Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 14 jam yang lalu
Transkrip
00:01Cucu sulung kekaisaran masih hidup, kan?
00:04Iya.
00:05Sekarang dia adalah putra sulung Raja Changsin.
00:09Suyuan Huai.
00:12Siapa yang mengizinkanmu menyalakan api di halaman ini?
00:16Apa matamu sudah buta?
00:19Cungkil matanya.
00:21Tunggu dia! Aku dihambal!
00:23Cepat pergi!
00:25Hamba undur diri!
00:38Kau berani memukulku demi pelayan rendahan?
00:42Bagimu aku, sama seperti pelayan rendahan!
00:46Jangan menambah pertumpahan darah lagi.
00:48Dia malang kau juga.
00:55Setelah tragedi Jinco tahun itu,
00:57Ratu Changsin membawa putra sulungnya Suyuan Huai ke istana
01:00untuk menemani istri putra mahkota.
01:03Tidak disangka terjadi kebakaran besar di istana.
01:07Istri putra mahkota dan cucu sulung kekaisaran tewas
01:10dalam kebakaran itu.
01:12Putra sulung Raja Changsin menerita luka bakar yang parah,
01:15lalu mengasingkan diri dan menghilang.
01:20Kemudian Suyuan Huai yang asli...
01:22Kemungkinan sudah meninggal 17 tahun yang lalu.
01:26Dalam kebakaran istana putra mahkota.
01:32Kau bilang aku malang?
01:36Iya kan?
01:37Kau egois, kejam, licik.
01:41Tidak bisa ditembak.
01:42Yang melayanimu harus sangat hati-hati.
01:44Ceroboh sedikit bisa mati.
01:46Semua ini hanya penyamaranmu.
01:49Kau menutupi ketakutanmu sendiri.
01:53Kau orang yang malang.
01:59Kau bilang aku malang.
02:03Saat Ibu Nanda
02:04menekanku ke dalam tungku api,
02:09dia juga bilang aku malang.
02:13Mimu.
02:16Hanya cara ini kau bisa hidup.
02:31Hiduplah.
02:41Jadi bertahun-tahun,
02:44Raja Changshin tidak pernah curiga
02:46kalau putra sulungnya telah ditukar.
02:50Dia selalu berkata,
02:52Tuhan muda tidak bisa dekat dengannya.
02:55Tapi siapa yang akan mencurigai putranya sendiri?
02:58Sifat Tuhan muda pertama berubah drastis setelah terbakar.
03:02Itu juga wajar.
03:04Justru Nandori seorang ayah
03:06yang membuatnya benci Tuhan muda pertama sejak kecil.
03:10Posisi pewaris diberikan pada putra kedua, Sui Yuanqing.
03:14Kalau begitu,
03:17kemunculan Sui Yuanqing di Lin'an,
03:20taktik cucu sulung untuk pencebaknya.
03:23Dia tahu kalau Adipati ada di Lin'an.
03:25Dia ingin memanfaatkanmu
03:27untuk singkirkan Sui Yuanqing.
03:29Pasukan Chongcao belum menunjukkan tanda kekalahan.
03:32Jika mereka berhasil merebut Cicau,
03:34lalu ke selatan dan menyerang istana,
03:36mungkin bisa memaksa kaisar turun tahta.
03:38Tapi Yuanqing itu pengairan pewaris
03:40yang akan mewarisi tahta kaisar hanya dia.
03:42Itu sebabnya cucu sulung
03:45sangat bertekad ingin menghabisinya.
03:48Ibu hamba bersusah payah
03:49merencanakan istana putra mahkota.
03:52Tapi dia tidak meninggal dengan damai.
03:55Jimin bahkan ingin membunuh putranya sendiri.
04:00Putra mahkota Chengde terkenal karena kesetiaannya.
04:04Tapi keturunannya,
04:06ternyata parasit yang merebut tempat orang lain.
04:09Makhluk berdarah dingin dan kejam.
04:12Feng Shui macam apa Lin An ini?
04:15Pertama, Adipati Wu An menyembunyikan putra mahkota.
04:19Jangan-jangan,
04:21Yu Chen Chen itu juga orang penting.
04:24Dugaan Adipati dan Tuan Kongsun benar.
04:28Pengurus restoran Yi Xiang
04:29adalah selirnya yang melarikan diri.
