Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 9 jam yang lalu
Transkrip
00:00Kaisar, Perdana Menteri Wei dan Guru Kekaisaran, limohon menghadap.
00:09Dua pejabat tersayang, ada apa menemuiku?
00:13Kaisar, Putra Perdana Menteri Wei, Wei Suan,
00:17pungut paksa pasokan musim dingin, paksa rakyat berontak, lari dari medan perang,
00:20kembali ke ibu kota tanpa izin, membunuh rakyat.
00:23Jika tidak dihukum setimpal, langit pun sulit mengampuni.
00:27Guru Kekaisaran, jangan buru-buru.
00:30Apa maksudnya membunuh rakyat?
00:32Perdana Menteri Wei, kaki cucu kecilku dipatahkan putramu.
00:37Mungkin dia sulit berjalan selamanya.
00:39Apa ini siasat senjata makan Tuhan?
00:40Atau memang tulus dan berjasa?
00:43Kaisar, bila di pemerintahan ada orang berkuasa tapi tidak bisa dinasihati,
00:48maka hamba hanya bisa menabuh kederang pengaduan
00:51biar rakyat yang menilai benar salahnya perkara ini.
00:54Ini...
00:55Baiklah, aku bersedia pergi dengan Tuhan.
00:59Ah, jangan.
01:00Kaisar, demi menjaga nama baik Kaisar, hamba rela menelan berbagai hinaan.
01:05Tapi Li Huaiqin berani berkata rumah tangga hamba tidak harmonis.
01:09Anak hamba, anak haram.
01:11Dia berkata hamba tidak bisa melupakan pujaan hati masa lalu
01:14mengincar istana ke Kaisaran.
01:15Ucapannya ini menyanggut masalah mendiang Kaisar sejumlah besar rahasia harem.
01:19Tapi keluarga Li malah sembarangan berspekulasi.
01:24Baiklah, aku temani kehadapan genderang pengaduan,
01:28di hadapan seluruh rakyat.
01:29Kita ungkap semuanya dengan jelas dan seterang-terangnya.
01:32Ayo jalan!
01:32Eh, jangan sembarangan!
01:35Keluarga Li mana pernah berspekulasi tentang Tuhan dan harem?
01:39Kaisar, hamba tidak, hamba tidak seperti itu.
01:42Masih menyangkau!
01:43Kedua penjabat tersayang, jangan emosi.
01:44Semua bisa dibicarakan baik-baik.
01:46Guru ke Kaisaran Li terus memfitnah.
01:48Hamba khawatir Kaisar sulit menampung.
01:49Tuhan harus jelaskan masalah ini.
01:51Ayo!
01:52Kaisar!
01:52Kedua penjabat tersayang!
01:53Siapa memfitnahmu?
01:55Dia yang menyembunyikan fakta dan menipu semua orang.
01:57Dia tidak menghormati Kaisar!
01:59Kaisar!
02:00Jangan bertengkar!
02:01Kaisar!
02:07Karena kalian tidak mau dengar,
02:09aku tidak akan jadi Kaisar lagi!
02:13Aku akan turun tahtan!
02:14Hentikan!
02:17Sebagai Kaisar,
02:19kenapa semuda itu melepas jubah ke Kaisaran?
02:21Sangat tidak pantas!
02:23Berani sekali, Kaweyan!
02:25Kau...
02:25Kau begitu lancang berkata kasar pada Kaisar,
02:29justru yang tidak pantas itu adalah kau sendiri!
02:35Hamba bersalah.
02:37Sudahlah.
02:39Kalian bertindak begitu karena panik.
02:41Aku juga bertindak begitu karena panik.
02:44Pokoknya,
02:45semua salah Li Huaichin yang berbicara sembarangan setelah minum arak.
02:50Tapi,
02:51karena kakinya patah dan sudah dihukum,
02:53aku akan hentus tabib ke Kaisaran mengobatinya.
02:56Setelah sembuh,
02:57pindahkan dia ke Akademi Kekaisaran
02:58untuk belajar budi pekerti.
03:03Soal Wessuan yang melukai orang,
03:06meski masih bisa dipahami,
03:08tapi tetap ada hukum negara.
03:10Main hakim sendiri tetap salah.
03:12Untuk sementara,
03:14pecat dia dari jabatan gubernur militer
03:16dan tebus kesalahannya dengan prestasi.
03:18Yang jelas,
03:20jika aku dengar lagi kata-kata kotor
03:22yang menyangkut nama baik keluarga Kaisar,
03:24tidak ada ampun.
03:31Hamba mematuhi kita.
03:48Kaisar, Kaisar,
03:50sebentar.
03:52Kaisar, tenanglah.
03:53Kaisar,
03:55kalau begini,
03:56mungkin guru Kekaisar Andi
03:57tidak akan setia lagi.
03:59Lalu aku harus bagaimana?
04:00Aku harus bagaimana?
04:02Bagaimana ini?
04:03Karena si Echeng sudah kembali,
04:05sekarang Wei Yan jadi percaya diri.
