00:00Pemerintah sebut penerapan kebijakan kerja dari rumah, WFH,
00:04sehari dalam sepekan bagi ASN merupakan langkah taktis jangka pendek untuk menekan konsumsi BBM.
00:10Staff khusus wakil presiden, Niko Haryanto menuturkan,
00:14kebijakan ini perlu dilakukan agar penghematan tidak mengorbankan produktivitas dan pelayanan publik.
00:19WFH ini murni langkah taktis jangka pendek,
00:22sebuah quick relief untuk menekan konsumsi BBM harian,
00:24tanpa sedikitpun mengorbankan produktivitas dan pelayanan publik,
00:28kata Niko, Kamis, 2 April 2026.
00:31Pernyataan tersebut disampaikan sebagai tanggapan atas pandangan wakil presiden ke-10 dan ke-12 RI Yusuf Kala
00:37yang sebelumnya mengatakan kebijakan WFH bukan solusi efektif untuk menekan konsumsi BBM.
00:42Dalam keterangannya, Niko menegaskan bahwa masukan dari tokoh bangsa seperti Yusuf Kala
00:47selalu menjadi catatan penting bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan.
00:51Dalam kesempatan tersebut, Niko juga mengungkapkan bahwa pemerintah juga menyiapkan solusi fundamental
00:56melalui transisi energi dalam jangka menengah dan panjang.
01:00Langkah tersebut mencakup percepatan pengembangan ekosistem kendaraan listrik,
01:04transisi menuju bioenergi B50,
01:06serta penguatan infrastruktur dan produksi BBM domestik.
01:10Menurut Niko,
01:11upaya tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk menjaga stabilitas perekonomian nasional
01:15di tengah tantangan konsumsi energi.
01:18Krisis hari ini kita urai dengan cepat tanpa mengorbankan stabilitas perekonomian nasional,
01:22sembari terus membangun kedaulatan energi masa depan, katanya.
01:26Sebelumnya, Yusuf Kala menyatakan bahwa kebijakan WFH tidak serta-merta menekan konsumsi energi
01:32karena penggunaan listrik tetap berjalan meskipun aktivitas dilakukan dari rumah.
01:36Ia juga menekankan pentingnya menjaga produktivitas dalam menghadapi situasi ekonomi,
01:40dengan tidak menjadikan WFH sebagai alasan untuk mengurangi aktivitas kerja.
01:44Terima kasih telah menonton!
Komentar