04:36Yuba O'ar
04:38adalah cicit kekaisaran.
04:49Kau tidak tahu rasa sakit seperti apa yang ku alami
04:54untuk bisa bertahan sampai hari ini.
04:58Kau lampiaskan rasa sakitmu
05:00pada orang lain.
05:03Aku putra langit yang mulia dan tiada tara.
05:09Tahta dinastiin itu
05:11seharusnya adalah milikku.
05:14Tapi sekarang,
05:16aku malah memakai identitas menjejikan ini
05:19untuk hidup di dunia.
05:22Jika suatu hari
05:24Ji Min
05:24mewarisi Tahta,
05:26rakyat pasti akan menderita.
05:30Adipati pahlawan yang tidak tertandingi,
05:32jika Adipati
05:33mendukung cicit kekaisaran Naik Tahta,
05:36itu keberuntungan bagi seluruh rakyat.
05:43Apa lagi yang kau tahu
05:45tentang tragedi Chinchou
05:4717 tahun yang lalu?
05:49Hamba tidak tahu banyak.
05:52Ji Min
05:52mungkin tahu kebenarannya.
05:57Apa
05:59putra mahkota Chengto yang tewas di Chinchou itu
06:03adalah ayahmu?
06:10Iya.
06:13Aku merancang jebakan,
06:15memaksa raja Changsin memberontak.
06:17Semuanya untuk memanfaatkan kesempatan,
06:19agar bisa merebut tahta
06:21yang seharusnya milikku.
06:23Aku ingin Wei Yan
06:24dan semua orang yang membunuh keluarga ku
06:27untuk mati.
06:35Tapi apa kau bisa menang melawan Wei Yan?
06:39dan Adipati Wu An?
06:43Meski aku kalah,
06:45selama bisa membuat
06:47Xie Wei dan raja Changsin
06:49sama-sama hancur.
06:51Walau harus mati,
06:54akan ada orang
06:55yang mati menggantikanku.
06:58Apa maksudmu?
07:03Aku memegang kelemahan raja Changsin.
07:09Token militer ini
07:11adalah buktiku
07:12terakhir di Chinchou tahun itu.
07:15Token ini tidak bisa disatukan.
07:17Ini palsu.
07:18Raja,
07:19token militer ini asli.
07:21Mohon segera kirim pasukan.
07:23Putra nokta Chengto
07:24dan General Xie
07:25tidak akan bisa bertahan lama
07:26Chinchou dalam bahaya.
07:33Kenapa kau memberitahu ku ini?
07:36Tidak takut ku hianati?
07:41Karena aku tahu
07:43kau adalah milikku.
07:46Pasti tidak akan
07:47dan M гарanaticu.
07:53Sampai jumpa.
08:18Sampai jumpa.
08:36Sampai jumpa.
08:49Sampai jumpa.
08:49Baik-baik saja.
08:51Tenang saja.
08:52Mereka pasti kembali ke Lin'an dengan selamat.
08:56Pergilah.
09:05Adipati, kita harus segera pergi ke Kota Lu.
09:08Pasukan Raja Changsin segera tiba di perbatasan Kota Lu.
09:13Sampaikan perintahku.
09:14Segera bongkar kemah.
09:15Berangkat ke Kota Lu.
09:16Baik.
09:29Sampai jumpa.
09:31Sampai jumpa.
09:48Ngawal, cari Nyonya.
09:51Tuhan muda pertama, Nyonya menghilang.
09:54Amba baru saja hendak melapor pada Tuhan.
09:56Tapi Tuhan muda dari tadi tidak bisa dibangunkan.
10:04Wanita Sialan.
10:05Dia tidak berani memberiku racun.
10:08Tapi entah obat apa yang dia berikan padaku.
10:18Kota Lu.
10:21Sudah masuk wilayah Kota Lu.
10:26Ada orang.
10:32Changyu!
10:34Changyu!
10:44Changyu!
10:45Kakak bisa melarikan diri.
10:47Kami baru saja akan mencariimu.
10:48Mana mungkin aku menunggu mati.
10:51Ayo cepat pergi.
10:52Takut Cimin menyusul.
11:05Mau lari?
11:07Mau lari ke mana?
11:09Fan Changyu.
11:10Kau bisa menemukan tempat ini.
11:12Meskipun bodoh.
11:13Keberadianmu patut dipuji.