04:07Hari ini Wei Yan datang
04:08untuk mempermalukan aku
04:09dan hancurkan kerjasama dengan Guru Li.
04:13Dasar dua kura-kura tua.
04:15Kalau bukan kuat mengalahkan yang lemah,
04:17lemah mengalahkan yang kuat.
04:18Lalu kapan ada pihak lain
04:20yang bisa mendukungku?
04:27Tuhan Besar,
04:29apa kata Kaisar?
04:30Si Seng, si pecundang itu
04:32sudah pelin-pelan,
04:34masih berubah pikiran.
04:37Ini...
04:39Dengan kembali ya si Echeng,
04:42pengaruh Wei Yan
04:42akan semakin besar saja.
04:45Sepertinya Kaisar
04:47sudah tidak bisa diharapkan.
04:48Keluar Gali
04:51harus mencari jalan lain.
04:56Tuhan Besar,
04:58pihak Ji Min
04:59mungkin akan bergerak
05:00dalam waktu dekat.
05:01Selain itu,
05:02masalah Chin Chow
05:03yang diselidiki Perdana Menteri
05:04juga sudah ada titik terang.
05:05Ini kabar dari wilayah Chong Chow.
05:08Menurut Tuhan Besar,
05:10apa Tuhan Muda pertama
05:10harus diberitahu?
05:1517 tahun lalu,
05:17token militer
05:18yang dibawa Wei Jilin
05:19ternyata asli.
05:21Tapi di tangan Raja Chang Xin
05:23malah berubah jadi palsu.
05:25Dari token militer asli
05:27dan palsu ini,
05:28bagian paling krusial
05:29adalah si pengantar token itu.
05:38Wei Jilin.
05:48Setelah sekian hari,
05:51akhirnya kau berani kembali.
06:03Kabarnya ibu sakit.
06:05Aku merasa khawatir.
06:11Soal kaki Li Huai Jin,
06:13aku akan bertanggung jawab.
06:15Bertanggung jawab?
06:18Apa kau pantas menanggung
06:20martabat keluarga Wei?
06:22Kau sanggup menanggungnya?
06:28Urusan resmi
06:30sudah ayah selesaikan.
06:32Tapi jangan harap bisa lolos
06:34dari hukuman keluarga.
06:38pengawal...
06:39Pengawal...
06:40Siap!
06:42Dua belas!
06:44Tiga belas!
06:45Empat belas!
06:46Lima belas!
06:48Enam belas!
06:49Tujuh belas!
06:50Dapan belas!
06:52Hukuman selesai.
06:57Ayah...
06:59Ibu jatuh sakit.
07:02Apa ayah tidak ingin menemaninya?
07:04Ayah sudah suruh orang
07:06memaget Habib ke Kaisaran.
07:08Apa ayah tahu kenapa
07:09aku mematahkan kakili Huai Jin?
07:12Dia memakiku.
07:14Dia memakiku
07:15bukan anak kandung ayah.
07:17Katanya cinta sejati ayah
07:19puja anak timat selalu di istana.
07:20Sedangkan ibuku,
07:22setelah sekian tahun mengabdi,
07:24memberikan segalanya untuk ayah,
07:26sekarang terbaring sakit.
07:28Apa ayah tidak sudi menjenguknya
07:29meski hanya sebentar?
07:33Perdana Menteri,
07:35ini surat dari Weishong.
07:37Isinya menyangkut Aripati Wuhan.
07:45Lihatkan.
07:47Ayah punya urusan resmi.
07:50Soal ibumu,
07:52jaga dia dengan baik.
07:54Kalau tidak ada keperluan,
07:56diam di sini,
07:57jangan berkeliaran.
07:58Di dalam hati ayah,
08:00sejak dulu hanya ada Xie Cheng.
08:01Ayah pernah menganggap aku dan ibu
08:03sebagai keluarga.
08:07Aku benarkan.
08:09Ayah memperhatikan Xie Cheng sepenuh hati.
08:12Perlakukan dia seperti anak sendiri.
08:14Ayah mencurahkan seluruh tenaga,
08:16seluruh pikiran ayah,
08:17semua hanya untuknya seorang.
08:20Sedangkan aku,
08:21aku hanya bisa melihat dari samping ayah.
08:30Apa ayah pernah benar-benar menatap aku?
08:33Sekali.
08:35Bahkan sekali saja.
08:37Aku paling benci sikap tajuk ayah yang seperti ini.
08:41Dari kecil sampai besar.
08:42Apapun yang kulakukan,
08:43ayah tidak pernah peduli.
08:45Sebenarnya Xie Cheng anak ayah
08:47atau aku anak ayah?
08:48Apa aku anak haram yang ayah pungut?
08:51Benar tidak?
08:51Tidak!
08:53Tidak!
08:55Tidak!
08:59Tidak!
09:07Tidak!
09:27Tidak!
09:44Kau bukan anak keumur tiga tahun lagi.
