biasa saja.
07:46Orang di seberang dengar baik-baik.
07:48Cepat tinggalkan semua.
07:50Barang berharga di dalam kereta.
07:52Tuan Penderus,
07:53ada penyergapan.
07:59Jika tahu diri,
08:00aku bisa mengampuni nyawa kalian.
08:02Jika tidak,
08:04kalian semua akan kubunuh.
08:20Boca,
08:22siapa kamu?
08:31Berisik
08:37Semuanya! Serbu!
09:03Dan penerus, aku belum pernah melihat jurus penang sekejam itu.
09:08Seterangannya mengincar titik itu.
09:18Namaku Fuchu, bawahan Jendral Chu.
09:21Diperintahkan Jendral untuk menumpas bandit.
09:27Tuhan, tolong aku!
09:29Jangan mendekat!
09:31Kalau mendekat, ku bunuh dia!
09:49Kamu sudah gila!
09:51Dia tidak bersalah!
10:01Bodoh!
10:13Gelang di tangannya dan kalung di tangan pemimpin itu di seri yang sama, benda itu jarang dipasaran.
10:18Tadi dia juga sengaja berlari keluar dari belakang kereta dan memberi bandit itu kesempatan menyenraynya.
10:26Shun, sebelum berangkat, pernahkah kamu periksa identitas para pelayan yang ikut?
10:31Beberapa hari lalu, aku memang menyadari ada beberapa wajah asing diantara para pelayan.
10:36Namun tidak aku selidiki dengan teliti, karena ingin segera berangkat.
10:42Kamu terlalu ceroboh.
11:07Kamu terlalu ceroboh.
11:09Mohon jenderal periksa.
11:13Putriku tidak pantas menikah ke keluarga bangsawan besar.
11:20Sebaiknya, tuan penerus pulang saja.
11:23Ayah, aku dan Shun saling mencintai.
11:27Apa hubungannya dengan latar belakang?
11:28Jika tidak boleh menikahi keluarga bangsawan, lalu kenapa ayah menikahi gadis bangsawan ibu Kotaku seperti buku?
11:33Dan menemani ayah menghabiskan hidup di guru?
11:35Diam! Kamu tidak berhak mengomentari masalah ibumu.
11:39Kalau begitu jangan campuri urusanku.
11:43Jangan bertengkar dengan Jenderal Chu.
11:47Jenderal Chu, aku mengerti dengan kekhawatiran Jenderal.
11:51200 ribu pasukan perbatasan, entah siapapun yang memegang kekuasaan itu,
11:55pasti akan merasa khawatir bahwa aku ingin menikahi Chow.
11:58Pasti karena punya niat lain.
12:00Namun aku tidak punya niat lain.
12:03Hanya ada hati yang tulus.
12:06Ketulusan yang kamu sebut bisa dinilai berapa?
12:15Lima tahun lalu, aku datang sebagai Sandra.
12:20Kaisar anugerahkanku kediaman Tuan Penerus.
12:22Bagi ku kediaman itu adalah sebuah anugerah.
12:27Sekaligus belenggu.
12:28Kaisar membiarkanku hidup untuk menyimbangkan kekuatan Perfektor Shunan.
12:33Ayah Anda mengirimku ke ibu kota.
12:35Demi melindungi seluruh keluarga.
12:38Aku tidak bisa memilih semua itu.
12:41Yang dikatakan Jenderal Chu benar.
12:43Memang tidak ada yang peduli dengan ketulusanku.
12:47Selama bertahun-tahun,
12:49gosip dan fitnah di ibu kota Chu tidak pernah berhenti.
12:52Aku sudah terbiasa menanggungnya dan tidak mampu bela diri.
12:57Namun hari ini berbeda.
13:00Aku mencintai Chow.
13:02Aku tidak ingin perasaanku kepadanya disalahpaham sedikitpun.
13:06Jika aku memang punya niat lain.
13:11Jenderal bisa mencabut nyawaku sekarang.
13:23Sebenarnya ayah ingin mempersulit penerus raja Shunan atau suamiku.
13:28Kalau Shun sungguh menyakiti diri untuk membuktikan tekad, apakah ayah akan puas?
13:31Urusan ini sampai disini saja.
13:37Silahkan.
13:37Tuhan penerus pulang saja.
13:44Jenderal.
14:00Jenderal.
14:02Chow.
14:25Di mana ayahku?
14:26Tuhan sedang ada tugas. Aku diutus pengantarmu.
14:33Tidak perlu.