11:16Bunuh semuanya.
11:17Kecuali Nyonya.
11:32Haji Nyonya.
11:35Uuah!
11:36General Chi, kenapa datang?
11:38Adipati menyuruh melindungimu.
11:39Khawatir bahaya di perbatasan Kota Lu.
11:41Jadi kami minta General He datang untuk menyambut.
11:44Letakkan senjata kalian.
11:46Letakkan senjata kalian.
11:46Menyerahlah tanpa perlawanan.
11:49Changyu Wan.
11:50Kau pikir aku takut?
11:54Tuan Muda Pertama Sui.
11:56Apa Tuan ingin melawan orang banyak?
12:00Kalau begitu, langkahin dulu mayatku.
12:06Cepat mundur.
12:07Atau aku akan mati.
12:17Mundur.
12:25Tidak apa-apa.
12:26Semua sudah aman.
12:31Changyu.
12:32Aku pikir tidak akan melihatmu lagi.
12:35Aku selalu mencari cara melarikan diri.
12:38Takku sangka aku berhasil.
12:39Kakak sangat hebat.
12:41Di mana Bawar?
12:44Bawar dibawa pergi Bibilan.
12:46Tapi Bibilan sudah.
12:50General.
12:51Pengawal bayangan Marga Sui.
12:52Semuanya ahli bela diri.
12:54Meski jumlah kita banyak.
12:55Kita tidak punya keuntungan apapun.
12:56Pasukan Chongcao yang menyambut.
12:58Juga melindungi mereka saat melarikan diri.
13:00Orang ini licik.
13:03Sepertinya dia sudah menyiapkan rencana cadangan.
13:06Aku juga tidak tahu.
13:08Di mana Bawar sekarang.
13:11Bawar bernasib baik.
13:13Dia pasti akan selamat.
13:24Di depan sana kota Lung.
13:26Karena kita sudah sampai di sini.
13:28Ada beberapa hal.
13:29Yang harus kita bicarakan.
13:34Terima kasih atas bantuan Yedraha.
13:53Jenderal.
13:57Kau datang.
14:04Salam Jenderal.
14:06Terima kasih sudah menyelamatkan kami.
14:08Tidak perlu berterima kasih.
14:10Seluruh pasukan membicarakan.
14:13Kau membunuh Si Hu dengan tiga pukulan palu.
14:15Apa itu benar?
14:17Sebenarnya dua.
14:22Aku suka seni bela diri.
14:24Apa kau mau menemani ku berlatih?
14:27Kemampuan bela diriku biasa saja.
14:28Mana mungkin menandingi Jenderal.
14:30Bisa menandingi atau tidak.
14:32Akan tahu setelah bertarung nanti.
14:36Ayo.
14:39Keluarkan kekuatanmu.
14:40Jangan menahan diri.
15:09Keluarkan kekuatanmu.
15:21Keluarkan kekuatanmu.
16:02Apa kau tahu dimana letak kelemahan jurusmu yang tadi itu?
16:07Mohon bimbingan jenderal
16:11Teknik pisaumu ini, setiap gerakannya, sudah dilatih terlalu lama
16:15Serangan pedangmu terlalu kaku
16:17Mengeluarkan satu jurus, lalu jurus kedua
16:19Tapi kalau di medan perang, musuh bisa berubah
16:23Hanya dalam sekejap saja
16:25Satu serangan gagal, langsung ganti serangan lain
16:27Kenapa setelah lawan membaca jurusmu, kau malah jadi panik sendiri?
16:35Terima kasih, jenderal
16:37Teknik pisaumu ini, diajarkan oleh ayahku
16:40Dia tidak pernah menunjukkan kemampuannya di hadapan orang luar
16:44Tapi jenderal, kenapa jenderal bisa tahu dan mematahkannya satu persatu?
16:52Aku dan ayahmu adalah teman lama
17:03Saudara He, teknik tombakmu sudah meningkat pesat
17:06Kau juga hebat
17:08Apa ada penerusnya?
17:10Eh, saudara He, kau mengejeku karena aku ini tanpa keluarga ya?
17:14Bagaimana aku bisa menandingimu, saudara He?
17:16Putrimu berbakti
17:17Apakah kau akan mewariskan teknik pisaumu itu kepada putrimu?