10:12Tuhan Putri Agung telah tiba
10:14Tuhan Putri Agung
10:16Kaisar sedang sibuk dengan urusan negara
10:18Kaisar jangan marah
10:20Amah tidak sanggup menghalangi Tuhan Putri Agung
10:25Sudahlah
10:25Sejak awal kau memang tidak sanggup
10:27Pergilah
10:28Baiklah
10:31Aku dengar kau ingin menjodohkanku dengan Adipati Wuan
10:38Ayunda
10:38Aku sudah mencadikanmu seorang pahlawan hebat sebagai suami
10:42Kenapa masih tidak puas
10:47Jangan buku lagi Ayunda
10:49Nantikan
10:50Sakit
10:51Bukannya dulu bilang suka Adipati Wuan
10:52Bahkan ingat-ingatnya
10:54Waktu itu aku enam tahun
10:56Enam tahun
10:57Aku ingin mengambil hati
10:59Jangan pukul
11:00Kalau dipukul terus Martabatku bisa hilang
11:01Masih menjadikan kudali
11:03Kau mesti tahu Martabat atau tidak?
11:05Jual aku ke Li
11:06Ke Siye
11:07Aku masih Tuhan Putri
11:08Tidak
11:08Apa aku tidak perlu Martabat?
11:10Tapi aku juga perlu Martabat
11:12Ayunda juga margachi
11:13Apa Ayunda tega melihatku dipermainkan dua anjing tua itu?
11:23Aku terus menerus dibuat ketakutan
11:25Sudah 17 tahun aku takut Ayunda
11:29Ayunda
11:31Kau berwawasan luas
11:34Apakah kau pernah melihat Kaiser
11:36Selemah aku?
11:40Jajong bukan Weyyan
11:43Meski tidak dapat pernikahan aliansi
11:45Dia tetap bisa dipakai
11:48Kalau begitu Ayunda
11:49Kau bisa menjaminnya seumur hidup
11:52Raja Changsin
11:54Raja Changsin 17 tahun yang lalu
11:56Dia juga tidak pernah berniat memberontak
11:59Bukankah mereka bilang
12:00Orang tua, anak, sebuahnya mati?
12:03Kenapa tiba-tiba muncul lagi?
12:05Su Yuan Hai yang memalsukan kematian dan kabur
12:14Pokoknya
12:15Jangan sembarangan menjodohkan lagi
12:17Kalau tidak aku akan datang
12:18Dalam pelatihan militer kali ini
12:20Aku tidak belajar hal lain
12:22Tapi soal perang
12:23Hampir ku kuasai sepenuhnya
12:26Aku sudah tahu
12:27Aku sudah takut
12:42Cepat panggil Isya ke sini
12:44Cepat sedikit
12:46Kehilangan satu telinga
12:47Tidak akan membunuhnya
13:11Perdana Menteri selamatkan aku
13:13Kaisar mau dilansirkan
13:22Perdana Menteri
13:23Aku akan patuh mulai sekarang
13:25Semua yang terjadi sebelumnya
13:27Karena aku tertipu keluarga Li
13:40Perdana Menteri
13:41Kaisar!
13:42Perdana Menteri!
13:43Kaisar!
13:43Kaisar Putra Langit Yang Mulia
13:45Harus menjunjung tinggiwi bawah seorang Kaisar
13:48Kenapa kehilangan kendali begini?
13:59Apa pasukan pemberontak sudah tiba di ibu kota?
14:02Atau ada yang ingin kudeta untuk merebut tahta?
14:07Tidak ada
14:08Oh
14:10Istana masih aman
14:11Tembok istana masih kokoh
14:14Kaisar
14:14Kenapa harus takut?
14:18Aku
14:19Sudah kehilangan wibawa
14:33Setelah pulang dari Cicolis yang bilang
14:35Di kalangan militer mulai tersebar desas-desus
14:37Munculnya anggota mantan istana Putra Mahkota
14:4217 tahun lalu
14:43Perdana Menteri mati-matian memastikan aku naik tahta
14:46Aku tahu
14:47Di dunia ini
14:48Hanya Perdana Menteri yang selamanya sehati denganku
14:51Di dunia ini
14:52Aku hanya percaya Perdana Menteri
15:07Kaisar
15:11Perdana Menteri
15:13Aku
15:14Aku benar-benar gelisah
15:17Desas-desus mantan istana Putra Mahkota
15:20Sudah muncul beberapa kali dalam belasan tahun
15:22Hamba pasti akan mengurusnya
15:24Tapi Kaisar
15:26Kaisar penerima tahta langsung dari Kaisar pendahulu
15:29Dinobatkan secara sadan terang-terangan
15:31Apa yang perlu dikhawatirkan?
15:36Kaisar jangan lupa
15:37Kali ini
15:39Di barat laut ada seorang jeneral baru yang berjasa besar
15:43Dia menyelamatkan rakyat dari penderitaan
15:46Sangat dicintai rakyat
15:47Kaisar
15:48Manfaatkan kesempatan ini mengambil hatinya
15:50Dengan begitu baru rakyat bisa tenang
15:53Dan menunjukkan wibawa Kaisar
15:57Maksudnya
15:58Wanita tukang jagal itu
15:59Fan Changyu?