14:34Kamu sama seperti dia.
14:36Sama-sama meremehkan Shun.
14:38Kalau bukan tulus, untuk apa berpura-pura?
14:43Terserah apa pendapatmu.
14:45Tapi jika suatu hari kamu menyesal, kamu bisa kembali ke Pan saja.
14:54Itu ucapan Tuhan padaku.
14:58Kalau begitu bantu aku, sampaikan kepada Jenderal Chow.
15:04Aku tidak akan menyesal.
15:06Dan tidak akan kembali ke Yunzong.
15:24Setelah berpisah dengan ayah, kami tidak pernah bertemu lagi.
15:42Sejak kembali ke Ibu Kota Chow, aku merindukan ayah setiap hari.
15:48Ayah bukan tidak berperasaan.
15:50Hanya saja tidak pandai menunjukkan kasih sayang.
15:53Jadi aku sering membuat kue pasta kurma kesukaan ayah.
15:56Dan setiap bulannya, mengutus orang mengantarnya ke Yunzong.
16:12Gantung kain merah dengan tinggi.
16:14Harapan akan terkabul.
16:18Pada akhirnya, ayah tetap tidak menyetujui pernikahan ini.
16:22Hingga dua tahun kemudian,
16:24Xiaoshun memohon ayahnya menulis surat pelepasan wilayah dan menyerahkan pasukan.
16:28Sehingga mendapat anugerah pernikahan dari Kaisar.
16:35Aku baru meramal untuk Nona.
16:37Burung Phonix terbang berpasangan sayap mengepak dengan indah.
16:40Pertanda baik.
16:4125 hari lagi hari ke-8 bulan 8.
16:44Hari bagus yang langka.
16:45Pasti akan berjalan lancar.
16:49Omong-omong, kalau Tuan Penerus memperlakukan Nona dengan buruk,
16:52General mungkin tidak akan membiarkannya.
16:55Lihatlah.
17:03Fujio mengaku diperintahkan mengantarkan Mas Kawin untuk Nona.
17:06Namun semua tahu,
17:07dia adalah orang yang dikirim General untuk mendukung Nona.
17:3025 hari kemudian tahun ke-19 era Tianshu.
17:34Di malam pernikahanku dengan Xiaoshun,
17:36pasukan pemberontak menyerang kota.
17:39Seluruh ibu kotacu jatuh dalam kekacauan perang.
17:45Apa yang sudah terjadi?
17:46Pangeran ketiga membunuh Putra Makota dan memimpin pemberontakan.
17:53Di mana, Shun?
17:54Aku diperintah untuk lindungi Nona.
17:56Mohon kalian tetap tinggal di kediaman, Chu.
18:01Perintah Tuan Penerus.
18:02Mohon kalian tetap tinggal.
18:14Shun membunuh Pangeran Ketiga dan mengakhiri pemberontakan ini.
18:21Laporan Darurat 800 Li.
18:23Kaisar mangkat.
18:25Pangeran ketiga dihukum mati karena memberontak.
18:28Putra Makota dan cucu Sulu Kaisar juga sudah meninggal.
18:31Xiaoshun penerus Raja Xiaonan.
18:33Berjasa menumpas pemberontakan dan mewarisi tahta sesuai wasiat Kaisar.
18:45Putra Makota wafat.
18:47Pangeran ketiga dihukum mati.
18:48Sedangkan Xiaoyu cucu Kaisar tewas dalam perang.
18:51Kaisar terdahulu mangkat.
18:53Garis keturunan Kekaisaran hanya mengisahkan Xiaoshun yang bisa mewarisi tahta.
18:58Tiga hari kemudian, Xiaoshun naik tahta.
19:01Dan era berganti nama menjadi Anping.
19:03Perebutan tahta yang berdarah akhirnya berakhir.
19:06Sejarah menyebutnya sebagai pemberontakan Anping.
19:27Selamat kepada Kaisar.
19:30Semoga Kaisar sepanjang umur dan kejayaan abadi selamanya.
19:41Selamat kepada Kaisar.
19:43Semoga Kaisar sepanjang umur dan kejayaan abadi selamanya.
19:47Selamat kepada Kaisar.
19:49Semoga Kaisar sepanjang umur dan kejayaan abadi selamanya.
19:54Selamat kepada Kaisar.
19:56Semoga Kaisar sepanjang umur dan kejayaan abadi selamanya.
20:02Aku kembali tanpa titah dan menyadari kesalahan.