17:22Aku masih belum tahu apa gadis kecil itu akan mewarisinya
17:25Tapi saat dia berjalan, sikapnya lincah dan bersemangat
17:27Ada sedikit gayaku dalam dirinya
17:31Dia mirip dirimu?
17:36Gawat, gawat, gawat, gawat
17:38Kalau dia mirip denganmu, bagaimana dia bisa menikah?
17:41Dia mirip ibunya, sangat cantik
17:43Tapi fisiknya mirip aku
17:45Jika dia bisa mewarisi teknik pisauku
17:48Di dunia ini, tidak akan ada pemuda
17:50Yang pantas untuk mendampingi hidupnya
17:55Ayahku tidak pernah cerita padaku
17:58Apalagi dia hanya seorang tukang jagal di kota Lin'a
18:01Kenapa bisa berteman dengan seorang jenderal?
18:05Ceritanya panjang
18:07Setelah pengepungan kota lu selesai
18:09Aku akan memberitahumu
18:17Jenderal
18:18Dika militer, tidak ada jenderal wanita
18:21Jadi aku pikir, baju zirah yang ada mungkin tidak cocok untukmu
18:25Karena itu, aku sengaja memesan satu set baju zirah ini
18:29Semoga ini mengharumkan namamu dalam pertempuran
18:32Terima kasih, jenderal
18:34Terima kasih, jenderal
18:37Terakhir kali aku memberikan baju zirah
18:40Sepertinya sudah 30 tahun yang lalu
18:44Sayang sekali
18:46Orangnya sudah tiada
18:51Teman lama jenderal, pasti seorang pahlawan yang gugur di medan perang
18:59Meski dia tidak gugur
19:01Dalam pertempuran yang diselimuti badai pasir
19:04Dia mampu menghentikan pasukan yang kejam
19:07Dia mengorbankan hidupnya
19:10Demi rakyat seluruh negeri
19:13Pada akhirnya
19:14Yang tersisa hanyalah tumpukan tulang
19:22Ayahku pernah berkata
19:23Setiap manusia akan mati
19:25Tapi kalau bisa memberi manfaat bagi yang masih hidup
19:28Hidup ini tidak sia-sia
19:32Jadi jangan bersedih, Jenderal
19:41Kudengar guru bertanding dengan wanita yang benuh sihu
19:43Aku buru-buru datang agar bisa mengamati
19:46Tuan Menkang
19:48Aku sudah tahu Tuan yang datang
19:50Sudah kuduga pasti kau
19:54Kenapa?
19:55Pertandingannya selesai
19:56Lalu bagaimana hasilnya?
19:59Sejak kapan julukanmu berubah menjadi Menkang?
20:04Guru jangan tertawa
20:05Hidup ini cuma soal di dalam dan di luar pintu
20:07Itu hanya sebuah nama
20:10Apa aku salah bicara?
20:14Kau boleh bicara apapun
20:15Terserah kau
20:18Li Huayan
20:20Li Menkan
20:21Komandan Li
20:23Orang berpendidikan punya banyak nama
20:25Tapi ayah angkatku memberiku nama kehormatan
20:29Maksudmu guru tahu?
20:31Hmm?
20:32Guru kekaisaran tahu?
20:35Sejak kapan dia menjadi ayah angkatmu?
20:37Beberapa hari lalu
20:39Dia memberiku nama kehormatan
20:40Namanya
20:42Namanya Shancun
20:43Artinya Harimau Betina
20:45Semua orang bisa memanggilku Harimau Fan
20:50Apa kau sudah terbiasa hidup di kam militer?
20:53Tidak ku sangka kau sangat hebat
20:54Berulang kali mencetak prestasi
20:56Sepertinya kau akan mengalahkan Adipatehuan
20:58Dia juga ke kota lu
21:02Urusan militer tentu aku tahu
21:03Untuk hindari pengawasan dan gangguan pemberontak
21:07Jenderal Sio memutar jalan
21:09Satu atau dua hari akan tiba
21:12Baru saja Jenderal Ho bilang
21:13Kalau dia teman lama ayahku
21:16Apa Tuhan tahu yang sebenarnya terjadi?