16:04Wanita ini memang cukup berani
16:06Dia membunuh Raja Changsin di medan perang
16:09Tapi asal-usulnya hina dan tidak punya akar dasar pemerintahan
16:13Bagaimana bisa berguna untukku?
16:16Kaisar jangan lupa
16:17Wanita ini memegang setengah kekuasaan militer pasukan Cico
16:21Keluarga Li juga ingin mendekatinya
16:24Jika Kaisar memanfaatkan kejayaannya di medan perang
16:28Memanggilnya kibu kota untuk diberi penghargaan
16:31Itu bisa menunjukkan kemurahan hati Kaisar yang luar biasa
16:39Baik
16:39Baik
16:40Aku akan ikuti usulan Perdana Menteri
16:44Cepat sampaikan titahku
16:45Perintahkan Fan Changyu dan para jenderal ke ibu kota
16:48Untuk menerima anugerah
16:49Dinasti Yin telah memiliki jenderal wanita perkasa pertama
16:51Aku yang akan adakan upacara pengadugerahan
16:54Kaisar sungguh bijaksana
17:03Keluarga Chi semuanya pembohong
17:04Berilaku mereka sama rendahnya
17:06Perdana Menteri harus hati-hati
17:08Bahkan Kaisar sudah tahu soal mantan istana Putra Mahkota
17:13Sepertinya dia tidak mau menyembunyikan lagi
17:22Apa dia ingin menjadi weyan yang kedua?
17:38Tita Kaisar
17:40Pemberontak Changsin memberontak di perbatasan barat
17:43Jenderal wanita Fan Changyu dengan setia dan berani mengalahkan musuh
17:47Memenggal kepala pemberontak
17:49Aku memuji jasanya
17:51Mengangkatnya sebagai Jenderal Zan Hua
17:53Berpangkat resmi tingkat 4
17:56Menganugerahkan jubah ungu dan kantong ikan emas
17:59Segera menghadap ke ibu kota untuk menerima anugerah di istana
18:04Selamat
18:06Ini ibu kota
18:08Lihat bangunannya
18:09Jalannya
18:10Orang-orangnya
18:11Cepat cembit aku
18:13Papaku sedang mimpi
18:14Sakit
18:15Berarti bukan mimpi
18:17Hei jaga sikap
18:18Jangan sampai ketahuan
18:19Kalau kita ini orang desa
18:20Memang kenapa kalau orang desa?
18:23Japatan Jenderal Fan
18:24Asalnya dari menjagel hewan dengan pisau sembeli di desa
18:27Siapa yang berani meremehkannya?
18:33Lihat Jenderal Wanita kita
18:35Betapa gagahnya
18:36Kalau Jenderal Fan laki-laki
18:38Aku mau menikah dengannya
18:39Mungkin Jenderal Fan punya saudara laki-laki
18:41Tidak dengannya jadi iparnya juga boleh
18:43Tidak kusangka dia duduk di atas kuda
18:45Lebih gagah dari seorang pemuda
18:47Kabarnya Keisar sendiri
18:48Yang mengadakan upacara penganugerahan
18:50Jenderal Fan hebat!
18:53Jenderal Fan!
18:54Jenderal Fan!
18:56Jenderal Fan!
18:58Jenderal Fan!
18:59Jenderal Fan!
19:01Jenderal Fan!
19:03Jenderal Fan!
19:04Jenderal Fan!
19:04Jenderal Fan!
19:06Jenderal Fan!
19:07Jenderal Fan!
19:08Jenderal Fan!
19:08Jenderal Fan!
19:08Jenderal Fan!
19:09Jenderal Fan!
19:09Jenderal Fan!
19:10Jenderal Fan!
19:11Jenderal Fan!
19:11Jenderal Fan!
19:11Jenderal Fan!
19:12Jenderal Fan!
19:14Jenderal Fan!
19:16Jenderal Fan!
19:23Jenderal Fan!