20:05Mohon Kaisar menjatuhkan hukuman.
20:08Mengapa ayah mertua berkata demikian?
20:10Ayah berkuda siang dan malam.
20:12Kasih sayang ayah pada putri tercinta bisa disaksikan langit dan bumi.
20:16Aku merasa sangat terhibur.
20:18Mana mungkin menyalahkan.
20:20Dulu ayah bertanya padaku.
20:23Ketulusan bisa dimilai berapa?
20:26Aku pernah menjadi Sandra.
20:27Aku memahami perasaan pisah dengan keluarga.
20:30Demi Cao, aku memohon agar ayah mertua untuk tinggal menemani Cao di ibu kota Chu.
20:35Mengenai prefektor perbatasan, aku sendiri akan mengaturnya dengan baik.
20:40Apakah ayah mertua bersedia memenuhi permintaanku?
20:50Kaisar.
20:52Aku di medan perang sepanjang hidup.
20:54Dan hanya punya seorang putri.
20:56Aku menganggap Cao sebagai harta berharga.
20:59Daripada nyawaku sendiri.
21:02Mohon Kaisar.
21:04Merawat putriku dengan baik.
21:07200 ribu pasukan perbatasanku.
21:08Juga pasti akan terus mengabdi sepenuh hati.
21:12Demi negeri dan rakyat dinasti Chu.
21:16Itu sudah pasti.
21:19Mereka.
21:31Ibu muci.
21:32Ibu muci.
21:34Ibu muci.
21:36Ibu muci.
21:43Ibu.
21:46Ibu.
21:47Ibu.
21:47Ibu.
21:48Mulai hari ini, kamu tinggal di ibu kota untuk melindungi Chow.
21:52Ini adalah perintah.
21:59Hiya!
22:01Cie!
22:10Hiya!
22:17Sejak hari naik tahta itu, ayah buru-buru kembali ke Yunzong.
22:22Pada akhirnya, kami tidak sempat bertemu.
22:25Menikah dengan Shun memang bertentangan dengan keinginan ayah.
22:30Lihat, apa kamu suka?
22:37Terima kasih, Kaisar.
22:43Kemarin, Permaisuri mengusulkan pengurangan pajak tenun.
22:47Bisakah kamu menjelaskan lebih rinci padaku?
22:51Anggap saja balasan lukisan alis ini.
22:54Shun menghormati dan mencintaiku.
22:56Meski menjadi seorang Kaisar, dia sering diskusikan pemerintahan denganku.
23:00Bahkan berkali-kali menerapkan pendapatku.
23:03Dan menjadikannya strategi untuk menenangkan rakyat.
23:06Melihat rakyat memujinya.
23:07Dan hidup makin tenteram.
23:09Aku berpikir, mungkin ini bisa sedikit menenangkan hati ayah.
23:21Setiap bulan aku menulis surat untuk ayah.
23:24Tapi tidak pernah dapat balasan.
23:26Aku hanya berharap setiap kata amat,
23:29dapat sedikit menenangkan kekhawatiran ayah.
23:35Pada pertengahan tahun ketiga era anting,
23:37ulang tahunku ke-22,
23:40Shun tahu aku sangat merindukan ayah.
23:42Jadi mengizinkanku mengundang ayah ke ibu kota Ju.
23:44Dan berjanji membangun kediaman bangsawanan
23:47dengan tata kerama menyambut ayah mertua Kaisar.
23:50Hatiku gelisah,
23:51tapi juga dipenuhi harapan besar.
23:55Pasukan perbatasan melepas zirah.
23:58General,
23:59sungguh ingin melepas zirah.
24:00Ini adalah hari ulang tahun jauh.
24:04Lepaskanlah.
24:12Panggil General Chuling
24:15untuk menghadap.
24:50Pergilah Chuling.
24:51Nanti aku masih punya kejutan lain untukmu.
24:57Terima kasih, Kaisar.
25:00Aku, Chuling,
25:02memberi hormat kepada Kaisar.
25:08Ayah.
25:14General Pengawal sudah lelah dalam perjalanan.
25:19Bacakan dekret.
25:20General Pengawal Chuling
25:23terima dekret.
25:27Di selidiki,
25:29General Pengawal Chuling
25:31mengancam atasan dengan jasa
25:33dan bersekongkong dengan Gurun Utara.
25:36Kakaknya Chulan
25:37meracuni
25:38cucu sulung Kaisar
25:40pada tahun pertama era Anping.
25:42Seluruh keluarga Chul
25:43dijatuhkan.