21:21Aku ingin bertanya
21:22Tapi dia tidak mau bicara
21:24Kakek pernah cerita
21:26Kalau ayahku
21:27Meminjam identitas Van Ernieu
21:29Untuk hidup di Lin'an
21:31Tapi Arsip Cico menyatakan
21:33Ayahku hanya tukang jagal yang dibunuh bandit gunung
21:38Kenapa aku merasa
21:40Mereka semua sedang berbohong
21:42Tapi yang dikatakan semua orang
21:47Juga seperti fakta
21:51Kalau guru tidak mau bicara banyak
21:53Pasti ada alasannya
21:56Dia menyebut ayahmu teman lama
21:58Itu sudah membuktikan
21:59Ayahmu pasti seorang tokoh yang sangat dikagumi
22:06Aku merasa lebih lega
22:07Setelah mendengar kata-kata Tuhan
22:13Kota lu indah
22:15Apa akan bernasib sama seperti Lin'an
22:17Dan dilanda peperangan
22:22Waktunya kau pulang ke Lin'an
22:24Chang Ning dan Bibit Chow menunggumu
22:26Aku sudah bisa pulang
22:27Dua hari lagi aku utus orang untuk mengantarmu
22:31Baiklah
22:32Menurut Rasi Bintang
22:34Bintang Pocun meninggalkan bayangan di wilayah kota lu
22:37Akan terjadi pertumpahan darah
22:41Kita lakukan serangan palsu dulu
22:43Untuk memancing pasukan utama musuh
22:45Kemudian memancing musuh ke dalam perangkap
22:51Pertandanya begitu
22:52Tapi menurutku
22:54Kita kumpulkan pasukan serang langsung serang musuh
22:57Tangkap majinan tua itu
23:04Kau memang hebat si Echuhang
23:05Sangat terus terang dan lugas
23:08Meski orang lain punya niat jahat
23:09Mereka tidak berani sepertimu
23:12Walau Shiyue menduganya
23:13Dia pasti tidak akan percaya
23:15Tapi taktik ini
23:16Akan membuka gerbang kota lu
23:19Aku khawatir kota lu
23:21Tidak bisa dipertahankan
23:22Beritahu Jenderal Senior
23:35Ternyata ikan disini lumayan besar
23:37Benar kan?
23:38Besar kan?
23:39Ini
23:39Taruh rumput supaya bawa amisnya hilang
23:43Komentar ditendang ya?
23:45Ayah Angkat
23:46Kenapa bisa tahu kami disini?
23:49Tentu saja
23:51Supaya
23:52Ikan memakan umpan
23:57Apa Ayah Angkat ingin tahu
23:59Aku di militer atau tidak?
24:03Kau tanya itu padaku, apa kau menyesal?
24:07Kau mau aku mengajarimu cara melawan ribuan musuh di medan perang?
24:17Mau, tapi juga tidak mau
24:21Apa-apaan kau ini? Anak ini memang tidak bisa diajari
24:26Ayah angkat, bukannya aku tidak mau di militer
24:31Hanya saja, aku tidak mau berperang lagi
24:37Aku tidak ingin ada yang tewas di depanku
24:41Van ingin kembali ke Lin'an, dan hidup sebagai rakyat biasa
24:45Kenapa paman memaksanya?
24:47Benar!
24:49Kalian semua orang yang baik hati
24:53Tapi, itu hanya kebaikan kecil
24:56Mana mungkin ada telur yang selamat di sarang yang hancur
25:01Pembantaian kota Lin'an adalah bukti terbaik
25:07Raja Changsin memberontak
25:10Dan memimpin ke selatan, itu pembunuhan
25:13Pasukan istana mengepung Raja Changsin, itu juga pembunuhan
25:18Changyu, pikirkan baik-baik apa perbedaan antara keduanya
25:29Yang aku tahu, meski yang kubunuh prajurit
25:33Dulu mereka mungkin sama seperti kita
25:37Hanya rakyat biasa yang dikirim kebedaan perang
25:42Begitu perang dimulai
25:45Apa bedanya prajurit dengan rakyat biasa?
25:50Perang butuh biaya besar
25:53Biaya seorang prajurit butuh tenaga sepuluh rakyat
25:58Makin lama perang, rakyat jelata makin menderita
26:02Mayat bergelimpangan, banyak orang jadi pengungsi
26:07Bisa dikatakan kemenangan lebih penting dari durasinya
26:10Mengakhiri perang dengan korban paling sedikit
26:13Meski harus membunuh, itu tetap kebaikan yang besar
26:32Aku memberimu senjata
26:35Pisau jagalmu tidak bisa dipakai lagi
26:37Aku melebur dan menempanya
26:39Menjadi sepasang pisau ini
26:42Aku belum pernah memberimu hadiah resmi
26:44Sepasang pisau ini cocok untukmu
26:49Kau pernah memberiku hadiah
26:52Pelindung pergelangan tanganmu sudah bagus
26:56Kenapa ada bau darah?