19:29Terima kasih telah menonton
19:59Tita Kaisar
20:01Memerintahkan Menteri Perang Li Huayan dari Cijau
20:05Dan Jenderal Zanhua Fan Changyu menghadap
20:29Semoga Kaisar panjang umur
20:31Panjang umur
20:33Para pejabat silahkan berdiri
20:35Terima kasih Kaisar
20:38Para pejabat tersayang, lihat ini
20:41Inilah para pejabat yang menjadi tulang punggung dinastiin kita
20:53Hamba tidak pantas
20:55Bisa berbakti kepada Kaisar adalah kewajiban hamba
20:59Lagi pula dalam Perang Penumpasan Pemprotakan ini
21:01Yang berjasa paling besar adalah Jenderal He dan Adipati Wuan
21:04Pejabat He dan Adipati Wuan memang tiang penyangga dinastiin kita
21:11Pejabat He gugur di Kota Lu
21:14Hatiku sangat sedih
21:16Berhari-hari makan tidak tenang
21:18Syukurlah dinastiin masih punya Adipati Wuan dan kalian
21:22Para pejabat yang setia dan berbudi
21:24Barulah aku dan pejabat sekalian bisa tidur nyenyak tanpa khawatir
21:29Hamba tidak akan mengecewakan harapan Kaisar
21:31Aku dengar dari kalangan rakyat dinasti Yin muncul seorang Jenderal Wanita
21:36Maju ke depan biar aku lihat
21:41Hamba Fan Chang Yu
21:42Menghadap Kaisar
21:45Maju sedikit lagi
21:54Hamba Fan Chang Yu
21:55Menghadap Kaisar
21:59Angkat kepalamu
22:03Bagai bunga peoni di tengah medan perang
22:09Pejabat Fan, kau sudah menikah?
22:12Menjawab Kaisar
22:13Hamba sudah bersuami
22:17Lalu, di mana suamimu sekarang?
22:21Saat perekrutan prajurit
22:23Suami Hamba pergi ke garis depan
22:24Hamba berangkat mencari suami
22:27Tanpa sengaja bergabung dengan pasukan
22:29Tapi peperangan Kota Lu terlalu dasyat
22:32Hingga kini suami Hamba
22:33Tidak tahu hidup atau mati
22:35Tidak tahu
22:36Kalau begitu bagaimana kalau kau...
22:50Selama 17 tahun aku bertahta
22:53Baru kali ini melihat Jenderal Wanita Sejati
22:55Jadi agak terbawa suasana
22:59Pejabat Fan dalam memadamkan kekacauan
23:01Pertama membunuh Shi Hu
23:02Kemudian Raja Changsin
23:03Jasamu sangat besar
23:05Aku mengangkat pejabat Fan
23:08Sebagai Jenderal Zhan Hua
23:09Dan anugerahkan gelarnya yang terhormat tingkat 4
23:19Hamba Fan Changyu
23:20Berterima kasih atas anugerah Kaisar
23:30Kaisar
23:30Sejak dinasti ini didirikan
23:33Tidak pernah ada Jenderal Wanita
23:35Yang memegang jabatan lebih tinggi dari tingkat 5
23:38Penganugerahan gelar Jenderal Zhan Hua
23:40Sepertinya keboguru kekaisaran
23:43Masih belum rela melepaskan separuh kekuasaan militer
23:45Untuk itu mohon Kaisar pikirkan kembali
23:53Lapor Kaisar
23:54Jenderal Fan berbeda dengan wanita biasa
23:56Dia memenggawar Raja Changsin dan mengakhiri perang
23:59Jasanya sangat besar
24:00Menteri Perang Li
24:02Di hadapan Kaisar
24:04Jangan bicara sembarangan
24:06Aku dengar
24:09Sebelum bergabung dengan militer
24:12Jenderal Fan seorang tukang jaga di kota kecil perbatasan
24:15Tapi entah bagaimana
24:17Dia bisa membunuh Raja Changsin yang perkasa dalam pertempuran
24:21Jangan-jangan
24:22Terima kasih atas pujian Guruli
24:26Hamba hanya seorang wanita desa
24:28Tidak tahu banyak
24:29Hanya tahu
24:31Daging ternak dipotong dengan benar
24:33Musuh dibunuh dengan kejam
24:37Jenderal Fan
24:38Tempat ini bukan kandang ternakmu yang kotor itu
24:41Sekarang kau sudah jadi pejabat istana
24:43Harus selalu menjaga tutur kata dan tingkah lakumu
24:47Terutama di aula istana ini
24:49Di hadapan Kaisar dan guru kekaisaran
24:52Benar kata Tuan
24:54Eh Tuan bicara soal kandang ternak
24:57Kandang ternak di rumahku selalu dibersihkan
24:59Ternaknya gemuk dan sehat
25:01Tapi selalu ada ternak nakal
25:03Yang suka buang air sembarangan
25:05Tempat sebersih apapun pasti kotor
25:08Ini
25:13Siapa yang kau bilang ternak?
25:14Tuan jangan marah
25:15Aku tidak bilang Tuan ternak
25:18Pejabat Fan sungguh menarik
25:20Walau bicara mublak-blakan
25:22Tapi ada benarnya juga
25:26Jendral Fan
25:28Kepandaian bicara tidak bisa dianggap jasa perang
25:30Sebagai seorang jendral
25:32Tanggung jawabmu melindungi keluarga dan membela negara
25:35Bukannya
25:36Sibuk berdebat di sini
25:38Guru kekaisaran Li benar
25:41Tentu saja aku tahu pentingnya melindungi keluarga dan membela negara
25:44Tapi saat rakyat diperbatasan menderita dan kesulitan
25:47Guru kekaisaran Li berkomentar sinis
25:50Kau
25:53Sudah-sudah
25:56Sifat Jendral Fan memang terus terang
25:59Sangat berbeda dari wanita biasa
26:01Hah?