25:44Hukuman mati.
25:46Tidak mungkin.
25:49Ayah setia pada penguasa dan negeri
25:50tidak pernah punya niat buruk.
25:52Nyali pamanku sangat kecil.
25:53Lebih tidak mungkin
25:54meracuni cucu sulung Kaisar.
25:56Kamu,
25:57apa kamu keliru?
25:58Kaisar,
25:59Kaisar,
26:00dia keliru.
26:01Kaisar beberapa hari lalu
26:02bilang akan membangun
26:04kediaman bangsawan.
26:05Hei Chow,
26:07bersekongkol dengan Gurun Utara
26:09adalah kejahatan berat.
26:11Ayah Mertua melakukan kesalahan.
26:13Meski kamu adalah
26:14permaisuri,
26:16aku
26:16tetap harus memberi penjelasan
26:19kepada seluruh rakyat.
26:20Di tahun pertama era Anping,
26:23Kaisar mewarisi tahta.
26:24Gurun Utara menyerang
26:25prefektur Yunzho.
26:26Ayahku memimpin
26:27200 ribu pasukan
26:28perbatasan bertahan
26:28di gerbang kota.
26:29Sekarang ayahku justru
26:31dituduh bersekongkol
26:32dengan musuh siapa?
26:33Siapa yang mengajukan
26:34laporan ini?
26:35Siapa yang menyerahkan buktinya?
26:37Benar atau salah
26:38harus punya penjelasan
26:39jika tidak ini adalah fitnah.
26:41Permaisuri sedang mengigau.
26:43Asal berbicara.
26:46Berikan arak racun.
26:50antara ayah mertua
26:51menuju ajalnya.
26:56Kaisar!
26:57Kaisar!
26:59Kaisar!
27:00Ayahku di fitnah!
27:01Ayahku di fitnah!
27:03Kaisar!
27:04Ayahku di fitnah!
27:05Ayahku di fitnah!
27:07Kepibilang antara
27:07menuju ajalnya!
27:10Shun!
27:11Shun!
27:16Shun!
27:17Shun!
27:18Shun!
27:18Shun!
27:19Ayahku di fitnah!
27:20Shun!
27:21Shun!
27:22Mohon lepaskan ayahku!
27:24Shun!
27:35Changrong!
27:59Kamu memakai jasa tasukan perbatasan
28:02untuk menenangkan wilayah
28:03dan menstabilkan negerimu.
28:05Tapi ternyata inilah
28:08ketulusanmu.
28:09Nasihatmu di hari penobatan.
28:12Aku
28:12tidak berani melupakannya sedikitpun.
28:15Jenderal tenang saja.
28:16200 ribu pasukan perbatasan
28:17akan terus mengabdi padaku
28:19dan dinas Tichu
28:21dengan sepenuh hati.
28:22Jenderal pengawal Chuling
28:24mengunuskan pedang di aula.
28:26Berniat memberontak.
28:27Bunuh sekarang juga!
28:28terima kasih.
28:37Ayah!
28:39Ayah!
28:40Ayah!
28:41Ayah!
28:42Ada apa dengan ayah?
28:43Ayah!
28:44Maaf, ayah!
28:46Ayah!
28:48Ayah!
28:49Maaf, aku sedesan, ayah
28:52Maaf, maaf
28:54Aku bersalah padamu, ayah
28:57Ayah, maaf
29:13Maaf
29:14Xiaoshun, apa yang mau kamu lakukan?
29:16Xiaong
29:16Apa yang mau kamu lakukan?
29:18Jangan, jangan
29:18Ini adalah kejutan dariku untukmu
29:20Jangan, jangan
29:21Xiaoshun, lepaskan ayahku
29:24Jangan, jangan
29:36Kaisar menganugerahkan secawan arak beracun kepada permaisuri untuk menghargai baktinya
30:01Aku tahu kamu menyalahkanku
30:05Namun kamu juga tahu
30:07Jika sekarang
30:08Aku tidak menghukum Chuling
30:11Bagaimana aku bisa menguasai 200 ribu pasukan kavaleri?
30:16Kini seluruh negeri berada dalam kendaliku
30:20Kecuali 200 ribu pasukan perbatasan milik ayahmu
30:22Bagaimana aku bisa duduk tenang di tahta ini?