27:04Kau terluka?
27:06Tidak, ini luka lama
27:08Kau bohong, beberapa hari lalu baik-baik saja
27:10Kenapa hari ini kamu lagi?
27:12Biar ku lihat
27:12Hanya luka kecil, tidak apa-apa
27:14Kalau tidak boleh lihat, pergi saja sana
27:24Kenapa bisa terluka?
27:26Siapa yang lukain?
27:29Ini
27:32Persembahan pisaunya
27:34Kau gila ya?
27:49Kau terlalu banyak baca buku cerita
27:51Kau pikir aku akan terharus sampai menangis
27:56Kalau diulangi
27:57Aku akan beli seratus pisau
27:59Mengirismu pelan-pelan
28:02Kalau lengan tidak cukup
28:03Pakai bokong
28:16Changyu
28:17Apa kau masih ingat
28:19Saat dikai militermu
28:20Aku menyuruhmu
28:22Memburu tiga pengintai itu
28:23Saat itu
28:24Jika kau kasihan
28:25Dan melepas tiga pengintai itu
28:28Maka kota lo yang akan menanggung akibatnya
28:32Yang mati bukan hanya satu, dua, atau tiga orang
28:48Aku mengerti
28:49Terima kasih, Ayah Angkat
29:07Nyonya
29:08Ini pesan dari Elangjir
29:10Aripati sudah menemukan Yu Bau'ar
29:11Sedang diantar ke Lin'an
29:14Syukurlah
29:15Dengan begini kajian bisa pulang ke Lin'an
29:17Kembali dengan Bau'ar
29:20Kita juga berkemas
29:21Berangkat besok pagi
29:22Baik
29:24Tadi aku baru bertemu Jendral He
29:26Pengurus Tokoyu dan Nonavan akan pulang ke Lin'an
29:29Jadi aku datang
29:33Aku sudah dengar dari Changyu
29:35Berkat Tuan Kongsun dan Adipati
29:37Telah menyelamatkan Bau'ar
29:38Aku sangat berterima kasih
29:41Terimalah pengkhiamatannya
29:42Tidak perlu
29:42Pengurus Tokoyu, jangan sungkan
29:44Duduklah
29:52Aku pernah dengar
29:54Changyu mengungkit Tuan
29:55Perang akan terjadi
29:57Tuan Kongsun sengaja datang ke sini
29:59Pasti ada hal yang sangat penting
30:03Benar
30:07Kau pergi dulu
30:12Putra Sulung Raja Changsin
30:14Atau bekas cucu sulung dari Istana Putra Mahkota
30:18Apa pengurus Tokoyu mengenalnya?
30:22Aku mengenalnya
30:24Tapi itu jodoh yang buruk
30:25Aku menyesal
30:27Memberi nafas dari mulut ke mulut
30:29Saat dia hampir tenggelam
30:31Dan berusaha menyelamatkannya
30:32Aku malah jadi Biangkerok
30:35Dan timbul berbagai masalah setelah itu
30:40Dia memegang sebuah token militer
30:43Katanya itu bukti kuat
30:45Niat memberontak Raja Changsin
30:46Tapi setahuku
30:48Raja Changsin
30:49Tidak tahu identitas aslinya
30:51Token militer?
30:55Hubungan ayah dan anak itu renggang
30:57Dia sangat benci Raja Changsin
30:59Sampai menyusun rencana
31:01Memaksa Raja Changsin
31:02Memberontak
31:03Merebut kembali tahtanya
31:07Pantas dia ingin membunuh Yubau'ar
31:09Cucu sulung
31:11Menggunakan pemberontakan Raja Changsin
31:13Untuk merebut tahta
31:15Mana mungkin dia membiarkan
31:17Pak warisah lainnya hidup?
31:20Terima kasih atas informasinya
31:21Karena situasinya mendesak
31:22Aku pergi dulu
31:24Permisi
31:30Pengurus Toko Yu
31:31Pernapasan mulut ke mulut yang kau katakan tadi
31:34Itu teknik apa?