26:03Pantas saja bisa menorehkan jasa yang begitu gemilang
26:06Seperti kata pepatah
26:08Pahlawan tidak perlu ditanya asal-usulnya
26:10Kita sebagai pejabat internal istana
26:13Sudah seharusnya lebih toleran padanya
26:17Masalah kekuasaan militer
26:20Kita bicarakan lain kali saja
26:24Terima kasih Perdana Menteri Wei
26:26Aku bisa berdiri di sini
26:29Berkat kemurahan hati Perdana Menteri Wei
26:38Tapi bagi hamba
26:39Ini bukan perdebatan mulut
26:42Memerintah sama seperti menyembeli ternak
26:44Sama-sama ada aturan
26:45Saat menyembeli, sekali tusuk harus mati
26:47Bicara di pemerintahan harus langsung ke intinya
26:49Kalau berbelit-belit begini
26:51Bagaimana bisa menyelesaikan masalah?
26:53Seperti perang kota lu
26:54Jika semua prajurit mundur karena takut
26:56Siapa yang bisa pertahankan kota lu?
26:59Setiap kata-kata Jendral Fan memang ada benarnya
27:01Hanya saja kata-katanya kurang sopan
27:04Boleh sekarang
27:06Sudah seharusnya belajar tata kerama dan baik
27:09Perdana Menteri Wei benar
27:11Kebiasaan buruk hamba yang belak-belakan ini
27:13Memang harus diubah
27:14Oh ya
27:15Adi Pati Wuan memintaku mewakilnya berziarah
27:19Ke makam orang tuanya
27:24Menteri Wei
27:25Apa Menteri Wei mau ikut ziarah
27:27Ke adik perempuanmu dan Jendral Sia?
27:45Para penjabatku tersayang
27:47Jika tidak ada urusan lagi
27:48Sudah boleh bubar
27:49Jika ada laporan
27:51Sampaikan
27:52Jika tidak
27:53Bubar
27:54Selamat jalan Kaisar
28:15Tempat ini indah
28:17Tapi tidak banyak orang baik
28:20Jauh berbeda dengan Lin An
28:26Jendral Fan
28:30Harusnya jangan memancing permusuhan di pemerintahan
28:37Kakek
28:40Kau masih ingat aku kakekmu?
28:44Pulanglah
28:52Jendral Fan
28:53Tunggu
28:56Aku bukan cucu tuan
28:58Kenapa?
28:59Mau menegurku juga?
29:01Di bawah Jendral Fan di aula hari ini
29:05Sungguh membuatku sangat terkesan
29:08Kau menerima pujian Kaisar
29:10Semua menghormatimu sebagai pahlawan wanita
29:13Tapi sebagai seorang wanita
29:15Cepat lambat kau akan menikah dan punya anak
29:18Setinggi apapun jasamu
29:19Pencapaianmu hanya sampai di sini
29:22Kalangan rendah tidak bisa masuk kalangan atas
29:25Dan tidak bisa dapat kemuliaan
29:28Wanita yang menikah dan punya anak
29:30Masih bisa menorehkan jasa
29:33Lagipula
29:33Apa hubungannya dengan tuan?
29:36Apa Jendral Fan pernah dengar
29:38Pepatah orang bijak memahami situasi?
29:43Baiklah
29:44Aku sudah paham situasinya dan aku akan pergi
30:03Tuhan Besar
30:05Guru
30:06Tandumu bagus juga
30:07Tuhan Besar
30:14Kalau kau lupa diri
30:16Cepat atau lambat
30:17Pasti akan gagal
30:33Guru Kekesaran
30:35Tidak apa-apa
30:36Tidak apa-apa
30:38Guru Kekesaran
30:38Awas kau ya
30:42Panjang
30:47Pernama Menteri Weping San
30:49Dan Guru Kekesaran Terguling
30:51Buat Putri Agung Tiba
30:54Ayunda
30:54Ayunda
30:57Kenapa gembira sekali
30:59Apa kau tahu
31:00Hari ini Jendral Fan ikut rapat pagi
31:02Dia benar-benar orang yang luar biasa
31:04Dengar ya Ayunda
31:05Sejak aku naik tata
31:06Tidak pernah tertawa sebahagia ini
31:08Katakan
31:09Dia orangnya seperti apa
31:11Chang Yu
31:12Chang Yu itu
31:14Orangnya jujur
31:15Polos dan mengemaskan
31:16Bela dirinya luar biasa
31:18Dia sangat tulus pada teman
31:19Dia rela berkorban
31:21Apalagi pada adipati Wu An
31:25Kenapa dengan adipati Wu An
31:28Di ibu kota
31:29Rahasiakan tentang aku dan Chang Yu
31:30Aku takut ada yang memanfaatkan
31:34Dia mengagumi adipati Wu An
31:36Mereka rekan seperjuangan
31:39Oh
31:41Artinya Fan Chang Yu