30:25Semua orang di luar sana
30:28Mengatakan tahta ini ku dapat dengan mengandalkan seorang wanita
30:31Mereka tidak melihat reformasi yang ku lakukan selama 3 tahun ini
30:34Mereka tidak melihat kesungguhanku memerintah
30:36Dan tidak melihat semua pengorbananku
30:38Di mata mereka hanya ada ayahmu
30:40Dan 200 ribu pasukan perbatasan itu
30:45Kamu pernah bilang
30:48Bahwa kamu tidak peduli
30:50Bagaimana mungkin aku tidak peduli?
30:52200 ribu pasukan perbatasan itu
30:54Bagaikan penyakit yang menempel di tulang
30:57Membuat diriku gelisah sepanjang malam
30:59Dan tersiksa setengah mati
31:12Aku tahu kamu ingin bertanya
31:16Kenapa aku memilih bertindak di hari ulang tahunmu?
31:20Jauh itu karena
31:21Hanya surat tulisan tanganmu
31:24Baru bisa membuatnya kembali
31:27Dan melepas zirahnya
31:29Sehingga bisa membuktikan tuduhan
31:31Bahwa dia tetap bisa memberontak
31:33Walaupun tanpa pasukan
31:37Hei Chow
31:39Kamu begitu pintar
31:41Bagaimana mungkin kamu
31:43Tidak tahu bahwa ayahmu
31:45Rela menurunkan kuas padaannya
31:47Demi sepucuk
31:48Surat tulisan tanganmu
31:50Hari ke-17 bulan depan adalah
31:52Hari ulang tahunmu yang ke-22
31:53Aku sudah menulis dekret
31:55Untuk memanggil culing ke ibu kota
31:57Diberi penghormatan
31:58Dan membangun kediaman bangsawan An
32:00Di kekaisaran
32:02Tulislah sepucuk surat
32:03Untuk memberitahu ayahmu kabar baik ini
32:05Mengapa?
32:06Mengapa kamu berbuat seperti itu
32:08Pada keluarga Hercu?
32:08Mengapa kamu perlakukan aku seperti ini?
32:10Mengapa?
32:14Mengapa?
32:28Sebenarnya
32:28Ada atau tidaknya pelepasan Zira
32:32Akhirnya tetap sama
32:36Sejak hari aku naik tahta
32:37Dan mengantar ayah mertua
32:40Aku memerintahkan orang
32:41Menaruh racun dalam kue pasta
32:42Yang kamu kirimkan ke prefektur Yun Cong
32:44Bolak-balik antara ibu kota Ju
32:46Dan prefektur Yun Cong
32:47Bulan demi bulan
32:51Juling pasti akan mati
32:53Bukan hanya mati di bawah golokku
32:56Tapi juga harus mati
32:57Karena bakti putrinya sendiri
33:23Aku mempunuhmu
33:32Chau
33:35Tahun ketiga era anti
33:38Keluarga Ju dibantai
33:40Juling jenderal pelindung negara
33:43Berdosa karena bersekongkol dengan musuh
33:45Dan dihukum mati di aula
33:47Putrinya
33:49Gantung jiri menyusul ayahnya
33:51Karena terlalu berduka
34:06Perkataan ayah benar
34:07Ibu kota Ju sangkar pemakan manusia
34:10Aku salah percaya topeng kelembutan dan perhatian
34:13Salah percaya kepalsuan cinta yang tidak tergoyakan
34:17Terlebih salah mempercayai
34:18Dirinya yang berambisi buas
34:41Itu dia
34:43Oh
35:12Yeah
35:20Dalam hidup ini ada banyak jalan yang bisa dipilih
35:24Namun karena keras kepala dan kebodohanku sendiri
35:27Aku salah melangkah di setiap jalan
35:32Menewaskan ayahku sendiri
35:35Dan mencelakai seluruh keluarganju
35:39Ayah!
35:43Aku juga membuat diri sendiri terbun
36:14Burung Phonix terbang berpasangan
36:16Sayap mengepak dengan indah
36:17Pertanda baik
36:38Jangankan Juba dan Mokota Phonix ini
36:40Juba 12 lemak juga pantas kamu kenakan
36:41Aku ingin menikah Hicau tanpa ada niat lain
36:43Hanya ada sebuah hati yang tulus
36:44Aku mencintai Hicau
36:45Aku tidak ingin perasaanku pada jadi salah paham sedikit pun
37:03Nona
37:04Tahun berapa sekarang?
37:07Kamu tidak sopan
37:08Lepaskan tanganmu
37:09Sekarang tahun ke-19 era Tianshu
37:11Hari ke-14 bulan 7
37:12Nona jalan seperti ini
37:13Tahun ke-19 era Tianshu
37:15Jangan menindas Nona kami
37:17Siapa yang menindas?