31:37Itu cara tradisional dari kampung halamanku
31:40Memberi nafas dari mulut ke mulut
31:42Lalu menekan dada dan jantung
31:44Bisa menyelamatkan nyawa
31:46Begitu ya
31:48Risalah penyakit demam dan penyakit lain juga mencatat
31:50Hanya saja
31:52Cara memberikan dari mulut ke mulutnya sedikit berbeda
31:54Teknik itu melanggar batas pria dan wanita
32:03Tindakanmu mulia
32:04Aku sudah paham
32:05Permisi
32:10Wankan
32:11Adipati Wu An
32:13Akan memimpin pasukan utama Yansu
32:15Untuk langsung menyerang
32:16Markas besar Raja Changsin di Kota Luo
32:18Kota Luo adalah markas utama Raja Changsin
32:21Pasti dijaga pasukan besar
32:24Bagaimana Adipati Wu An bisa berhasil?
32:26Karena itu
32:27Aku ingin kau memimpin
32:29Tiga ribu prajurit elit
32:32Bagilah ke beberapa jalur
32:34Menyerang langsung ke pasukan pusat
32:37Dengan cara ini
32:39Kita punya peluang untuk menang
32:40Pasukan pertahanan Kota Luo
32:42Selain pasukan Yancho dan keluarga Sia
32:44Hanya lima ribu prajurit
32:46Guru memberiku tiga ribu prajurit
32:48Lalu kota bagaimana?
32:49Dengan kekuatan lima ribu orang
32:51Apa bisa bertahan melawan lima puluh ribu
32:53Pasukan Raja Changsin?
32:55Pertempuran di Kota Luo
32:56Harus menggunakan strategi yang tidak terduka
32:58Jangan khawatir
33:00Aku akan
33:02Melindungi Kota Luo
33:07Komandan Chen Willy Huayan
33:08Menerima perintah
33:11Syukurlah bahwa harus sudah ditemukan
33:13Ini berkat Yan Cheng
33:15Aku akan mengingat budi ini
33:17Hei Fan
33:19Lihat siapa ini
33:20Kak Changyu
33:21Kang si penakut?
33:23Kenapa kau ada di sini?
33:24Tuan Li tahu aku dari Lin An
33:26Jadi aku boleh pulang bersamamu
33:29Aku sudah tahu tentang nenekku
33:32Terima kasih sudah membantu memakamkannya
33:36Kita orang Lin An
33:37Jangan seperti orang luar
33:38Kebetulan
33:39Kita bisa pulang bersama
33:47Jendral
33:47Kami akan berangkat sekarang
33:49Semoga meraih kemenangan besar
33:51Aku menantikan kabar baik
33:54Jika berjodoh di masa depan
33:56Jendral menjawab keraguanku
33:59Jika aku beruntung
34:00Dan bisa bertahan bersama Kota Luo
34:02Aku pasti akan
34:04Memberitahumu semuanya
34:08Terima kasih
34:11Ayo pergi
34:19Saudara
34:20Perbatasan Baratau sangat miskin
34:22Chinchow, Chowchow, dan Chichow
34:24Sangat andus
34:25Setelah pergi ke sana
34:26Harus jaga diri baik
34:28Pria sejati
34:29Harus membangun prestasi dan jasa
34:31Itu lebih baik
34:32Daripada berada di ibu kota
34:33Terus menunduk dengan hormat
34:35Dan menjilat orang yang berkuasa
34:39Sayangnya
34:39Aku tidak bisa menunggu
34:41Keponakan laki-lakiku lahir
34:42Keponakan perempuan
34:43Bagus kalau perempuan
34:46Saudara
34:47Kau lebih banyak membaca buku daripada aku
34:49Tolong berikan nama untuk keponakanmu
34:51Oh iya
34:52Kenapa
34:52Tidak minta tuanmu yang menamainya
34:54Jabatan Jendral menengah terlalu tinggi
34:57Aku takut anakku tidak bisa menanggungnya
34:58Oh
35:00Mau memberinya nama apa
35:02Yang mana yang cocok
35:04Ah
35:06Chang Yu
35:08Chang Yu
35:09Benar
35:11Semoga bisa selalu melihat wajahmu
35:13Rumput musim semi di tangga kiyok
35:15Tumbuh dengan harum
35:16Bagaimana?