31:41Bukan hanya pandai bertarung
31:42Tapi bisa pengaruhi si Echeng
31:44Aku sudah khawatir
31:45Tidak ada yang bisa kumanfaatkan
31:47Wanita ini memang sesuai keinginanku
31:51Kakek
31:52Meski Chimin cucu kekaisaran
31:54Dia bukan pemimpin yang baik
31:56Sifatnya sangat aneh
31:58Dan metodenya kejam
32:00Jika keluar gali
32:01Membantunya merebut kembali tahta
32:03Saat berkuasa nanti
32:06Rakyat pasti akan sangat menderita
32:10Sekarang Jiseng
32:11Hanya boneka Wu An
32:13Alaknya rendah dan kurang berbakat
32:15Sifat Wu An
32:17Tanpa perlu kakek katakan
32:19Seharusnya kau sudah paham kan
32:21Dalam peperangan kemarin
32:24Dia tidak peduli dengan hidup dan mati rakyat
32:26Merampas pajak pangan dengan paksa
32:28Rakyat kelaparan
32:29Dan kehilangan tempat tinggal
32:31Mayat berkelimpangan
32:32Akibat kelaparan
32:33Semua itu gara-gara dia
32:34Perbuatan seperti ini
32:36Baru bisa disebut kejam
32:38Dan tidak berperik manusiaan
32:40Membuat rakyat menderita
32:42Kekejaman Jimin ini
32:43Jauh melebihi Wu An
32:44Aku melihatnya sendiri
32:49Kakek
32:50Keluarga li turun temurun setia dan baik
32:53Kita tidak boleh membantu orang jahat
32:55Jangan biarkan orang bersifat buruk seperti ini
32:58Naik tahta
32:59Tapi dia keturunan putra makota
33:01Haceng te mengembang garis keturunan kekaisaran
33:04Selama bertahun-tahun
33:05Dia hidup mengembara dan banyak menderita
33:08Wajar kalau mentalnya terganggu
33:10Kau harus memahami
33:12Dan jangan cepat menghakimi
33:15Apakah kakek pernah berpikir
33:16Tentang habis manis sepah dibuang
33:18Cucuku
33:21Gurumu Haceng Yuan
33:23Orang berprinsip mementingkan kebenaran
33:25Dia pahlawan terhebat dinastiin
33:28Dia telah gugur di medan perang
33:32Pada akhirnya semua sia-sia
33:35Meski kau bicara tentang keadilan negara
33:37Apa pula gunanya
33:39Seharusnya kakek tidak mengirimku ke barat laut
33:44Kakek minta kau pikirkan baik-baik
33:47Kaisar yang sekarang
33:48Dia penguasa yang bijak atau lalim
33:50Apa dia membawa
33:52Manfaat untuk dunia
34:11Tuan Misar
34:14Kepung ruang kerja sekarang juga
34:16Jika bertindak kegabah
34:18Segera tahan dia
34:19Lalu laporkan padaku
34:21Baik
34:21Ji Min sudah ditempatkan dengan baik
34:24Dia ada di...
34:27Ayo sini
34:29Sebentar ya
34:30Ayo tambah lagi minumannya
34:33Ayo
34:36Ayo tambah lagi
34:39Ayo kemana
34:40Araknya saja belum habis
34:42Ayo ke sini
34:44Jangan jauh-jauh
34:45Ayo kemana
34:47Ayo masuk dan senang-senang
34:49Benar General Fan
34:50Ayo masuk
34:51Tidak usah
34:52Kalian saja
34:54Tuan
34:55Ayo takut aku
34:56Ayo kemana
34:58Tunggu dulu
34:59Apa artinya
35:00Ayo sini
35:03Setelah makan dan minum
35:05Jadi kenalan
35:05Ayo basah-basih
35:06Denganku
35:07Basah-basih
35:07Denganku
35:08Ayo
35:08Ayo masuk
35:13Ayo
35:14Ayo kemana
35:14Ayo sini
35:15Ayo sini
35:17Ayo sini
35:17Sebelah sini ya
35:18Ayo ke sini
35:19General Fan
35:20General Fan
35:21Sampai ketemu lagi
35:22Sampai ketemu lagi
35:24Tuan
35:25Tuan Tuan Tuan Tuan
35:25Tidak mabuk kan
35:26Lain kali datang lagi ya
35:29Pasti
35:31Ayo Fan
35:32Aku mau jalan-jalan sebentar
35:34Buluan saja
35:35Jangan lupakan aku ya
35:37Jangan
35:39Ayo tambah lagi minumannya
35:42Mantel
35:45Kalian tunggu di sini
35:46Aku mau menyusulnya
35:54Oh
36:10Haha
36:16Ayo
36:18Ayo
36:19Ayo
36:21Ayo
36:22Ayo
36:31Terima kasih telah menonton.
37:00Terima kasih telah menonton.
37:34Terima kasih telah menonton.
38:00Terima kasih telah menonton.
38:14Terima kasih telah menonton.
