00:00Subsidi energi diprediksi akan bengkak hingga 100 triliun rupiah tahun ini.
00:05Subsidi energi diprediksi akan membengkak antara 90 triliun rupiah hingga 100 triliun rupiah
00:12imbas kenaikan harga minyak dunia akibat eskalasi perang antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
00:19Menurut Menteri Keuangan Purbaya Yudi Sadewa, angka ini hanya anggaran tambahan untuk subsidi energi,
00:25sedangkan tambahan untuk kompensasi PT Pertamina masih dihitung.
00:3090 triliun rupiah sampai 100 triliun rupiah, subsidikan kompensasi lain lagi, kata Purbaya.
00:37Purbaya menjelaskan, untuk APBN 2026, pemerintah telah menganggarkan 210,1 triliun rupiah
00:45untuk subsidi energi yang meliputi BBM, listrik, dan LPG 3 kg.
00:51Purbaya menyebut tambahan anggaran subsidi energi berasal dari penghematan anggaran kementerian dan lembaga.
00:58Sementara saldo anggaran lebih sebesar 420 triliun rupiah baru akan digunakan jika kondisi fiskal benar-benar genting.
01:07Ada penghematan sedikit-sedikit di sana-sini.
01:09Kita melakukan penghematan tahap 1, tahap 2, tahap 3, dibelanja kementerian lembaga yang tidak terlalu jelas.
01:16Dan kalau kepepet, saya punya SAL sekarang naik 420 triliun rupiah, paparnya.
Komentar