35:18Bagus
35:19Nama yang bagus
35:25Wai
35:27Kau punya anak perempuan yang baik
35:29Penuh kasih sayang
35:32Setia dan berani
35:35Aku benar-benar iri kepadamu
36:05Makin lama perang berlangsung
36:08Rakyat jelata makin menderita
36:10Mayat kelaparan berkelimpangan
36:13Banyak yang jadi pengungsi
36:15Mengakhiri perang dengan korban paling sedikit
36:18Meski harus membunuh
36:20Itu tetap kebaikan yang besar
36:32Dika militer tidak pernah ada jendral wanita
36:35Aku sengaja memesan satu set baju zirah untukmu
36:42Semoga zirah ini menemanimu
36:44Mengharumkan nama dan membangun jasa pertempuran
36:57Terakhir kali aku merasa tidak tenang seperti ini
37:02Saat 17 tahun yang lalu
37:04Di Chinchou
37:13Pukul gendang
37:15Hitung pasukan
37:16Pukul gendang
37:18Hitung pasukan
37:44Pergilah
37:52Berhenti
38:01Para prajurit pasukan Chinchou
38:03Hadir
38:04Selama aku hidup
38:06Kota ini hidup
38:07Jika hancur
38:08Aku juga hancur
38:09Selama aku hidup
38:10Kota ini hidup
38:11Jika hancur
38:12Aku juga hancur
38:26Kacian
38:29Jendral Chi
38:29Akan mengantarmu ke Lin'an dengan selamat
38:32Untuk bertemu Ning dan Bawar
38:35Aku harus tinggal disini
38:36Berjuang bersama Kota Lu
38:37Dan Afan
38:39Di medan perang ada Adipati
38:41Strategi Adipati dan penasihat militer
38:43Pasti bisa mempertahankan Kota Lu
38:45Apalagi
38:46Ning sedang menunggumu di rumah
38:49Aku pernah berperang
38:51Betapa mengerikannya medan perang
38:53Tapi aku juga tahu
38:55Jika Kota Lu jatuh
38:56Chinchou dalam bahaya
38:58Pasukan pemberontak
38:59Bisa langsung menuju ke ibu kota
39:01Saat itu meski dunia luas
39:03Aku harus sembunyi di mana
39:07Ning harus sembunyi di mana
39:11Rakyat Lin'an
39:13Harus sembunyi di mana
39:16Aku mendukungmu
39:19Kau wanita paling mahir berperang yang pernah ku temui
39:22Ikuti kata hatimu
39:24Jika ingin tinggal, tinggallah
39:27Jangan khawatirkan aku
39:28Setelah pulang ke Lin'an
39:29Aku akan melindungi Ning, Bibi Chow, dan yang lain
39:32Jika mau pergi
39:35Pergi saja
39:39Jangan khawatir
39:40Kami akan pergi bersamanya
39:43Di belakang kita
39:45Ada Lin'an yang harus dilindungi
39:50Kakak
39:51Aku ikut bersamamu
39:53Aku juga ikut
39:54Aku juga
39:56Kak Changyu
39:57Dulu aku seorang penakut
39:58Aku ingin pulang dan bertemu dengan nenekku
40:01Tapi dia sudah meninggal
40:03Sekarang aku hanya ingin balas dendam
40:04Kakak, kau tidak sendirian
40:06Aku ikut denganmu
40:08Aku juga ikut
40:09Aku juga ikut
40:11Aku ikut
40:11Aku ikut
40:12Aku juga ikut
40:17Para prajurit
40:18Hari ini aku
40:20Van Changyu membuat pernyataan
40:21Kita hidup dan mati
40:23Bersama Kotalun
40:25Bertahan dan Kotalun
40:27Bertahan dan Kotalun
40:29Bertahan dan Kotalun
40:29Hidup dan Kotalun
40:30Bertahan dan Kotalun
40:46Bertahan dan Kotalun
41:03Adipati Wuan
41:04Aku sudah lama menunggumu
41:06Hari ini kita akan bertarung
41:09Menentukan siapa lebih umbur
41:11Ucapanmu sombong sekali
41:13Apa kau mampu mengalahkanku?
41:15Para prajurit dengarkan perintah
41:16Penggal Kepala
41:18Raja Changsin
41:20Raja Changsin
Komentar

Dianjurkan