38:38Terima kasih telah menonton.
39:07Terima kasih telah menonton.
39:21Terima kasih telah menonton.
39:41Terima kasih telah menonton.
39:45Tentang mantan istana Putra Makota, hamba sudah menyelidikinya.
39:50Jenderal Fan bukan hanya membunuh Raja Changsin di medan perang dan menorehkan jasa besar.
39:55Dia juga menyelamatkan keturunan Putra Makota Cengte.
40:00Cicit kekaisaran.
40:04Cicit kekaisaran ini cucu sah mantan istana Putra Makota.
40:08Kali ini Jenderal Fan telah menerima kasih telah menerima kasih telah menonton.
40:21Perdana Menteri, keturunan Cicit kekaisaran.
40:51Jenderal Fan di seluruh negara di seluruh negara.
40:53Jika kali ini kita bisa menemukan keturunan kekaisaran, bisa meredakan kekhawatiran kaisar tentang pewarisan tahta.
41:01Soal itu benar atau palsu, pasti ada cara untuk menentukannya, kan?
41:07Jika ada kemungkinan sedikit saja, kita tidak boleh menyerah.
41:10Hanya dengan begini, baru kita bisa membalas kebaikan mendiang kaisar yang begitu luas.
41:20Ucapan Perdana Menteri Wey benar surat perintah penangkapan berhadiah itu kuserahkan padamu untuk diurus.
41:27Pastikan kau menemukan keponakanku yang malang itu.
41:37Gakek, jangan marah, jaga kesehatan.
41:40Apa adik patiwaan itu sungguh berdasarkan baik?
41:45Jelas-jelas sudah melakukan kejahatan besar, tapi selalu bisa lolos.
41:51Tidak bisa.
41:53Apapun caranya, keponakankan dan paman itu harus dibuat bermusuhan.
42:06Cepat untuk seseorang, cari cara untuk menyampaikan pesan pada Xie Cheng.
42:12Katakan 17 tahun yang lalu, saat Wey yang dalam perjalanan pulang ke ibu kota, dia menerima surat dari Nyonya Chi.
42:18Itu yang menyebabkan kematian ayahnya Xie Lin San, juga putra mahkota Cheng terdari istana putra mahkota.
42:23Tapi surat itu sudah lama hilang.
42:26Mungkin sudah dimusnahkan si Wey Sialan itu.
42:29Satu desas-desus saja sudah cukup.
42:31Xie Cheng pasti akan mencari buktinya.
42:34Kita hanya perlu membuat mereka berdua saling bertengkar.
42:4617 tahun lalu, Wey An juga orang yang sangat perlu perasaan.
42:52Itu sebabnya rencana besar hari ini bisa terjadi.
42:58Hari ini kita menyusun satu rencana lagi.
43:17Kaisar, hamba sudah datang.
43:23Aku tahu, semua pejabat istana ini tidak ada yang menganggapku sebagai putra langit yang sesungguhnya.
43:29Wey An menganggapku kaisar boneka.
43:33Apa si acang itu juga ingin menirunya?
43:35Mencari keturunan dari matan istana putra mahkota lalu menjadikannya boneka?
43:40Lisiang, kau memang tidak berguna.
43:43Bahkan berita matan istana putra mahkota punya keturunan yang masih hidup pun bisa kau lewatkan.
43:48Apa kau juga, apa kau juga ingin mengabdi pada kaisar lain?
43:55Tidak, hamba mohon kaisar jangan marah.
43:58Jangan karena kesalahan hamba.
44:01Kaisar jadi marah dan sakit.
44:04Kaisar, kali ini hamba benar-benar sudah berusaha sekuat tenaga.
44:10Tuan Putri Agung juga tidak membela hamba.
44:13Karena benar-benar sudah terdesak.
44:16Hamba terpaksa pertarungan nyawa menerobos masuk ke tenaga militer itu.
44:21Hasilnya, satu telinga hamba dipotongan di pati.
44:28Kaisar, hamba tahu hamba tidak berguna.
44:32Tapi, tapi di dalam hati hamba dengan sepenuh hati hanya ada kaisar seorang saja, kaisar.
44:46Datanglah ke hadapanku.
44:53Hamba sudah datang, rasanya sakit.
45:02Hamba, baik-baik saja. Sekarang sudah sembuh.
45:08Tidak, tidak peduli itu, Wei Yan.
45:10Atau, atau Siaceng.
45:13Tidak ada yang boleh duduk di sini.
45:15Ini milikku.
45:17Siapapun tidak boleh.
45:18Benar, kaisar.
45:20Kaisar Putra Langit yang sesungguhnya mereka semua tidak pantas.
45:25Tidak boleh.
45:26Kau, kau harus janji akan mengabdi padaku seumur hidup dan akulah kaisarnya.
45:34Hamba.
45:37Maman, itu tidak.
45:39Tidak.
45:41Tidak.
45:43Tidak.
45:44Tidak.
45:45Tidak.
45:45Tidak.
Komentar

Dianjurkan