Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
Sebanyak 38 dokter spesialis menghadiri rapat dengar pendapat (RDP) bersama DPRD Siak dan Pemerintah Kabupaten Siak untuk membahas tunggakan tunjangan kelangkaan yang belum dibayarkan selama enam bulan, Senin, 30 Maret 2026.

Tonton juga RiauOnline “
(RiauOnline)

#Riauonline #Riauonlinecoid #siak #tunjangan #DPRDSiak

Jangan lupa subscribe, tinggalkan komentar dan share.

Tonton konten lainnya juga di YouTube Channel:
- Sisi Lain https://youtu.be/_TYOe2wDBl8
- Wamoi dan Riau https://youtu.be/roXyLa8aFLU

Jangan lupa subscribe yaa..

Follow Juga akun Sosial Media kami

https://www.facebook.com/RiauOnlin

https://twitter.com/red_riauonline

https://www.instagram.com/riauonline.co.id/?hl=id

https://www.tiktok.com/@riauonline1

https://s.helo-app.com/al/xvYZYpjbvR

https://sck.io/u/j3hlxrGg

Kategori

🗞
Berita
Transkrip
00:00Sebanyak 38 dokter spesialis menghadiri rapat dengan pendapat, RDP,
00:05bersama DPRD Siak dan Pemerintah Kabupaten Siak
00:07untuk membahas tunggakan tunjangan kelangkaan yang belum dibayarkan selama 6 bulan,
00:11Senin, 30 Maret 2026.
00:14Dalam rapat tersebut terungkap,
00:16para dokter baru menerima tambahan penghasilan pegawai, PPP,
00:20hingga Agustus 2025,
00:22sementara pembayaran bulan berikutnya masih tertunda.
00:24Sekretaris Badan Keuangan Daerah, BKD, Siak, Rory Erlangga,
00:29mengatakan tunjangan September hingga Oktober 2025 telah diakui sebagai utang pemerintah daerah,
00:34sedangkan pembayaran November hingga Desember 2025 dipastikan tidak dapat direalisasikan.
00:40Bulan September dan Oktober 2025 belum dibayarkan dan sudah diakui oleh pemerintah daerah sebagai utang,
00:45sedangkan pembayaran bulan November dan Desember ditiadakan karena anggarannya sudah tidak ada akibat efisiensi,
00:50kata Rory dalam rapat di kantor DPRD Siak.
00:53Sementara itu, dokter spesialis kulit dan kelamin, Dina Refi,
00:57yang telah 12 tahun bekerja di Siak,
00:59menyebut akar persoalan berasal dari adanya perlakuan berbeda antara dokter spesialis aparatur sipil negara,
01:04ASN, dan dokter kontrak.
01:07Kami tidak dibayar selama 6 bulan sejak September,
01:10Januari hanya dibayar 50 persen.
01:13Berbeda dengan dokter spesialis kontrak yang dibayar penuh tanpa potongan,
01:17Ujar Dina.
01:17Ia juga memohon pemerintah daerah segera membayarkan hak yang telah dikerjakan para dokter.
01:23Dengan rendah hati, kami memohon bayarlah apa yang sudah kami kerjakan dan kewajiban,
01:28katanya.
01:29Dina menambahkan,
01:30jika pemerintah daerah tidak lagi mampu menanggung pembayaran tunjangan kelangkaan dokter spesialis ASN,
01:35pihaknya meminta diberikan kemudahan untuk mutasi ke daerah lain.
01:38Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan