00:00Sebanyak 38 dokter spesialis menghadiri rapat dengan pendapat, RDP,
00:05bersama DPRD Siak dan Pemerintah Kabupaten Siak
00:07untuk membahas tunggakan tunjangan kelangkaan yang belum dibayarkan selama 6 bulan,
00:11Senin, 30 Maret 2026.
00:14Dalam rapat tersebut terungkap,
00:16para dokter baru menerima tambahan penghasilan pegawai, PPP,
00:20hingga Agustus 2025,
00:22sementara pembayaran bulan berikutnya masih tertunda.
00:24Sekretaris Badan Keuangan Daerah, BKD, Siak, Rory Erlangga,
00:29mengatakan tunjangan September hingga Oktober 2025 telah diakui sebagai utang pemerintah daerah,
00:34sedangkan pembayaran November hingga Desember 2025 dipastikan tidak dapat direalisasikan.
00:40Bulan September dan Oktober 2025 belum dibayarkan dan sudah diakui oleh pemerintah daerah sebagai utang,
00:45sedangkan pembayaran bulan November dan Desember ditiadakan karena anggarannya sudah tidak ada akibat efisiensi,
00:50kata Rory dalam rapat di kantor DPRD Siak.
00:53Sementara itu, dokter spesialis kulit dan kelamin, Dina Refi,
00:57yang telah 12 tahun bekerja di Siak,
00:59menyebut akar persoalan berasal dari adanya perlakuan berbeda antara dokter spesialis aparatur sipil negara,
01:04ASN, dan dokter kontrak.
01:07Kami tidak dibayar selama 6 bulan sejak September,
01:10Januari hanya dibayar 50 persen.
01:13Berbeda dengan dokter spesialis kontrak yang dibayar penuh tanpa potongan,
01:17Ujar Dina.
01:17Ia juga memohon pemerintah daerah segera membayarkan hak yang telah dikerjakan para dokter.
01:23Dengan rendah hati, kami memohon bayarlah apa yang sudah kami kerjakan dan kewajiban,
01:28katanya.
01:29Dina menambahkan,
01:30jika pemerintah daerah tidak lagi mampu menanggung pembayaran tunjangan kelangkaan dokter spesialis ASN,
01:35pihaknya meminta diberikan kemudahan untuk mutasi ke daerah lain.
01:38Terima kasih.
Komentar