37:18Dia menarik tanganku sampai hampir patah
37:20Nona
37:21Nona baik-baik saja
37:24Kamu benar-benar nyata
37:26Aku hanya pergi mengambil benang merah
37:29Nona sebenarnya ada apa denganmu?
37:35Masih hidup
37:37Nona, apa kamu kerasukan?
37:39Apa ada sesuatu yang mengganggu mu?
37:42Kuantar pulang dan mandi dengan daun pomelo ya
37:46Aku panggilkan tuan peneru
38:01Aku sudah menguasai dunia
38:02Aku pasti akan membuat Chau selamanya tidak perlu lagi menangis karena perpisahan
38:05Chau hanya perlu memikirkan cara mendandan diri dengan cantik saja
38:19Ada apa denganmu Chau?
38:21Kenapa kamu menangis?
38:23Aku pasti akan membunuhmu
38:24Kamu membunuh ayah
38:26Aku mau membunuhmu
38:27Aku akan membunuhmu
38:28Aku akan membunuhmu
38:30Aku akan membunuhmu
38:43Terima kasih Fuchu
38:44Sudah mengantar Chau untuk menikah
38:46Belakangan ini
38:47Pikirannya kacau
38:48Karena urusan pernikahan
38:49Jadi
38:50Mas kawinnya sudah masuk ke diamant Chau
38:52Aku pamit
39:10Sikap Chau padaku hari ini
39:12Terlalu aneh
39:14Sebenarnya apa yang terjadi
39:17Sehingga sikapnya berubah drastis
39:20Mungkinkah karena lonceng di kuil sancing yang jatuh
39:23Dan mengejutkan Nyonya?
39:24Tidak
39:27Yang dia katakan adalah
39:29Kamu membunuh ayahku
39:30Aku pasti akan membunuhmu
39:33Aku tidak pernah menunjukkan
39:35Sikap memusuhi apapun terhadap Juling
39:37Mengapa Chau bisa tiba-tiba berkata seperti itu?
39:40Mungkinkah dia
39:41Sudah mengetahui rencanaku?
40:05Mengapa bisa begini?
40:10Nona
40:11Sebenarnya ada apa denganmu?
40:13Bagaimana kalau aku meramal untuk Nona?
40:17Sudahlah
40:18Kemampuanku kurang
40:19Panggil Master Tao untuk memeriksa
40:25Hari 8 bulan ke-8 tahun ke-9 dasar Tianshu
40:28Itu hari pernikahanku dengan Xiaoshun
40:31Benar kan?
40:33Tanggal yang ditetapkan Kaisar sebelumnya
40:37Ternyata itu semua benar
40:40Tangan Nona berdarah
40:41Nona tidak merasa sakit
40:45Benar
40:46Kalau terasa sakit berarti nyata
40:49Ini nyata
40:52Nona
40:53Jangan menakutiku
40:55Apa yang terjadi?
40:56Nona beritahu aku ya
40:58Kenapa Nona menangis lagi?
41:03Lah
41:04Masa kelas magung sepenenang untukku
41:10Baya
41:16Baya
41:18Ah, ah, ah, ah...
41:22Ah, ah, ah...
41:38Raul...
41:42Raul...
41:57Siapa kamu? Aku adalah dirimu.
42:01Aku adalah semua dendam dan kebencianmu.
42:06Aku golok yang kamu bawa kembali dari neraka.
42:09Sama seperti pakaian ini.
42:11Yang memiliki dua sisi.
42:15Bagaimana aku bisa kembali?
42:17Ini adalah kesempatan dari langit untukmu agar kamu bisa membalas dendam dengan tangan sendiri.
42:26Membunuh Xiaoshun bukan perkara yang mudah.
42:31Sekarang setiap langkahnya penuh perhitungan.
42:33Dia bertekad ingin menjadi seorang pria terhormat.
42:36Aku tidak punya andalan untuk menjatuhkannya.
42:41Sekarang yang terpenting harus bertahan hidup dulu.
42:47Baru bisa memikirkan cara selamatkan diri dan selamatkan ayah.
42:56Tenang saja.
42:58Golok yang Xiaoshun tusukan pada tubuh keluarga Ju.
43:01Akan ku kembalikan persis seperti itu.
43:07Kurang sedikit.
43:09Atau setitik pun.
43:12Tidak boleh.
Komentar